Anda di halaman 1dari 14

Tumor

Phyllodes

Tumor Phyllodes
Tumor

phyllodes dulu dikenal dengan


Cystosarcoma phyllodes (Johannes Muller, 1838)
Sarcoma = tumor berdaging
Phllo = daun

Epidemiologi & Etiologi


Insidensinya

sekitar 0,3-0,9% dari seluruh


tumor payudara
Phyllodes paling banyak pada wanita usia
40-50 tahun
Etioilogi dari tumor phyllodes sampai
sekarang masih belum jelas apakah berasal
dari fibroadenoma yang sudah ada
sebelumnya atau de novo.

Klasifikasi
Benign
Borderline
Malignant
Histologic
Features

Benign

Borderline

Malignant

Stromal cellular
atypia

Mild

Marked

Marked

Mitotic activity

<4 per 10 hpf

4-9 per 10 hpf

> 10 per hpf

Stroma overgrowth

Absent

Absent

Present

Tumor margins

Circumscribed

Circumscribed or
Infiltrative

Infiltrative

Anamnesa & pemeriksaan fisik


Anamnesa

1.
2.
3.

:
KU : massa keras, batas jelas
Massa kecil besar (cepat)
Metastase : dyspneu, kelelahan, nyeri tulang

Pemeriksaan
1.
2.

Fisik :
Inspeksi : kulit translusen vena terlihat
Palpasi : massa padat keras, batas jelas

Manifestasi Klinis
Tumor

:
Unilateral
Tunggal
Painless
Palpable
Borok
Metastase :
Paru paru (66%)
Tulang (28%)
Otak (9%)
Limfonodi

The characteristics of a malignant phyllodes tumor


include the following :
Tumor

maligna rekuren terlihat lebih agresif


dibandingkan tumor asal
Paru merupakan tempat metastase paling sering,
diikuti oleh tulang, jantung dan hati
Gejala untuk keterlibatan metastatik dapat timbul
mulai dari sesegera beberapa bulan sampai paling
lambat 12 tahun setelah terapi awal
Kebanyakan pasien dengan metastase meninggal
dalam 3 tahun dari terapi awal
Tidak terdapat pengobatan untuk metastase
sistemik yang terjadi
Hitungan kasar 30% pasien dengan tumor filoides
maligna meninggal karena penyakit ini

Pemeriksaan penunjang
Mammografi

: melihat struktur internal

dari payudara
FNAB
: fibroblas fusiformis reguler
dalam stroma
USG
: untuk membedakan
tumor solid dengan kista

penatalaksanaan
Tindakan Pembedahan
Lumpektomi (Pembuangan sederhana benjolan
tumor).
Mastektomi radikal yang dimodifikasi
Mastektomi total (sederhana)
Mastektomi radikal
Tindakan Non Pembedahan
Kemoterapi
Radioterapi
Terapi hormon dan endokrin
Rehabilitasi fisik dan psikis

Pencegahan
SADARI

(Pemeriksaan Payudara Sendiri)


kematian oleh kanker payudara lebih
sedikit pada wanita yang melakukan
pemeriksaan SADARI dibandingkan yang
tidak.

Rekurensi
Rekurensi

lokal dapat terjadi pada 28-50%

kasus.
Faktor yang paling berperan dalam
terjadinya rekurensi adalah batas bebas
reseksi tumor yang kurang dari 1-2 cm.