Anda di halaman 1dari 17

Hutan Mangrove di

Indonesia
Kelompok 7
Ayu Indraswary
Bagus Tito Wibisono
Dea Hermadianti
Izmania Shaharani
Yulinda Nurfit Demajosita
PPT Outline

Pendahuluan
Habitat Mangrove
Flora dan Keragamannya
Fauna Mangrove
Manfaat Mangrove
Manajemen ekosistem hutan mangrove di
Indonesia

Pendahuluan
Mangrove Macnae(1968) berasal dari bahasa portugis mangue dan
bahasa inggris grove.
Tomlinson (1986) dan Wightman (1989) mendefinisikan mangrove baik sebagai
tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut maupun sebagai komunitas.
Soerianegara (1987)mendefinisikan hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh
pada tanah lumpur alluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi
pasang surut air laut dan terdiri atas jenis pohin Aicennia, Sonneratia, Rhizophora,
Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphyphora dan Nypa.
Perkiraan luas mangrove dunia : 18,1 juta hektar
Luas mangrove asia : 32%-41,5% luas mangrove dunia (Spalding, dkk,1997)
Luas mangrove Indonesia 3,5 juta ha dan merupakan Negara dengan luas hutan mangrove terbesar
didunia.
Indonesia tercatat mamiliki 202 jenis tumbuhan mangrove, meliputi 89 jenis pohon, 5 jenis palma, 10
jenis pemanjat, 44 jenis herba , 44 jenis epifit, dan 1 jenis paku.
Dari 202 jadalah enis tumbuhan tersebut, 43 diantaranya disebut true mangrove dan dan yang lainnya
disebut mangrove ikutan / associate associate.


Daerah
mangrove di
Indonesia
Habitat Mangrove
Vegetasinya memperlihatkan pola zonasi yang berkaitan dengan tipe tanah
(lumpur, pasir atau gambut), keterbukaan (terhadap hempasan gelombang),
salinitas serta pengaruh pasang surut.
Sebagian besar tumbuh baik pada tanah berlumpur dengan endapan lumpur
terakumulasi.
Kondisi salinitas sangat mempengaruhi komposisi mangrove. Mis: Avicennia adalah
marga yang memiliki toleransi terrluas pada pada kondisi salinitas.


Tipe Vegetasi Mangrove
Berdasarkan Strukturnya:
1. Mangrove Terbuka
2. Mangrove Tengah
3. Mangrove Payau
4. Mangrove Daratan
Aa - Avicennia alba Dh - Derris heterophylla
Ac - Aegiceras corniculatum Ra - Rhizophora apiculata
Bc - Bruguiera cylindrical Rm - R. mucronata
Bg - B. gymnorrhiza Sb - Sarcolobus banksii
Bp - B. parviflora Xg - Xylocarpus granatum
Ct - Ceriops tagal
Pola Zonasi
Flora dan Keragamannya
Dari 60 jenis mangrove sejati Indonesia memiliki 40 jenis.
Terdapat perbedaan pada penyebaran jenis mangrove di Indonesia yaitu dari
220 jenis yg diketahui 166 jenis terdapat di Jawa, 157 jenis di sumatera, 150 jenis
di Kalimantan, 142 jenis di irian jaya, 135 jenis di Sulawesi, 133 jenis di Maluku, dan
120 jenis di kepulauan sunda kecil.
Jenis mangrove Indonesia ada Amyema anisomeres (mangrove sejati), Ixora
timorensis dan Rhododendron brookeanum (keduanya mangrove ikutan)
Terdapat 14 jenis mangrob=ve langka yaitu:
5 jenis umum berstatus rentan yaitu Ceriops decandra, Scyphiphora hydrophyllacea,
Quassia indica, Sonneratia ovata,Rhododendron brookeanum
5 jenis langka tetapi umum ditempat lain yaitu Eleocharis parvula, Fimbristylis
sieberiana, Sporobolus virginicus, Eleocharis spiralisdan Scirpus litoralis.
4 jenis langka secara global yaitu Amyema anisomeres, Oberonia rhizophoreti,
Kandelia candel dan Nephrolepis acutifolia.
Fauna Mangrove
Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa liar seperti primata,
reptilia dan burung. Moluska juga sangat banyak ditemukan pada areal
mangrove di Indonesia.
Mangrove juga merupakan habitat penting bagi berbagai jenis krustasea,
termasuk berbagai jenis udang-udangan yang memiliki nilai komersial penting
dan Kepiting juga umum ditemukan di daerah mangrove. Dari setiap meter
persegi dapat ditemukan 10 - 70 ekor kepiting (Macintosh, 1984), khususnya jenis-
jenis penggali dari genus Cleistocoeloma, Macrophthalmus, Metaplax, Ilyoplax,
Sesarma dan Uca
Beberapa jenis ikan yang ditemukan di areal mangrove antara lain Tetraodon
erythrotaenia, Pilonobutis microns, Butis butis, Liza subvirldis, dan Ambasis
buruensis
Sangat sedikit sekali Amphibia dapat ditemukan bertahan hidup pada
lingkungan yang berair asin seperti lingkungan mangrove. Meskipun demikian, 2
jenis amphibia telah diketahui dapat bertahan hidup pada lingkungan demikian,
yaitu Rana cancrivora and R. limnocharis (MacNae, 1968).


Mamalia yang umum dijumpai adalah babi liar ( Sus scrofa), kancil (Tragulus
spp.) lkelelawar (Pteropus spp.) berang-berang (Lutra perspicillata dan
Amblyonyx cinerea), lutung (Trachypithecus aurata), Bekantan (Nasalis larvatus;
endemik Kalimantan) dan kucing bakau (Felis viverrina) (MacNae, 1968;
Payne,Francis & Phillipps, 1985; Melisch, dkk, 1993).
Jenis-jenis Reptilia yang umum ditemukan di daerah mangrove di Indonesia
diantaranya adalah buaya muara (Crocodylus porosus), biawak (Varanus
salvator), ular air (Enhydris enhydris), ular mangrove (Boiga dendrophila), Ular
tambak (Cerberus rhynchops), Trimeresurus wagler dan T. purpureomaculatus
Mangrove juga merupakan habitat yang baik bagi beberapa jenis burung yang
telah
langka atau terancam kepunahan, seperti:
Wilwo (Mycteria cinerea - Milky Stork - Ciconiidae).
Bubut hitam (Centropus nigrorufus - Sunda Coucal - Cuculidae).
Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus - Lesser Adjutant - Ciconiidae).
Manfaat Mangrove
A. PRODUK VEGETASI
Kategori Tipe pemanfaatan Contoh jenis yang dimanfaatkan
Bahan bakar: - kayu bakar sebagian besar jenis pohon
- arang kayu sebagian besar jenis pohon
- alcohol Nypa fruticans
Bahan bangunan: - kayu, kayu tiang Bruguiera, Rhizophora spp.
- konstruksi berat (jembatan) Bruguiera, Rhizophora spp.
- bantalan rel KA Rhizophora, Ceriops spp.
- pertambangan Bruguiera, Rhizophora spp.
Pertanian: - pupuk Paspalum vaginatum, Colocasia esculenta
Produk kertas : - berbagai jenis kertas Avicennia marina, Camptostemon schultzii
Keperluan rumah - mebel banyak jenis tumbuhan berkayu angga - hiasan
X. granatum, Scaevola taccada,Nypa fruticans
- lem Cycas rumphii
- minyak rambut Xylocarpus mekongensis
- parfum Phymatodes scolopendria
- isi bantal Typha angustifolia
Fungsi Mangrove
Mangrove memiliki peranan penting dalam melindungi pantai dari
gelombang, angindan badai.
Tegakan mangrove dapat melindungi pemukiman, bangunan dan pertanian
dari angin kencang atau intrusi air laut.
Mangrove juga terbukti memainkan peran penting dalam melindungi pesisir
dari gempuran badai.
Kemampuan mangrove untuk mengembangkan wilayahnya ke arah laut
merupakan salah satu peran penting mangrove dalam pembentukan lahan
baru.
Akar mangrove mampu mengikat dan menstabilkan substrat lumpur,
pohonnya mengurangi energi gelombang dan memperlambat arus,
sementara vegetasi secara keseluruhan dapat memerangkap sedimen
Pemanfaatan Mangrove di Indonesia
Daftar Pustaka
Alongi, Daniel M. 2009. The Energetics of Mangrove Forest. Queensland.
Springer
Hanum, I Farida, dkk. 2008. Mangrove Ecosystem of Asia. Doha. Springer
Area Hutan Mangrove dan
Distribusinya
Hutan mangrove di Indonesia berkembang pada daerah coastal area
Hutan mangrove tumbuh di daerah subtropis dan tropis , dengan distribusi
global terbaik dibatasi oleh arus laut utama dengan isoterm 20 C dari air
laut dimusim dingin.
Dengan area vegetasinya 3,2 juta hektar ( 30 % dalam kondisi baik, 28%
hampir rusak, dan 42% telah hancur)
Meskipun ketahanan alami mereka , sekitar 50 % hutan mangrove dunia
telah hilang selama setengah abad terakhir ini ( Alongi 2002. Hutan
mangrove telah mengalami eksploitasi baik dari penyalahgunaan lahan
sebagai lahan persawahan, tambak ikan, tambak garam maupun
perumahan penduduk.


Data Persebaran
Hutan Mangrove di
Indonesia
Mangrove Flora
Menurut Soemodihardjo, dkk (1993) ada sekitar 157 spesies yang terdiri atas
52 spesies pohon, 21 spesies semak-semak, 13 spesies liana, 7 spesies
palem, 14 spesies rumput, 8 spesies herba, 3 spesies parasite, 36 spesies
tumbuhan epifit, dan 3 spesies paku.

Mangrove Fauna
Ada sekitar 118 spesies hewan-hewan yang berasosiasi dengan hutan
mangrove di Indonesia terdiri atas 48 spesies Gastropoda, 9 spesies
Bivalvia, dan 61 spesies Crustacea.