Anda di halaman 1dari 18

ABORTUS

FK UMI
Adven sukses sembiring

Definisi
Menurut Ilmu Kedokteran
Abortus adalah terputusnya suatu kehamilan
dimana fetus belum mampu hidup diluar uterus.
Dimana masa gestasi belum mencapai 28 minggu
dan berat janin kurang dari 500 mg.

Menurut Hukum
Abortus adalah pengguguran kandungan atau
tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan
janin sebelum waktunya kelahiran, tanpa melihat
usia kehamilan.

Jenis Abortus

Abortus Alami ( Natural, Spontaneus)

Abortus
Abortus Buatan ( Provocation )
a. Legal ( medisinalis )
b. Kriminal

Indikasi Pengguguran Kandungan

1. Terapeutik, Jika kehamilan dilanjutkan akan


membahayakan nyawa ibu
2. Eugenik, atas pertimbangan resiko terhadap anak yang
dilahirkan berupa cacat fisik atau mental

3.Humanitarian (Kesejahteraan sosial ), Misalnya pada


kehamilan akibat korban perkosaan
4. sosial, berhubungan dengan kegagalan alat
kontrasepsi, anak terlalu banyak, belum siap menerima
kehadiran anak

Abortus Provokatus
Kriminalis

Abortus Kriminalis adalah tindakan


pengguguran yang sengaja dilakukan
untuk kepentingan si pelaku, orang hamil
dan yang membantu.

Cara Pengguguran
Secara garis besar pengguguran bisa ditempuh melalui satu atau lebih
cara-cara :

1. Kekerasan umum ( General Violence )


- Melompat lompat, skipping, lari, naik kuda,
senggama berlebihan dll.
- Menekan, mmemicit, menekan dengan lutut,
pukulan pada daerah perut.
- Berendam di air panas dan air dingin secara
bergantian.
- Angkat perut, pemijatan kandungan ( biasa oleh
dukun ).

2. Obat obatan atau ramuan


Secara kedokteran dapat dibedakan obat-obatan yang
digunakan untuk menggugurkan kandungan sebagai berikut
a. Ecobolica
membuat kontraksi uterus seperti derivat ergot, kinina, ekstrak
pituitari, estrogen.
b. Emenagoga
Merangsang atau memperlancar haid seperti apiol, minyak
pala, oleum rutae.
c. Obat obat yang meningkatkan sirkulasi darah di daerah penggul
sehigga mempengaruhi uterus seperti ekstrak cantharidium.
d. Obat yang bekerja melalui tractus degistivus seperti pencahar
yang bekerja cepat.
e. Obat obat iritan seperti arsenik, fosforus, mercuri, dll.

3. Kekerasan Lokal

a.
b.
c.
d.

Kekerasan lokal sering menyebabkan kematian ibu,


sebab berbagai komplikasi dapat terjadi akibat :
Perdarahan
Infeksi
Syok
Emboli udara

Pemeriksaan Forensik Abortus Provokatus


Kriminalis
Pemeriksaan pada ibu yang diduga
melakukan aborsi, usaha dokter adalah
mendapatkan tanda-tanda kehamilan dan
usaha pengentian kehamilan serta
menentukan cara pengguguran yang
dilakukan serta sudah berapa lama
melahirkan.

Pemeriksaan Pada Korban Hidup


Pemeriksaan test kehamilan masih bisa dilakukan beberapa
hari sesudah bayi dikeluarkan dari kandungan
Tanda-tanda kehamilan pada wanita dapat ditemukan nyeri
tekan didaerah perut, kongesti pada labia mayor, labia
minor dan serviks.
Tanda tanda ini biasanya tidak mudah dijumpai jika
kehamilan masih muda.

Bila segera sesudah melahirkan mungkin masih


dijumpai sisa plasenta yang pemastiaanya perlu
pemeriksaan histopatologi.
Pemeriksaan pada perineum, genitalia eksternal dan
vagina harus diteliti dengan baik untuk melihat
adanya tanda-tanda luka seperti abrasi, laserasi,
memar, dll.
Kondisi ostium serviks juga harus diamati, dimana
dalam keadaan dilatasi dalam beberapa hari,
besarnya dilatasi tergantung pada ukuran fetus

Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk


mengetahui adanya zat/obat yang dapat
mengakibatkan aborsi
Perlu juga dilakukan pemeriksaan terhadap hasil
usaha penghentian kehamilan dan pemeriksaan
mikroskopis terhadap sisa kehamilan
Pemeriksaan DNA untuk pemastian hubungan ibu
dan janin.

Pemeriksaan Post Partum


Pemeriksaan dilakukan menyeluruh melalui
pemeriksaan luar dan dalam (autopsi).
Pemeriksaan ditunjukan pada :
1) Menentukan perempuan tersebut dalam
keadaan hamil atau tidak. Untuk ini diperiksa :
- payudara secara makroskopis dan mikroskopis
- ovarium, mencari adanya corpus luteum persisten
secara mikroskopis.
Uterus, lihat besarnya uterus, kemungkinan sisa
janin dan secara makroskopis adanya sel-sel
trofoblast dan sel-sel decidua

2) Mencari tanda-tanda kematian cara abortus provocatus


dilakukan
-Mencari tanda-tanda kekerasan lokal seperti memar, luka,
perdarahan pada jalan lahir.
- mencari tanda-tanda infeksi akibat pemakaian alat yang
tidak steril
- menganalisa cairan yang ditemukan dalam vagina / cavum
uteri
3) Menentukan sebab kematian. Apakah karena perdarahan,
infeksi, syok, emboli udara, emboli cairan atau lemak.

THANKYOU