Anda di halaman 1dari 32

KULIAH-4

KEGAGALAN (BREAKDOWN) PADA


MATERIAL ISOLASI GAS

Udara dan gas adalah suatu dielektrik yang


paling mudah ditemukan, yang mana banyak
digunakan sebagai bahan untuk mengisolasi
peralatan listrik tegangan tinggi. Gas-gas yang
biasa digunakan untuk mengisolasi adalah
Nitrogen (N2), Karbondioksida (CO2), Freon
(CCI2F2) dan Sulfur Heksaflorida (SF6). Isolasi
berfungsi untuk memisahkan dua atau lebih
penghantar listrik yg bertegangan, sehingga
antara penghantar-penghantar tersebut tidak
terjadi lompatan listrik (flashover) atau percikan
(sparkover). Hanya gas SF6 yang masih terus
digunakan sejak 1960.

Jenis Gas

Volume Molokul (%)

Nitrogen (N2)

78,084

Oksigen (O2)

20,946

Argon (A)

0,934

Karbon dioksida (CO2)

0,031

Neon (Ne)

1,82x10-3

Helium (He)

5,24x10-4

Methana (CH4)

1,5x10-4

Krypton (Kr)

1,14x10-4

Hydrogen (H2)

5x10-5

Nitrous Oksida (N2O)

3x10-5

Xenon (Xe)

8,7x10-6

Karbon monoksida (CO)

1x10-5

Ozone (O3)

>10-5

Air H2O (rata2)

>1

Udara ideal adalah gas yang hanya terdiri


dari molekul-molekul netral, sehingga
tidak dapat mangalirkan arus listrik.
Tetapi dalam kenyataannya, udara yang
sesungguhnya tidak hanya terdiri dari
molekul-molekul netral saja tetapi ada
sebagian kecil daripadanya berupa ionion dan elektron-elektron bebas, yang
akan mengakibatkan udara dan gas
mengalirkan arus walaupun terbatas.

PROSES DASAR IONISASI (lanjutan)


Kegagalan listrik yang terjadi di udara atau
gas, pertama-tama tergantung dari jumlah
elektron bebas yang ada di udara atau gas
tsb. Proses dasar pelepasan dalam gas yang
bertanggungjawab
dalam
terjadinya
kegagalan adalah: Ionisasi karena benturan
elektron,
ionisasi
karena
cahaya
(fotoionisasi), radiasi UV, Radiasi Kosmik,
medan listrik, korona, ionisasi karena
panas, proses ionisasi kedua dan proses
penggabungan (rekombinasi).

Mekanisme kegagalan gas, yang biasa disebut percikan (spark),


Percikan (spark) biasanya terjadi secara tiba-tiba. Sifat mendasar dari
kegagalan percikan (spark breakdown) adalah bahwa tegangan pada sela
jatuh menurun karena proses yang menghasilkan hantaran (conductivity)
tinggi antara anoda dan katoda.

Pada saat ini dikenal dengan dua mekanisme kegagalan gas, yaitu :
1. Teori/mekanisme Townsend
2. Teori/mekanisme Streamer (Kanal).

Bermacam-macam kondisi fisik dalam gas seperti : tekanan, temperatur


(suhu), sifat dasar elektroda, permukaan alami elektroda dan tersedianya
partikel-partikel penghantar dianggap sebagai dasar yang menentukan
dalam terjadinya proses ionisasi.

Pada proses ionisasi ini elektron yang bebas bertumbukan


dengan molekul gas netral dan mengakibatkan kenaikan
pada elektron baru dan ion positif
Proses dari pelepasan elektron dari molekul gas yang
bersamaan dengan dihasilkannya ion positif merupakan
bentuk dari ionisasi.
Jika energi ( ) meningkat selama dalam pergerakan
tumbukan melebihi potensial ionisasi, (Vi), yang mana energi
hanya menghendaki untuk mengeluarkan elektron dari kulit
atom, maka ionisasi dapat terjadi. Proses ini dapat
digambarkan sebagai :
e- + A

e- + A+ e-

(1)

Dimana A adalah atom, A+ adalah ion positif dan e- adalah


elektron.

Gambar 1. Penetapan studi pelepasan


muatan Townsend

Fenomena penggabungan oleh karena radiasi


atau fotoionisasi melibatkan interaksi antara
zat yang teradiasi.
Proses radiasi yang dapat diserap oleh atom atau
molekul adalah :
1. Eksistansi atom yang menuju ke tingkatan
energi yang lebih besar.
2. Penyerapan
yang berlanjut oleh eksitasi
langsung pada atom atau disosiasi (pemisahan
diri) pada molekul diatomik atau ionisasi
langsung.

Proses bolak-balik terjadi pada saat atom


menyerap radiasi. Proses ini dapat dituliskan
sebagai:
hv + A
A+
dan ionisasi terjadi pada saat :
c.
H = konstanta Planck.
C = kecepatan cahaya,
=panjang gelombang radiasi
Vi = energi ionisasi atom

Dimana Vi dalam elektron volt (eV)

Pada prinsipnya proses ionisasi karena panas (termal) tidak


berbeda dengan proses ionisasi karena benturan dan cahaya.
Proses ini dituliskan sebagai :
Ui (T) + A
Dimana
Ui (T)
A
A+
e-

:
=
=
=
=

A+ + e

energi panas
molekul atau atom gas mula-mula
molekul atau atom yang bebas 1 elektronnya
elektron yang dibebaskan oleh proses ionisasi

Pada umumnya istilah ionisasi termal mencakup hal-hal sbb :


1. Ionisasi terjadi karena benturan antara molekul-molekul atau
atom gas yang bergerak dengan kecepatan tinggi akibat suhu
yang tinggi.
2. Ionisasi karena radiasi panas.
Ionisasi adalah sumber ionisasi utama pada api (flames) dan busur
api bertekanan tinggi.

Proses ionisasi kedua dapat dijelaskan


seperti berikut :
1. Emisi/pemancaran
elektron
karena
dampak ion positif
2. Emisi elektron karena foton
3. Emisi elektron karena atom netral dan
metastabil

Tumbukan dimana elektron-elektron dapat


bergabung ke dalam atom atau molekul dan
terbentuknya ion negatif disebut dengan
penggabungan elektron.
Proses penggabungan elektron bergantung pada energi elektron
tersebut dan kealamian dari gas. Semua gas yang merupakan
isolator listrik,
Seperti: 02, CO2 , Cl2, F2, C3, F8, C4F10, CCl2F2, dan SF6
karakteristik yang berbeda. Proses penggabungan elektron dapat
dituliskan sebagai :

Atom + e- + k

atom ion negatif + (Ea + K)

Proses penggabungan memainkan peranan sangat penting dlm


pergerakan elektron-elektron bebas pada ionisasi gas ketika gangguan
pada busur, dan terjadi dlm pengisolasian gas di switchgear

Pada saat suatu elektron bertumbukkan dengan


partikel netral, ion positif dan elektron terbentuk, ()
dikenal sebagai jumlah elektron yang dihasilkan di
dalam jalur sebuah elektron yang bergerak sepanjang
1 cm searah dengan medan bergantung pada
tekanan gas P dan E/P , yang dikenal sebagai Koefisien
kesatu ionisasi Townsend. Pada jarak dari katoda,
maka jumlah elektron adalah nx.
Dan ini bergerak menuju jarak yang lebih jauh, sehingga dx
memberikan kenaikan elektron (nd).
Untuk rata-rata arus dalam celah, jumlahnya sama dengan
elektron yang bergerak per detik, yaitu:

I = I0 exp (d)
Dimana :
I0 adalah arus awal di katoda

Pada jarak antara elektroda


d
yang semakin besar, angka
persamaan mendekati nol. Dan pada saat jarak kritis d = d, maka :
1 [ exp (d) 1 ] = 0
Untuk harga d < ds , I dianggap sama dengan I0 dan jika sumber
supply eksternal I0 dipindahkan, maka I akan menjadi nol. Jika d=ds,
1 dan arus hanya dibatasi oleh tahanan dari power supply
rangkaian luar. Maka kondisi ini disebut mekanisme kegagalan
Townsend. Mekanisme ini dapat dituliskan sebagai :
d = ds, I
Umumnya, nilai exp(d) adalah besar dan karenanya persamaan di
atas direduksi menjadi :
[ exp (d) 1 ] = 1
Mekanisme Townsend menjelaskan tentang fenomena kegagalan yg
hanya terjadi pada tekanan yang rendah lebih tepatnya untuk P dan d
(tekanan gas dan lebar celah), dan ini bernilai sebesar 1000 torr-cm
ke bawah.

Elektroda tegangan tinggi dihubungkan


dengan sumber tegangan tinggi D.C
yang memiliki besaran (antara 2 - 10
kVA). Sedangkan elektroda tegangan
rendah terdiri atas sebuah elektroda
pokok dan sebuah elektroda pelindung.
Elektroda pokok dihubungkan dengan
tanah (ground) melalui tahanan tinggi
pada
amplifier
electrometer
yang
memiliki input tahanan sebesar 109
sampai 1013 ohms

Gambar 2
Pengaturan percobaan untuk pengukuran koefisien ionisasi dan (sumber:
M.S Naedu K. 1985)

salah satu proses yang berpengaruh besar dalam


kegagalan dalam gas adalah penggabungan
elektron, dimana elektron-elektron bebas dapat
melekat pada atom netral atau molekul dan akan
membentuk ion negatif. Karena ion negatif dan
ion positif yang terlalu banyak jumlahnya karena
benturan/tumbukan, maka penggabungan dapat
diwakilkan oleh pergerakan efektif elektron yang
akan menyebabkan kenaikan arus dan kegagalan
terjadi pada tegangan yang rendah

Proses pertemuan dan penggabungan gas yang sering


dijumpai adalah :
1. Penggabungan secara langsung, dimana elektron
langsung dapat melekat dan membentuk ion
negatif.
2. Penggabungan secara disosiasi, dimana molekul
gas terbagi dua kedalam unsur pokok atomatomnya dan atom elektronegatif terbentuk
menjadi ion negatif.
Proses ini dapat dituliskan sebagai :
(a) Proses penggabungan langsung
AB + e
AB
(b) Proses penggabungan dengan disosiasi
AB + e
A+B

Pada bagian sebelumnnya, mekanisme dari


kegagalan percikan dianggap sebagai fungsi dari
proses ionisasi pada kondisi lapangan seragam.
Tapi pada prakteknya, breakdown yang terjadi
disebabkan oleh berubahnya tegangan (tegangan
impuls). Ada perbedaan waktu antara penerapan
dari tegangan yang cukup untuk menyebabkan
breakdown dan kemunculan breakdown itu sendiri.
Perbedaan waktu ini disebut keterlambatan waktu
atau time lag

Tegangan

VS

Tegangan yang jatuh

t
Waktu

Kegagalan pada bagian muka tegangan impuls


(sumber : M.S. Neudu K. 1985)

Tegangan impulas

Sikat
Celah batang
Transformator

Celah bulat

Waktu

Kurva karakteristik lecutan yang menggunakan tegangan impuls


(sumber : M.S. Naedu K. , 1985)

Teori
Streameter
ini
memperkirakan
perkembangan dari sebuah percikan yang
muncul langsung dari sebuah longsoran
tunggal dimana arus dikembangkan oleh
longsoran tersebut, dan merubah bentuk dari
longsoran menjadi pita plasma

Persamaan di bawah ini dikenal sebagai hukum


Paschen:
Breakdown dlm gas:
[exp (d) 1] = 1
dan

Tegangan
breakdown
minimum
untuk
bermacam-macam gas tertera pada Tabel 1.
Tabel 1. Tegangan gagal berbagai gas
Gas

Vs min
(V)

pd at Vs min
(torr-cm)

Air

327

0.567

Argon

137

0.9

H2

273

1.15

Helium

156

4.0

CO2

420

0.51

N2

251

0.67

N2O

418

0.5

O2

450

0.7

SO2

457

0.33

H2S

414

0.6

Post breakdown phenomea adalah sebuah


fenomena setelah kegagalan terjadi. Pada
post breakdown fenomena terdapat dua
buah gejala, yaitu glow dan arc discharge
Fenomena yang terjadi pada daerah CG
adalah post breakdown phenomena , yang
terdiri dari glow discharge (CE) dan arc
discharge (EG).

gas dielektrik yang bagus untuk tegangan


tinggi, mempunyai karakteristik sebagai
berikut:
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Kekuatan dielektrik yang tinggi


Kekuatan termal yang memadai
Tidak mudah terbakar
Temperatur kondensasi yang rendah
mempunyai sifat transfer panas yang bagus
harganya relatif murah

Sulfur hexaflorida (SF6) adalah salah satu jenis gas


yang dapat memenuhi kualifikasi diatas, dan telah
digunakan secara luas sebagai bahan isolator

Keadaan vakum adalah keadaan dimana


tekanan yang terjadi jauh dibawah
tekanan atmosfer
proses kegagalan dalam Vaccum dapat
dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu
a) Mekanisme pertukaran partikel (particle
exchange mechanism)
b) Mekanisme pemanasan anoda
(anode
heating mechanism)
c) Teori Clump

M e k a n i s m e p ert u k a r a n p a r t i k e
lp a d a p e r i s t i w a k e g a g a l a n v a k
um

Mekanisme pemanasan
mikroproyektil di permukaan
katoda