Anda di halaman 1dari 60

HYDROSTATIC

BEARINGS
LUBRICATION
Presented by Group 3
M. Rizqi Fadjriand
11. 21. 00. 01
Putri Isnaeni
11. 21. 00. 02
Mukida
11. 21. 00. 06
Yuni Sri Naningsih
11. 21. 00. 08
Giovani Anggasta
11. 21. 00. 17
Siti Robiatul Adawiyah 11. 21. 00. 21
Dwi Qurningsih
11. 21. 00. 24
Suci Setyaningsih
11. 21. 00. 27

Suci Setyaningsih
11. 21. 00. 27

Bantalan
Bantalan merupakan elemen mesin yang
menumpu poros berbeban sehingga
putaran dapat berlangsung
secara halus, aman
dan tahan lama.
Bantalan harus cukup kokoh
untuk memungkinkan poros serta
elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.
Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik
maka prestasi seluruh sistem akan menurun
atau tidak dapat bekerja secara semestinya.

Pelumasan
Pelumasan adalah sebuah
proses dimana gesekan dan
keausan antara dua permukaan
solid dalam gerak relatif dengan
menempatkan pelumas di
antara dua permukaannya.
Prinsip pelumasan adalah
memisahkan permukaan yang
bergerak dengan lapisan film
material padat, cair dan gas
tanpa menimbulkan
kerusakan permukaan.

Teori Pelumasan

Mengapa HSB
diperlukan ??

Mengurangi
gesekan

Meredam
beban kejut

Mencegah
korosi
Overall life
improvement

Mengurangi
keausan

Menghapus
kontaminan

Sistem
pendinginan
yang efisien

Bantalan Hidrostatik
Bantalan
semacam
ini
dipakai dibantalan utama mesin pada
mesin
perkakas
presisi
tinggi,
misalnya pada meja putar mesin
bubut vertical besar. Bahan bantalan
dapat berupa minyak atau udara.
Dalam hal ini minyak dan udara
dialirkan dengan tekanan kedalam
celah bantalan untuk mengangkat
beban dan menghindari keausan atau
penepalan
pada
waktu
mesin
berputar dengan putaran yang sangat
rendah atau waktu start dimana
lapisan minyak yang tidak ada atau
belum mempunyai tekanan yang
cukup tinggi.

Bantalan Hidrostatik
Heavily Loaded Precision Machinery

Bantalan Hidrostatik
Hydrostatic Oil Lifts

Hydroelectric Turbine Generator

Bantalan Hidrostatik
Severe Operating Condition

Bantalan Hidrostatik
Stadium Mover

TYPES AND CONVIGURATIONS


Putri Isnaeni _ 11. 21. 00. 02

Schematic of several hydrostatic bearings


Hydrostatic bearing didesain untuk mengangkat / menerima beban normal

(thrust bearing), beban radial (journal bearing)and or combined thrust & journal
hybrid load, menggunakan shaft rotation dengan axial constraint

Configurations

a. Bearing with no pocket menunjukkan film compensated (penyeimbang). Konfigurasi ini


disarankan untuk kapasitas beban yang sangat kecil.
b. Bearing with circular grooves (alur bundar) disarankan untuk intermediet stiffness and
stability
c. Bearing with longitudinal grooves disarankan untuk intermediet stiffness and stability
d. Konfigurasi alur (lekukan) pada jenis ini disarankan untuk kapasitas beban yang paling

besar. (stiffness) dan memiliki kestabilan paling kecil.

CIRCULAR STEP THRUST


BEARINGS
MUKIDA _ 11210006

Pressure distribution and load


Reynolds equation in cylindrical coordinates:

Boundary conditions are:

Pressure distribution and load


The solution to equation 10.1 subject to above
boundary condition is

Load carrying capacity


Integration of pressure over the bearing area
yields the following load capacity result:

Flow rate requirement


Flow rate that must supplied to bearing is:

Equation 10.5 and 10.6

Flow rate requirement

Flow rate requirement


Equation 10.9 implies spesified bearing,
solving for the varies film thickness:

Bearing stiffness
Using equation 10.7, stiffness of a constant
flow hydrostatic bearing becomes:

Friction Torque

Assuming Couette flow prevails

System power loss


Power loss

Pumping power loss

optimization

By choosing the inner diameter of the step as


53% of the OD , pumping power will be
minimum

Example 10.1
Sebuah circular step hydrostatic thrust bearing dengan D2= 16 in.
Di disain agar mampu menahan beban 107.700 lbf. Rekomendasi
ketebalan film h = 0,03 in. Viskositas pelumas yang digunakan =
7,85 x 10-6 reyns.
a. Berapa rekomendasi besanya recess
b. Hitung pressure dan flow rate
c. Hitung kebutuhan pumping power, asumsi = 80 %
d. Hitung DT antara oli kembali ke reservoir dan reservoir itu
sendiri.
e. Hitung bearing stiffness

Solution
a. For optimum stiffness , rekomendasi ukuran recess
R1 = 0.53 R2 = 4.24
b. Supply pressure
Ps =

2 ln(2 1 )
(22 ;12 )

= 946 psi

flow rate
3
Q=
6ln(2 1 )

(0.003)3 (946)
6 7.85x10;6 ln(1.887)

Solution
c. Pumping power

Ep =

946x2.68
0.8

= 3169 in. Lb/s (0.48 hp)

d. estimasi T , = 0,0307/3 , = 4400in. lb lb:


T =

()

= 8

e. Stiffness
K= 3w/ h = 3(107,700)/ 0.003= 1.08 x 108 lbf/in

Hidrostatik bearing jenis kapiler


Siti Robiatul Adawiyah

Capillary Compensated Hydrostatic Bearing


Elemen penyeimbang mesin menyediakan 2 atau lebih bearing pads yang dihubungkan
ke single pump. Aliran pelumas yang di pompa oleh supply pump menuju pressure
control valve dan kemudian melewati restrictor (pembatas).
Tekanan recess Pr tidak sama dengan aliran tekanan Ps yang keluar dari pompa.
Restrictor untuk jenis Kapiler dan Orifice adalah paling sering digunakan untuk elemen
mesin jenis penyeimbang ini.
Aturan Persamaan :
Mengganti Ps dengan Pr di persamaan 10.4 ke Persamaan 10.6.
Persamaan ini digunakan untuk menentukan distribusi tekanan , menjelaskan capacity
load bearing dan juga flow bearing.
Untuk mementukan Pr dibutuhkan perhitungan aliran yang melewati restrictor.
Pers. Hagan-Poiselleu laju alir di pipa kapiler Qc untuk mengetahui pergeseran (shearing
action) laju fluida dari pelumas bearing tersebut. Nilai Qc ini juga tergantung dari viskositas
pelumas.

Perbedaan tekanan di kapiler mengontrol laju aliran volumetrik


yang mana dalam hal ini konstanta kapiler Kc adalah :

Qc=

10.21

Qc = Volumetric Flowrate
Kc = Capillary Constant
P = Perbedaan tekan yang melewati control kapiler
Dimana :

=
Ps = Feed Pressure yang disupply
dari pompa (psi)
Pr = Recess pressure (psi)

4
=
8
Lc = panjang kapiler
= viskositas kinematis
Rc = jari jari kapiler

Aliran yang melewati kapiler dan di bearing adalah sama sehingga didapat
persamaan :
10.22

Laju alir di bearing = laju alir yang ada di kapiler

Dari pers 10.6 didapat bahwa flow rate menuju bearing adalah :

= 2 3
Mencari C2

2 =

6 ln ( 2)
1

Maka dari itu didapat persamaan :

2 3

= (1

10.23

dari persamaan sebelumnya maka didapat Pressure ratio antara recess


pressure dan supply pressure adalah

2 3 :

10.24

Jadi kapasitas beban yang dapat di terima ( Load-Carrying capacity) adalah

< <

:
3
2

10.25

Stiffness and Optimization


Rumus :

Karena m = Pr/Ps maka :

<
=

*(P )( / P 1)+

3 ( 2)
<

10.27

10.26

Kekakuan dikatakan mencapai optimum jika m = , maka dari itu nilai tekanan
recess dari kapiler adalah :

Pr = 0.5Ps

10.28

Jika mengikuti dari persamaan diatas didapat rumus untuk mencari total load
carrying-capacity dan nilai kekakuan yaitu :
total load carrying-capacity

= 0.5

nilai kekakuan

3
0.5 ( )

10.29

ORIFICE COMPENSATED
BEARINGS
Yuni Sri Naningsih

10.5 ORIFICE - COMPENSATED BEARINGS


Aliran melalui orifice diatur oleh :
Dimana :
Ro = Jari-jari Orifice
CD = Koefisien
CD adalah fungsi dari Re Number
CD ~ 0.3 for Re ~ 2 CD 0.7 ~ for Re ~ 100 and
drop to about CD ~ 0.6 for higher Re values

ORIFICE - COMPENSATED BEARINGS

Stiffness and Optimization


Kekakuan diperoleh menggunakan persamaan :

Ko akan optimal ketika m = 0.586

Dibawah kondisi ini, beban dan kekakuan maksimum adalah :

Orifice-compensated bearing memiliki kekakuan yang relatif


lebih baik daripada kapiler, namun kekakuan jauh lebih sedikit
dibandingkan dengan sistem aliran konstan.

Pertimbangan orifice selain kekakuan adalah temperatur. orifice


juga rentan terhadap kotoran dan kontaminasi dalam pelumas, dan
kemungkinan terjadi lonjakan tekanan, yang dapat menyebabkan
kerusakan pada pelat orifice. kapiler, adalah perangkat yang sangat
sederhana dan murah, tetapi perawatan dilakukan sejak pemilihan
jenis dan kapiler dapat menjadi terlalu panjang.
Gambar 10.8 menunjukkan skematik dari panjang kapiler yang disesuaikan khususnya
untuk aplikasi tersebut.

Prosedur Desain
Untuk Kompensasi
Bantalan
Giovani Anggasta Handoyo
11210017

1.
2.
3.
4.
5.

6.

Ditentukan dimensi dan bebannya kemudian


hitung tekanan reses (pr).
Kecuali ditentukan dalam keadaan sebaliknya,
pilih rasio tekanan m untuk maksimum kekakuan.
Tentukan tekanan masuk, laju aliran dan pilih
pompa yang sesuai.
Gunakan informasi laju aliran dan tentukan
parameter kapiler.
Pilih diameter kapiler yang sesuai dan hitung sesuai
panjang kapiler (lc). Pastikan bahwa (lc) wajar. Pilih
panjang kapiler yang dapat disesuaikan jika
diperlukan.
Hitung jumlah reynolds untuk aliran di kapiler
untuk memastikan bahwa aliran adalah laminar.

Example 10.2

Design a capillary compensated, circular step bearing with the


following specification: W = 40.000 lbf; R2 = 5 in; R1 = 2,5 in; N = 100
rpm; = 7 x 10-6 reyns and the operating film thickness h = 0,003 in.
Take a capillary of radius Rc = 0,03 in.

Solution
Diketahui:
W
= 40.000 lbf
R2
= 5 in
R1
= 2,5 in
N
= 100 rpm

= 7 x 10-6 reyns

= 0,003 in

Rc

= 0,03 in

Ditanya:

Bagaimana merancang
sebuah kapiler kompensasi
tersebut ?

Solution (cont)
Pr

2 2;1
(22 ;12 )

2(40.000) 5;2,5
(52 ;2,52 )

Penyelesaian untuk hasil konstan


kapiler:

Qc= QB
Kc =

2,743
1882,76;941,38

= 941,38 psi
Ps

0,5
941,38
0,5

=1882,76 psi
QB

6(2 1)

0,003 3 (941,38)

6(710;6 )(5 2,5)

= 2,743 in3/s

= 2,914 x 10-3
lc

=
=

4
8

(0,03)4
8(710;6 )(2,91410;3 )

= 15,594 in

Solution (cont)
Umean

,
(,)

= 970,138 in/s
Diketahui, = 0,03 lbm/in2 ; = / = 0,085 in3/s

Maka, Re = Umean D/ = 684,803.


Flow is Laminer

GENERALISASI
TERHADAP
KONFIGURASI
LAINNYA
M. Rizqi Fadjriand
11210001

10.7 GENERALISASI TERHADAP KONFIGURASI LAINNYA


1
1

=
=
=
1

Pressure Factor

FLOW Factor

3
=
12

3
3
=
=
12
12

Power loss Factor

3
12

For a circular step bearing


=

2 ln 2 1
1 2 1

4
1 2 1

8 ln 2 1
1 2 1 2

H
Y
D
R
A
U
L
I
C
L
I
F
T

Dwi Qurningsih (11.21.00.24)

Massive Rotor

Kecepatan
rotasi
terlalu
rendah
Adanya
starting dan
stopping
Frictional
drag dan
keausan
meningkat

How do minimize friction and wear at low speed?


Hydraulic Lift

What is needed?

External pump

Check valve

lift pocket shapes

Relief valve

Attention
Lift for journal bearing

Oil pressure
Oil feed rate
Bearing lift height

Breakaway Pressure

.
..

Dimana:
W
= Total load on bearing (lbf)
D
= bearing bore (in)
n
= The number of pockets along the bottom
centerline of the bearing
AL
= Area of single oil lift pocket
KBA
= dimensionless breakaway parameter
(Parameter ditentukan dengan percobaan, umumnya KBA
= 3)

Flow Rate

2 1; 2
=
6
2;

Dimana :
W
= Total load on bearing (lbf)
C
= radial clearance (in)
R
= bearing bore radius (in)

= eccentricity ratio (1- )/C

= viscosity

Lift Height
= 1

Example 10.3
Problem

Hitunglah breakaway pressure untuk suatu bearing yang


membawa beban sebesar 100000 lbf dengan diameter D= 20
in. Asumsi bahwa ada empat pockets, masing-masing
mempunyai area efektif sebesar 2 in2. Jika rasio eksentris
adalah 0.5, jarak radial 0.01 in, dan viskositas minyak
pelumas 7x10-6 reyns, hitung laju alirannya!

Diketahui

Ditanyakan

D
AL

= 20 in
= 2 in2
= 0.5
= 0.01 in
= 7x10-6 reyns = 7x10-6 lbf/2

a. Pressure breakaway?
b. Flow rate?

Jawab
.

a. = ..

3.100000
=
20.4. 22

= 2651.65
b.

. 2 1; 2
=

6.
2;
(100000).(0.01) 0.01 2 1;0.5 2
=
6.(7x10;6 lbfs/2 )
10
2;0.5
= ( 23809523.81)3 / . (1x 10;6 ) .(0.167)

= 3.97 3 / = 1.03 gal/min


= 1
= (1-0.5)0.01
= 0.005 in

Kesimpulan
A complete lubricant film can be present at even zero sliding speed
due to the external pressurization.
Hydrostatic films usually have thicknes s up to 100 microns.
Large starting friction problems are totally eliminated in hydrostatic
lubrication.
Hydrostatic bearings possess zero static friction and high load capacity
and stiffness

The highest axial bearing stiffness, self-aligning capability and the


minimal flow is obtained with the smallest film thickness.
Hydrostatic bearings assisted by an externally pressurized lubricant
supply are known as hybrid bearings

Gracias