Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

DERMATITIS VENENATA
BAB I
Dalam kehidupan sehari-hari kita
selalu berinteraksi dengan bahan-
bahan yang mungkin dapat
menimbulkan iritan maupun alergi
bagi seseorang dan belum tentu bagi
individu lain. Bahan-bahan yang
dapat menimbulkan kelainan kulit
disebut dermatitis kontak.

Penyebab dermatitis kadang-kadang tidak
diketahui, sebagian besar merupakan respon
kulit terhadap agen eksogen maupun
endogen. Dermatitis kontak ini dibagi
menjadi dermatitis kontak iritan dan
dermatitis kontak alergi.
Selain itu ada juga yang di sebabkan oleh serangga,
Istilah lama dikenal dengan sebutan dermatitis
venenata, menandakan sebuah iritasi kulit akibat
racun,

PENDAHULUAN
TUJUAN
Tujuan
khusus
Tujuan
umum
BAB II
DKI
Definisi
Sinonim
Etiologi
Manifestasi
klinis
Diagnosis
Terapi
Komplikasi
BAB III
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : An. C.P
Umur : 5 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Lanjan RT 04 RW 1 Sumowono Ambarawa
Tanggal pemeriksaan : 03 Juli 2014


Anamnesa
KU:
GATAL-GATAL

RPS:
Rasa gatal, perih dan panas timbu sejak 3
hari yang lalu. timbul pertama kali bentuk
sedikit kemerahan dan ada bintil-bintil
bentuknya kecil. Kemudian kemeraha dan
bintil-biltil tersebut makin meluas. Awal
timbul di bagian selangkangan, lalu meluas
ke bagian pubis dan bagian perut
bawah.Pasien merasa kadang bertambah
perih saat aktivitas atau terkena debu.


RPD
Belum pernah mengalami
keluhan yang sama, riyawat
asma (-),
alergi obat, pengaruh udara
(-)

RPK
Tidak ada keluarga yang
mengalami hal yang sama (-)
Riwayat atopi(-)
RPO
Belum pernah diberi
obat sebelumnya
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Tanda Vital:
Berat Badan : 15 kg
Nadi : 84 x/menit
Respirasi : 18 x/menit

Status generalis
(Dbn)
Status Dermatologi :
Lokasi : pubis
UKK : lesi eritema, erosi,
nekrosis central,

Diagnosis banding
Dermatitis kontak alergi
Dermatitis atopik

Diagnosis utama
Dermatitis venenata

Penatalaksanaan
Motaderm cream
Cefadroxil syrp
Chlorpheniramin maleat tab

Prognosis
Dubia ad vitam : ad bonam
Dubia ad sanam : ad bonam
Dubia ad fungsional : ad bonam

BAB IV
PEMBAHASAN

Dari anamnesa pasien didapatkan keluhan utama dan riwayat penyakit sekarang yang
berhubungan dengan terjadinya kontak dengan zat, dari reaksi yang didapatkan beronset
akut lambat, yaitu timbul mendadak dan pasien tidak mengetahui apa yang menyebabkan
terjadinya kelainan kulit. Rasa yang didominasi adalah gatal, perih dan sedikit panas,
kemudian eritema dan sebelumnya terdapat seperti bentol-bentol kecil. Ini merupakan
salah satu ciri dari dermatitis kontak, adanya zat yang berkontak dengan tempat
permukaan kulit, onset yang tidak langsung terjadi sekitar 8-24 jam mendasari bahwa
termasuk dalam dermatitis kontak iritan akut lambat
Serangga dan tanaman tertentu dapat menyebabkan dermatitis, ditambah faktor resiko
pasien yang sering tidur dilantai, adanya serangga malam dirumah dapat memicu reaksi
erupsi kulit. Serangga (Insecta) merupakan kelas dari filum Arthropoda. Ordo yang paling
sering mengakibatkan masalah kulit adalah klas Lepidoptera (Kupu-kupu), hemiptera (bed
bug), Anoplura (Pediculosis sp.), Diptera (Nyamuk), Coleoptera (blister beetle),
Hymenoptera (lebah, tawon, semut), Shiponaptera (flea). Kelas arthropoda lain yang
bermakna secara dermatologis adalah myriapoda (kelabang) dan arachnida (laba-laba, tick,
mite, kalajengking).

Dari hasil pemeriksaan dermatologis adanya eritema, erosi, nekrosis central, tempat
predileksi di pubis dan abdomen bagian bawah. Ciri tersebut adalah tanda khas dari
dermatitis venenata

Penatalaksanaan pada pasien ini adalah edukasi dan pemberian obat.
Edukasi kepada pasien untuk tidak menggaruk tempat lesi dan menjaga kebersihan rumah.

Pemberian obat yaitu diberikan motaderm cream yang mengandung mometason furoate 0,1% yang
merupakan kortikosteroid topikal kuat untuk meredakan inflamasi.
Chlorpheniramin maleat adalah obat metabolit aktif dari hidroksizin dengan kerja kuat dan panjang.
Merupakan antihistamin selektif, antagonis reseptor H1 periferal dengan efek sedative dan mempunyai sifat
tambahan sebagai anti alergi. Ctm menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi migrasi
sel inflamasi. Dengan dosis dewasa dan anak-anak 12 tahun : 1x sehari 1 kapsul
Cefadroxil merupakan antibiotik semisintetik golongan sefalosporin. Bersifat bakterisid dengan
menghambat sintesa dinding sel bakteri. Cefadroxil aktif terhadap Streptococcus B-hemoliticus,
Staphylococcus aures, S.pneumoniae, E.coli, Proteus morbili, Kliebsilla sp, Moraxella catarrhalis.Yang
berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder pada pasien ini.

BAB V
KESIMPULAN

Pasien datang ke poli kulit dan kelamin RSUD Ambarawa dengan keluhan gatal, perih
dan panas dipubis. Rasa gatal, perih dan panas timbu sejak 3 hari yang lalu. timbul
pertama kali bentuk sedikit kemerahan dan ada bintil-bintil bentuknya kecil. Kemudian
kemeraha dan bintil-biltil tersebut makin meluas. Awal timbul di bagian selangkangan,
lalu meluas ke bagian pubis dan bagian perut bawah. Pasien merasa kadang bertambah
perih saat aktivitas atau terkena debu. Dari RPK dan RPD pasien belum pernah
mengalami keluhan yang sama dan tidak mempunyai penyakit atopi
Dari status dermatologis didapakan UKK makula eritema, erosi, nekrosis central.
Pasien didiagnosis dermatitis venenata yaitu kelainan kulit yang disebabkan oleh
alergen dari serangga atau dari tanaman.
Terapi yang diberikan adalah kortikosteroid untuk mengurangi inflamasi, antihistamin
untuk anti alergi dan mengurangi rasa gatal serta nyeri.