Anda di halaman 1dari 23

dr.

ZULFIAN SpPK
Fakultas Kedokteran
UNIVERSITAS LAMPUNG
Bandar Lampung
2006
PENDAHULUAN :
Sejarah
Dokter Cina pd abad ke 11 telah mengamati, kerak cacar dpt mencegah terjadinya
serangan cacar berikutnya
Seljtnya di Timur Tengah cara vaksinasi dgn pemberian tepung kerak cacar intra
dermal yg pd maksudnya utk utk estetika
Pd abad 18 cara imunisasi primtif ini masuk ke Inggris melalui Pylarini & Timoni
kmd dipopulerkan oleh Lady Mery Wortley Montagu, namun dmk cara vaksinasi
ini membawa kematian
Edward Jenner mhs kedokteran, inokulasi kerak cacar sapi (cowpox) pd seorg dpt
melindungi org tsb dari penyakit cacar, penemuan lainnya adalah bahwa pemerah
susu sapi yg ketularan cacar sapi akan kebal thdp infeksi cacar
Loius Pasteur menggunakan istilah Vaccine (vacca=sapi) utk menghormati hasil
kerja Jenner
Robert Koch sewaktu mengembangkan vaksin utk tbc dia
mengamati suatu feno e na yg sekarang dikenal sbg
hipersensitivitas tipe lambat (delayed hypersensitivity) atau
imunitas seluler (cell-mediatedimmunity)

Roux dan Yersin menunjukkan adanya suatu lrt eksotoksin yg
kuat keluar dari basil difteri. Toksin ini oleh Behring dan Kisato
utk bio-okulasi pada binatang dan menghasilkan bahan yg dpt
menetralkan toksin tsb disebut antitoksin, Sljtny proses ini dikenal
sebagai imunisasi pasif .

Dan selanjutnya pengetahuan tentang imunologi terus berkembang
sampai saat ini

Definisi imunitas :
Semua mekanisme fisiologis yang membantu makhluk hidup untuk mengenal benda
2

asing pd dirinya, utk menetralkan, menyisihkan, atau memobilisasi benda
2
asing ter
sebut dengan atau tanpa kerusakan pd jaringannya sendiri (Bellanti))


Sistem imun tdd : - sistem imun non-spesifik (lini pertama)
- sistem imun spesifik (lini kedua)

Sistem Imun Non-Spesifik (lini pertama)
- A. Pertahanan Fisik Mekanik
- B. Pertahanan Biokimia
- C. Pertahanan Humoral
- D. Pertahanan Seluler

Sistem imun spesifik (lini kedua)
Humoral/Sel B
Seluler/Sel T


Sistem pertahanan tubuh
Lini pertama : jaringan tubuh (kulit)
Jika tidak mampu menahan, maka sel-sel pertahanan tubuh
lainnya akan segera bekerja dengan cepat untuk mengatasinya
(makrofag dan neutrofil), tetapi tanpa melibatkan antibodi.
Lini pertama ini disebut innate atau sistem imun nonspesifik.

Lini kedua : sistem imun spesifik atau adaptive
Respon imun ini memerlukan beberapa hari setelah adanya
zat asing (antigen/ag) masuk ke dalam tubuh.
Produksi antibodi (ab)
NON-SPESIFIK
FISIK/MEKANIK SELULER
SPESIFIK
HUMORAL
- Sel B
- IgD
- IgM
- IgG
- IgE
- IgA
Biokimia
- Asam Lambung
- Lisozim
- As neuraminik
- Sekresi sebaseus
Humoral
- Komplemen
- Interferon
- C Reactive Protein
LARUT
Fagosit
- MNL
- PMNL
Natural Killer Cell
Sel Mast
Basofil
- Kulit
- Selaput Lendir
- Silia
- Batuk
- Bersin

SELULER
- Sel T
- Th1
- Th2
- Ths
- Tdth
- Tc
Perbedaan sifat
2
sistem imun spesifik dan non-spesifik
Non-spesifik Spesifik
Resistensi Tdk berubah oleh
infeksi
Membaik stlh infeksi
ber ulang ( memori)
Spesifitas Tdk spesifik Spesifik thdp bakteri
yg mensensitasinya
Sel yang penting Fagosit/NK cell Limfosit T dan B
Molekul yg
terlibat-
* Lisozim
* Komplemen
* C-RP
* Antibodi
* Sitokin
* Mediator
SISTEM IMUN NON-SPESIFIK
Disebut non-spesifik krn tdk ditujukan thdp mikroorganism ttt
Biasanya sudah ada dlm tubuh manusia siap berfungsi sejak lahir dpt sbg permu
kaan tubuh dan berbagai konponennya
Mampu melindungi tubuh thd banyak patogen yg potensial
Tdk memerlukan induksi oleh mikroorganisme dari luar
Determinan terhadap sistem imun non-spesifik
1. Spesies
2. Faktor keturunan dan usia
Infeksi lbh sering terjadi
pd usia muda
3. Suhu :
- Kelangsungsan bbrp mikroba
tgtg suhu
- Mtbc menginfeksi hewan ber-
darah dingin
4. Pengaruh hormon :
- DM
- Hipotiroid
- Disfungsi Adrena

5. Nutrisi
6. Flora bakteri normal :
- Bakteri dpt melepas bbrp zat
- Flora berkompetisi dgn patogen
utk mdpt nutirisi esensial
B. Pertahanan Fisik
C. Mekanik &
Biokimia
D. Pertahanan humoral
1. Komplemen
Tdd protein bl diaktifkan akan memberikan proteksi thdp infeksi
Berperan juga dalam proses inflamasi
Diproduksi oleh hepatosit dan monosit
Komplemen dlm menjalankan tugasnya

2. Interferon : sitokin berupa glikoprotein yg dihasilkan oleh berbagai sel
tubuh yang berinti dan dilepas sbg respons thdp infeksi virus
Mempunyai sifat antivirus, dgn menginduksi sel
2
disekitar sel yg terinfeksi
virus menjadi resisten thdp virus
Mengaktifkan sel NK
3. C-RP:
kadarnya meningkat pada infeksi akut sampai 100 kali
dgn bantuan Ca dpt mengikat berbagai molekul pd permukaan bakteri
dan jamur mengaktifkan komplemen jalur klasik
Membunuh
Aktifasi
Induksi
resistensi
Interferon dan sel NK
Interferon
Sel resisten thd
Virus
NK
Infeksi virus atau
transformasi neoplasma
Sel Jaringan
infeksi penyembuhan
0 2 4 6 8 10 12 14
100


50


0


Titer
CRP
C- REACTIVE PROTEIN
C-REACTIVE Portein(C-RP)
Ca
++

opsonisasi
KOMPLEMEN
Aktifitas klasik Jalur alternatif
Bagan Aktifasi komplemen
Komplemen
1. Dapat menghancurkan dinding sel berbagai bakteri
2. Dpt melepas bahan kemotaktik yang mengarahkan makrofag kearah bakteri
3. Komponen komplemen mengendap pd permukaan bakteri mempermudah
makrofag untuk mengenal (opsonisasi) dan memamakannya

permeabilitas
vaskuler
aktifasi
kinin
- kemotaksis
- anafilatoksin
--C2 adherens imun
- kemotaksis
- anafilatoksin
--C5-6-7 kemotaksis
SEL
LYSIS
Faktor
2
antimikrobial non-antibodi dalam plasma
I. Sel
2
Imun Non-Spesifik
A. Sel Fagosit
1. Fagosit mononuklear:
- a. Sel Monosit
* berasal dari sum
2
tulang, sesudah berproliferasi dan menjadi matang sljtnya
masuk kedlm pembuluh darah
* Didlm darah disbt monosit & berfungsi sbg fagosit
- b. Sel Makrofag
Monosit dlm darah hanya 24 jam kmd bermigrasi ke ketempat tujuan
berbagai jaringan dan sljtnya berdifferensiasi
Didlm jaringan masih dpt membelah diri dan membentuk protein dan dpt
hidup berbulan-bulan
Disbt juga dgn fixed makrofag berbentuk khusus tergantung alat/jaringan yg
ditempatinya
Dibagi 2 : 1. Fagosit profesional
- Mgdg hidrolase asam & peroksidase
- Membunuh mikroorganisme intraselluler
2. Antigen presenting cell (APC)
- Mengikat Ag dan membawanya ke organ limfatik, utk
dipresentasikan ke limfosit


2. Fagosit polimorfonuklear
- Disebut juga granulosit dibentuk dgn kecepatan 8 juta/menit
- - Merupakan jumlah terbanyak 60-70% dari lekosit
- Dpt menembus dinding pembuluh darah
- Fungsi utama fagosit, masa hidup hanya 2-3 hari
- Dibagi menjadi

I. Netrofil :
70% dari total lekosit
Dlm sirkulasi hanya 24 jam seblm bermigrasi
Butir
2
azurofilik primer (lisosome) mgdg hidrolase asam, mieloperoksidase,
neuromidase (lisozim)
Butir
2
azurofilik skunder (spesifik) mgdg laktoferin, lisozimempunyai reseptor utk
fraksi Fc antibodi dan komplemen yang diaktifkan
Mikroorganisme yg dicerna disimpan dlm vakoul dis fagosom
II. Eosinofil
2-5% dr total lekosit
Mempunyai fungsi fagosit.
Mediator
2
yg dihasilkan menginaktifkan mediator
2
yg dihasilkan oleh mastosit/ basofil
pd reaksi alergi
Berperan pd imunitas infeksi thdp parasit
B. Sel Null (populasi sel ketiga)
- Sel yg tidak mempunyai petanda (marker) seperti sel B atau T
- Disebut juga nonT-nonB
- Berupa Large Granular Lymphocyte (LGL)
- Normal 10-15% dari limfosit perifer, 1-2% dari limfosit di limfa
- Dibagi 2 :
Natural Killer Cell (NK)
Dpt membunuh sel tumor dan virus dgn cara non-spesifik tanpa Ab
Killer Cell
Merupakan efektor antibody dependent cellular cytotoxity cell (ADCC)
membunuh sel secara non-spesifik ttp bila sel dilapisi oleh Ab
C. Sel Mediator
I. Basofil dan Mastosit
- Jlh basofil dlm sirkulasi hanya sedikit 0,2% dari lekosit, sel ini ditandai dg
inti 2 lobi & mempunyai granula intrasitoplasmik berwarna ungu, berisi
heparin, SRS-A dan ECF-A
- Mastosit umunya tdpt dlm jaringan & epitel mukosa, mempunyai inti lobus
tunggal & granula basofilik jumlah banyak dan ukuran lbh kecil
- Kedua sel ini mempunyai fungsi yg sama, keduanya memiliki reseptor FcIgG
& IgE juga mempunyai reseptor utk C3b
- Sel
2
ini dpt melepaskan berbagai mediator menybbkan reaksi
anafilaktik



I I . Trombosit
Berasal dari sel mieloid
Fungsi utama sbg proses pembekuan darah ttp
mempunyai aktifitas dlm reaksi inflamasi
Mempunyai reseptor FcIgG serta reseptor MHC kelas I
Trombosit dpt menggumpalkan pd permukaan endotel
yang rusak sambil melepaskan mediator
peningkatan permeabilitas kapiler dan mengaktifasi
komplemen
Sljtnya dilepaskan faktor kemotaktik yang
menyebabkan lekosit ketpt peradangan
PEMBENTUKKAN SEL DARAH/SEL IMUN

Sel multipotensial
Sel asal 1
Sel asal 2
Megakaryosit
Rubriblast
Mieloblast Limfoblast
Makrofag :
Monosit, Makrofag
jaringan
Granulosit :
Neutrofil, basofil,
eosinofil
Sel T
Sel B
Sel Plasma
Antibodi
Trombosit Eritrosit

SISTEM IMUN SPESIFIK
A. HUMORAL :
SEL B
B. SELULER :
SEL T
C. SISTEM LIMFOID :
ORGAN LIMFOID PRIMER
ORGAN LIMFOID SKUNDER
D. SISTEM IMUN MUKOSA
( MALT ) :
1. Jaringan limfoid terorganisir
2. Sistem imun Mukos adiffus
E. SISTEM IMUN KULIT
( SKIN ASSOCIATED
LYMPHOID TISSUE =
SALT )
F. SISTEM LIMFATIK
G. LINTAS ARUS LIMFOSIT
Disebut spesifik : menghancurkan benda asing yg sudah dikenalnya