Anda di halaman 1dari 24

Nodul Pita Suara

Pembimbing :
dr. Nurlina M. Rauf, Sp. THT-KL
Lydia Marchelina (406138156)
KEPANITRAAN KLINIK RSUD CIAWI PERIODE
15 September 2014 18 Oktober 2014

ANATOMI LARING

FISIOLOGI LARING
Laring mempunyai 3 (tiga) fungsi dasar yaitu fonasi, respirasi
dan proteksi disamping beberapa fungsi lainnya seperti
terlihat pada uraian berikut :
1. Fungsi Fonasi.
2. Fungsi Proteksi.
3. Fungsi Respirasi.
4. Fungsi Sirkulasi.
5. Fungsi Fiksasi.
6. Fungsi Menelan.
7. Fungsi Batuk.
8. Fungsi Ekspektorasi.
9. Fungsi Emosi.

NODUL PITA SUARA

DEFINISI
Nodul pita suara (vocal nodule) biasanya bilateral
dan merupakan pembengkakan kecil (diameter
<3mm) yang jinak pada ujung bebas dan rata-rata
terbentuk pada bagian intermembranosa plika
vokalis.
Terdapat berbagai sinonim klinis untuk nodul pita
suara termasuk screamers nodule, singers nodule,
atau teachers nodule.

ETIOLOGI
Nodul pita suara biasanya disebabkan oleh
penyalahgunaan pemakaian suara (vocal abuse) dalam
waktu lama, berlebihan dan dipaksakan seperti pada
seorang guru, penyanyi, anak-anak dll.

Hal hal yang dapat menyebabkan nodul pita suara di


antaranya :
1. Sorakan
2. sering berbicara atau berbicara yang keras dalam waktu
yang lama
3. batuk sering dan keras untuk membersihkan
tenggorokan
4. penggunaan suara yang tidak biasa atau kuat selama
bermain atau marah,
5. pengguna nada yang terlalu tinggi.
6. Faktor psikologis, infeksi tenggorokan dan paru-paru,
alergi dan GERD (Gastroesophageal Reflux)

PATOFISIOLOGI
Lesi biasanya berasal dari trauma pada mukosa pita suara sewaktu
vibrasi yang berlebihan dan dijumpai adanya daerah penebalan
mukosa yang terletak pada pita suara.
Nodul pita suara ini diawali dengan edem dan vasodilatasi
(prenodular diasthesis).
Nodul yang baru biasanya lunak dan berwarna merah.
Jika trauma atau penyalahgunaan suara ini berlanjut, maka nodul
menjadi lebih matang dan lebih keras karena mengalami fibrosis dan
hialinisasi
Lesi ini dibedakan dengan pita suara normal dengan warnanya yang
pucat keputih putihan, di 1/3 anterior dan 2/3 posterior pita suara
sejati dan biasanya bilateral dan simetris.

GEJALA KLINIS
Awalnya = pasien mengeluhkan suara pecah pada nada
tinggi dan gagal dalam mempertahankan nada
Selanjutnya = pasien menderita serak / parau yang
diperparah dengan penggunaan suara dan sering disertai
dengan rasa tidak nyaman di daerah perilaringeal atau rasa
sakit di tenggorokan pada saat bersuara, terkadang disertai
dengan batuk.
Jika nodul cukup besar, gangguan bernafas adalah gambaran
yang paling umum.

DIAGNOSIS
Gejala klinis dan hasil pemeriksaan laringoskopi, baik tidak langsung dan
langsung.
Pada pemeriksaan laringoskop langsung digunakan endoskopi seperti
laringoskopi serat optic atau video stroboskopi terlihat =
adanya penebalan mukosa pita suara berbentuk fusiform.
tampak bentuk seperti hourglassing dan terlihat celah pada pita
suara di bagian posterior dan anterior pada pemeriksaan stoboscopy
Nodul akut dapat berupa polipoid, merah dan edema.
Nodul kronis pada umunya sebesar kacang hijau atau lebih kecil
berwarna keputihan, bilateral dan simetris . Predileksi nodul terletak
di perbatasn sepertiga anterior pita suara dan dua pertiga posterior
pita suara sejati dan biasanya bilateral.

DIAGNOSIS
Biopsi akan memastikan nodul tersebut bukanlah suatu keganasan,
gambaran patologiknya ialah epitel gepeng berlapis yang mengalami
proliferasi dan disekitarnya terdapat jaringan yang mengalami
kongesti.

DIAGNOSIS BANDING

PENATALAKSANAAN
1. Istirahat suara total
Hal ini adalah penting untuk penanggulagan awal. Dengan istirahat
suara, nodul yang kecil dapat dengan sendirinya dan hilang
seluruhnya. Karena istirahat bersuara merupakan salah satu tekhnik
untuk mengistirahatkan organ-organ pembentuk suara

2. Terapi Berbicara
Terapi berbicara pra dan pasca tindakan adalah utama untuk
memperbaiki traumavokal dan untuk mencegah berulangnya kembali
setelah eksisi pembedahan, selain itu untuk mengubah pola
berbicara yang lebih santai dan memperbaiki teknik berbicara yang
salah.
Terapi bicara digunakan sebagai terapi lini pertama dan utama pada
anak-anak dan dewasa. Dokumentasi dari gambaran nodul di klinik
suara menunjukkan kemajuan terapi dan meningkatkan kepatuhan
terapi bicara

3. Microlaryngoscopy
Hal ini dilakukan jika nodul fibrotic, nodul besar, dan curiga
keganasan. Nodul yang sudah matur juga bisa diangkat dengan laser
CO2, menggunakan teknik shaving. Menurut Benniger, hal ini
dilakukan jika terdapat beberapa keadaan berikut:
oNodul pita suara dicurigai terjadi pada anak, ketidakpatuhan
penderita dalam menjalani pemeriksaan
oPada dewasa, jika ekstirpasi nodul memang diinginkan dan jika
diagnosis masih samar

Nodul bisa dieksisi menggunakan alat-alat microsurgical yang sesuai


atau dengan diuakan menggunakan pulsed CO2 laser.
Pasca tindakan penderita harus istirahat suara total, sekurangkurangnya seminggu, sebaiknya 2 minggu dan sebelum operasi
dilakukan, penderita menjalani terapi bicara selama 6 bulan.

Nodul bisa dieksisi menggunakan alat-alat microsurgical yang sesuai


atau dengan diuakan menggunakan pulsed CO2 laser.
Pasca tindakan penderita harus istirahat suara total, sekurangkurangnya seminggu, sebaiknya 2 minggu dan sebelum operasi
dilakukan, penderita menjalani terapi bicara selama 6 bulan.

PROGNOSA
Prognosa penatalaksanaan nodul pita suara seluruhnya adalah baik.
Penggunaan yang berlebihan secara berlanjut dari suara akan
menyebabkan lesi ini timbul kembali.
Istirahat total berbicara dan terapi berbicara bila ditaati dengan baik
oleh pasien dapat mengurangi ukuran lesi atau bahkan
menghilangkan lesi pada lesi yang masih dini.
Jika kebiasaan yang salah dalam berbicara tidak diubah maka
kesempatan akan tinggi untuk kambuh kembali.

KESIMPULAN
1. Nodul pita suara adalah bentuk laryngitis kronis yang terlokalisir,
ditandai dengan adanya lesi berupa massa kecil jaringan inflamasi
yang terdapat pada pinggir bebas pita suara yaitu pada pertemuan
sepertiga anterior dan dua pertiga posterior pita suara.
2. Penyebab utamanya adalah penggunaan suara yang berlebihan
dalam waktu lama atau penggunaan suara yang tidak benar.
3. Gejala yang timbul berupa suara perubahan suara (dysphagia)
yaitu suara menjadi serak/ parau kadang-kadang dapat disertai
batuk.
4. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan
laringoskop tak langsung dan langsung serta pemeriksaan
histopatologi.
5. Diagnosa banding adalah polip pita suara, reinkes edema dan kista
pita suara.
6. Pengobatan dengan istirahat dan terapi bicara. Pada nodul pita
suara yang tidak dapat disembuhkan dengan terapi bicara
diperlukan operasi.

DAFTAR PUSTAKA
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Roezin A, Adham M. Nodule Pita Suara. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N,


Bashiruddin J, Restuti RD (eds). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung,
Tenggorok, Kepala dan Leher. Edisi ketujuh.Jakarta:FK UI, 2012.h.231236;241-242.
Gleeson MJ, et al (eds.). Scott-Browns Otorhinolaryngology: Head and
Neck Surgery. Volume 2. 7th ed. London: Hodder Arnold, 2008.
Ballenger J. Penyakit Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher Jilid 1.
ed.13. Jakarta: Binarupa Aksara, 1994.
Anil KL. Vocal Cord Nodule in Current Diagnosis and Treatment
Otolaryngology Head & Neck Surgery. 2th ed. New York : The Mc Graw
Hill. 2008.
Thomas R.VDW, Hinrich S. Otolaryngoscopy. 1st ed. New York: Thieme
Medical Publisher, Inc. 2006.
Hollinshead WH. The pharynx and larynx. In: Anatomy for surgeons.
Volume 1: Head and Neck. A Hoeber-Harper International Edition. 1966.
Hajar, Siti, Saragih, Rahman A. Nodul Pita Suara. Majalah kedokteran
Nusantara Volume 38. 2005.

TERIMA KASIH