Anda di halaman 1dari 22

Muhamad Ikhtifaduddin

Arifin Yulian Supardi


Ucha Roswita Sari
Vueshella Adinda Satiti

B.111.11.0189
B.111.11.0195
B.111.11.0206
B.111.11.0210

Teori Portofolio
dan Masalah
Dalam Seleksi
Portofolio

Pengertian
Pengembalian portofolio yang diharapkan dan
tingkat resiko portofolio yang dapat diterima
serta menunjukan cara pembentukan
portofolio yang optimal

Konsep Dasar
Portofolio yang efisien dan optimal
Fungsi kegunaan dan kurva
indiferens
Aktiva beresiko dan aktiva bebas
resiko

Portofolio yang Efisien dan


Optimal
Dalam pembentukan portofolio investor berusaha
memaksimalkan pengembalian yang diharapkan dari
investasi dengan tingkat resiko tertentu yang dapat
diterima portofolio yang efisien
Asumsi wajar adalah investor cenderung
menghindari resiko
Jika memiliki beberapa pilihan portofolio yang efisien
maka yang dipilih portofolio yang paling optimal

MEMILIH PORTOFOLIO DARI AKTIVA BERESIKO


Aktiva beresiko dan aktiva bebas resiko
Aktiva beresiko, merupakan aktiva dimana
pengembalian yang akan diterima di masa depan
bersifat tidak pasti
Aktiva bebas beresiko, merupakan aktiva yang
pengembalian masa depannya dapat diketahui
dengan pasti umum merupakan kewajiban jangka
pendek pemerintah

Fungsi Kegunaan dan Kurva Indiferens


Fungsi kegunaan menyatakan preferensi
(pilihan) dari entitas ekonomi sehubungan
dengan pengembalian dan resiko yang
dihadapi
Fungsi kegunaan dapat dinyatakan dalam
bentuk grafis yaitu kurva indeferens

Kurva Indiferens

Keterangan Kurva Indiferens


u = Tingkat pengembalian yang diharapkan
lebih besar dan memiliki resiko yang lebih
besar dibanding u
Kurva indiferens semakin jauh dari sumbu
horizontal, mewakili tingkat pengembalian
yang lebih tinggi pada setiap tingkat resiko

Divertifikasi Portofolio

MENGUKUR RESIKO PORTOFOLIO


Resiko merupakan kerugian yang
dihadapi
Menurut Prof. Harry Markowitz : Resiko
sebagai varians pengembalian
diharapkan aktiva

Varians Sebagai Alat Ukur Resiko


Varians dari variabel acak adalah ukuran
penyimpangan dari penghasilan ayng mungkin
di sekitar nilai yang diharapkan
Pengembalian aktiva, varians adalah ukuran
penyimpangan penghasilan yang mungkin
bagi tingkat pengembalian di sekitar
pengembalian yang diharapkan

Mengukur Resiko Portofolio Lebih


dari Dua Aktiva
Formula tiga aktiva i, j dan k
var(Rp) = wi2 var(Ri) + wk2 var (Rk) + 2wi wj cov(Ri,Rj)
+ 2wi wk cov(Ri,Rk) + 2wj wk cov(Rj,Rk)
Varians dari pengembalian diharapkan suatu
portofolio adalah jumlah tertimbang aktiva tunggal
dalam portofolio ditambah jumlah tertimbang
tingkat dimana aktiva mengalami perubahan
bersamam-sama

Menggunakan Data Historis Untuk


Memperkirakan Input
Manajer portofolio akan memodifikasi nilai
input jika analisis yang mereka lakukan
menunjukan bahwa kinerja saham tertentu di
masa depan berbeda dengan kinerja di masa
lalu
Pengembalian historis = (harga awal periode
harga akhir periode + deviden kas ) / harga
awal periode

Contoh Kasus
Harga awal periode
Harga akhir periode
Deviden kas dibayar

$ 46.000
$ 53.875
$ 0.25

Pengembalian historis
= (53.875 46.000 + 0.25) / 46.000
= 0,17663
=17,663 %

Capital Maintenance
Investor asing yang datang ke Indonesia dengan
membawa dollar ketika pulang kembali ke negaranya
minimum harus membawa dolar sejumlah yang
sama.
Apabila dollar yang dibawa kembali lebih besar
ketimbang dollar yang dibawa ketika waktu datang,
berarti usahanya beruntung. Akan tetapi, jika jumlah
dollar yang dibawa kembali menurun, berarti
investor itu merugi walaupun dalam laporan laba
rugi (pada mata uang rupiah) menunjukkan sisa laba.

Tahun ke Bunga (%)

Inflasi (%)

Real Return (%)

Purchasing Power (%)

12

12,00

100

12

7,68

82

12

3,70

68

12

12

0,00

57

12

16

-3,44

48

Rumus perhitungan real return :


(1 + R)
---------- --- 1
(1 + i)
di mana :
R
i

= tingkat bunga, yang dalam contoh 12 %


= inflasi, yang dalam contoh adalah dari 0% hingga 16%

Rumus Perhitungan Purchasing power :


MODAL
-----------(1 + i)n
di mana :
i
= inflasi, yang dalam contoh adalah dari 0 %
hingga 16%
n
= masa investasi, yang dalam contoh adalah 5
tahun.
Modal = 100 % atau 1

Penghitungan:
Nominal Return = 0,15 X 1,15 = 0,1725;

0,1725 X 1,15 = 0,1983 dan seterusnya

Apresiasi US$ Tahunan = (4650/2382) 1 = 0,925; (8086/4650) 1 = 0,735 dan seterusnya


Real Return = (1 + 0,1725)
---------------- - 1 = -39,9;
(1 + 0,925)

(1 + 0,1983)
---------------- - 1 = - 30,9 dan seterusnya
(1 + 0,735)

Purchasing Power : 1/(1+ 0925) = 0,262

1/ (1 + 0,735) = 0,191

Misalkan investor asing membawa modal US$ 1 juta pada tahun 1996 dan kemudian
dirupiahkan untuk keperluan operasional dengan kurs @ Rp. 2.382. Return adalah 15% per
tahun.
Jumlah inv US$ 1 juta @ Rp. 2.382

Rp. 2.382.000.000

Modal inv selama 7 tahun menjadi :


(1,15)^7 X 2.382.000.000

Rp. 6.336.167.355
_________________ +

Keuntungan kumulatif selama 7 tahun

Rp. 3.954.167.355

KESIMPULAN
Dalam melakukan investasi portofolio investor harus
memperhatikan siklus ekonomi ketika memutuskan komposisi
dari berbagai instrumen keuangan . mengenali tanda- tanda
awal (leading indicator) sangat penting dalam melakukan
shifting stock untuk mencegah kerugian yang lebih besar atau
untuk meraup untung yang lebih besar daripada terlambat
melakukan shifting stock. Untuk mengurangi risiko investasi
investor perlu melakukan hedging atau divertifikasi lebih
banyak jenis saham. Investor dikatakan beruntung jika dapat
menerima kembali minimal sejumlah nilai modal awal (capital
maintenance).

KESIMPULAN
Portofolio adalah masalah alokasi investasi dan seleksi
saham. Alokasi investasi ditetapkan terlebih dahulu, baru
kemudian dilakukan seleksi saham dengan menggunakan
berbagai metode seperti reward to variability ratio (R/V),
excess return dan alpha. Memilih saham dalam suatu
sektor yang terdiri dari berbagai jenis saham diperlukan
peringkat R/V atau peringkat alpha atau peringkat
appraisal ratio. Semakin besar peringkat positif berarti
semakin baik untuk dibeli dan semakin besar peringkat
negatif berarti semakin besar kesempatan untuk dijual.

DAFTAR PUSTAKA
Anoraga, Pandji. 2001. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi. Jakarta :
Rineka Cipta.
Bodie, Zvi, Alex Kane dan Alan J. Marcus. 2006. Investments. Salemba
Empat: Jakarta.
Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2004. Dasar-dasar Teori Portofolio dan
Analisis Sekuritas. UPP AMP YKPN: Yogyakarta
Samsul, Mohamad. 2006. Pasar Modal & Manajemen Portofolio. Erlangga:
Jakarta.
Sartono, Agus. 2010. Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi. Edisi
Keempat. Yogyakarta : BPFE.
Widoatmodjo, Sawidji. 2009. Pasar Modal Indonesia Pengantar & Studi
Kasus. Ghalia Indonesia: Bogor Selatan