Anda di halaman 1dari 61

Rina Gustia

Berbagai penyakit:
Dermatitis kontak
Erupsi obat alergi

Sindroma Steven Johnson


Penyakit kulit berlepuh

Fixed drug eruption


Urtikaria

Pemfigus
Pemfigoid bulosa
Dermatitis herpetiformis (Duhrings disease
CBDC
Epidermolisis bulosa

SLE
Liken Planus

Subjektif : Gatal
Objektif:

Akut: bercak merah, batas tegas, edema,


papulovesikel, vesikel, bula, erosi, eksudasi
Kronis: bercak hiperpigmentasi, kulit kering,
skuama, papul, likenifikasi

Epidemiologi: tidak mengenai semua orang


Etiologi:
bahan alergen (bahan kimia dengan BM
<500-1000)
Contoh: nikel, karet, kosmetik

Delayed type hypersensitivity


Tidak ada keterlibatan antibodi
Respon imun yang terjadi diperankan oleh sel
limfosit T
Sel T menghasilkan sitokin kerusakan
jaringan
Dermatitis kontak alergi

Fase sensitisasi = induksi

Kontak pertama sensitif


Berlangsung 2-3 minggu

Fase elitasi

Pajanan ulang dengan alergen yang sama gejala


klinis
Berlangsung 24-48 jam

Berbagai lokasi dermatitis kontak:


Tangan
Lengan
Wajah
Telinga
Leher
Badan
Genitalia
Paha dan tungkai bawah

Merupakan kelainan kulit yang diperantarai


reaksi hipersensitivitas
Dapat mewakili satu reaksi hipersensitivitas
Dapat merupakan dua atau lebih bentuk reaksi
hipersensitivitas

Fixed drug eruption (eksantema fikstum)


Lesi berbentuk bulat/lonjong, batas tegas,
eritema-hiperpigmentasi, soliter/ multipel
Sering pada wajah dan genitalia
Dapat disertai vesikel bula diatasnya
Lesi menyeluruh hiperpigmentasi kebiruan
Penggunaan obat yang sama:

Timbul kelainan ditempat yang sama


Dapat bertambah lesi di tempat lain

Keluhan gatal

Reaksi kulit dengan gejala gatal


Ditandai dengan:
Edema setempat
Kemerahan dengan bagian tengah pucat
Dikelilingi halo eritematosa
Meninggi di permukaan kulit
Cepat timbul dan hilang secara mendadak

Sinonim:
Hives
Biduran
kaligata

Jika mengenai lapisan kulitnyang lebih dalam


subkutis dan submukosa
Saluran nafas, saluran cerna dan organ
kardiovaskular
Dapat mengancam jiwa jika pertolongan tidak
segera diberikan

Reaksi antara IGE pada membran sel


bergranula sel mastosit
Timbul reaksi yang sangat cepat
Akibat reaksi mediator (histamin, serotonin,
bradikinin, ECFA)
ECFA (eosinophilic Chemotactic Factor A)
Respon cepat 5-15 menit (histamin)
Respon fase lambat 6-8 jam (ECFA)

Inhalan
Serbuk sari
Spora
Debu
Bulu binatang

Makanan:
Berasal dari protein: telur,
ikan, susu, keju,
kerang, lobster
Penyedap rasa
Zat warna
Pengawet
Biji-bijian
Tomat
Arbei dan strowberi

Obat:
Penisilin
Sulfonamid
Analgetik dan
antipiretik
Pencahar
Hormon
diuretik

Kontaktan:
ludah binatang
bulu-bul tumbuhan
buah-buahan
bahan kimia

Fotosensitizer:
Griseofulvin
Fenergan
Kosmetik

Sindroma stevens johnson:


Merupakan sindrom yang mengenai kulit,
selaput lendir orifisium dan mata
Keadaan umum ringan berat
Kelainan generalisata berupa eritema, vesikel
dan bula disertai purpura dan terjadi
epidermolisis

Trias SSJ:
Kelainan kulit
Kelainan selaput lendir: mukosa mulut (100%),
genitalia, anus
Kelainan mata: konjungtivitis kataralis,
konjungtivitis purulen berat: perdarahan,
ulkus kornea dan iritis buta

Reaksi sitotoksik
Respon terhadap antigen jaringan atau antigen
sel
Perannya belum jelas pada proses timbulnya
lesi bermanifestasi pada kulit
Respon imun tipe II terjadi dengan masuknya
antigen

Penyakit vesikobulosa kronik

Pemfigus vulgaris
Pemfigoid bullosa
Dermatitis herpetiformis (Duhrings disease)
Chronic Bullous Eritematosus

Sistemik lupus eritematosus

Penyakit berbula kronik, berdinding kendur,


terletak intraepidermal
Bentuk pemfigus terbanyak
Frekuensi sama pada kedua jenis kelamin
Umumnya mengenai dekade ke-4 dan ke-5
Etiologi: autoimun

Keadaan umum buruk


Lesi mulai di rongga mulut pada 60% kasus
berupa erosi yang disertai krusta
Dapat berlangsung berbulan-bulan sebelum
timbulnya bula generalisata
Kebanyakan menderita stomatitis aftosa, dapat
meluas dan mengganggu waktu makan
Di kulit: bula berdinding kendur yang mudah
pecah

Obat utama: kortikosteroid (Prednison/


deksametason)
Terapi ajuvan (sitostatik): azatioprin,
siklofosfamid, metotreksat, mikofenolat, DDS
Plasmafaresis
Pada lesi sedikit: kortikosteroid intralesi
(intradermal) dengan triamsinolon asetonide

Sebelum kortikosteroid digunakan: kematian


pada 50% penderita dalam tahun pertama
akibat sepsis, kakeksia, dan gangguan
keseimbangan elektrolit.

Pemfigus
vulgaris

Pemfigoid
bulosa

Duhrings
Disease

CBDC

Kulit

Bula kendur,
krusta
bertahan
lama

Bula tegang
(tidak
mudah
pecah)

Vesikel/bula
berkelompok
, dinding
tegang,
sangat gatal

Bula tegang,
tidak begitu
gatal (Cluster
of Jewels)

Mukosa

60% mukosa
mulut.
Generalisata
(+)

10-40%

Jarang
dikenai

Dapat
dikenai

Immune complex disease


Pembentukan kompleks imun antara antibodi
dengan antigen
Kompleks ini memicu reaksi peradangan
Antigen pemicu dapat berasal dari jaringan
sendiri maupun asing
Kompleks imun karena reaksi antara self Ag
dengan autoantibodi: penyakit autoimun.

Penyakit yang menyerang sistem konektif dan


vaskular
Mempunyai 2 varian: lupus eritematosus
diskoid dan sitemik

Autoimun
Interaksi faktor-faktor genetik dan imunologik
Faktor infeksi
Faktor hormonal
Dapat diinduksi oleh obat (prokainamid,
hidantoin, griseofulvin, fenilbutazon, penisilin,
streptomisin, tetrasiklin, dan sulfonamid)
systemic LE- like syndrome

Lupus eritematosus diskoid

Lupus eritematosus sistemik

Insiden pada wanita lebih banyak, Wanita jauh lebih banyaj,


usia >30 tahun
terbanyak sebelum usia 40 tahun
(20-30 tahun)
5% berasosiasi dengan/ menjadi 5% mempunyai lesi kulit LED
LES
Lesi mukosa oral dan lidah jarang

Lesi mukosa lebih sering,


terutama pada LES akut

Gejala konstitusi jarang

Gejala konstitusional sering

Kelainan laboratorium dan


imunologik jarang

Kelainan laboratorium dan


imunologik sering

Kelainan simetrik di muka (hidung, pipi),


telinga, leher
Makula/ plak eritem, batas jelas dengan
sumbatan keratin pada folikel rambut
Lesi dapat terjadi di mukosa oral/ vulva/
konjungtiva berupa: deskuamasi, kadang
ulserasi dan sikatrisasi

1. lupus eritematosus tumidus


2. lupus eritematosus profunda
3. lupus hipotrofikus sering di bibir bawah,
berupa plak yang berindurasi dengan sentral
aotrofik
Lupus pernio

Manifestasi klinis:
1. gejala konstutisional
Kelainan kulit dan mukosa
Kelainan alat dalam
Kelainan di sendi, tulang, otot, kelenjar getah
bening, dan sistem saraf.

Mengenai mukosa mulut, mata, dan vagina


Stomatitis, keratokonjungtivitis, dan kolpitis
Gejala klinis: ptekie, erosi, ulserasi

Darah rutin: anemia hemolitik, leukopenia,


trombositopenia, LED meningkat
ANA test: positif pada 90% kasus
Anti dsDNA: positif pada 40-50% kasus

Kortikosteroid sistemik: prednison 1 mg/kgBB


atau 60-80 mg perhari

Kelainan yang ditandai papul-papul dengan


warna dan konfigurasi khas
Sangat gatal
Papul warna merah biru, berkuama, berbentuk
siku siku
Lokasi: bagian fleksor ekstremitas, selaput
lendir dan alat kelamin
Membaik dalam 1-2 tahun

Tidak terdapat perbedaan jenis kelamin/


geografik
Umur rata-rata: 30-60 tahun

Belum diketahui
Hipotesis:
Virus
Kelainan imunologik
Gangguan neurologik
Stres emosional
Yang diterima sebagi pencetus: trauma psikis

Gatal
Predileksi:

Ekstremitas terutama fleksor pergelangan tangan/


lengan bawah, simetrik
Selaput lendir tanpa keluhan

Kelainan khas: papul poligonal, datar dan


berkilat, strie Wickham pada permukaan papul

Sangat patognomonis
Terdapat 2/3 penderita liken planus
Lokasi: bukal, lidah, bibir, dan saluran
gastrointestinal
Terdiri atas bercak-bercak putih atau strie
Bentuk klinis: retikuler, papular, plak, dan
erosif, serta bulosa (jarang)

Hipertrofik
Folikular papul seperti duri pada kulit/
selaput lendir
Vesikular dan bullosa
Erosif dan ulseratif dapat terjadi pada
mukosa, didahului oleh lesi liken planus
Atrofi

Darah: leukosit dan limfosit menurun


Histopatologi

Untuk kelainan mukosa:

Leukoplakia
Kandidosis
Lupus eritematosus
Sifilis II

Kurang memuaskan
Kortikosteroid topikal/ sistemik/ suntikan
Krim vitamin A (asam retinoat 0,05%)
Fotokemoterapi pada bentuk generalisata
Griseofulvin hasil baik

Dapat sembuh sendiri


Bergantung pada luas dan bentuk
Kelainan selaput lendir mulut saja: sembuh
dalam 4 tahun
Kelainan kulit dan selaput lendir: sembuh
dalam 17 bulan.

A typical lace-like whitish reticulated


pattern of oral lesions is seen on the buccal
mucosa

Erosive gingivitis