Anda di halaman 1dari 48

Oleh :

Suci Khairunnisa H.
(K111 11 287)

BAB I
RUMUSAN
MASALAH
MANFAAT
PENELITIAN
TUJUAN
PENELITIAN
LATAR
BELAKANG
Menurut WHO tahun 2011, Angka Kematian Ibu (AKI) di
negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia (29/100.000
kelahiran hidup), Thailand (48/100.000 KH), Vietnam
(59/100.000 KH), serta Singapore (3/100.000 KH).
Dibandingkan dengan negara-negara maju, angkanya sangat
jauh berbeda seperti Australia (7/100.000 KH) dan Jepang
(5/100.000 KH) (WHO, 2011)

Cakupan kunjungan ibu hamil K4 di Indonesia tahun 2012
sebesar 87,37% yang berarti belum mencapai target
renstra 2012 yang sebesar 90%. Dari 33 Provinsi di
Indonesia, hanya 12 provinsi di antaranya (36,4%) yang
telah mencapai target tersebut termasuk Provinsi Sulawesi
Selatan dengan cakupan kunjungan ibu hamil K4 sebesar
92,07%.

Berdasarkan laporan Puskesmas Batua tahun 2013,
khususnya kelurahan Borong diperoleh data K1 tahun 2013
yaitu 92,96%, sementara target yang diharapkan adalah
95%, cakupan K4 tahun 2013 yaitu 88,26% sementara
target yang diharapkan adalah 90%, dari data tersebut
maka diketahui bahwa Puskesmas Batua belum mencapai
target standar cakupan ANC pada tahun 2013.

RUMUSAN
MASALAH
LATAR
BELAKANG
MANFAAT
PENELITIAN
TUJUAN
PENELITIAN
BAB I
1. Apakah ada hubungan antara dukungan suami dengan
kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di
Puskesmas Batua tahun 2014?

2. Apakah ada hubungan antara paritas dengan kunjungan
antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di Puskesmas
Batua tahun 2014?

3. Apakah ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan
dengan kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan
Borong di Puskesmas Batua tahun 2014?

RUMUSAN
MASALAH
LATAR
BELAKANG
MANFAAT
PENELITIAN
TUJUAN
PENELITIAN
BAB I
Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan
kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di
Puskesmas Batua tahun 2014.

Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami
dengan kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan
Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.
2. Untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan
kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di
Puskesmas Batua tahun 2014.
3. Untuk mengetahui hubungan antara akses pelayanan
kesehatan dengan kunjungan antenatal care ibu hamil
Kelurahan Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.

RUMUSAN
MASALAH
LATAR
BELAKANG
MANFAAT
PENELITIAN
TUJUAN
PENELITIAN
BAB I
Manfaat Ilmiah
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan bisa dijadikan sebagai
salah satu sumber pustaka dalam penelitian-penelitian
selanjutnya yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care
dalam mengurangi dampak kematian ibu.

Manfaat Bagi Institusi
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang
bisa digunakan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan dan
program KIA(Kesehatan Ibu dan Anak) di instansi-instansi
terkait khususnya Dinas Kesehatan dan Puskesmas tempat
penelitian.

Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi peneliti
dalam memperkaya diri dengan ilmu sebagai bentuk aplikasi dari
materi-materi yang telah didapatkan selama bangku kuliah.

Manfaat Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi
masyarakat pada umumnya dan ibu hamil serta petugas
kesehatan Puskesmas Batua pada khususnya sehingga bisa
menumbuhkan kesadaran ibu hamil dan masyarakat dalam
mendukung program antenatal care di Puskesmas.

BAB II
Antenatal Care
Kunjungan
Antenatal Care
Dukungan
Suami
Paritas
Akses Pel.
Kesehatan
Kerangka Teori
Perilaku
Definisi
Pemeriksaan kehamilan (ANC) merupakan pemeriksaan ibu hamil baik
fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan,
persalinan dan masa nifas sehingga mampu menghadapi persalinan,
kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan
reproduksi secara wajar (Wiknjosastro, 2005.; Manuaba, 2008).

Tujuan
Untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun
bayinya dengan membina hubungan saling percaya dengan ibu,
mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa,
mempersiapkan kelahiran, dan memberikan pendidikan. antenatal care
penting untuk menjamin agar proses alamiah tetap berjalan selama
kehamilan (Marmi, 2011)

Manfaat
memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu hamil maupun
bayinya dengan alasan menegakkan hubungan kepercayaan dengan ibu,
mendeteksi komplikasi yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan
kelahiran dan memberikan pendidikan kesehatan.(Mufhdila, 2009)


BAB II
Antenatal Care
Kunjungan
Antenatal Care
Dukungan
Suami
Paritas
Akses Pel.
Kesehatan
Kerangka Teori
Perilaku
Kunjungan antenatal care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau
dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk
mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pada setiap kunjungan
antenatal (ANC), petugas mengumpulkan dan menganalisis data
mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk
mendapatkan diagnosis kehamilan intrauterine serta ada tidaknya
masalah atau komplikasi (Saifudin, 2005).

Wanita hamil memerlukanminimal empat kali kunjungan selama periode
antenatal yang terdiri dari:
1. Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu).
2. Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14
28).
3. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28
36 dan sesudah minggu ke 36) (Saifudin, dkk.,2002).
4. Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dirasakan ada gangguan
atau bila janin tidak bergerak lebih dari 12 jam (Pusdiknakes,
2003).


BAB II
Antenatal Care
Kunjungan
Antenatal Care
Dukungan
Suami
Paritas
Akses Pel.
Kesehatan
Kerangka Teori
Perilaku
Dukungan suami adalah pemberian dukungan dari pasangan yang
dirasakan ibu yang bekerja berupa dukungan emosi, instrumental,
informasi dan penilaian positif.

Skala dukungan pasangan yang disusun menurut Winnubst &
Schabracq dalam Schabracq,dkk (1996), ada 4 dimensi yaitu
1. Dukungan emosional: dukungan yang berupa empati, cinta,
kepercayaan, yang di dalamnya terdapat pengertian dan rasa
percaya,.
2. Dukungan informatif : dukungan yang berupa informasi, nasihat,
dan petunjuk yang diberikan untuk menambah pengetahuan
seseorang dalam mencari jalan keluar pemecahan masalah,
3. Dukungan instrumental : pemberian dukungan yang berupa materi,
pemberian kesempatan dan peluang
4. Penilaian positif : pemberian penghargaan, umpan balik mengenai
hasil atau prestasi dan kritik yang membangun.

BAB II
Antenatal Care
Kunjungan
Antenatal Care
Dukungan
Suami
Paritas
Akses Pel.
Kesehatan
Kerangka Teori
Perilaku

Paritas adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin hidup, bukan
jumlah janin yang dilahirkan.

Paritas merupakan faktor penting dalam menentukan nasib dan
kesejahteraan ibu dan janin, baik selama kehamilan maupun pada saat
persalinan. Paritas tinggi atau ibu multigravida yang sudah mempunyai
pengalaman mengalami kehamilan lebih cenderung untuk tidak
melakukan kunjungan antenatal sedangkan ibu primigravida kurang
mempunyai motivasi yang kuat untuk mendapatkan pertolongan
(Depkes RI, 2008).


BAB II
Antenatal Care
Kunjungan
Antenatal Care
Dukungan
Suami
Paritas
Akses Pelayanan
Kesehatan
Kerangka Teori
Perilaku
Akses pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan itu harus
dapat dicapai oleh masyarakat, tidak terhalang oleh keadaan
geografis, social, ekonomi, organisasi dan bahasa. Salah satunya yaitu
keadaan/geografis yang dapat diukur dengan jarak, lama perjalanan,
jenis transportasi dan atau hambatan fisik lain yang dapat
menghalangi seseorang untuk mendapatkan pelayanan ksehatan (
Pohan, 2004).

BAB II
Antenatal Care
Kunjungan
Antenatal Care
Dukungan
Suami
Paritas
Akses Pel.
Kesehatan
Kerangka Teori
Perilaku
FAKTOR PREDISPOSISI
(PREDISPOSING FACTORS)
Umur Ibu Hamil
Pendidikan Ibu Hamil
Paritas Ibu Hamil


FAKTOR PENGUAT
(REINFORCING FACTORS)
Dukungan suami


FAKTOR PEMUNGKIN
(ENAMBLING FACTORS) ATAU
KETERSEDIAAN SUMBER
DAYA
Akses Pelayanan Kesehatan
(transportasi, dana, waktu dan
tenaga)


Kerangka teori perilaku menurut Lawrence Green (1980)

BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian
Antenatal care memfasilitasi hasil yang sehat
dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan
membina hubungan saling percaya dengan ibu,
mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat
mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan
memberikan pendidikan kesehatan ibu dan bayi.
Antenatal care penting untuk menjamin agar
proses alamiah tetap berjalan selama
kehamilan. Oleh karena itu, antenatal care
diharapkan mampu menjadi upaya yang efektif
dalam melakukan pencegahan gangguan pada
saat ibu hamil dan melahirkan.


Dukungan Suami
Akses Kesehatan
PARITAS
Kunjungan
Antenatal care
BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian
BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian



Kunjungan Antenatal care yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah kunjungan ibu hamil ke puskesmas sedini mungkin
semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan
pelayanan/asuhan antenatal. Kunjungan ANC berdasarkan
medical record Puskesmas Batua. Kelengkapan frekuensi
kunjungan berdasarkan K1 sampai K4 yaitu besaran ibu hamil
yang mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar
serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi
sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester dua dan
dua kali pada trimester ketiga.







Kunjungan
ANC

Kriteria objektif
Lengkap : Bila kunjungan antenatal care responden mencakup
K1 sampai K4.
Tidak Lengkap : Bila kunjungan antenatal care responden tidak
mencakup K1 sampai K4.


BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian
Dukungan suami adalah dukungan yang diberikan oleh
suami pada istrinya yang sedang hamil dalam hal ini dukungan
tersebut bisa dalam bentuk verbal dan non verbal, saran,
bantuan yang nyata berupa tingkah laku atau kehadiran dalam
menunjang kelengkapan antenatal care istrinya.




Dukungan
Suami
Kriteria objektif :
Baik : Bila responden memperoleh skor > nilai rata-rata dari skor
pertanyaan mengenai dukungan suami.
Buruk : Bila responden memperoleh skor < nilai rata-rata dari skor
pertanyaan mengenai dukungan suami.

BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian
Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dipunyai oleh
seorang wanita (BKKBN, 2006). Paritas diketahui berdasarkan
medical record ANC ibu hamil Kelurahan Borong di Puskesmas
Batua.





Paritas
Kriteria objektif :
Lebih : Bila responden memiliki paritas > 2
Cukup : Bila responden memiliki paritas 2

BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian
Akses pelayanan kesehatan dilihat dari kemampuan ibu
menjangkau puskesmas Batua. Kemampuan dari segi alat
transportasi, biaya dan waktu tempuh dari rumah ke
puskesmas Batua.
Akses pelayanan kesehatan baik dan buruk didapatkan
berdasarkan hasil wawancara. Wawancara dilakukan
menggunakan kuesioner dengan skala guttman dan
menggunakan dua kategori yakni baik dan buruk. Untuk
pertanyaan positif, jawaban ya diberi nilai (1) dan tidak diberi
nilai (0). Untuk pertanyaan negatif, jawaban ya diberi nilai (0)
dan tidak diberi nilai (1).




Kunjungan
ANC
Kriteria objektif :
Baik : Bila responden memperoleh skor > nilai rata-rata dari
skor pertanyaan mengenai akses pelayanan kesehatan.
Buruk: Bila responden memperoleh skor < nilai rata-rata dari
skor pertanyaan mengenai akses pelayanan kesehatan.

BAB III
Dasar Pemikiran
Variabel yang
Diteliti
Kerangka Konsep
Penelitian
Definisi
Operasional dan
Kriteria Objektif
Hipotesis
Penelitian
1. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kunjungan
antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di Puskesmas Batua
tahun 2014.
2. Tidak ada hubungan antara paritas dengan kunjungan antenatal
care ibu hamil Kelurahan Borong di Puskesmas Batua tahun
2014.
3. Tidak ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan
kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di
Puskesmas Batua tahun 2014.



1. Ada hubungan antara dukungan suami dengan kunjungan
antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di Puskesmas Batua
tahun 2014.
2. Ada hubungan antara paritas dengan kunjungan antenatal care
ibu hamil Kelurahan Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.
3. Ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan
kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan Borong di
Puskesmas Batua tahun 2014.
Hipotesis Null
(Ho)
Hipotesis
Alternatif (Ha)
S

BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Observasional
analitik
Mixedmethod
Metode kuantitatif
dengan rancangan cross
sectional study, yakni
rancangan penelitian
dimana pengamatan antara
variabel dependen dan
variabel independen
dilakukan pada waktu yang
sama.

Metode kualitatif
dimaksudkan untuk
memperoleh
gambaran yang utuh,
jelas dan mendalam
mengenai kunjungan
antenatal care ibu
hamil.


S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu
Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Lokasi : Kelurahn Borong (Wilayah Kerja PKM Batua)
Waktu Penelitian : 30 April 8 Mei 2014

S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil
dengan masa kehamilan trimester ke empat, yang
tercatat di medical record antenatal care ibu hamil
Kelurahan Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.

S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Sampel dan Informan
Sampel kuantitatif
Ibu hamil trimester ke empat yang tercatat pada
medical record antenatal care ibu hamil Kelurahan
Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.
Informan kualitatif
Beberapa responden yang dianggap dapat memberikan
informasi yang lebih untuk peneliti.

S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Data primer yang dikumpulkan dalam proses penelitian
melalui pertemuan dengan responden dengan menggunakan
kuesioner.

Data sekunder mengenai paritas dan cakupan K1, K4 ibu
hamil Kelurahan Borong diperoleh dari bagian kesehatan ibu
dan anak Puskesmas Batua yang merupakan laporan tahun
2013.

S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan Data
Analisis Data
Penyajian Data
1. Memeriksa data (editing) : memeriksa kelengkapan data,
memeriksa kesinambungan data, dan kesesuaian data. Proses ini
dilakukan setelah data terkumpul.
1. Memberi kode (koding) : memberi kode di program SPSS untuk
memudahkan dalam pengolahan data, semua jawaban atau data
perlu disederhanakan yaitu dengan simbol-simbol tertentu,
untuk setiap jawaban (pengkodean). Pengkodean dilakukan
dengan memberikan nomor variabel, nama variabel dan kode.
2. Memasukkan data (entry data) : melakakan penginputan data
pada masing-masing variabel. Urutan data yang diinput
berdasarkan nomor responden pada kuesioner.
3. Cleaning : dilakukan cleaning data dengan cara melakukan analisis
frekuensi pada semua variabel untuk melihat ada tidaknya
missing data. Data yang missing dibersihkan sehingga dapat
dilakukan proses analisis.
4. Analisis Data.
5. Tabulasi data.
Manual SPSS

S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Analisis univariat
Analisis univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari
hasil penelitian dengan menggunakan tabel distribusi
frekuensi sehingga menghasilkan distribusi dan persentase
dari setiap variabel penelitian.

Analisis bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan
variabel dependen dan independen dalam bentuk tabulasi
silang (cross tabulation) dengan menggunakan program
SPSS ( Statistical package for sosial science ) dengan uji
statistik Chi-square
SPSS

S
BAB IV
Jenis Penelitian

Lokasi dan
Waktu Penelitin

Populasi,Sampel
dan Informan

Jenis dan Metode
Pengumpulan Data

Pengolahan
Data
Analisis Data
Penyajian Data
Data yang telah dianalisis akan disajikan dalam bentuk tabel
disertai dengan asumsi penjelasan dan narasi untuk
interpretasi dan pembahasan hasil penelitian.

BAB V
Hasil
Penelitian
Pembahasan
Pengambilan data primer dilaksanakan di Kelurahan
Borong pada tanggal 30 April 8 Mei 2014 dan
data sekunder di Puskesmas Batua pada tanggal
27-29 April 2014. Penelitian ini dilakukan untuk
melihat hubungan antara dukungan suami, paritas
dan akses pelayanan kehatan terhadap kunjungan
antenatal care ibu hamil. Berdasarkan hasil
pengumpulan dan pengolahan data yang telah
dilakukan, maka hasil penelitian dapat disajikan
sebagai berikut.




Analisis
Univariat
Analisis Bivariat
1. Umur
Tabel 5.1 menunjukkan bahwa sebanyak 4 responden yang berumur
kurang dari 20 tahun (19 %), 16 responden yang berumur 21-40 tahun
(76.2 %) dan sisanya yaitu 1 orang (4.8 %) yang berumur lebih dari 40
tahun.


2. Pendidikan
Tabel 5.2 menunjukkan bahwa sebanyak 2 responden dengan tingkat
pendidikan tidak tamat SD (9.5 %), 3 responden dengan tingkat pendidikan
tamat SMP (14.3 %), 11 responden dengan tingkat pendidikan tamat SMA
(52.4 %), dan sisanya yaitu 5 orang (23.8 %) dengan tingkat pendidikat tamat
Perguruan Tinggi.

3. Pekerjaan
Tabel 5.3 menunjukkan bahwa sebanyak 15 responden yang bekerja
sebagai ibu rumah tangga (71.4 %), 1 responden yang bekerja sebagai
pegawai swasta (4.8 %), 4 responden yang bekerja sebagai wiraswasta (19
%), dan sisanya yaitu 1 orang (4.8 %) masih sebagai mahasiswa.

4. Dukungan Suami
Tabel 5.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak
13 orang (61.9 %) memiliki dukungan suami yang baik.

5. Paritas
Tabel 5.5 menunjukkan bahwa sebanyak 15 responden yang memiliki
paritas kurang dari sama dengan dua (71.4 %), dan sisanya yaitu 6
responden (28.6 %) memiliki paritas lebih dari dua.

6. Akses Pelayanan Kesehatan
Tabel 5.6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak
18 orang (85.7 %) mudah dalam menjangkau pelayanan kesehatan di
puskesmas Batua.

7. Kunjungan ANC
Tabel 5.7 menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak
13 orang (61.9 %) melakukan kunjungan ANC secara tidak lengkap dan 8
orang (38.1 %) melakukan kunjungan ANC secara lengkap.

Hasil uji statistik Fishers Exact Test diperoleh nilai p Value (0.4) >
(0,05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan bermakna antara
dukungan suami dengan kunjungan ANC ibu hamil.
Dari 5 informan, maka hasil analisis pertanyaan
kualitatif untuk dukungan suami yaitu :suami aku
sibuk mbak, sibuk bekerja jadi dia beri kepercayaan
kalau semua urusan kehamilan biar saya yang urus.
Walaupun sibuk, suami saya tetap care loh. (Reski
Nurhandayani, 31 tahun)


Hasil uji statistik Fishers Exact Test diperoleh nilai p Value (1.0) >
(0,05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan bermakna antara paritas
ibu dengan kunjungan ANC.
Dari 5 informan, maka hasil analisis pertanyaan
kualitatif untuk paritas yaitu : iya dek, saya sudah
punya tiga anak. Sebenarnya kehamilannya tidak
direncanakan. Yaa kecolongan katanya. Apalagi
mengingat umur saya yang sudah tua. Iya saya tetap
rajin ke puskesmas apalagi saya sudah memiliki
banyak pengalaman (Nur Hasanah, 39 tahun)


Hasil uji statistik Fishers Exact Test diperoleh nilai p Value (1.0) >
(0,05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan bermakna antara akses
pelayanan kesehatan dengan kunjungan ANC ibu hamil.
Dari 5 informan, maka hasil analisis pertanyaan
kualitatif untuk akses pelayanan kesehatan yaitu :
jarak yang jauh dari rumah dan biasanya tidak ada
yang temani ke puskesmas. Jadi saya mengunjungi
bidan terdekat dan maunya saya pindah ke puskesmas
Kassi-kassi karena jarak dari rumah lebih dekat (Sri
Wahyuni, 31 Tahun )


BAB V
Hasil
Penelitian
Pembahasan
Berdasarkan hasil tabel 5.8 menunjukkan bahwa meskipun
terdapat responden yang memiliki dukungan suami yang baik,
namun kunjungan ANC ibu hamil masih tidak lengkap. Bentuk
dukungan suami terhadap ibu hamil yaitu dalam hal
mengantar ibu hamil ke puskesmas, mengingatkan dan
menegur jika ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan
kesehatan, memberikan respon yang baik jika ibu memiliki
keluhan kehamilan, mencari informasi tentang manfaat
pemeriksaan kehamilan, kesehatan ibu dan janin, pujian
kepada ibu hamil, mengingatkan jadwal minum obat serta
suami mengetahui usia kehamilan ibu.

Beberapa teori menunjukkan bahwa dukungan suami memiliki
peranan penting dalam memotivasi kunjungan ANC. Namun
berdasarkan uji statistik Fishers Exact Test diperoleh nilai
p Value (0.4) > (0,05) yang berarti bahwa tidak ada
hubungan bermakna antara dukungan suami dengan kunjungan
ANC ibu hamil.
Dukungan Suami

BAB V
Hasil
Penelitian
Pembahasan
Berdasarkan hasil tabel 5.9 menunjukkan bahwa 9 orang (60 %)
dari 15 responden yang memiliki kategori paritas lebih dari sama
dengan dua memiliki kunjungan ANC yang tidak lengkap dan
sisanya 6 orang (40 %) memiliki kunjungan ANC yang lengkap.
Sedangkan untuk kategori paritas lebih dari dua, dari 6
responden hanya ada 2 orang (33.3 %) memiliki kunjungan ANC
yang lengkap dan sisanya 4 orang (66.7 %) memiliki kunjungan
ANC tidak lengkap.

Berdasarkan teori, paritas merupakan faktor penting dalam
menentukan nasib dan kesejahteraan ibu dan janin, baik selama
kehamilan maupun pada saat persalinan. Paritas tinggi atau ibu
multigravida yang sudah mempunyai pengalaman mengalami
kehamilan lebih cenderung untuk tidak melakukan kunjungan
antenatal sedangkan ibu primigravida kurang mempunyai motivasi
yang kuat untuk mendapatkan pertolongan (Depkes RI, 2008).
Namun, hasil uji statistik Fishers Exact Test diperoleh nilai p
Value (1,0) > (0,05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan
antara paritas ibu dengan kunjungan ANC ibu hamil.
Paritas

BAB V
Hasil
Penelitian
Pembahasan
Tabel 5.10 menunjukkan bahwa sebagian besar mudah untuk
menjangkau puskesmas Batua yaitu dari 21 orang, 18 orang
(85.7 %) mudah untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di
Puskesmas. Akses pelayanan kesehatan ditinjau dari alat
transportasi, jarak, dan biaya yang dikeluarkan responden
untuk dapat menjangkau puskesmas.

Berdasarkan teori yang ada, Jarak adalah ruang sela (panjang
atau jauh) antara dua benda atau tempat yaitu jarak antara
rumah dengan tempat pelayanan ANC. Faktor biaya dan jarak
pelayanan kesehatan dengan rumah berpengaruh terhadap
perilaku penggunaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan
(Kresno, 2000).
Namun, hasil uji statistik Fishers Exact Test diperoleh nilai
p Value (1.0) > (0,05) yang berarti bahwa tidak ada
hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan
kunjungan ANC ibu hamil.
Akses Pelayanan
Kesehatan

BAB VI
Kesimpulan
Saran
Berdasarkan hasil penelitian Hubungan Dukungan
Suami, Paritas, dan Akses Pelayanan Kesehatan
terhadap Kunjungan Antenatal Care Ibu Hamil
Kelurahan Borong di Puskesmas Batua Tahun 2014
dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Tidak ada hubungan antara dukungan suami
dengan kunjungan antenatal care ibu hamil
Kelurahan Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.
2. Tidak ada hubungan antara paritas dengan
kunjungan antenatal care ibu hamil Kelurahan
Borong di Puskesmas Batua tahun 2014.
3. Tidak ada hubungan antara akses pelayanan
kesehatan dengan kunjungan antenatal care ibu
hamil Kelurahan Borong di Puskesmas Batua tahun
2014.


BAB VI
Kesimpulan
Saran
Adapun yang menjadi saran peneliti setelah melakukan
penelitian ini, yaitu :
1. Ibu hamil kiranya agar selalu aktif untuk melakukan
pemeriksan ANC secara lengkap dan teratur.
2. Petugas kesehatan dapat selalu menginformasikan
dan memberikan pengetahuan yang baik melalui
konseling atau penyuluhan kesehatan terutama dalam
hal kunjungan ANC oleh ibu hamil, maka pemeriksaan
ANC pada ibu hamil dapat dilakukan secara lengkap
sehingga angka kematian ibu maupun bayi dapat
ditekan.
3. Petugas kesehatan dapat bekerjasama untuk
mendeteksi ibu hamil yang tidak melakukan
kunjungan ANC secara tidak lengkap agar setiap ibu
hamil mendapatkan kesehatan pada saat hamil dan
menekan angka kematian ibu dan bayi.
Depkes RI. 1995. Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat Pelayanan Dasar,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta.
Handerson, C., Jones, K., 2006. Buku Ajar Konsep Kebidanan (Alih Bahasa Ria
Anjarwati, Renata Komala Sari, Dian Adiningsih). EGC : Jakarta.
Kresno, S. 2000 . Pengetahuan, Kepercayaan Ibu Balita tentang Pneumonia dan
Pencarian Pertolongan Pengobatan bagi Balita dengan Pneumonia. Makara,
No.4, Seri A: Jurnal Penelitian Universitas Indonesia.
Manuaba, I B G . 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & Keluarga
Berencana Untuk Pendidikan Bidan. EGC. : Jakarta
Marmi, 2011. Asuhan Kebidanan Pada masa Antenatal. Pustaka Pelajar :
Yogyakarta.
Mufdlilah. 2009. Antenatal Care Focused.. Nuha Offset : Yogyakarta.
Noor, Triana. 2012. Konflik Pekerjaan-Keluarga Pada Ibu Yang Bekerja Ditinjau
Dari Dukungan Suami. Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana
Yogyakarta. Jurnal Sosio Humaniora Vol. 4 No 5., Mei 2013 ISSN : 2087-1899
Pramana, Anggit. 2013. Analisis Faktor Faktor yang Berpengaruh terhadap Ibu
Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Kecamatan
Besitang Kabupaten Langkat Tahun 2013. Skripsi Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Sumatera Utara : Medan
Pusdiknakes. 2003. Asuhan Antenatal. Buku 2. Pusdiknakes - WHOJHPIEGO.

Rosfanty. 2010. Pentingnya Antenatal Care. Skripsi Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Saifudin AB, dkk. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo :
Jakarta.
Saifuddin, 2005. Bunga Rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial. Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Pradihardjo : Jakarta
Schabracq, M. J. & Winnubst, J. A. M. 1996. Social Support, Stress and
Organization: Towards Optimal Matching dalam M. J. Schabracq,
Jacques A.M. Winnubst, Cary L. Cooper. Handbook of work and health
psychology. New York : John Wiley.
Siregar, Nuraijah. 2013. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan
Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sosopan
Kabupaten Padang Lawas Tahun 2012. Tesis Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara : Medan
Wiknjosastro, H. 2005. Ilmu Kebidanan Edisi Ketiga, Cetakan Ketujuh.
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.

THANK YOU