Anda di halaman 1dari 33

Sediaan Radiofarmasi

Cohen mendefinisikan sediaan radiofarmasi adalah


senyawa bertanda radioaktif yang disiapkan untuk
digunakan pada tubuh manusia untuk tujuan
diagnosis berdasarkan deteksi radiasi atau terapi
berdasarkan efek fisik radiasi.
Diagnosis menggunakan radiofarmasi dapat
diaplikasikan untuk mempelajari aliran darah ke
otak, fungsi hati, paru-paru,ginjal. Kajian
Radiofarmasi ini ditinjau dari Aspek kimia dan fisika
dapat mendiagnosis adanya penyakit kanker,
benjolan, dan infeksi

Sediaan Radiofarmasi
Diagnosis menggunakan radiofarmasi,
digolongkan pada diagnosis secara noninvasif (dari sudut pandang kedokteran)
sehingga pasien tidak merasa sakit atau
tetap merasa nyaman sementara
kemampuan untuk mengamati fungsi
organ sangat akurat sehingga teknik ini
merupakan cara diagnosis yang cukup
ampuh.

Penggunaan Diagnosa dengan radiasi


Layanan radiologi umumnya dibagi 2 prosedur yaitu
Radiologi diagnosa dan Radiologi Intervensional

1.Radiologi diagnostik adalah cabang ilmu radiologi


yang berhubungan dengan alat-alat radiologi untuk
prosedur diagnosis. Tujuannya mencari tahu
penyakit yang diderita pasien dengan bantuan
pencitraan memakai sinar radiasi radioaktif atau
melalui suara maupun gelombang suara.

Penggunaan Diagnosa dengan radiasi


2. Radiologi intervensional adalah cabang ilmu

radiologi yang berhubungan dengan penggunaan alatalat radiologi untuk melaksanakan diagnosa ataupun
pengobatan yang dibantu dengan pencitraan alat-alat
radiologi. Misalnya pelaksanaan biopsi, pengeluaran
cairan, pelebaran pembuluh darah, pemasukan kateter,
penagnanan myoma, dll.

Penggunaan Diagnosa dengan radiasi


Keuntungan dan kelebihan penggunaan radiologi

intervensi adalah :
1. Resiko rendah
2. Waktu perawatan pendek
3. Hasil maksimal dapat untuk pemasangan stent
4. Bisa Angiografy
5. Bisa Trombolisis

Bentuk Sediaan Radiofarmsi


Umumnya radiofarmasi dengan
menggunakan radionuklida disiapkan sesaat
sebelum diberikan kepada pasien. Agar
lebih praktis dan cepat, radiofarmasi
dipreparasi dari kit radiofarmasi.
Ada keuntungan bagi Rumah Sakit Yang
dekat dengan pusat reaktor atau Pembuatan
Radionuklida, sebaliknya ada kerugian bagi
RS yang jauh dari pusat reaktor.

Bentuk sediaan radiofarmasi


Larutan untuk pemakaian oral , biasanya larutan air,
alkohol atau minyak . Dikemas dalam dosis tunggal,
contoh : N24 , K42 , I131
2. Kapsul gelatin untuk pemakaian oral, Sediaan
dimasukkan pada kapsul dengan pangisi serbuk atau
cairan . Contoh Na2HPO4
3. Larutan Injeksi, Syarat bebas pirogen, steril, isotonis.
Contoh In113 T1/2 = 1,7 jam , dan Tc99 T1/2 = 6 jam
4. Bentuk liofilisasi, sediaan dalam botol sebelum
digunakan harus dilarutkan dengan pelarut yang sesuai,
contoh, model Kit
1.

Kit Radioisotop Sediaan Radiofarmasi


Kit adalah suatu bentuk sediaan yang
mengandung senyawa dan pereaksi dalam
jumlah yang terukur dengan pelarut (kit
basah) atau tanpa pelarut (kit kering) yang
diformulasi sedemikian rupa dan apabila
diperlukan sudah siap pakai untuk sediaan
radiofarmasi tinggal menambahkan larutan
radioisotop.

Kit Sediaan Radiofarmasi


Beberapa kit radiofarmasi hasil penelitian sudah dapat
di gunakan di rumah sakit antara lain:
1. Kit kering dietilen triamin penta acetic acid (DTPA)
untuk penyidik ginjal.
2. Metoksi isobutil isonitril (MIBI) untuk penyidik
jantung
3. Etilen disistein (EC) untuk fungsi ginjal
4. Dietil asetanilida iminodiasetat (HIDA) untuk sidik
sistem hepatobiliari

Kit sediaan Radiofarmasi


Semua kit radiofarmasi tersebut diformulasi untuk
ditandai dengan 99mTechnicium (Tc), suatu
radionuklida yang sangat populer digunakan
untuk tujuan diagnostik. Hal ini disebabkan
99mTc mempunyai sifat fisika dan kimia yang
sangat ideal untuk tujuan pencitraan mengguna
kan kamera karena 99mTc memancarkan sinar ,
umur paro 6 jam, dapat bereaksi dengan
bermacam-macam senyawa dan relatif mudah
untuk mendapatkannya dibandingkan dengan
radionuklida yang lain.

Kit Sediaan Radiofarmasi


Selain itu keuntungan penggunaan 99mTc
adalah proses pemurnian yang sangat
mudah dan dapat dilakukan di tempat
pemakai /rumah sakit karena 99mTc
dapat dipisahkan dari radionuklida
induknya.

Kit Sediaan Radiofarmasi


Kit radiofarmasi umumnya dikemas dalam vial
gelas dengan volume 10 15 mL. Kualitas dari
vial ini mempengaruhi kualitas kit kering,
karena akan berpengaruh kepada kekedapan
penutupan, adsorpsi oleh dinding vial serta
ketahanan terhadap perbedaan tekanan dan
suhu pada saat pengering bekuan (freeze
drying). Vial yang digunakan harus seragam
dalam hal tinggi dan ukuran begitu juga septa
penutup vial, agar pada saat penutupan vial
dengan septa dapat tertutup secara sempurna.

Pemeriksaan sediaan radiofarmasi


Pemeriksan fisika ,
- dimanan concentarsi dinyatakan dengan Curie, mCi, Ci,

atau Bq (Becquerel) .
Kemurnian radioisotop dari hasil samping reaksi
Target sasaran yang tidak murni
Pemeriksaan Kimia , zat radioaktif harus dlm bentuk yang
murni atau telah dilakukan uji kemurnian radiokimia.
KKT
Elektroforesis kertas
KLT
Pemeriksaan Biologi , seperti sterilitas, pirogen, dan waktu
paroh biologis

Aplikasi sediaan Radiofarmasi


1. Aplikasi Diagnostik antar lain :
a. I untuk kelenjer tiroid
b. Radiotracer untuk fungsi hati
c. Pernicious anemia
d. Kadar besi dalam darah
e. Labelling of blood cells
f. Tumor otak
2. Aplikasi terapetik al :
a. Teletherapy unit
b. Internal sources
c. Pengobatan tumor
d. Surface sources

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Radiasi nuklir, seperti halnya panas dan cahaya

yang dipancarkan dari matahari, membawa


(mentransfer) energi yang diteruskan ke bumi
dan atmosfir.
Jadi radiasi nuklir juga membawa atau
mentransfer energi dari sumber radiasi yang
diteruskan ke medium yang menerima radiasi.
Sumber radiasi dapat berasal dari zat
radioaktif, pesawat, sinar X dan lainnya.

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Satuan radiasi ada beberapa macam.
Satuan radiasi ini tergantung pada
kriteria penggunaannya,yaitu:
a. Satuan untuk paparan radiasi
b. Satuan untuk dosis absorbsi medium
c. Satuan untuk dosis ekuivalen
d. Satuan untuk aktivitas sumber radiasi

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Paparan radiasi dengan satuan Rontgen, atau sering disingkat

dengan R saja, adalah suatu satuan yang menunjukkan

besarnya intensitas sinar-X atau sinar gamma yang dapat


menghasilkan ionisasi di udara dalam jumlah tertentu.
Dalam hal ini 1 Rontgen adalah intensitas sinar-X atau sinar

gamma yang dapat menghasilkan ionisasi di udara sebanyak


1,61 x 1015 pasangan ion per kg udara

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Energi yang diperlukan untuk membuat

membuat satu pasangan ion di udara adalah


5,4 x 10-18 J/kg udara
Oleh karena itu 1 Rontgen dapat dikonversikan

1 R = 1,6515 x 5,4 x 10-18 J/kg udara


= 8,69 x 10-3 J/kg udara
= 0,000869 J/Kg Udara

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Satuan Rontgen penggunaannya terbatas untuk

mengetahui besarnya paparan radiasi sinar-X atau


sinar Gamma di udara.
Satuan Rontgen belum bisa digunakan untuk

mengetahui besarnya paparan yang diterima oleh

suatu medium, khususnya oleh jaringan kulit


manusia.

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Dosis Serap (Rad)
Radiasi pengion yang mengenai medium akan menyerahkan

energinya kepada medium. Dalam hal ini medium menyerap

radiasi.

Untuk mengetahui banyaknya radiasi yang terserap oleh


suatu medium digunakan satuan dosis radiasi terserap atau
Radiation Absorbed Dose yang disingkat Rad. Jadi dosis absorbsi
merupakan ukuran banyaknya energi yang diberikan oleh radiasi
pengion kepada medium.

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Dosis absorbsi sebesar 1 Rad sama dengan energi yang
diberikan kepada medium sebesar 0,01 Joule/kg. Bila
dikaitkan dengan radiasi paparan maka akan diperoleh
hubungan antara Rontgen (R) dan Rad sebagai berikut :
Kalau 1 R = 0,00869 Joule/kg. udara, maka 1 R akan
memberikan dosis absorbsi sebesar 0,00869/0,01 Rad atau
sama dengan 0,869 Rad. Jadi 1 R = 0,869 Rad.
Bila medium yang dikenai radiasi adalah jaringan kulit
manusia, harga 1 R = 0,0096 Joule/kg. jaringan, sehingga 1
R akan memberikan dosis absorbsi pada jaringan kulit
sebesar 0,0096/0,01 Rad = 0,96. Jadi dosis serap untuk
jaringan kulit dengan paparan radiasi sebesar 1 R = 0,96
Rad.

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Kedua harga konversi dari Rontgen ke Rad tersebut diatas
tidak begitu besar perbedaannya, sehingga dalam beberapa
hal dianggap sama. Untuk keperluan praktis dan agar lebih
mudah mengingatnya seringkali dianggap bahwa :
1 R = 1 Rad.
Dalam satuan SI, satuan dosis radiasi serap disebut dengan
Gray yang disingkat Gy. Dalam hal ini 1 Gy sama dengan
energi yang diberikan kepada medium sebesar 1 Joule/kg.
Dengan demikian maka :
1 Gy = 100 Rad
Sedangkan hubungan antara Rontgen dengan Gray adalah :
1R = 0,00869 Gy

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Dosis Serap (Rad)
Radiasi pengion yang mengenai medium akan menyerahkan
energinya kepada medium (menyerap radiasi)
Untuk mengetahui banyaknya radiasi yang terserap oleh suatu
medium digunakan satuan dosis radiasi terserap atau Radiation
Absorbed Dose yang disingkat Rad. Jadi dosis absorbsi merupakan
ukuran banyaknya energi yang diberikan oleh radiasi pengion
kepada medium.
Dosis absorbsi sebesar 1 Rad sama dengan energi yang diberikan
kepada medium sebesar 0,01 Joule/kg. Bila dikaitkan dengan
radiasi paparan maka akan diperoleh hubungan antara Rontgen (R)
dan Rad sebagai berikut :
Kalau 1 R = 0,00869 Joule/kg. udara, maka 1 R akan memberikan
dosis absorbsi sebesar 0,00869/0,01 Rad atau sama dengan 0,869
Rad. Jadi 1 R = 0,69 Rad

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Bila medium yang dikenai radiasi adalah jaringan kulit manusia,
harga 1 R = 0,0096 Joule/kg. jaringan, sehingga 1 R akan
memberikan dosis absorbsi pada jaringan kulit sebesar 0,0096/0,01
Rad = 0,96. Jadi dosis serap untuk jaringan kulit dengan paparan
radiasi sebesar 1 R = 0,96 Rad.
Kedua harga konversi dari Rontgen ke Rad tersebut diatas tidak
begitu besar perbedaannya, sehingga dalam beberapa hal dianggap
sama. Untuk keperluan praktis dan agar lebih mudah mengingatnya
seringkali dianggap bahwa 1 R = 1 Rad.
Dalam satuan SI, satuan dosis radiasi serap disebut dengan Gray
yang disingkat Gy. Dalam hal ini 1 Gy sama dengan energi yang
diberikan kepada medium sebesar 1 Joule/kg. Dengan demikian
maka : 1 Gy = 100 Rad
Sedangkan hubungan antara Rontgen dengan Gray adalah :
1R = 0,00869 Gy.

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Dosis Ekuivalen (Rem)

Satuan untuk dosis ekuivalen lebih banyak digunakan


berkaitan dengan pengaruh radiasi terhadap tubuh
manusia atau sistem biologis lainnya. Dalam hal ini tingkat
kerusakan sistem biologis yang mungkin ditimbulkan oleh
suatu radiasi tidak hanya tergantung pada dosis serapnya
saja (Rad) akan tetapi tergantung juga pada jenis
radiasinya.
Sebagai contoh, kerusakan sistem biologis yang disebabkan
oleh radiasi neutron cepat sebesar 0,01 Gy (1Rad) akan sama
dengan yang diakibatkan oleh radiasi sinar Gamma sebesar
0,1 Gy (10 Rad).

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Dua harga dosis serap yang berlainan yang berasal dari

dua jenis radiasi, namun mengakibatkan kerusakan yang


sama perlu diperhatikan dalam menghitung besarnya
dosis ekuivalen. Dalam hal ini ada suatu faktor yang ikut
menentukan perhitungan dosis ekuivalen, yaitu yang
dinamakan dengan Quality Factor atau disingkat Q, yaitu
suatu bilangan (faktor) yang tergantung pada jenis
radiasinya.

Dosis sediaan radiofarmasi


Dosis ekuivalen ini semula berasal dari pengertian

Rontgen equivalen of man atau disingkat dengan Rem


yang kemudian menjadi nama satuan untuk dosis
ekuivalen. Hubungan antara dosis ekuivalen dengan dosis
absobrsi dan quality factor adalah sebagai berikut :
Dosis ekuivalen (Rem) = Dosis serap (Rad) X Q
Sedangkan dalam satuan SI, dosis ekuivalen mempunyai
satuan Sievert yang disingkat dengan Sv. Hubungan
antara Sievert dengan Gray dan Quality adalah sebagai
berikut :
Dosis ekuivalen (Sv) = Dosis serap (Gy) X Q X N

Dosis Sediaan Radiofarmasi


Dalam persamaan tersebut di atas harga N adalah faktor

modifikasi yang juga merupakan faktor koreksi terhadap


adanya laju dosis serap dan lain sebagainya. Pada saat ini harga
N menurut International Commision on Radiation Protection
(ICRP) mendekati 1, sehingga persamaannya menjadi :
Dosis ekuivalen (Sv) = Dosis serap (Gy) X Q
Berdasarkan perhitungan 1 Gy = 100 Rad, maka 1 Sv = 100 Rem.
Harga quality factor (Q) ditentukan oleh kemampuan jenis
radiasi dalam mengionisasikan zarah yang ada pada jaringan
kulit. Sebagai contoh, radiasi alpha mampu menghasilkan 1 jt
pasangan ion untuk setiap milimeter panjang lintasan pada
jaringan kulit. Harga Q untuk radiasi Gamma, dan juga untuk
sinar-X adalah 1, sedangkan harga Q untuk jenis radiasi
lainnya adalah sebagai berikut :

Aktivitas radioisotop
JENIS RADIASI
Gamma, Beta dan Sinar X

HARGA Q
1

Neutron Thermal

2,3

Neutron Cepat dan Proton

10

Alpha

20

Aktivitas radioisotop
Aktivitas Radiasi (Curie)

Pancaran radiasi sifatnya sama dengan pancaran cahaya


yaitu menyebar ke segala arah. Oleh karena itu banyaknya
partikel yang dipancarkan per satuan waktu dari suatu sumber
radiasi merupakan ukuran intensitas atau aktivitas suatu sumber
radiasi. Banyaknya partikel yang dipancarkan per satuan waktu
sering juga dinamakan dengan peluruhan per satuan waktu.
Apabila suatu sumber radiasi memancarkan 1 partikel per detik
maka aktivitas sumber radiasi tersebut adalah 1 Bacquerel. Nama
Bacquerel dipakai sebagai satuan untuk iaktivitas sumber radiasi,
disingkat menjadi Bq.

Dengan demikian maka :

1 Becquerel (Bq) = 1 peluruhan per detik


Satuan Becquerel (Bq) ini dipakai dalam satuan SI sejak
tahun 1976. Sebelum itu satuan untuk intensitas suatu
sumber radiasi menggunakan satuan Curie atau disingkat
Ci. Satu Curie didenifinisikan sebagai :
1 Curie = 3.7 x 1010 per detik

Aktivitas radioisotop
Hubungan antara satuan Bacquerel dan satuan Curie adalah

sebagai berikut :
1 Curie = 3,7 x 1010 Becquerel (Bq)
atau :
1 Bequerel (Bq) = 27,027 X 1012 Curie (Ci)
Kedua satuan aktivitas radiasi tersebut, Curie dan Bequerel,
sampai saat ini masih tetap dipakai

Terima kasih