Anda di halaman 1dari 44

PERENCANAAN BANDARA

(RC-14 : 1373)

RUNWAY

Yang harus diperhatikan dalam perencanaan


sebuah runway:
Susunan runway
Geometrik runway
Arah runway

RUNWAY
Berfungsi sebagai tempat untuk take-off dan
landing pesawat.
Ukuran dan persyaratan runway:
I.C.A.O
F.A.A
Peraturan Dirjen Hubud Kementrian Perhubungan

SUSUNAN RUNWAY
Dasar pemilihan susunan runway:

Untuk menyediakan ruang pemisah antara pesawat dengan pergerakan


pesawat lain dalan sistem lalu lintas udara.
Menjamin paling sedikit terjadinya tundaan dan gangguan pada saat
operasional (landing, taxiing dan takeoff).
Menyediakan jarak terpendek yang paling memungkinkan dari area
terminal ke ujung runway

Susunan dan letak runway:

Satu runway
Dua runway sejajar
Dua runway sejajar dg treshold bergeser
Dua runway berpotongan
Dua runway tidak berpotongan
Tiga runway berpotongan

Susunan
Runway

Don Muang, Thailand

Changi, Singapura
Soekarno-Hatta

Incheon, Korea Selatan

Hongkong

San Fransisco

Heatrow, London

HUBUNGAN AREA TERMINAL DENGAN RUNWAY

Panduan
Pemilihan
Susunan Runway
dari ICAO

VFR : Visual flight rules


IFR : Instrument flight rules

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR :


SKEP/77/VI/2005 TENTANG PERSYARATAN TEKNIS PENGOPERASIAN FASILITAS
TEKNIK BANDAR UDARA

Pengelompokan Bandar Udara dan Golongan Pesawat


Berdasarkan Kode Referensi Bandar Udara

SYARAT-SYARAT GEOMETRIK RUNWAY


Shoulder:

Pada sisi kiri dan kanan runway dengan konstruksi tanpa


perkerasan.
Digunakan bila gerak pesawat tidak normal.
Lebar landing strip minimum 150m, dan panjang 60m lebih
panjang daripada ujung perkerasan runway pada kedua
ujungnya/ujung stopway.
Untuk instrument-runway lebar landing-strip minimum
300m.

Standard Runway Shoulder

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/77/VI/2005 TENTANG


PERSYARATAN TEKNIS PENGOPERASIAN FASILITAS TEKNIK BANDAR UDARA

SYARAT-SYARAT GEOMETRIK RUNWAY


Kemiringan melintang:

Mempunyai kemiringan minimum 0,5%, maksimum 1,5%.


Untuk shoulder sampai jarak 75m dari sumbu runway,
kemiringan maksimum 2,5%, seterusnya kemiringan
maksimum 5%.

45m
150m
300m

Standard Kemiringan Melintang Runway


(Peraturan Dirjenhubud No. SKEP/77/VI/2005)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/77/VI/2005 TENTANG


PERSYARATAN TEKNIS PENGOPERASIAN FASILITAS TEKNIK BANDAR UDARA

SYARAT-SYARAT GEOMETRIK RUNWAY


Kemiringan memanjang & gradien efektif (standar
I.C.A.O):
Kemiringan memanjang:
Code 1 & 2
Kelas 3 & 4

: maksimum 2%
: maksimum 1%

Gradien efektif : maksimum 1%

SYARAT-SYARAT GEOMETRIK RUNWAY


Perubahan kemiringan memanjang:
Syarat I.C.A.O:

1.5 per cent where the code number is 3 or 4; and


2 per cent where the code number is 1 or 2

Syarat F.A.A:

Lapangan terbang kecil:

maksimum 2%;
panjang lengkung vertikal (L) tiap 1% perubahan kemiringan adalah 90m;
dan
jarak antar 2 titik potong (D) = 75(a+b)

Lapangan terbang besar:

maksimum 1,5%;
panjang lengkung vertikal (L) tiap 1% perubahan kemiringan adalah
300m.
jarak antar 2 titik potong (D) = 300(a+b)

SYARAT-SYARAT GEOMETRIK RUNWAY


Perubahan kemiringan memanjang (FAA):

L = 90 x a

a = |(+g1)-(-g2)| = g1 + g2
L = 300 x a
L = 90 x b

Lap. Terbang kecil

b = |(-g2)+(+g3)| = g2 + g3
L = 300 x b

Lap. Terbang besar

Standard Kemiringan Memanjang Runway


(Peraturan Dirjenhubud No. SKEP/77/VI/2005

Perubahan Kemiringan Memanjang Runway

Jarak antara dua perubahan sudut berurutan (D) tidak boleh lebih dari:
a) 45 m; atau
b) Jarak dalam ukuran menggunakan formula : D = k (|S1- S2| + |S2
S3| /100 dimana k (koefisien) adalah :

SYARAT-SYARAT GEOMETRIK RUNWAY


Jarak Pandangan:
Untuk menghindari terjadinya tabrakan antara 2 buah
pesawat pada persilangan runway dengan runway atau
runway dengan taxiway.
I.C.A.O mensyaratkan bahwa tiap 2 titik yang terletak di
atas permukaan runway harus saling kelihatan dari jarak
yang sama dengan panjang runway.

Standard Jarak Pandang Minimum Runway


(Peraturan Dirjenhubud No. SKEP/77/VI/2005

PENENTUAN PANJANG RUNWAY


CARA ANALITIS
Panjang dasar runway tiap jenis pesawat pada kondisi standar
(ketinggian 0m di atas permukaan air laut, suhu 15C, gradien
efektif 0%, tdk ada angin bertiup) dikoreksi terhadap:
Elevasi, besarnya 7% tiap kenaikan 300m di atas permukaan
laut.
Kenaikan eleevasi akan menurunkan tekanan udara, hal ini akan
mengakibatkan gaya angkat pada sayap pesawat akan berkurang,
sehingga pesawat membutuhkan landas pacu yang lebih panjang

Suhu, besarnya 1% tiap kenaikan 1C dari suhu standar.


Suhu udara tinggi menakibatkan kepadatan (density) rendah. Suhu
standar 0 meter di atas permukaan laut = 25O C. Tiap kenaikan 1000m,
suhu udara turun 6,5O C

Gradien efektif, besarnya 10% tiap kenaikan 1% dari gradien


efektif

Contoh:
Panjang dasar landing
= 1700m
Panjang dasar take-off
= 2100m
Elevasi
= +150m
Suhu lapangan
= 24C
Suhu atmosfir stadar pada elevasi +150m adalah 14,025C
Gradien efektif
= 0,5%
Penyelesaian:
Panjang Take-off
Hitung panjang take-off akibat koreksi elevasi (L1):
= 2100+(0,07x150/300x2100)=2175 m
Hitung panjang take-off akibat koreksi terhadap suhu lapangan (L2):
= 2175+(0,01x(24-14,025)x2175)=2392 m
Hitung panjang take-off akibat koreksi terhadap gradien efektif (L3):
= 2392+(10%x0,5%/1%x2392)=2512 m
Panjang Landing
Hitung panjang landing akibat koreksi elevasi (L1):
= 1700+(0,07x150/300x1700)=1760 m
Hitung panjang landing akibat koreksi terhadap suhu lapangan (L2):
= 1760+(0,01x(24-14,025)x1760)=1936 m
Hitung panjang landing akibat koreksi terhadap gradien efektif (L3):
= 1936+(10%x0,5%/1%x1936)=2035 m

Panjang runway seharusnya = 2512 m

PENENTUAN PANJANG RUNWAY


CARA GRAFIS
Panjang runway tergantung pada:
Karakteristik pesawat yang dilayani di suatu bandara
Berat landing dan take-off
Elevasi bandara dari muka air laut
Suhu rata-rata maksimum di bandara
Gradien dari runway
Kurva untuk take-off didasari oleh gradien runway efektif 0%
Gradien runway efektif adalam perbedaan maksimum elevasi garis tengah
runway dibagi dengan panjang runway.
FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan untuk setiap penambahan
1% dari gradien efektif runway, panjang runway bertambah:
20% untuk pesawat jenis piston dan turboprop
10% untuk pesawat turbojet
Khusus untuk runway pada kondisi cuaca basah dan licin, panjang runway
perlu ditambah antara 5.0 9.5% tergantung dari seri pesawatnya.

Contoh dengan grafik:


Jenis pesawat Boeing 727-00
Max. landing weight = 135000 lb
Allowance slippery pavement = 7,0%
Normal max. temperature = 80oF
Airport elevation = 4000 ft
Flight distance = 1000 mil
Takeoff weight = 147500 lb
Effective runway gradient = 0,5%

Panjang runway untuk landing

Gambar 1. Panjang Runway untuk Landing

Panjang runway untuk takeoff

Gambar 2. Panjang Runway untuk Takeoff

Panjang runway untuk landing :


Berdasarkan Gambar 1, panjang runway untuk landing 5650 ft
Koreksi akibat slippery pavement = 7%
> 5650 + 5650 * 7% 6045 ft

Panjang runway untuk takeoff:


Berdasarkan Gambar 2, panjang runway untuk takeoff 9200 ft
Koreksi akibat effective gradient = 0,5%
> 9200 + 9200 *(0,5%/1% * 10%) 9660 ft
note: 10% untuk pesawat turbojet
20% untuk pesawat piston and turboprop
Jadi panjang runway adalah 9660 ft

Penentuan Lebar Runway


Dipengaruhi oleh:
Jarak terluar roda pada main gear pesawat
Jarak antara wing mounted engines dan longitudinal
axis pesawat
Ukuran wing span

Standard Lebar Runway


(Peraturan Dirjenhubud No. SKEP/77/VI/2005

ARAH RUNWAY
Analisa angin penting dalam perencanaan arah runway.
Penyelidikan angin dilakukan minimum selama 5 tahun dan
dicatat:
Arah angin
Kecepatan/kekuatan angin
Lamanya angin bertiup

Ketika landing dan takeoff, pesawat dimungkinkan untuk


manuver di atas runway selama komponen angin bertiup pada
sudut yang sesuai dengan arah perjalanan dan crosswind tidak
terjadi.
Maksimum crosswind yang diijinkan tergantung pada :
Ukuran pesawat
Konfigurasi sayap
Kondisi permukaan perkerasan

ARAH RUNWAY

Apabila nilai crosswind maksimum yang diijinkan telah ditetapkan, maka


arah runway dapat ditentukan dengan mengamati karakteristik angin pada
kondisi-kondisi berikut:
1. Keseluruhan angin yang melingkupi tanpa memperhatikan visibility
atau kondisi berawan mewakili keseluruhan kondisi dari bagus ke
terburuk.
2. Apabila cuaca mendung dengan setinggi 1000 ft dan visibility sejauh
3 mi mewakili cuaca sedang ke buruk
3. Apabila cuaca mendung dengan setinggi 200 - 1000 ft dan visibility
sejauh - 3 mi mewakili cuaca buruk.
Skala angin:
Beaufort Number

Keterangan

Kecepatan (mph)

Calm

01

03

Light breeze

1 12

45

Moderate breeze

13 24

67

Strong breeze

25 38

89

Gale

39 54

10 - 11

Storm

55 75

12

hurricane

> 75

ARAH RUNWAY
Arah dari runway dapat ditentukan melalui analisa
vektor grafis pada sebuah wind rose.

ARAH RUNWAY
Contoh penentuan arah runway:

ARAH RUNWAY
Contoh penentuan arah runway:

Data angin (Wind Rose)

TUGAS
Tentukan arah runway berdasarkan data yang telah
tersedia. (crosswind anda asumsikan sendiri)
Dikerjakan berkelompok, 1 kelompok 2 orang.
Distribusi data angin:
1998
1999
2000
2001

: 1 digit terakhir penjumlahan 1 digit terakhir


anggota kelompok : 1, 2, 3
: 1 digit terakhir penjumlahan 1 digit terakhir
anggota kelompok : 4, 5, 6
: 1 digit terakhir penjumlahan 1 digit terakhir
anggota kelompok : 7, 8
: 1 digit terakhir penjumlahan 1 digit terakhir
anggota kelompok: 9, 0

Dikumpulkan waktu UTS

NRP
NRP
NRP
NRP