Anda di halaman 1dari 32

TINGKAT PENGETAHUAN

WANITA USIA SUBUR TENTANG


KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN PADANG BULAN,
KECAMATAN MEDAN BARU
TAHUN 2014
MAGESWARI SELVARAJOO
110100396

BAB 1 LATAR BELAKANG (PENDAHULUAN)


Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari
sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.
Sel kanker serviks pada awalnya berasal dari sel epitel
serviks yang mengalami mutasi genetik sehingga melakukan
pembelahan sel tidak terkendali, immortal dan menginvasi
jaringan stroma di bawahnya.
Infeksi HPV merupakan 99% penyebab terjadinya kanker
serviks.
Prevalensi untuk terjadi infeksi HPV pada semua usia
dianggarkan sebagai 30% dan kelompok terbesar yang terjejas
adalah wanita usia muda yang aktif berseksual.

Di seluruh dunia, kanker kedua terbanyak yang diderita oleh


perempuan dengan lebih dari 1 juta perempuan menderita
kanker serviks dan 3-7 juta orang perempuan memiliki lesi
prekanker derajat tinggi (high grade dysplasia).
Penelitian WHO tahun 2005 menyebutkan, terdapat lebih
dari 500.000 kasus baru, dan 260.000 kasus kematian
akibat kanker leher rahim, 90% diantaranya terjadi di
negara berkembang. Angka insidens tertinggi ditemukan di
negara-negara Amerika bagian tengah dan selatan, Afrika
timur, Asia selatan, Asia tenggara dan Melanesia

Di Indonesia, kanker serviks merupakan keganasan yang paling


banyak ditemukan dan merupakan penyebab kematian utama
pada perempuan dalam tiga dasa warsa terakhir. Diperkirakan
insidens penyakit ini adalah sekitar 100 per 100.000 penduduk.
Data patologi dari 12 pusat patologi di Indonesia (1997)
menunjukkan bahwa kanker leher rahim menduduki 26,4% dari
10 jenis kanker terbanyak pada perempuan.

Seiring dengan meningkatnya populasi, maka insidens kanker leher


rahim juga meningkat sehingga meningkatkan beban kesehatan
negara

Dalam beberapa dekade, angka penderita kanker leher rahim di


negara-negara maju mengalami penurunan yang tajam karena
adanya program deteksi dini dan tatalaksana yang baik

WHO menggariskan 4 komponen penting dalam program


penanganan kanker leher rahim nasional yaitu pencegahan
primer, deteksi dini melalui peningkatan kewaspadaan dan
program skrining yang terorganisasi, diagnosis dan tatalaksana,
serta perawatan paliatif untuk kasus lanjut
Di Indonesia, terbatasnya akses informasi yang akurat diyakini
menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kanker leher rahim.
Penyebab lain tingginya kasus kanker serviks adalah karena minimnya
kesadaran untuk melakukan deteksi dini.

Rumusan
masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah Bagaimanakah


Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Kanker Serviks di
Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru?

Tujuan umum
Mengetahui secara umum pengetahuan
Wanita Usia Subur terhadap kanker serviks
di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan
Medan Baru.

Tujuan
penelitian

Tujuan khusus
Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan lagi tahap kesadaran ibu
rumah tangga tentang kanker serviks dan
cara pendeteksian dini.
Mengurangi prevalensi dan insidensi kanker
serviks.

Manfaat Penelitian
Penulis

Wanita Usia
Subur

Pembaca

Penulis mendapatkan
pengetahuan dan
pengalaman
melakukan penelitian.
Penulis mendapatkan
informasi dan
pengetahuan
tambahan dari hasil
penelitian yang
dilakukan.

Memberikan informasi
kepada wanita usia
subur tentang bahaya
penyakit kanker
serviks.
Memberikan informasi
kepada Wanita Usia
Subur tentang deteksi
dini penyakit kanker
serviks

Memberikan informasi
tambahan kepada
pembaca perlunya
pengetahuan deteksi
dini terhadap kanker
serviks.
Sebagai sumber
rujukan atau bahan
untuk melakukan
penelitian berikutnya.

Instansi
Pendidikan
Sebagai referensi atau
bahan bacaan untuk
mahasiswa/mahasiswi
FK USU atau tenaga
medis

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Kanker serviks
Anatomi dan Histologi Serviks
Serviks adalah bagian bawah
dan sempit dari uterus (rahim).
Bagian fibromuskular
ukuran 3-4 cm dan diameter 2,5
cm.
serviks terdiri daripada epitel
dan jaringan stroma yang
dipisahkan oleh membrane
basalis.
ektoserviks - skuamous berlapis
dan tidak berkeratin
endoserviks - epitel kolumnar
selapis.
Zona transformasi-Bagian
serviks di mana sel epitel
kolumnar diganti dengan sel
epitel skuamous

Definisi Kanker Serviks


Kanker serviks adalah kanker terjadi dari sel-sel
abnormal pada serviks yang berkembang
dengan tidak terkendali

2.1.3 Etiologi dan Faktor-faktor Risiko

Infeksi HPV

Kurangnya Tes Pap Smear


secara teratur

Merokok

Menggunakan pil KB
untuk waktu yang lama

Memiliki banyak anak

Kemiskinan

Melemahnya sistem
kekebalan tubuh

Kebersihan

Sejarah kehidupan
seksual.

Penyakit menular lain

Gejala dan Tanda


Tanda dini

adanya secret vagina yang agak banyak


kadang-kadang dengan bercak
pendarahan

Tanda yang
lebih klasik

pendarahan bercak yang berulang


atau pendarahan bercak setelah bersetubuh
atau membersihkan vagina
Sekret vagina yang berbau terutama dengan
massa nekrosis lanjut juga dapat dijumpai

Stadium
Lanjut

menyebar ke luar dari


serviks dan melibatkan
jaringan di rongga pelvis
dapat dijumpai tanda lain
seperti nyeri yang menjalar
ke pinggul atau kaki

Patofisiologi/Mekanisme Perjalanan

Diagnosis
Kolposkopi

Diagnosis
definitif konfirmasi
histopatologi =
hasil biopsi lesi
Kuretase
endoservikal

Biopsi terarah

Skrining/Deteksi Dini
Tes Pap Smear

Tes IVA

Kolposkopi

Conization

Biopsi

Endoservik
al kuret

Punch
Biopsi

LEEP

Tes Untuk Menentukan


Stadium

Sinar X
dada

CT scan

MRI

PET scan

Klasifikasi dan Stadium


Klasifikasi histologi dan sitologinya

Stadium

Penatalaksanaan

Terapi NIS dengan


Destruksi Lokal

Terapi NIS dengan


Eksisi

Krioterapi

LEEP ( Loop
Electrosurgical
Excision Procedures)

Diatermi
Elektrokoagulasi
Radikal

Konisasi

Elektrokauter

Histerektomi

CO2 Laser

Tatalaksana Kanker Leher Rahim


Invasif
Disesuaikan dengan kebutuhan penderita
untuk memberikan hasil yang terbaik
(tailored to the best interest of patients)

Pembedahan, radioterapi, atau


kombinasi keduanya

Kemoterapi tidak digunakan sebagai


terapi primer, namun dapat diberikan
bersamaan dengan radioterapi

Menghindari
faktor-faktor risiko
Vaksinasi

Pemeriksaan yang
teratur

Prognosis

Pencegahan

Pencegahan dan Prognosis

stadium awal sangat


baik dengan 5 tahun
kelangsungan hidup
antara 80 hingga 95%
stadium lanjut
kelangsungan hidup 5
tahun menurun hingga
kurang dari 40%.

BAB 3-KERANGKA KONSEP & DEFINISI


OPERASIONAL

Pengetahuan
Wanita Usia Subur

Kanker serviks

Definisi
operasional

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau


hasil tahu seseorang terhadap kanker serviks.

Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang


keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik
antara umur 15-49 tahun baik yang berstatus kawin,
Definisi
operasional
janda maupun yang belum nikah.
Kanker Serviks adalah pertumbuhan sel-sel abnormal
pada jaringan serviks yang berkembang dengan tidak
terkendali pada bagian rahim yang terletak di bawah,
Definisi
Operasional yang membuka ke arah liang vagina.

Alat Ukur

Cara
Penilaian

Hasil Ukur

Skala

Diukur dengan menjawab pertanyaan telah diberikan


peneliti dalam bentuk kuesioner.

Benar : Mendapat nilai 1


Salah : Mendapat nilai 0

Menurut Arikunto (2006) dalam Dewi M. (2011), kategori


pengukuran itu adalah :
Baik : Hasil presentase 76% - 100%
Cukup : Hasil presentase 56% - 75%
Kurang : Hasil presentase >56%

Ordinal

BAB 4-METADOLOGI PENELITIAN


Jenis
penelitian
Waktu dan
Tempat
Penelitian
Populasi dan
Sampel
Teknik
Sampling

bersifat deskriptif dengan menggunakan


rancangan cross sectional

Waktu-Penelitian dari bulan Maret hingga


Desember 2014
Tempat-Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan
Medan Baru

semua wanita usia subur


Memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi

non-probability sampling yaitu consecutive


sampling

Besar Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di Kelurahan Padang
Bulan, Kecamatan Medan Baru, dimana besar sampel ditentukan dengan
perhitungan menggunakan rumus populasi finit (terbatas) :
N Z21-/2 P (1-P)
n = ------------------------------(N-1) d2 + Z21-/2 P (1-P)
Keterangan :
n : besar sampel minimun
N : jumlah di populasi
Z1-/2 : nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada tertentu
p : harga proporsi di populasi
d : kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

Maka, tingkat kemaknaan yang dikehendaki adalah sebesar 95% sehingga


untuk nilai Z1- /2 diperoleh 1,96. Nilai p yang ditetapkan adalah 0,5 karena
peneliti belum tahu proporsinya, dengan nilai p = 0,5 maka, nilai q adalah (1-p)
= 0,5 sehingga dihasilkan besar sampel paling banyak. Kesalahan absolut yang
diinginkan dalam penelitian ini adalah sebesar 10% dan jumlah wanita usia
subur di Kelurahan Padang Bulan adalah 2114 orang. Berdasarkan rumus di
atas, besar sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

2114(1.96 )2 0.5 (1-0.5)


n = ------------------------------------------(2114-1)(0.102 ) +1.962 0.5 (1-0.5)
= 91
Berdasarkan perhitungan diatas, maka besar sampel yang diperlukan adalah
91 orang dan dibulatkan menjadi 100 orang.

Teknik Pengumpulan
Data

Uji Validitas dsn


Reliabilitas

Data primer - responden


(kuesioner).
Data sekunder Kelurahan Padang Bulan,
Kecamatan Medan
Baru,kepustakaan dan
internet.

SPSS 17.0 (Statistical


Products and Service
Solutions).

4.5 Pengolahan dan analisis data


Cleaning

Entry

Pengolahan
dan analisis
data
(SPSS)

Coding

Editing

Anda mungkin juga menyukai