Anda di halaman 1dari 40

Bahan Cetak Elastomer

Cleverys Qisthi Phienna


160110130127
ITMKG
Apa itu Elastomer?
Selain bahan cetak hidrokoloid, ada pula bahan cetak lain
yang bersifat elastis, yaitu Elastomer; yang lembut dan
menyerupai karet.
Terdiri atas molekul-molekul (polimer besar) yang diikat oleh
sejumlah kecil ikatan silang pada satu titik tertentu, sehingga
membentuk jalinan 3 dimensi yang sering disebut sebagai
gel.
Bila ditarik akan memanjang, dan apabila tegangan hilang
akan kembali ke bentuk semula.
Mulanya berupa polimer liquid, kemudian berubah menjadi
karet padat pada suhu kamar.


1. POLISULFID
Kegunaan
Merupakan bahan cetak elastomer yang pertama kali dikenal
umum, yaitu pada tahun 1950.
Dikenal pula sebagai Mercaptan, Thiokol, dan Rubber-based.
Komponen utama Polisulfida adalah mercaptan (gugus SH).
Tersedia di pasaran dalam 3 viskositas :
Light bodied
Medium bodied
Heavy bodied
Tersedia dalam bentuk 2 pasta pada tube :

1) Pasta dasar (base)
2) Pasta pereaksi (accelerator / catalyst)
Komposisi
1. PASTA DASAR
Polimer polisulfida liquid : 80-85%
Filler inert, misalnya Titanium dioksida : 16-18%

2. PASTA PEREAKSI
Lead dioxide (PbO
2
), menyebabkan polimerisasi dan cross-
linking, dgn mengoksidasi gugus SH, dan menyebabkan warna
cokelat : 60-68%
Sulfur, membantu reaksi : 3%
Minyak membuat pasta

Reaksi Pengerasan
Ketika pasta dasar dan pasta pereaksi dicampur, akan terjadi
reaksi kimia, dimana polimer liquid akan berubah bentuk
menjadi padat, tapi dengan keelastisitasan yang tinggi dan
fleksibel seperti karet.

Reaksi Lead dioxide dengan polimer polisulfida akan
menyebabkan :
Chain lighening teroksidasinya gugus SH terminal
Cross linking teroksidasinya gugus SH pendant
Reaksi Pengerasan
Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan Kerugian
Waktu kerja lama Memerlukan sendok cetak perseorangan
Terbukti akurat Harus diisi dengan stone secepatnya
Ketahanan robek tinggi Berpotensi terhadap distorsi nyata
Sedikit hidrofobik Aroma mengganggu pasien
Harga tidak mahal Menimbulkan noda pakaian
Waktu penyimpanan lama Hasil pengisian berikutnya kurang akurat
2. POLIETER
Kegunaan
Pertama kali diperkenalkan di Jerman sekitar tahun 1960. Memiliki
karakteristik mekanis yang baik dan ukuran yang stabil.
Kekurangannya adalah waktu kerjanya yang pendek dan bahan ini
agak kaku, juga mahal.
Nama komersil : Impregum F, Ramitec, Polyjel.
Polyether yg pertama keluar hanya medium, tetapi sekarang
disediakan :
Encer (Low)
Sedang (Medium)
Kental (High)
Disediakan dalam bentuk pasta dasar dan pasta reaktor
Komposisi
Karet polieter dipasok berupa 2 pasta. Basis mengandung
polimer polieter, suatu silika koloidal sebagai pengisi, dan
suatu bahan pembuat plastik seperti glikoleter atau ftalat.
Pasta aselerator mengandung alkil sulfonat aromatik sebagai
tambahan terhadap bahan pengisi dan pembuat plastis.
Reaksi Pengerasan

Keuntungan dan Kerugian Polyether
Dibandingkan dengan Polisulfida
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Waktu kerja dan pengerasan
cepat
Cukup akurat bila dituang langsung
Terbukti akurat Kestabilan dimensi buruk
Ketahanan sobek cukup Bersih, tetapi rasa tidak enak
Kurang hidrofobik-membasahi
lebih baik
Keras sehingga permukaan
menutup underkut
Kurang distorsi ketika
dikeluarkan dari mulut
Sedikit lebih mahal
Kestabilan dimensi baik Dapat diisi berulang
3. SILIKON ADISI
Kegunaan
Dikenal juga sebagai Poly vinyl siloxane
Nama komersil : Reprosil, Provil.
Disediakan dgn 5 konsistensi
1.Sangat encer (Extra low)
2. Encer (Low)
3. Sedang /Medium (regular)
4. Kental (High)
5. Dempul (Putty /very high)
Tersedia dalam bentuk
Pasta
Pasta dasar dan katalis disediakan dalam tube yang
ukurannya tidak berbeda. Perbedaan viskositas ditunjukkan
dengan warna yang berbeda-beda.
Dempul
Baik dasar dan katalis biasanya didapat dalam toples plastik
besar yang ukurannya sama.
Komposisi
1. DASAR
Polimetil hidrogen siloxane
Pengisi

2. PEREAKS
Divinyl polisiloxane
Garam platina katalis
Palladium absorber hidrogen
Retarder
Pengisi

Reaksi Pengerasan
Reaksi yang terjadi merupakan reaksi adisi.
Reaksi teraktivasi oleh garam platina.
Waktu pengerasan kurang lebih 5-9 menit.
4. SILIKON KONDENSASI
Kegunaan
Dikenal juga sebagai Conventional Silicone
Nama komersil : Sil 21 atau Coltex
Disediakan dgn 3 konsistensi / viskositas
1. Light bodied
2. Medium bodied
3. Putty
Tersedia dalam bentuk:
Pasta
Bisa didapat dalam 2 pasta (pasta dasar dan katalis), dapat
dibedakan dari ukuran tube-nya. Pasta dasar berukuran lebih
besar dari pasta katalis.
Dempul (Putty)
Biasanya didapat dalam toples plastik besar. Bahan putty
dikemas sebagai pasta yang amat kental dan suatu cairan
aselerator

Komposisi
1. PASTA DASAR
Polydimethil siloxane Polimer Silikon dgn terminal
gugus hidroksi
Koloid Silica / Pengisi (takarannya tergantung viskositas)
Zat pewarna

2. PASTA PEREAKSI
Orthoethyl silikat agen cross-linking
Octoate katalis

Reaksi Pengerasan
Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kondensasi.
Lamanya kurang lebih 8-9 menit.
Reaksi Pengerasan
Temperatur memiliki
pengaruh nyata terhadap
kecepatan proses
pengerasan dari bahan
cetak silikon kondensasi.
Mengubah perbandingan
basis dan katalis dalam
mengubah kecepatan
pengerasan bahan cetak
ini.
Tidak ada yang
lebih sulit
dibersihkan
daripada bahan
cetak yang tidak
mengeras
sempurna pada
gigi-geligi.
Bahan Kondensasi silikon
dibandingkan dengan bahan
polisulfid
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Tersedia waktu kerja dan waktu
pengerasan yang cukup
Cukup akurat bila langsung
dituang
Aroma menyenangkan dan tidak
menimbulkan bercak
Kestabilan dimensi buruk
Memiliki ketahanan robek yang
cukup
Berpotensi terhadap distorsi yang
nyata
Memiliki sifat elastik yang lebih
baik ketika dikeluarkan
Metode putty-wash adalah teknik
yang sensitif
Distorsi lebih sedikit ketika
dikeluarkan
Lama penyimpanan buruk
5. MACAM-MACAM KEGAGALAN BAHAN
CETAK KARET DAN PENYEBABNYA
A. Kasar atau permukaan cetakan
tidak rata

Penyebab:
Polimerasi tidak sempurna yang disebabkan oleh pengeluaran cetakan
dari mulut terlalu dini, rasio atau pengadukan komponen tidak tepat,
atau materi organic seperti minyak pada gigi. Untuk silicon tambahan,
adanya benda asing yang mengkontaminasi bahan dan menghambat
polimerisasi
Polimerisasi terlalu cepat disebabkan oleh kelembaban tinggi atau
temperature tinggi
Rasio aselerator: basis terlalu tinggi untuk silicon kondensasi




B. Gelembung udara
Penyebab:
Polimerasi terlalu cepat, menghambat aliran
Masuknya udara selama pengadukan

C. Rongga terbentuk tidak teratur
Penyebab:
Kelembaban atau kotoram pada permukaan gigi

D. Model stone berkapur atau kasar
Penyebab:
Pembersihan cetakan tidak sempurna
Kelebihan air tertinggal pada permukaan cetakan
Kelebihan bahan pembasah tertinggal pada cetakan
Pengeluaran model terlalu cepat
Manipulasi stone tidak tepat
Gagal menunggu seikitnya 20 menit sebelum pengisian
E. Distorsi
Penyebab:
Pengerutan polimerasi sendok cetak berlanjut akibat bahan kadaluwarsa
Kurangnya perlekatan karet pada sendok cetak disebabkan karena terlalu
sedikit lapisan adhesif; mengisi sendok cetak dengan bahan terlalu cepat
setelah pemberian adhesif; salah menggunakan adhesif
Tidak ada retensi mekanik bagi bahan tersebut dimana dimana adhesive
tidak efektif
Perkembangan sifat elastic dari bahan sebelum sendok cetak dimasukkan
Bahan cetak terlalu banyak
Tidak cukup dukungan untuk bahan relining (bila digunakan)
Tekanan terus menerus pada bahan cetak yang telah mencaai sifat elastic
Bergeraknya sendok cetak selama polimerisasi
Pengeluaran dari mulut terlalu dini
Pengeluaran dari mulut tidak tepat
Terlambat mengisi cetakan polisufid atau silicon kondensasi


6. SIFAT-SIFAT PENTING
Elastisitas
Rheologi
Energi robek
Kestabilan Dimensi, dan
Biokompabilitas
Referensi

Anusavince, KJ. 2003. Phillips Science of Dental Materials
11
th
ed. St Louis : WB Saunders Co.
Craig RG, Powers JM. 2006. Restorative Dental Materials
11
th
ed. St Louis : Mosby Inc.
Combe, EG. 1992. Sari Dental Material diterjemahkan oleh
drg. Slamat Tarigan, MS, PhD. Jakarta : Balai Pustaka.

Anda mungkin juga menyukai