Anda di halaman 1dari 15

KRON

ALNEO LESAG MANGGALA YUDHA


7310030042
I NYOMAN ADITYA
7310030043
3 D3 B Elektro Industri

Motor sinkron adalah motor AC yang bekerja pada kecepatan tetap pada
sistem frekwensi tertentu. Motor ini merupakan motor AC yang dijalankan
pada kecepatan sinkron, tanpa slip. Motor ini memerlukan arus DC untuk
pembangkitan daya dan memiliki torsi awal yang rendah, dan mampu
memperbaiki faktor daya sistem sehingga sering digunakan pada sistem yang
menggunakan banyak listrik.

Kelebihan dari motor sinkron adalah, dapat dioperasikan pada faktor daya
lagging maupun leading, tidak ada slip yang dapat mengakibatkan adanya
rugi-rugi daya sehingga motor sinkron memiliki efisiensi tinggi.
Kelemahan dari motor sinkron adalah torsi awal yang rendah atau bahkan
untuk starting diperlukan bantuan motor.

Motor sinkron pada dasarnya adalah sama dengan generator sinkron, kecuali
arah aliran daya pada motor sinkron merupakan kebalikan dari generator
sinkron. Oleh karena arah aliran daya pada motor sinkron dibalik, maka arah
aliran arus pada stator motor sinkron juga dapat dianggap dibalik. Maka
rangkaian ekuivalen motor sinkron adalah sama dengan rangkaian ekuivalen
generator sinkron, kecuali arah arus Ia dibalik.

Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk


pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang
rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok
untuk penggunaan awal dengan beban rendah,
seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan
generator motor. Motor sinkron mampu untuk
memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering
digunakan pada sistim yang menggunakan banyak
listrik.

Mula-mula lilitan stator pada motor sinkron diberi arus dengan tegangan 3 phase
sehingga akan membangkitkan medan magnet putar. Walaupaun sudah ada medan
magnet putar pada stator, akan tetapi medan magnet tersebut tidak dapat
menginduksi rotor karena adanya perbedaan kecepatan putar antara rotor dan stator.
Agar rotor dapat terinduksi oleh medan magnet stator dan terjadi gaya tarik atau kopel
antara stator dan rotor maka rotor dipicu gerakannya agar dapat berputar mendekati
kecepatan sinkron dari stator.
Beberapa cara untuk menstart motor sinkron agar putarannya mencapai kecepatan
adalah dengan menggunakan motor induksi pembantu kecil yang dipasangkan
sementara pada rotor sampai rotor mencapai kecepatan sinkron. Cara yang kedua
adalah dengan menggunakan lilitan sangkar tupai yang ditanamkan pada muka kutub
motor. Akan tetapi cara yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan
lilitan sangkar tupai yang ditanamkan pada muka kutub rotor. Jadi motor distart seperti
motor induksi dan dipercepat mendekati kepesatan sinkron. Pada saat yang tepat, arus
medan DC dikenakan pada rotor dan motor menuju ke sinkronisme dimana kecepatan
putar rotor sama dengan stator.
Besarnya gaya tarik atau kopel yang dihasilkan oleh motor ketika menuju ke
sinkronisme disebut kopel masuk/ pull in torque. Besarnya kopel tarik yang dihasilkan
oleh motor sinkron bervariasi tergantung dari pemakaian motor tersebut.

Selama periode start, jika rotor diam atau mempunyai kecepatan yang kurang dari
kecepatan sinkron, maka medan magnet putar cepat memotong medan magnet DC dan
menginduksi GGL medan magnet DC. Karena kumparannya memiliki banyak lilitan, maka
GGL induksinya pun semakin besar. GGL induksi yang besar ini akan membahayakan motor
karena motor dapat terbakar. Untuk mengatasinya dapat diatasi dengan cara menghubungsingkatkan lilitan melalui resistor pengosong medan. Resistor ini dapat dilepas saat motor
mendekati kepesatan sinkronnya.
Motor sinkron berkepesatan rendah yang dilengkapi dengan lilitan sangkar tupai distart
pada tegangan penuh. Sedangkan motor sinkron berkepesatan tinggi distart pada tegangan
tidak penuh dengan menggunakan auto-transformator. Dalam pen-start motor sinkron,
kontaktor saluran memberikan energi pada lilitan stator, kemudian menghubungsingkatkan lilitan magnet melalui resistor pengosong medan selama waktu start dan akan
membuka setelah motor mendekati kepesatan sinkron. Setelah motor mempercepat
sampai 95% dari kepesatan sinkronnya, penyinkron dalam pen-start memberi energi pada
medan motor. Alat pelindung pada pen-start motor sinkron akan memutus catu daya jika
lilitan sangkar tupai menjadi panas karena waktu penstartan yang terlalu lama dan jika
motor harus dikeluarkan dari sinkronisme dan terus berjalan sebagai motor induksi.
Setelah terjadi gaya tarik atau kopel antara rotor dan stator maka motor sinkron dapat
berputar. Jika motor stator menerima beban berlebih, maka sudut kopel akan semakin
besar dan tidak akan lagi terbentuk kopel atau gaya tarik antara stator dan rotor akibatnya
putaran motor sinkron langsung terhenti.

Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan
harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban.
Selama kondisi tanpa beban (no-load), garis tengah kutub medan putar dan
kutub medan dc berada dalam satu garis. Seiring dengan pembebanan, ada
pergeseran kutub rotor ke belakang, relatif terhadap kutub stator. Tidak ada
perubahan kecepatan. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut
torque

Motor sinkron secara khusus sangat baik digunakan untuk kecepatan rendah.

Kutub yang ditampilkan pada


gambar adalah tipe rotor brush
yang menggunakan cincin slip
untuk aplikasi arus medan DC.

Tegangan rendah DC digunakan


untuk memutar bidang. Tipe
tegangan yang tipikal digunakan
adalah 120 VDC dan 250 VDC.
Cincin slip biasanya terbuat dari
baja untuk umur pemakaian yang
lama.

Kecepatan sinkron bergantung pada (a) frekuensi tegangan dan (b) jumlah kutub
dalam mesin. Dengan kata lain, kecepatan motor sinkron independen dari beban
selama beban dalam kemampuan motor.

Jika beban melebihi torsi maksimum yang dapat dikembangkan oleh motor, motor
berhenti dan torsi rata-rata yang dikembangkan adalah nol.
Kebanyakan motor sinkron memiliki nilai antara 150 kW (200 hp) dan 15 MW
(20,000 hp) dan kecepatan berkisar 150-1.800 r / min. Akibatnya, mesin-mesin ini
digunakan dalam industri berat.
Motor sinkron dibangun di unit besar dibandingkan dengan motor induksi (motor
induksi lebih murah untuk peringkat yang lebih kecil) dan digunakan untuk industri
kecepatan konstan drive

Motor sinkron hanya bekerja pada satu kecepatan saja, yaitu kecepatan sinkronnya, dan
kecepatan ini tergantung pada frekuensi jala-jala. Maka dengan perubahan beban, kecepatan
motor sinkron tidak berubah. Pengaruh perubahan beban pada motor sinkron: hanyalah
perubahan sesaat kecepatan putar dan fase, kemudian akan kembali ke kecepatan dan fase
sinkron. Power faktor (Pf) motor sinkron dipengaruhi oleh pemacunya dan beban motor. Pada
beban tertentu Pf dapat diubah-ubah melalui pemacu. Suatu motor bisa over exited atau
under exited tergantung pemacunya, untuk pemacu yang melebihi normal terjadi pemacu
lebih, sehingga motor akan mengambil arus leading.
Untuk pemacuan yang kurang dari normal motor akan mengambil arus lagging. Pemacuan
dapat pula dibuat sedemikian rupa sehingga motor sinkron bekerja pada Pf = 1. Dalam
keadaan tanpa beban dengan pemacu nol, tetapi bekerja pada kecepatan sinkron, maka arus
jala jala dapat 150 % dari arus rated atau lebih.
Bila arus dc dinaikkan dari nol maka arus input di motor akan berkurang sampai dicapai
keadaan minimum, pada Pf = 1. Di atas titik ini motor akan bekerja pada Pf leading.
Pertambahan selanjutnya pada arus medan akan mengurangi Pf, dan arus jala yang ditarik
motor akan besar untuk mempertahankan daya input yang sama. Bila motor dibebani lebih
kecil dari pada beban penuh, maka untuk suatu harga If, arus input yang diperlukan lebih kecil
dari arus input pada beban. Dengan pengertian pengertian diatas dapat dibuat bentuk umum
watak berbeban motor sinkron.

Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh


persamaan berikut:

Ns = 120 f / P
keterangan:
Ns = kecepatan serempak, dalam rpm
f = frekuensi daya AC (Hz)
P = jumlah kutup per lilitan phase

Pengaturan ketepatan kecepatan membuat synchronous motor sebagai pilihan ideal untuk proses industri
tertentu dan sebagai penggerak utama generator.
Synchronous motor memiliki kecepatan atau karakterisik torsi yang cocok untuk penggerak langsung dari
mesin bertenaga kuda yang besar, beban RPM rendah seperti kompresor maju-mundur.

Synchronous motor beroperasi pada faktor daya yang ditingkatkan, dengan demikian dapat meningkatkan
faktor daya sistem secara keseluruhan dan menghilangkan atau mengurangi utilitas faktor daya. Peningkatan
faktor daya juga mengurangi dropnya tegangan sistem dan dropnya tegangan pada terminal motor.
Daya motor sinkron lebih baik sehingga efisiensi energi sangat besar.
Putaran tidak berkurang meskipun beban bertambah.
Bila terjadi overload, motor akan langsung berhenti sehingga akan lebih aman.
Dapat memperbaiki motor daya.
Dapat beroperasi pada penyetelan arus penguat medan.

Motor sinkron lebih mahal dari motor induksi.


Tidak mampu menstart sendiri.
Tidak praktis bila digunakan sebagai pemutar.

Sesuai dengan namanya proteksi motor ini menggunakan panas sebagai


pembatas arus pada motor. Alat ini sangat banyak dipergunakan saat ini.
Biasanya disebut TOR, Thermis atau overload relay. Cara kerja alat ini adalah
dengan menkonversi arus yang mengalir menjadi panas untuk
mempengaruhi bimetal. Bimetal inilah yang menggerakkan tuas untuk
menghentikan aliran listrik pada motor melalui suatu kontrol motor starter.

ELECTRIC CIRCUIT AND MACHINES 7TH EDITION; Eugene C.


Lister and Robert J. Rusch
ELECTRICAL MACHINES PART TWO; M. Kostenko and L.
Piotrovsky
ELECTRIC MACHINERY 6TH EDITION; A. E. Fitzgerald

Zuhal. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya.


Jakarta. PT Gramedia Pustka Utama. 1995.