Anda di halaman 1dari 17

Peritonitis Difusa

et causa Perforasi Gaster

Putri Yuliani
030.05.174
Identitas Pasien
Nama : Tn. Suhenri
Usia : 34 tahun
No.RM : 11.11.11
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir : 13 Juli 1975
Alamat : Komp. Kesehatan I no. 12
Tanggal masuk : 10 Oktober 2009
Anamnesis
Autoanamnesis pada tanggal 10 Oktober 2009

Keluhan Utama
Nyeri ulu hati sejak 2 hari sebelum masuk Rumah
Sakit (SMRS)
Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati 2 hari SMRS
disertai buang air kecil tidak keluar sama sekali.
Sebelumnya buang air kecil memang tidak lancar sejak 2
bulan SMRS. Tidak ada demam, tidak ada mual muntah,
dan buang air besar lancar. Setelah satu hari dirawat,
nyeri perut dirasa menghebat dan terdapat pada seluruh
perut.
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : compos mentis
Keadaan umum : tampak sakit berat
Tanda Vital
Tekanan darah : 90/70 mmHg
Nadi : 98 kali/menit
Suhu : 36,7 ºC
Laju Napas : 24 kali/menit
Pemeriksaan Fisik
Kepala
normocephali, distribusi rambut merata, konjunctiva
anemis-/-sklera ikterik -/-
Leher
Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening, tidak
teraba pembesaran tiroid
Thoraks
Jantung : Bunyi Jantung I dan Bunyi Jantung II reguler,
tidak ada murmur, tidak ada Gallop
Paru : Suara napas vesikuler, tidak ada wheezing,
tidak ada ronchi
Pemeriksaan Fisik
Abdomen
Defans muskular (+), bising usus (-), nyeri tekan (+)
diseluruh abdomen
Ekstermitas
oedem (-) di keempat ekstremitas, akral dingin
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Darah Lengkap

Eritrosit : 5.300.000/mm3
Leukosit : 15.800/mm3
Trombosit: 301.000/mm3
Hemoglobin : 15,8 gr%
Hematokrit : 47,3%
MCV : 89 fL (80-97)
MCH : 29,8 pg (26,5-33,5)
MCHC : 33,4 gr% (31,5-35,0)
Pemeriksaan Penunjang
Kimia Darah
Protein total: 6,3 (6,6-8,7)
Albumin : 2,8 (3,4-4,8)
Globulin : 3,5 (1,3-2,7)
Natrium : 130 (135-147)
Kalium : 6,4 (3,5-5,0)
Chlor : 103 (94-111)
Pemeriksaan Penunjang
BJ : 1020
pH :8
protein : ++++
Keton : ++
Bilirubin : ++
Darah samar : ++++
Leukosit : 20-25
Epitel :+
Pemeriksaan Penunjang
BNO dengan kontras ( barium meal)
Gambaran sickle air cell  tanda khas perforasi gaster
Diagnosa Kerja
Peritonitis difusa et causa perforasi gaster

Penatalaksanaan
Laparatomi eksplorasi dan repair gaster cito
Laporan Anestesi
Tn.Suhenri, laki-laki, usia 34 tahun, menjalani
pembedahan cito Laparatomi Eksplorasi dan repair
Perforasi gaster dalam anestesia umum. Keadaan
prabedah pasien antara lain : berat badan ±60kg, TD
151/112mmHg, Nadi 106 kali/menit, Hb : 15,8 gr/dL,
Ht : 47,3 %, leukosit : 15.800/mm3, trombosit :
301.000/mm3. Keadaan sirkulasi, respirasi, saraf, renal,
dan metabolik pasien berada dalam batas normal. Pada
pemeriksaan abdomen didapatkan defans muskular,
bising usus tidak terdengar, dan nyeri tekan di seluruh
abdomen. Pemeriksaan fisik lainnya dalam batas
normal. Maka ditentukan pasien berada pada ASA IIE.
Laporan Anestesi
Pasien tiba di kamar operasi dengan keadaan umum
sakit berat, kesadaran somnolen, dan nyeri hebat pada
seluruh abdomen sehingga segera dilakukan
premedikasi dengan Ketamine 30mg intravena untuk
mengurangi nyeri dan memudahkan pemindahan
pasien ke meja operasi. Setelah pasien pindah,
kemudian premedikasi ditambah dengan Fentanyl 75
mcg, Midazolam 2,5 mg, dan Ondansentron 4 mg
secara intravena. Lima menit kemudian dilakukan
induksi anestesi dengan menggunakan Propofol 100
mg dan Atracurium 30 mg sebagai pelumpuh otot.
Laporan Anestesi
Pada laringoskopi direk dengan laringoskop, tampak
Mallampati derajat II yang kemudian diintubasi
dengan pipa ETT cuffed no.7. Setelah intubasi,
dilakukan monitoring saturasi dan udara yang masuk
dikonfirmasi dengan auskultasi paru. Rumatan
anestesia dilakukan dengan pemberian Oksigen,
Nitrogen Oksida 50%, dan Sevoflurane 3%. Empat
puluh sembilan menit setelah pembedahan dimulai
didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 80/42
mmHg yang dikelola dengan pemberian cairan
Haemacell dan Efedrin 10mg.
Laporan Anestesi
Pada menit ke-109, diberikan dexketoprofen 50 mg
intravena untuk membantu mengurangi nyeri
pascaoperasi. Pembedahan berlangsung selama 135
menit, selama pembedahan pasien mendapat terapi
cairan Asering sebanyak 3000cc, Haemacell 1000cc,
dan Ringer Laktat 500cc. Total perdarahan adalah ±
250 cc, dan total pemakaian Sevoflurane adalah 21,23
cc. Pasien mendapatkan Acute Pain Service berupa
Fentanyl 100mcg, Dexamethasone 5 mg, dan
Ketorolac 60 mg dalam Asering 500cc diberikan per
drip selama 12 jam.
TERIMAKASIH!