Anda di halaman 1dari 43

TRANSPORTASI BAHAN GAS

TRANSPORTASI BAHAN GAS


Pada prinsipnya transportasi bahan gas mirip dengan transportasi bahan
cair
Perbedaan yang mendasar adalah :
Gas memiliki densitas yg jauh lebih kecil dibandingkan cairan
Gas memiliki volume spesifik yang jauh lebih besar
Gas memiliki viskositas yang jauh lebih kecil dibandingkan cairan
Sebagai akibatnya untuk aliran massa dan beda tekanan yang sama
dibandingkan transportasi bahan cair, alat transportasi gas akan :
Memiliki dimensi yang lebih besar
Membutuhkan alat penggerak dengan kecepatan dan power yang lebih besar
Jauh lebih mahal
Membutuhkan perawatan

Alat Penggerak Transportasi Gas
Fan
Alat ini bekerja pada tekanan
atmosferik untuk kenaikan
tekanan tidak lebih dari 0.4 psi
dan flowrate yg besar.
Blower
Untuk mengalirkan gas dengan
faktor kompresi lebih rendah
1.4 untuk tiap blower denan
kenaikan tekanan mencapai 4
psi.
Centrifugal-axial blower : 7 bar
Rotary positive displacement :
8 bar
Jet ejector
berfungsi untuk menaikkan
tekanan suatu gas bertekanan
rendah dengan menggunakan
gas bertekanan tinggi atau
menggunakan energi / fluida
lain untuk mendapatkan
tekanan medium

Kompresor
Untuk tekanan keluar (P2) dan
faktor kompresi (P2/P1) yang
besar umumnya digunakan
kompresor. Kenaikan tekanan
dapat mencapai 4 psi sampai
60.000 psi
Klasifikasi kompresor
Ratio of compression

Kapasitas

Head of compression

Kompresor
Akibat adanya perubahan densitas fluida (compressing)
bentuk integral persamaan Bernoulli tidak sesuai.
Namun persamaan Bernoulli dapat digunakan secara
diferensial untuk menghubungkan kerja poros (shaft
work) terhadap perubahan pressure head.
Dalam kompresor dan blower, perubahan energi kinetik
dan potensial tidak terlalu berubah.
Asumsi lain : tidak ada rugi gesek dalam pipa dan sistem
ideal

Kerja dalam transportasi gas
Untuk menggunakan
persamaan ini, informasi
lintasan fluida dalam
mesin perlu diketahui.
Prosedur sama, baik untuk
komrpresor reciprocating,
sentrifugal, dan positive
displacement.

}
=
=
b
a
P
P
pr
pr
dP
W
dP
dW

Kompresi politropik
Kerja yang diperlukan dan
kenaikan tekanan yang
diperoleh untuk kompresi
politropik lebih besar dari
pada untuk kompresi
isotermal,dan lebih
rendah dari pada dengan
kompresi adiabatik


W
pr
=

1
RT
BM
P
2
P
1
|
\

|
.
|
1

1





(

(
(
(
Kompresi isotermal (n=1)
Internal energi dari sistem
ditransfer ke lingkungan
sebagai panas dengan laju
yang sama dengan laju
penambahannya akibat
kerja penekanan

Dalam kompresi isotermal, temperatur gas tidak
berubah, sehingga temperatur gas pada akhir
langkah kompresi sama dengan temperatur gas
pada awal kompresi. Kenaikan temperatur gas
dapat dicegah, karena panas yang timbul selama
proses kompresi segera diserap sempurna oleh
fluida pendinginan melalui dinding silinder
Kompresi adiabatik (n=k)
Lintasan isentropik dan
gas ideal:


Substitusi densitas dalam
integrasi W
pr
(lihat
halaman sebelumnya)


/ 1
/ 1
P
P
P P
a
a
a
a
=
=
(
(
(

|
|
.
|

\
|

=

1
1
1
1
2
1
1



P
P P
W
pr
Proses kompresi adiabatik adalah proses kompresi
tanpa perpindahan kalor dari gas dan sekitarnya, yaitu
dengan jalan memberikan isolasi panas secara
sempurna pada dinding silinder. Dengan kompresi
adiabatik temperatur gas akan naik dan lebih tinggi
dari pada kenaikan yang terjadi dengan kompresi
politropik.
Dengan kompresi adiabatik kerja yg diperlukan untuk
kompresi akan lebih besar, tetapi akan diperoleh
kenaikan tekanan yg lebih tinggi.
Soal
A compressor operating adiabatically is to
compress 2.83 m3/min of air at 29.4C and 102.7
kN/m2 to 311.6 kN/m2. Calculate the power
required if the efficiency of the compressor is 75%.
Also calculate the outlet temperature.

ALAT UKUR ALIRAN FLUIDA
Pendahuluan
Alat ukur aliran sangat diperlukan dalam industri
minyak, bahan kimia, bahan makanan, air,
pengolahan limbah, dll
Pengukuran dan pengendalian jumlah materal
yang masuk dan keluar dari peralatan proses
sangat penting


Dasar Pemilihan Alat Ukur Aliran
Fasa fluida yang mengalir (gas, liquid, steam, dll)
Kondisi aliran
Ukuran pipa atau saluran dan kecepatan aliran
Sifat fluida (densitas, tekanan, temperatur, viskositas)
Kondisi lingkungan (temperatur, metode instalasi,
indoor/outdoor)
Posisi flowmeter, juga perlu diperhatikan tekanan
maks yang diijinkan)
Klasifikasi
Berdasarkan hasil pengukuran :
Kecepatan lokal : kecepatan fluida pada posisi tertentu
(misal : tabung pitot)
Kecepatan total : kecepatan alir rata2 seluruh penampang
luas aliran (misal : orifice, venturi, dan rotameter)
Berdasarkan cara pengukuran :
Displacement flow meter
Current flowmeter
Tabung pitot
Venturimeter dan orifice meter
Area meter
Pitot tube
Ingin ditentukan kecepatan fluida dalam pipa di titik 3

Soal

Venturimeter

Debit dan laju alir massa dapat ditentukan
Orificemeter

Kecepatan rerata di lokasi 1 ditentukan dengan menerapkan
persamaan Bernoulli antara titik 1 dan 2 serta kontinuitas (analog
dengan venturimeter)
Rotameter
Alat ini digunakan untuk mengukur kecepatan
linear aliran
Variabel area meter atau rotameter terdiri dari
tube yang berisi float atau rotor yang dapat
bergerak naik atau turun ketika fluida yang akan
diukur mengalir di dalam tube. Laju alir akan
terbaca dari skala yang terdapat di tube.

Debit besar membutuhkan luas penampang aliran
yang lebih besar. Luas penampang aliran besar artinya
luas annulus besar akibat posisi float makin tinggi.
Dapat dibuat grafik kalibrasi :

Tugas
Turbinmeter
Coriolis
Ultrasonic
Senior & Junior Orificemeter
Displacement flowmeter
Current flowmeter