Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

Tumor Buli-Buli
Riyan Faisal
Zulfikar Noor. N
FAKULTAS KEDOKTERAN UMJ
Pembimbing: dr. Anggi Sp.U

Identitas pasien
Nama : Tn. AS
Usia : 55 tahun
Alamat : Kp. Babakan Peundey, Sukabumi
MRS : Tgl 19 maret 2014, pukul 18.34 WIB
Ruang perawatan: Teratai Merah Bawah

Anamnesis
Keluhan Utama: Susah buang air kecil sejak 2 bulan yang lalu

SMRS
Riwayat penyakit sekarang :

Pasien datang ke IGD RSUD R. Syamsudin SH sukabumi dengan


keluhan susah buang air kecil. Awalnya pasien harus menunggu
lama saat memulai berkemih dan harus mengedan setiap BAK
tetapi Os merasa tidak puas karena hanya menetes disertai rasa
nyeri setiap kali BAK dan kadang berwarna merah. Pasien
mengatakan sering terbangun malam hari untuk BAK frekuensi
20 kali tiap malam. Pasien juga mengeluhkan nyeri pinggang, nyeri
dirasakan jika digerakkan. Riwayat mual dan muntah setiap kali
makan dan minum.

Riwayat penyakit dahulu:

10 tahun yang lalu pasien post oprasi batu kandung kemih,


hipertensi (-), DM (-)
Riwayat penyakit keluarga:

tidak ada mengalami keluhan serupa

Riwayat pengobatan/ terapi:

Transfusi darah 7 kantong (baru masuk 4)


Radioterapi 30 kali ( baru dilakukan 17 kali)
Riwayat kebiasaan:

merokok (1 bungkus perhari)


sering mengkonsumsi kopi

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis :
KU

: tampak sakit sedang


GCS
: E4M6V5 = 15
Kesadaran : Composmentis
Tanda vital :
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 85x/menit reguler, isi cukup
RR : 20x/menit reguler
Suhu : 36,5 C

Mata

: Konjungtiva anemis (+/+) ,


sklera tidak ikterik

Axilla

: KGB tidak teraba membesar

Leher

: KGB tidak teraba membesar


: JVP tidak meningkat
: Bentuk dan gerak simetris

Thoraks
Jantung
Pulmo

: Bunyi jantung murni reguler,


gallop (-), murmur (-)
: Vesikuler,ronkhi (-),wheezing (-)
Vocal Fremitus kiri=kanan,

Status lokalis
Abdomen
Datar, lembut, bising usus (+) normal
Turgor kulit kembali cepat
Nyeri tekan (+), defans muskular (-), nyeri lepas (-), nyeri ketok

CVA (-)
Regio suprapubik
I : Bulging (-) warna kulit sama dengan sekitar, massa tumor
(-)
P : Nyeri tekan (+), massa tumor (+) teraba massa padat,
keras tidak dapat digerakan.

Regio genitalia eksterna:

Penis

I : Tampak terpasang kateter ,OUE pada ujung gland

penis, massa tumor (-),


P : Nyeri tekan (-), massa tumor (-)

Scrotum

I :Tampak warna lebih gelap dari sekitar, massa tumor

(-)
P : Nyeri tekan (-), massa tumor (-).
Perineum

I : Tampak warna lebih gelap dari sekitar, massa

tumor (-).
P : Nyeri tekan (-), massa tumor (-).

Hepar dan lien tidak teraba, Ginjal kanan dan kiri tidak

teraba
Inguinal : KGB tidak teraba membesar
Ektremitas : Sianosis (-), akral hangat, capillary refill < 2

Rectal Toucher
: Tonus spingter ani baik, mukosa
licin,tidak teraba adanya massa.

Pemeriksaan penunjang
Lab: tgl 19-03-2014 (dari IGD)
Hb: 7,0 g/dl( )
Leukosit: 13500/ ul ( )
Hematokrit : 20,2 %
Trombosit : 163000

Lab : tgl 19-03-2014 ( di TMB) pukul 22.00


Hb: 5,9 g/dl (rendah)
Leukosit: 9100 (tinggi)
Hematokrit: 16,2 (rendah)
Trombosit: 137000 (rendah)
Gds: 201 mg/dl
Ureum: 359,3 mg/dl (tinggi)
Kreatinin: 7,82 mg/dl (tinggi)

Lab: tgl 20-03-2014, pukul 16.00


Ureum : 358,7 (tinggi)
Kreatinin : 9,93 (tinggi)
Lab: tgl 21-03-2014

Hb: 8,7 (rendah)


Leukosit : 9900 (tinggi)
HT : 24,5 (rendah)
Trombosit : 95000 (rendah)
Ureum : 321,3 (tinggi)
Kreatinin : 9,23 (tinggi)

Lab: tgl 22-03-2014, pukul 23.00


Hb : 9,6 (rendah)
Leukosit : 8000 (tinggi)
HT: 27,9 (rendah)
Trombosit : 104 000 (rendah)
Ureum: 138,4 (tinggi)
Kreatinin : 4,15 (tinggi)

Diagnosa kerja:

Ca. Buli-buli + anemia


Penatalaksanaan :
Ceftriaxone 1gr vial 1x1
Lasix 1x1

Tinjauan Pustaka

Anatomi

Epidemiologi
Kanker/karsinoma

kandung kemih no.2


seluruh keganasan saluran genitourinaria.
7% pada pria dan 2% pada wanita
Rata-rata terjadi pada umur 65 tahun.

dari

Patogenesis
aktivasi onkogen dan inaktivasi atau kehilangan gen

suppressing tumor (Olumi et al, 1990).


Kehilangan material genetic pada kromosom 9 (Tsai et
al, 1990; Miyao et al, 1993).
Kehilangan Kromosom 11p, yang mengandung c-Haras proto-onkogen (Olumi et al, 1990).
Peningkatan ekspresi dari produk protein c-ha-ras, p21.

Faktor Risiko
Perokok 2x lebih besar (Wynder dan Goldsmith, 1977)

Pekerja pada industri kimia pewarna, karet, minyak,

kulit, dan percetakan (15-35% kasus pada pria dan 1-6%


pada wanita, [Matanoski dan Elliott, 1981])
Konsumsi pemanis buatan, trauma pada kandung
kemih dan infeksi (Hicks, 1982).

Tanda & Gejala


Hematuria 85-90%

gejala kandung kemih yang iritatif : frekuensi, urgensi,

dan dysuria.
Nyeri tulang atau nyeri pinggang
Teraba massa atau pembesaran kandung kemih
Hepatomegali dan limfadenopati

Staging

Pemeriksaan Penunjang
Lab

Sitologi urin

Hematuria

Tumor marker

Pyuria

Urografi

Azotemia
Anemia

CT-scan
MRI
Sistoskopi
Biopsi (TUR)

Penatalaksanaan
Pembedahan

Reseksi Transuretral
Sistektomi Parsial
Sistektomi Total
Radioterapi
Terapi Kombinasi

Kemoterapi Intravesikal

mitomycin C, thiotepa, doxorubicin, dan Bacillus


Calmette-Guerin (BCG).
Setiap minggu selama 6 minggu
Kemoterapi Sistemik

Cisplatin, methotrexate, doxorubicin, vinblastine,


cyclophosphamide, dan 5-fluorouracil.