Anda di halaman 1dari 22

PENGANTAR ILMU EKONOMI

( MAKRO )

previous next

Pergeseran kurva permintaan


Harga
(Rp/kg)

3000

2000

1000

D0
1

Jumlah barang yang diminta (kg)

D1

Pergeseran kurva permintaan dapat dipengaruhi oleh :


1. Perubahan pendapatan
2. Selera
3. Perkiraan (Expectation)
4. Jumlah konsumen
5. Harga barang lain : - Komplementer
- Subtitusi
Perubahan dari titik A ke B merupakan perubahan jumlah
yang diminta karena harga turun.
Sedangkan pergeseran kurva permintaan dari Do ke D1
disebut perubahan permintaan karena faktor-faktor lain (selain
harga) yang mempengaruhi jumlah yang diminta berubah.

Pergeseran kurva penawaran


Harga
(Rp/kg)
S0

3000

2000

1000

Jumlah barang yang ditawarkan (kg)

S1

Perubahan dari titik A ke B merupakan perubahan jumlah yang


ditawarkan karena harga turun.
Apabila harga suatu barang sangat rendah sehingga tidak
dapat menutup biaya produksi maka tidak ada jumlah barang
yang ingin dijual.
Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang
akan dijual.

Pergeseran kurva penawaran dikarenakan oleh :


1. Teknologi
Penggunaan teknologi baru yang lebih baik akan menurunkan biaya produksi,
kurva bergeser ke kanan bawah
2. Harga faktor produksi
Penurunan harga faktor produksi

biaya produksi rendah


kurva ke kanan bawah

3. Perkiraan (Expectation)

Harga akan turun

produsen jual lebih banyak

kurva ke kanan bawah

4. Banyaknya produsen
Semakin banyak produsen, kurva bergeser kanan bawah
5. Harga barang lain
Subtitusi
Komplementer

penawaran berkuarang
penawaran bertambah

kurva bergeser kiri atas


kurva bergeser kanan bawah

Tolok ukur keberhasilan sebuah perekonomian, antara lain :


Pendapatan nasional
Produk nasional
Tingkat kesempatan kerja
Tingkat harga
Posisi neraca pembayaran luar negeri

Pengertian :
Pendapatan nasional merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima
oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

PENDEKATAN DALAM PENGHITUNGAN GNP


Pendekatan Pengeluaran
Dihitung dengan cara menjumlahkan pengeluaran untuk
membeli barang & jasa akhir oleh konsumen (C), produsen (I),
pemerintah (G) dan sektor luar negeri (X-M)
Investasi : utk membeli barang2 (mesin,rumah dll)yg dihasilkan
pd tahun ttt, tdk termasuk pertukaran barang yang ada.
Bukan investasi berupa pembelian surat
berharga,obligasi,saham dll.
Pengeluaran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk
pembelian barang. Tidak termasuk
sumbangan,pensiunan,transfer pajak
Pembelian barang dari LN (M) maupun pembelian barang oleh
pihak asing (X)
GDP = C + I + G + (X-M)

KONSEP PENDAPATAN NASIONAL


PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan
jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah
suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk
juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang
asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
Y = C+I+G+(X-M)
PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu
tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh
masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri
GNP = GDP + Produk netto terhadap luar negeri

NNP (Net National Product)


NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh
masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan
(depresiasi) dan barang pengganti modal.
NNP = GNP Penyusutan
NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh
masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
NNI = NNP Pajak tidak langsung

Hubungan antara PDB, PNB, dan NI

- Pengeluaran konsumsi RT (C)


- Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (G)
- Investasi (I)
- Ekspor netto (X M)
Jumlah PDB
- Pendapatan neto faktor produksi dari LN
Jumlah PNB
- (dikurangi) Pajak tak langsung
- (dikurangi) Depresiasi (penyusutan)
Pendapatan Nasional (NI)

xxxx
xxxx
xxxx
xxxx
xxxx

xxxx
xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

Penggunaan Produk Domestik Bruto Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku (miliar rupiah)
2010***
Jenis Pengeluaran
(1)
1.

2.

II

III

(2)

(3)

(4)

Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga

865,601.60

891,087.00

936,001.50

a. Makanan

407,721.10

423,076.60

447,008.60

b. Bukan Makanan

457,880.50

468,010.40

488,992.90

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (a+b-c)

99,571.45

134,945.15

147,134.70

a. Belanja Barang

37,725.18

58,428.24

73,008.30

b. Belanja Pegawai + Penyusutan (NTB)

70,438.07

91,964.98

90,435.50

8,591.81

15,448.08

16,309.10

Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto

468,112.87

496,373.60

538,279.46

a. Bangunan

403,200.87

429,252.71

458,413.56

5,833.41

5,876.99

6,105.85

33,480.35

35,512.38

44,864.18

3,346.82

3,523.24

3,651.38

11,640.19

11,580.53

13,893.87

c. Penerimaan Barang dan Jasa

3.

b. Mesin dan Perlengkapan Dalam Negeri


c. Mesin dan Perlengkapan Luar Negeri
d. Alat Angkutan Dalam Negeri
e. Alat Angkutan Luar Negeri

4.

5.

f. Lainnya Dalam Negeri

6,921.97

7,124.75

7,227.45

g. Lainnya Luar Negeri

3,689.26

3,503.00

4,123.17

a. Perubahan Inventori

4,989.29

7,222.99

9,233.27

b. Diskrepansi Statistik 1)

27,443.20

27,024.38

13,934.61

Ekspor Barang dan Jasa

362,228.70

373,705.50

384,093.40

a. Barang

333,159.00

341,149.20

348,154.50

29,069.70

32,556.30

35,938.90

Dikurangi Impor Barang dan Jasa

329,682.40

355,528.30

374,196.80

a. Barang

265,597.30

286,409.00

303,287.10

64,085.10

69,119.30

70,909.70

1,498,264.71

1,574,830.32

1,654,480.14

b. Jasa

6.

b. Jasa

7.

PRODUK DOMESTIK BRUTO

8.

Pendapatan Neto Terhadap Luar Negeri Atas


Faktor Produksi

-43,415.83

-46,213.24

0.00

6,470.07

6,539.30

0.00

b. Pendapatan Ke Luar Negeri

49,885.90

52,752.54

0.00

9.

PRODUK NASIONAL BRUTO

1,454,848.88

1,528,617.08

1,654,480.14

10.

Dikurangi Pajak Tidak Langsung Neto (a-b)

-5,879.15

1,340.39

7,525.30

a. Pajak Tidak Langsung

16,046.99

24,753.10

30,791.80

b. Subsidi

21,926.13

23,412.71

23,266.50

11.

Dikurangi Penyusutan

74,913.24

78,741.52

82,724.01

12.

PENDAPATAN NASIONAL

1,385,814.79

1,448,535.17

1,564,230.83

a. Pendapatan Dari Luar Negeri

Sumber : BPS.go.id

GNP lebih kecil dari GDP dikarenakan produk orang asing di Indonesia nilainya
lebih besar daripada produk orang Indonesia di luar negeri (pendapatan netto
negatif)
Pendekatan Pendapatan
Dilakukan dengan cara menjumlahkan semua pendapatan dari faktor2
produksi dalam perekonomian.
Penggolongan pendapatan yg diterima faktor-faktor produksi:
1. Pendapatan para pekerja: upah/gaji
2. Pendapatan dari usaha perseorangan
3. Pendapatan dari sewa
4. Bunga Netto: jumlah bunga yang dibayar (bunga atas pinjaman
konsumen dan atau bunga atas pinjaman dari pemerintah)
5. Keuntungan perusahaan

GNP = upah + bunga + sewa + keuntungan

Indonesia belum menerapkan metode ini.


Pendapatan Nasional Amerika Serikat, 2008 (milyar $)
Jenis Kegiatan

Nilai

1. Kompensasi bagi pekerja


2. Pendapatan Usaha
Perseorangan
3. Pendapatan dari Sewa
4. Keuntungan perusahaan
perseroan
5. Bunga bersih netto

8.074,9
1.060,6

Persentas
e
65,63
8,62

91,4
1.264,5

0,75
10,28

728,6

5,92

Pendapatan Nasional

12.302,0

100

Sumber : US Department of Commerce

Pendekatan Produksi / Nilai Tambah


Dengan cara menambahkan nilai tambah (value added)
Dilakukan dengan cara menjumlah nilai barang dan jasa yang
dihasilkan oleh masyarakat atau negara dalam 1 tahun.
Penghitungan dengan metode produksi:
1. Menghitung nilai akhir (Final goods) nilai barang yg siap
dikonsumsi oleh konsumen akhir
2. Menghitung nilai tambah (Value added) selisih antara nilai
suatu barang dengan biaya yg dikeluarkan, termasuk nilai
bahan baku yang digunakan.
Final goods = Value added

Tabel Perhitungan Pendapatan Nasional dg Metode Produksi

Hasil
Produsen I
Kapas
Produsen II
Benang
Produsen III Kain
Produsen IV Pakaian Jadi

Nilai Akhir Nilai Tambah


225
225
460
235
840
380
1300
460

Jumlah Nilai Tambah

1300

Tujuan: mengetahui besarnya sumbangan


sektor ekonomi di dalam mewujudkan
pendapatan Nasional

Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha,
2010 (Miliar Rupiah)

No

Lapangan Usaha

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan


Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan
Listrik, Gas & Air Bersih
Konstruksi
Perdagangan, Hotel & Restoran
Pengangkutan dan Komunikasi
Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan
Jasa-jasa
Produk Domestik Bruto

Sumber : BPS.go.id

2010 (I)
239.286,1
165.358,3
381,422.3
381,422.3
150,232.3
210,277.7
93,431.0
107,474.2
139,163.0
1,498,264.7

Kegunaan Data Pendapatan Nasional

Data pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu memberikan


gambaran:
1.
Tingkat kegiatan ekonomi negara yg dicapai dan nilai output
yg diproduksi.
2.
Komposisi dari pembelanjaan agregat
3.
Sumbangan berbagai sektor dalam mewujudkan pendapatan
nasional.
4.
Taraf kemakmuran yang dicapai

Membandingkan data pendapatan nasional dari masa ke


masa akan memberikan gambaran:
1. Menilai prestasi kegiatan ekonomi pendapatan
nasional berkaitan dengan kesempatan kerja.
2. Menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai
3. Memberikan informasi mengenai struktur kegiatan
ekonomi
Pendapatan Nasional dg metode pengeluaran nilai
dan komposisi pembelanjaan agregat.
Pendapatan Nasional dengan metode produksi
peranan berbagai sektor dalam perekonomian.

previous next