Anda di halaman 1dari 25

Oleh:

Hasna (1102100022)

Pembimbing
dr.leonard kamoli

Identitas

Nama
Umur
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Alamat
Agama
No. RM
Tanggal masuk

: Ny.HT
: 45 tahun
: Perempuan
: IRT
: Jl. Rappokaling Timur
: Islam
: 00-67-34-02
: 26/07/2014

ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA
: Demam
ANAMNESIS TERPIMPIN :
Demam dialami sejak 3 hari sebelum masuk RS, Demam
dirasakan tidak terus menerus. Awalnya pasien merasa
menggigil sebelum terjadinya demam, kemudian berkeringat
banyak pada saat demam menurun. Demam dirasakan
menurun selama 2 hari terhitung dari hari pertama demam
kemudian meningkat kembali, demam turun dengan obat
penurun panas. Pasien juga mengeluh sakit kepala, sakit di
daerah ulu hati dan mual tidak muntah, napsu makan
menurun, badan lemah dan terasa pegal-pegal. Pasien
mengatakan pernah berpergian ke daerah endemik malaria
yaitu Papua. Mimisan tidak ada, gusi berdarah tidak ada,
batuk tidak ada, riwayat batuk berdarah tidak ada, sakit
menelan tidak ada, nyeri ulu hati tidak ada, sesak tidak ada,
bintik merah di badan tidak ada.
BAK : lancar kesan cukup, nyeri tidak ada.
BAB : Biasa

STATUS PRESENT

Sakit Sedang / Gizi cukup / Composmentis GCS


E4V5M6
BB = 57 kg
IMT = 23,42 kg/m2
TB = 156 cm
Tanda vital :
Tekanan Darah : 140/100 mmHg
Nadi
: 104 x/menit
Pernapasan
: 20 x/menit
Suhu
: 38,5oC

PEMERIKSAAN FISIS
Kepala

Ekspresi
: Biasa
Simetris muka
: simetris kiri = kanan
Deformitas
: (-)
Rambut
: Hitam bergelombang
Mata
Eksoptalmus/Enoptalmus
: (-)
Gerakan
: ke segala arah, Dalam batas normal
Kelopak Mata
: edema palpebra (-), ptosis (-)
Konjungtiva
: anemis (-)
Sklera
: ikterus (-)
Kornea
: jernih, transparan
Pupil
: bulat isokor
Telinga
Tophi
: (-)
Pendengaran
: dalam batas normal
Nyeri tekan di prosesus mastoideus : (-)

Hidung
Perdarahan
Sekret
Mulut
Bibir
Lidah
Tonsil
Faring
Gigi geligi
Gusi
Leher
Kelenjar getah bening
Kelenjar gondok
DVS

: (-)
: (-)
:
:
:
:
:

kering (-)
kotor (-), hiperemis (-)
T1 T1, hiperemis (-)
hiperemis (-),
caries (-)
: perdarahan gusi (-)

: tidak ada pembesaran


: tidak ada pembesaran
: R-1 cmH2O

Pembuluh darah
Kaku kuduk
Tumor
Dada
Inspeksi
:
Bentuk
Pembuluh darah
Buah dada
Sela iga
Paru
Palpasi
:
Fremitus raba
Nyeri tekan
Perkusi
:
Paru kiri
Paru kanan

: tidak ada kelainan


: (-)
: (-)

:
:
:
:

normochest, simetris kiri = kanan


tidak ada kelainan
simetris kiri = kanan
dalam batas normal

: simetris kiri=kanan,

: (-)
: sonor
: sonor

Batas paru-hepar
: ICS VI dekstra anterior
Batas paru belakang kanan
: Vertebra Th. IX dekstra
Batas paru belakang kiri : Vertebra Th. X sinistra
Auskultasi :
Bagian Depan
Bunyi pernapasan
:Vesikuler
Bunyi tambahan
: Rh :
Wh :
Bagian Belakang
Bunyi pernapasan
:Vesikuler
Bunyi tambahan
: Rh :
Wh :

Jantung
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
(-)
Perut
Inspeksi
Palpasi

Perkusi
Auskultasi

:
:
:
:

Ictus cordis tidak tampak


Ictus cordis tidak teraba, nyeri tekan (-)
Pekak
Bunyi jantung I/II murni regular, bunyi tambahan

: Datar, ikut gerak napas


: Nyeri tekan (-) MT (-)
Hepar tidak teraba
Limpa tidak teraba
Ginjal tidak teraba
: Tympani
: Peristaltik (+), kesan normal

Alat Kelamin
Tidak dilakukan pemeriksaan
Anus dan Rektum
Tidak dilakukan pemeriksaan
Punggung
Palpasi
: NT (-), MT (-)
Nyeri ketok : (-)
Auskultasi : kesan normal, BP: Vesikuler,
Gerakan
: dalam batas normal
Ekstremitas
Edema (-), Peteki (-)

ASSESMENT :
Febris ec. Malaria tertian dd/ DHF
Dyspepsia fungsional
PLANNING
Pengobatan :
Diet biasa
IVFD RL 32 tpm
Paracetamol 3x500 mg
Domperidone 3x10 mg

Rencana pemeriksaan :
DR
Elektrolit
Dengue NS1
IgM Salmonella
Antibodi malaria

GDS

PROGNOSIS
Quad ad vitam
Quad ad functionam
:
Quad ad sanationam :

: Bonam
Bonam
Bonam

Jenis Pemerikaan

Hematologi Rutin

Item

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

WBC

7.8

4 10

103/ uL

RBC

4.14

4 6

106/uL

HGB

13.5

12 16

g/dl

HCT

39

40 54

MCV

94

80 97

fL

MCH

33

26.5 33.5

Pg

MCHC

35

31.5 35

gr/dl

PLT

76

150 400

103/ uL

RDW-CV

14

10 15

---

MPV

7.7

6.5 11

fL

PDW

12.5

10 18

fL

PCT

0.1

0.15 0.50

NEUT

72.7

52 - 75

103/ uL

LYMPH

18.6

20 40

MONO

5.4

2 8

103/ uL

EO

1.6

1 3

103/ uL

BASO

0.13

0.00 0.10

103/ uL

Jenis Pemerikaan

Item

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

Natrium

132

136 145

mmol/L

Kalium

3.4

3.5 5.1

mmol/L

Klorida

102

97 111

mmol/L

Dengue NS1

Dengue NS1

Negatif

Negatif

---

IgM Salmonella (TF


Semikuanti tatif)

IgM Salmonella
(TF
Semikuantitatif)

Negatif

Negatif

---

Antibodi malaria

Antibodi malaria

P.vivax : positif
(+)

Negatif

---

Elektrolit

ASSESMENT :
Malaria tertiana
PLANNING
Pengobatan :
Diet biasa
IVFD RL 32 tpm
Paracetamol 3x500 mg
Domperidone 3x10 mg
Obat anti malaria (DHP) 1x3, selama 3 hari
Primakuin 1x1, 0.25 mg/kgBB/hari selama 14 hari

Pembahasan

keluhan utama berupa demam sejak 3 hari SMRS,


DD/
demam tifoid,
malaria,
DBD,
ISK,
Imunodefisiensi,
Gejala Klinis :

Gejala menggigil+demam kemudian keringat banyak (klasik pada


malaria)
Demam periodik : muncul pada hari 1, kemudian muncul lagi pada
hari ke 3 setelah demam pertama. ( khas pada meleria vivaks,
matang 48 jam)
Napsu makan menurun, lemas serta nyeri kepala.
Pasien mengaku pernah ke Papua. ( salah 1 indikasi malaria)
Tidak ada batuk dan sesak.
BAB biasa. BAK lancar, kesan cukup.

Tinjauan Pustaka

Penyakit malaria adalah penyakit yang


disebabkan oleh parasit dari genus
Plasmodium yang termasuk golongan protozoa
melalui perantaraan tusukan (gigitan) nyamuk
Anopheles spp.

Epidemiologi

Patogenesis

Masa inkubasi malaria


Plasmodium

Masa Inkubasi (rata-rata)

P. falciparum

9 14 hari (12)

P. vivax

12 17 hari (15)

P. ovale

16 18 hari (17)

P. malariae

18 40 hari (28)

P.knowlesi

10 12 hari (11)

Durasi tidak panas


Plasmodium

Durasi tidak panas

P. falciparum

12

P. vivax

36

P. ovale

36

P. malariae

60

Diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan fisis
Laboratorium

Pem. Mikroskopik
Pem. dengan tes diagnostik cepat (Rapid Diagnostic
Test)
Tes serologi

Pengobatan malaria vivax

Lini pertama

Dosis :

ACT + Primakuin

Dihydroartemisinin = 2 4 mg/kgBB
Piperakuin = 16 32 mg/kgBB
Primakuin = 0,75mg/kgBB (P. falciparum untuk hari I)
Primakuin = 0,25 mg/kgBB (P. vivax selama 14 hari)

Atau

Dosis :
Amodiakuin basa = 10mg/kgBB dan
Artesunat = 4mg/kgBB
Primakuin = 0,75mg/kgBB (P. falciparum untuk hari I)
Primakuin = 0,25 mg/kgBB (P. vivax selama 14 hari)

Lini kedua

Kina + Primakuin