Anda di halaman 1dari 28

Pelecehan Seksual

Disusun oleh:
Devita Kumalasari (P07124110005)
Pramidya Ujiana (P07124110022)

Pengertian
(Menurut Kamus Besar) Pelecehan seksual berarti
suatu bentuk penghinaan atau memandang rendah
seseorang karena hal -hal yang berkenan dengan
seks, jenis kelamin atau aktivitas seksual antara laki
-laki dan perempuan.

lanjutan

Menurut Mboiek, (1992:1) dan Stanko


(1996:56)
pengertian
pelecehan
seksual adalah suatu perbuatan yang
biasanya dilakukan lali -laki dan
ditujukan kepada perempuan dalam
bidang seksual, yang tidak disukai oleh
perempuan sebab ia merasa terhina,
tetapi kalau perbuatan itu ditolak ada
kemungkinan ia menerima akibat
buruk lainnya.

Unsur-Unsur Dalam Pelecehan


Seksual
suatu perbuatan yang
berhubungan dengan seksual,
pada umumnya pelakunya laki -laki dan
korbannya peerempuan
wujud perbuatan berupa fisik dan nonfisik
dan,
tidak ada kesukarelaan.

Pelaku dan Korban


Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis
kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai
agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial.
Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk
mencatat setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi,
waktu, tempat, saksi dan perilaku yang dilakukan yang
dianggap tidak menyenangkan. Serta melaporkannya ke
pihak yang berwenang.
Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat
kejadian ataupun seseorang yang diinformasikan akan
kejadian saat hal tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan
untuk menunjukkan sikap ketidak-senangan akan perilaku
pelecehan.

Kategori Pelecehan Seksual

Ringan, seperti
godaan nakal,
ajakan iseng dan
humor porno

Sedang, seperti
memegang
menyentuh dan
meraba bagian
tubuh tertentu
hingga ajakan
serius untuk
berkencan

Berat, seperti
perbuatan terangterangan dan
memaksa,
penjamahan hingga
percobaan
pemerkosaan.

Berdasarkan Perilakunya
pelecehan verbal adalah dalam bentuk
lisan dan termasuk menggoda yang
dapat menyebabkan ketidak nyamanan
dan menyinggung, bercanda, bertanya,
bercanda atau membuat komentar
sugestif atau suara, atau jawaban yang
secara verbal .
Non-verbal pelecehan yang tidak
dilakukan dengan lisan, tetapi dengan
aktivitas seksual atau keinginan
dinotasikan dengan sinyal tangan, bibir
menjilat atau makan makanan dan
seterusnya.

Lanjutan...
Pelecehan Visual contohnya adalah menutupi
dinding dengan pin-up, kalender, gambar, foto-foto
wanita telanjang dan berpakaian minim atau bahan
lain yang berbasis seks dan surat seks berbasis
menulis.
Pelecehan Psikologis yang merugikan seseorang
secara psikologis kesejahteraan dan termasuk
pengajuan tindakan yang tidak diinginkan korban
dengan ancaman ,mengulang keintiman fisik yang
tidak diinginkan.
Pelecehan fisik termasuk tindakan tidak
menyenangkan seperti menyentuh bagian tubuh
yang intim, menepuk, mencubit, mengelus,
memeluk, mencium, belaian dan kekerasan seksual.

Jenis-Jenis Pelecehan
Seksual
Quid Pro Quo Pelecehan Seksual
Benci Lingkungan Pelecehan
Seksual

Quid Pro Quo Pelecehan Seksual


Dimana terjadi negosiasi antara pelaku dengan korban,
pelaku memberikan iming-iming atau penawaran kepada
koban agar koban mendapatkan apa yang ia inginkan dan
butuhkan.
Pelaku pelecehan ini merupakan orang yang berpengaruh.
Contohnya: manager, guru, dosen, supervisor dll
Conoh kasus: Dalam kasus mahasiswa, penawaran tersebut
untuk membantu menerima nilai yang baik atau
rekomendasi yang menguntungkan dalam pertukaran untuk
bantuan seksual.

Benci Lingkungan Pelecehan Seksual


lingkungan kerja pelecehan seksual Benci, di sisi lain,
terjadi ketika seorang rekan kerja, manajer atau
supervisor di tempat kerja membuat kemajuan seksual
yang tidak diinginkan yang mengganggu kinerja atau
menciptakan
lingkungan
kerja
mengintimidasi,
bermusuhan, atau menyinggung, atau lingkungan belajar
di kasus siswa. Penyelenggaraan melecehkan seksual bisa
verbal, non-verbal, visual atau fisik
Contoh kasus:
Visual seksual melecehkan melakukan di sisi lain bisa
menampilkan kalender seksual sugestif, foto, poster atau
kartun di tempat kerja.

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya


Pelecehan Seksual
Penayangan tulisan dan tontonan pada media
massa.
Rusaknya moral dan sistem nilai yang ada di
masyarakat.
Kurang berperannya agama dalam mencegah
terjadinya pelecehan seksual.
Hukuman bagi pelaku pelecehan belum setimpal,
dan banyak hukum yang memihak dan mempunyai
banyak arti atau celah
Sikap toleran terhadap hal-hal kecil

Tanda Atau Gejala Terkena Pelecehan


Seksual
Balita
Tanda-tanda fisik, antara lain memar pada alat
kelamin atau mulut, iritasi kencing, penyakit kelamin,
dan sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas bisa
merupakan indikasi seks oral.
Tanda perilaku emosional dan sosial, antara lain
sangat takut kepada siapa saja atau pada tempat
tertentu atau orang tertentu, perubahan kelakuan
yang tiba-tiba, gangguan tidur (susah tidur, mimpi
buruk, dan ngompol), menarik diri atau depresi, serta
perkembangan terhambat.

Lanjutan..
Anak usia prasekolah
Tanda fisik: antara lain perilaku regresif, seperti mengisap
jempol, hiperaktif, keluhan somatik seperti sakit kepala
yang terus-menerus, sakit perut, sembelit.
Tanda pada perilaku emosional dan sosial: kelakuan yang
tiba-tiba berubah, anak mengeluh sakit karena perlakuan
seksual.
Tanda pada perilaku seksual: masturbasi berlebihan,
mencium secara seksual, mendesakkan tubuh,
melakukan aktivitas seksual terang-terangan pada
saudara atau teman sebaya, tahu banyak tentang
aktivitas seksual, dan rasa ingin tahu berlebihan tentang
masalah seksual.

Lanjutan...
Anak usia sekolah
Memperlihatkan tanda-tanda di atas serta
perubahan kemampuan belajar, seperti susah
konsentrasi, nilai turun, telat atau bolos, hubungan
dengan teman terganggu, tidak percaya kepada
orang dewasa, depresi, menarik diri, sedih, lesu,
gangguan tidur, mimpi buruk, tak suka disentuh,
serta menghindari hal-hal sekitar buka pakaian.

Lanjutan..
Remaja
Tandanya sama dengan di atas dan kelakuan yang
merusak diri sendiri, pikiran bunuh diri, gangguan
makan, melarikan din, berbagai kenakalan remaja,
penggunaan obat terlarang atau alkohol, kehamilan
dini, melacur, seks di luar nikah, atau kelakuan
seksual lain yang tak biasa.

Dampak Pelecehan Seksual


Stephen J. Sossetti dengan tepat mengatakan
bahwa dampak pelecehan seksual pada anak adalah
membunuh jiwanya
Pelecehan seksual dapat merubah kepribadian anak
seratus delapan puluh derajat
Secara umum dapat membuat trauma dan depresi
kepada korban

Upaya Penanggulangan Masalah


Sadarkan keluarga kita terutama anak-anak untuk
mengenali situasi potensial yang dapat menyeret ke jurang
pelecehan. Yang perlu dilatih adalah, jika ada perasaan
kita mengatakan waspada, maka percayai perasaan itu.
Jangan segan dan sungkan membahas masalah pelecehan
seksual yang muncul yang muncul di pemberitaan media
massa.
Latih diri kita dan anak-anak untuk dapat bersikap tegas
walau mungkin itu bertentangan dengan karakternya.

Hindari tempat-tempat yang rawan, gelap dan sunyi serta


jauh dari keramaian
Hindari penggunaan busana minimalis.
Hindari berduaan dengan seorang yang pernah
melakukan pelecehan seksual terhadap anda.
Hindari peluang berduaan dengan orang yang berkategori
play boy, suka daun muda atau orang yang berperilaku
aneh-aneh.

Yang Harus Dilakukan oleh Wanita


Yang Terkena Pelecehan Seksual
Jangan panik
Buat catatan tentang kejadian pelecehan seksual
yang dialami.
Bicara pada orang lain tentang pelecehan seksual
yang dialami.
Beri pelajaran kepada pelaku
Dekatkan diri dan keimanan kita kepada Yang
Maha Esa
Laporkan pelecehan seksual tersebut karena
pelecehan seksual melanggar hukum.

Perlindungan Hukum
Pasal 289-296 tentang pencabulan
Pasal 295-298 dan pasal 506 tentang penghubungan
pencabulan
Pasal 286-288 tentang persetubuhan dengan wanita di
bawah umur
Pasal 281-283 tentang tindak pidana terhadap kesopanan
Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) no 23 tahun
2003
Undang-undang no 23 tahun 2004 tentang penghapusan
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Any Question
...???