Anda di halaman 1dari 28

PENILAIAN KINERJA

PERAWAT & KUALITAS


PELAYANAN KEPERAWATAN
KELOMPOK 5

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Mutu atau kualitas merupakan pertimbangan faktor keputusan yang
paling mendasar dari seorang pelanggan untuk memakai suatu produk
barang atau jasa.
Suatu nilai mutu berdasarkan atas pengalaman nyata pelanggan
terhadap produk atau jasa pelayanan.
Menurut Donabedian (1980), dalam Wijoyo 1997) bahwa kualitas mutu
pelayanan adalah suatu pelayanan yang diharapkan dapat
meningkatkan atau memaksimalkan kesejahteraan pelanggan atau
pasien.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Azwar (1996) mutu pelayanan kesehatan adalah sesuatu yang menunjuk
pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, dimana pada satu
pihak dapat menimbulkan kepuasan setiap pasien sesuai dengan tingkat
kepuasan rata-rata, serta dipihak lain melalui tata cara penyelenggaraan
sesuai dengan kode etik dan standar profesi yang telah ditetapkan.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Menurut Ovreveit (dalam Ester Saranga, 2000) kualitas dalam jasa kesehatan
terdiri dari :
kualitas konsumen (yang berkaitan dengan apakah pelayanan yang
diberikan sesuai dengan yang dikehendaki pasien)
Kualitas professional (yang berkaitan apakah pelayanan yang diberikan
memenuhi kebutuhan pasien sesuai dengan yng didiagnosa oleh para
professional)
kualitas manajemen (yang berkaitan dengan apakah jasa yang diberikan
dilakukan tanpa pemborosan dan kesalahan, pada harga yang
terjangkau, dan memenuhi peraturan-peraturan resmi dan peraturan
lainnya).

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Kualitas atau mutu sebuah pelayanan kesehatan dapat dilihat dari beberapa
sudut pandang/perspektif berikut ini :
Sudut pandang pasien dan masyarakat
Kualitas pelayanan berarti suatu rasa empati, respek dan tanggap akan
kebutuhannnya
Sudut pandang petugas kesehatan
Kualitas pelayanan berarti melakukan segala sesuatu yang tepat untuk
meningkatkan derajat kesehatan pasien dan masyarakat
Sudut pandang manajer atau administrator

Kualitas pelayanan berarti apabila memiliki tenaga profesional yang


berkualitas dan cukup.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Menurut Donabedian, seperti yang disampaikan oleh Wijono 1997, bahwa
pendekatan kualitas pelayanan kesehatan dapat ditinjau dari aspek berikut :
Struktur
Struktur adalah sarana fisik perlengkapan dan peralatan, organisasi dan
manajemen, keuangan, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya
di fasilitas kesehatan.
Proses
Proses adalah semua kegiatan yang dilaksanakan secara profesional oleh
tenaga kesehatan.
Outcomes
Outcomes adalah hasil akhir dari suatu aktifitas kegiatan pelayanan
kesehatan.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Dimensi Kualitas Pelayanan yang dikembangkan oleh Zeithhaml dkk. dapat
digambarkan berikut ini :
a) Tangibles (Bukti langsung/fisik)
b) Reliability (Keterandalan atau kehandalan).

c) Responsiveness (Daya tanggap)


d) Assurance (Jaminan)
e) Empathy (Perhatian/empati)

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KESEHATAN
Tangibility, meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana
komunikasi.
Reliability, yaitu kemampuan perusahan untuk memberikan pelayanan
yang dijanjikan dengan tepat waktu dan memuaskan.
Responsiveness, yaitu kemampuan para staf untuk membantu para
pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
Assurance, mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya
yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan.
Emphaty, mencakup kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi
yang baik dan memahami kebutuhan para pelanggan.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KEPERAWATAN
Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional
yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan, berbentuk
layanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, yang ditujukan kepada
individu, keluarga dan masyarakat baik yang sakit maupun sehat yang
mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Layanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya


kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya
kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup
sehari-hari secara mandiri.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KEPERAWATAN
Pelayanan dan asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien
merupakan bentuk pelayanan profesional yang bertujuan untuk
membantu klien dalam pemulihan dan peningkatan kemampuan dirinya
memalui tindakan pemenuhan kebutuhan klien secara komprehensif dan
berkesinambungan sampai klien mampu untuk melakukan kegiatan
rutinitasnya tanpa bantuan.
Kualitas pelayanan keperawatan adalah sikap profesional perawat yang
memberikan perasaan nyaman serta terlindung pada diri setiap pasien
yang sedang menjalani proses penyembuhan sehingga menimbulkan
perasaan puas pada diri pasien.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KEPERAWATAN
Mutu asuhan
keperawatan.

keperawatan

adalah

kepatuhan

terhadap

standar

praktek

Standar praktek keperawatan ini dikembangkan menjadi dua tipe yaitu :


1. Standar praktek keperawatan yang meliputi :
Perawat mengkaji data kesehatan
Perawat menganalisa data dan menentukan diagnosa keperawatan
Perawat mengembangkan hasil yang diharapkan pasien. Perawat menganalisa data
dan menentukan diagnosis keperawatan
Perawat mengembangkan rencana tindakan keperawatan untuk mencapai hasil
yang diharapkan.
Perawat melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana keperawatan
Perawat mengevaluasi perkembangan pasien menuju pencapaian hasil.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KEPERAWATAN
2. Standar kinerja profesional meliputi :
Perawat mengevaluasi secara sistematis mutu dan keefektifan praktek keperawatan
Perawat mengevaluasi secara sistematis mutu dan keefektifan praktek keperawatan.
Perawat mengevaluasi dirinya dalam praktek keperawatan hubungannya dengan
standar praktek keperawatan.
Perawat menggunakan konsep pengetahuan, ketrampilan dalam
keperawatan.

praktek

Perawat mendukung pengembangan profesionalisasi di antara sesama perawat


Perawat memutuskan dan melakukan tindakan untuk kepentingan pasien dengan
memperhatikan etika sopan santun

Perawat bekerjasama dengan pasien dan tim tenaga kesehatan dalam memberikan
pelayanan keperawatan
Perawat melakukan penelitian dalam praktek keperawatan
Perawat mempertimbangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan keefektifan
biaya dalam pelaksanaan keperawatan.

KONSEP KUALITAS/MUTU PELAYANAN


KEPERAWATAN
Proses peningkatan mutu diperlukan 3 jenis standar yaitu input, proses dan
output.
Standar masukan,
peralatan.
Standar proses,
administrasi dan

contoh

seperti

proses

standar

tenaga,

pelayanan

prasarana,

perawatan,

metoda,

medis,

dan

standar hasil seperti kesembuhan pasien, kematian,lama di rawat dan


kepuasaan pasien.

KONSEP KINERJA
Kinerja berasal dari pengertian performance.
Performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja.
Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan
hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan
berlangsung (Wibowo, 2009).
Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat
dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan
kontribusi pada ekonomi (Armstrong dan Baron, 1998).
Menurut Gibson (1997), secara teoritis ada tiga kelompok variabel yang
mempengaruhi perilaku kerja dan kinerja, yaitu variabel individu, variabel
organisasi dan variabel psikologis.

KONSEP KINERJA
Menurut Notoatmodjo (2000) ada teori yang mengemukakan tentang faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja yang disingkat dengan ACHIEVE yang
artinya
Ability (kemampuan pembawaan)
Capacity (kemampuan yang dapat dikembangkan)
Help (bantuan untuk terwujudnya kinerja)
Incentive (insentif material maupun non material)
Environment (lingkungan tempat kerja karyawan)

Validity (pedoman atau petunjuk dan uraian kerja)


Evaluation (adanya umpan balik hasil kerja)

KONSEP KINERJA
Davis (1985) juga mengatakan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi
pencapaian kinerja seseorang adalah faktor iklim kerja yaitu yang
menyangkut lingkungan yang ada atau yang dihadapi oleh manusia yang
berada dalam suatu organisasi yang mempengaruhi seseorang dalam
melakukan tugas dan pekerjaannya

PENILAIAN KINERJA PERAWAT


Kinerja perawat adalah aktivitas perawat dalam mengimplementasikan
sebaikbaiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya dalam
rangka pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan
dan sasaran unit organisasi.
WHO (2002), pengembangan Manajemen Kinerja merupakan pendekatan
perbaikan proses pada sistem mikro yang mendukung dan meningkatkan
kompetensi klinis perawat dan bidan untuk bekerja secara profesional
dengan memperhatikan etika, tata nilai, dan aspek legal dalam
pelayanan kesehatan.
Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja klinis perawat dan bidan
melalui kejelasan definisi peran dan fungsi perawat atau bidan,
pengembangan profesi, dan pembelajaran bersama.

PENILAIAN KINERJA PERAWAT


Penilaian kinerja merupakan alat yang paling dapat dipercaya oleh
manajer perawat dalam mengontrol sumber daya manusia dan
produktivitasnya.
Proses penilaian kinerja dapat dilakukan secara efektif dalam
mengarahkan perilaku pegawai dalam rangka menghasilkan jasa
keperawatan dalam kualitas dan volume yang tinggi.
Perawat manajer dapat menggunakan proses aprasial kinerja untuk
mengatur arah kerja dalam memilih, melatih, bimbingan perencanaan
karir, serta pemberian penghargaan kepada perawat yang berkompeten.

PENILAIAN KINERJA PERAWAT


Satu ukuran pengawasan yang digunakan oleh manajer perawat guna
mencapai hasil organisasi adalah sistem penilaian pelaksanaan kerja
perawat.
Hal ini berguna untuk membantu kepuasaan perawat dan untuk
memperbaiki pelaksanaan kerja mereka, memberitahu perawat bahwa
kerja mereka kurang memuaskan serta mempromosikan jabatan dan
kenaikan gaji, mengenal pegawai yang memenuhi syarat penugasan
khusus, memperbaiki komunikasi antara atasan dan bawahan serta
menentukan pelatihan dasar untuk pelatihan karyawan yang memerlukan
bimbingan khusus.

KINERJA PERAWAT
Sementara menurut Depkes RI (2000), beberapa hal yang penting tentang
kinerja perawat antara lain :
Kinerja mencerminkan hasil akhir seseorang, yaitu perbandingan antara
target dan tingkat pencapaian
Kinerja berkaitan dengan seluruh tugas-tugas yang diberikan kepada
seseorang
Kinerja diukur dalam waktu tertentu

KINERJA PERAWAT
Terdapat empat dimensi tolak ukur kinerja yaitu :
Kualitas, yaitu; tingkat kesalahan, kerusakan dan kecermatan.
Kuantitas, yaitu; jumlah pekerjaan yang dihasilkan.
Penggunaan waktu dalam bekerja, yaitu; tingkat ketidak hadiran,
keterlambatan, dan waktu kerja efektif/jam kerja hilang.
Kerjasama dengan orang lain dalam bekerja.

PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN KINERJA


PERAWAT
Evaluasi pekerja sebaiknya didasarkan pada standar pelaksanaan kerja
orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati.
Sampel tingkah laku perawat yang cukup representative sebaiknya
diamati dalam rangka evaluasi pelaksanaan kerjanya.
Perawat sebaiknya diberi salinan diskripsi kerjanya, standar pelaksanaan
kerja, dan bentuk evaluasi untuk peninjauan ulang sebelum pertemuan
evaluasi sehingga baik perawat maupun supervisior dapat mendiskusikan
evaluasi dari kerangka kerja yang sama.

PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN KINERJA


PERAWAT
Jika diperlukan, manajer sebaiknya menjelaskan area mana yang akan
diprioritaskan seiring dengan usaha perawat untuk meningkatkan
pelaksanaan kerja
Pertemuan evaluasi sebaiknya menjelaskan area mana yang akan
diprioritaskan seiring dengan usaha perawat untuk meningkatkan
pelaksanaan kerja .
Baik laporan evaluasi maupun pertemuan sebaiknya disusun dengan
terencana sehingga perawat tidak merasa kalau pelaksanaan kerjanya
sedang dianalisa.

PROSES KEGIATAN PENILAIAN KINERJA


PERAWAT
a. Merumuskan tanggung jawab dan tugas yang harus dicapai oleh staf
keperawatan.
b. Menyepakati sasaran kerja dalam bentuk hasil yang harus dicapai oleh
karyawan untuk kurun waktu tertentu dengan penempatan standar profesi
dan tolak ukur yang telah ditetapkan.
c. Melakukan monitoring , koreksi dan memberikan kesempatan serta
bantuan yang diperoleh oleh stafnya.
d. Menilai prestasi kerja staf dengan cara membandingkan prestasi yang
dicapai dengan standar atau tolak ukur yang telah ditetapkan.

e. Memberikan umpan balik kepada staf atau karyawan yang dinilai.

ALAT UKUR KINERJA PERAWAT


Agar efektif alat evaluasi sebaiknya dirancang untuk mengurangi bias,
meningkatkan objektivitas serta menjamin keabsahan dan ketahanan.
Objektivitas yaitu kemampuan untuk mengalihkan diri sendiri secara
emosional dari suatu keadaan untuk mempertimbangkan fakta tanpa
adanya penyimpangan oleh perasaan pribadi.
Keabsahan diartikan sebagai tingkatan alat mengukur pokok isi serta apa
yang harus dikur.
Jenis alat evaluasi pelaksanaan kerja perawat yang umum digunakan ada
lima yaitu laporan bebas, pengurutan yang sederhana, checklist
pelaksanaan kerja, penilaian grafik, dan perbandingan pilihan yang
dibuat.

Standar Instrumen Penilaian Kerja Perawat


Dalam Melakasankan Asuhan
Keperawatan Kepada Klien
Standar I : pengkajian keperawatan
Standar II : diagnosa keperawatan

Standar III : perencanaan keperawatan


Standar IV : implementasi
Standar V : evaluasi keperawatan

MASALAH DALAM PENILAIAN


PELAKSANAAN KERJA
1. Pengaruh haloeffect
2. Pengaruh horn