Anda di halaman 1dari 28

REFERAT

KELAINAN KONGENITAL
SALURAN REPRODUKSI

DISUSUN OLEH:
NISRINA KARIMA L
(1102010208)
PEMBIMBING:
DR.HJ. HELIDA ABBAS, SP.OG
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
SMF OBSGYN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
RSUD DR. SLAMET GARUT
2014

PENDAHULUAN
Proses perkembangan organ genitalia perempuan ternyata
cukup kompleks yang melibatkan mekanisme diferensiasi
seluler, migrasi, fusi, dan kanalisasi. Adanya urutan
kejadian yang sangat kompleks dapat mengakibatkan
terjadinya sejumlah kelainan perkembangan organ
genitalia perempuan.
Embriogenesis yang abnor mal dapat menyebabkan
sejumlah cacat genitourinaria sporadik. Cacat yang serius
berbahaya bagi janin dan ibunya. Bahkan cacat ringan
pada ibu dapat meyebabkan peningkatan insiden
keguguran, persalinan kurang bulan, dan kelainan
presentasi janin.

Embriogenesis
Saluran
Reproduksi
Wanita

ANATOMI
SALURAN REPRODUKSI WANITA
Organ Genitalia Ekster na

ANATOMI
SALURAN REPRODUKSI WANITA
Organ Genitalia Inter na

KELAINAN KONGENITAL SALURAN


REPRODUKSI
Penyatuan dua duktus mulleri membentuk dua per tiga
atas vagina, serviks, dan uterus.
Kelompok utama deformitas yang berasal dari tiga
jenis defek embriologis , adalah sbb:

Gangguan
kanalisasi
vagina

Pematangan
unilateral duktus
Mulleri

Tidak terjadinya fusi


duktus Mulleri di garis
tengah atau resorpsi
inkomplit

KELAINAN KONGENITAL SALURAN


REPRODUKSI

American Fertility Society mengklasifikasikannya ke dalam


kelompok dengan karakteristik klinis, prognosis untuk
kehamilan, dan terapi yang serupa.

KELAINAN VAGINA

Agenesis vagina
Agenesis mulleri komplet dengan jumlah kromosom dan
pertumbuhan organ reproduksi yang normal

Androgen insensitivity akibat kurangnya reseptor androgen


pada 46,XY

Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi:


- Non Operative, dengan vaginal dilator
- Operative, yang paling terkenal dengan tehnik
Mc. Indoe

Non
Operative:
Vaginal
Dilator

Operative:
Prosedur
Mc Indo

KELAINAN VAGINA
Obstruksi vagina kongenital
- Hymen imperforata
Terbentuk apabila terjadi kegagalan dalam
perforasi.
Asimptomatis, namun dapat terjadi vagina distensi akibat
menumpuknya cairan (hydrocolpos),
lendir (mucocolpos),
nanah (pyocolpos), atau darah
(hematocolpos) di dalam
vagina .
Penanganan : himinektomi.

KELAINAN VAGINA

Obstruksi vagina kongenital


- Agenesis vagina bagian bawah
Manifestasi klinisnya mirip dengan himen
imperforate.
Penanganannya: vaginoplasty.

KELAINAN VAGINA

Obstruksi vagina kongenital


- Septum vagina transversal
Kadang vagina bagian atas terpisah dari bagian
jalan lahir lainnya oleh sebuah septum
transversal yang berlubang kecil.
Dapat disebabkan akibat pajanan DES.

KELAINAN VAGINA

Abnormalitas Penyatuan Vagina


- Vagina Ganda
Biasanya terjadi pada minggu ke-9 karena
adanya kegagalan fusi duktus Mulleri baik
complete maupun partial
- Septum Vagina Longitudinal
Penanganannnya dapat
dilakukan eksisi.

KELAINAN SERVIKS
Atresia Serviks
Serviks Ganda
Hemiserviks Tunggal
Serviks Septata

MALFORMASI UTERUS
Insiden malformasi ini pada semua wanita adalah
sekitar 0,5%.
Secara keseluruhan, insiden adalah 1 dalam 200angkanya sekitar 1 dari 600 untuk wanita subur dan
1 dari 30 untuk mereka yang infertile.

Faktor predisposisi terjadinya kehilangan kehamilan,


infertilitas, persalinan premature, dan presentasi
abnormal janin. Selain itu juga dapat menyebabkan
kehamilan ektopik, kehamilan kornu rudimenter,
hambatan pertumbuhan janin, disfungsi uterus,
maupun rupture uterus.

ETIOLOGI

Teratogenic
Injury

Herediter

MALFORMASI UTERUS
Uterus Unikornuatus
Uterus Didelfis
Uterus Bikornuatus

Uterus Septata
Uterus Arkuatus
Kelainan Saluran
Reproduksi Akibat DES

MALFORMASI UTERUS
Uterus Unikornuatus
Agenesis atau hypoplasia salah satu dari duktus mulleri,
menyebabkan terjadinya uterus unikornuatus.

Wanita dengan uterus unikornuatus memperlihatkan


peningkatan insiden infertilitas, endometriosis, dan
dismenorea. Kehamilan di dalam kornu rudimenter,
biasanya membahayakan.

MALFORMASI UTERUS

Uterus Unikornuatus

Penanganan pada Uterus dengan Tanduk Rudimenter


Endometrium
fungsional

Dipertimbangkan untuk menghilangkan tanduk jika


tanduk tersebut non-communicating.

Communicating
horn with the
cervix

Intervensi pembedahan dibenarkan, mungkin perlu


dilakukan eksisi.

Tidak ada
endometrium
fungsional dan
noncommunicating
horn

Tidak diperlukan adanya intervensi.

MALFORMASI UTERUS
Uterus Didelfis
Anomali ini dibedakan dari uterus bikornuatus dan septata
oleh adanya non-fusi total serviks dan rongga hemiuterus.

Manfaat intervensi bedah belum terbukti secara ilmiah.


Tehnik bedah yang direkomendasikan untuk menyatukan
uterus adalah metode metroplasti Strassman.

A:
Metroplasty
Jones
B:
Metroplasty
Strassman

C:
Metroplasty
Tompkins

MALFORMASI UTERUS
Uterus Bikornuatus
Terjadi pada 10% dari kelainan duktus mulleri

Akibat dari fusi yang tidak sempurna kornu uterus setinggi


fundus, sehingga terdapat dua kavum uteri yang saling
berhubungan dan satu serviks. Terjadi belahan sagittal
uterus yang dimulai dari luar uterus sampai mencapai
ostium uteri internum pada uterus bikornis kompletus dan
kurang dari itu pada uterus bikornis parsialis.
Intervensi bedah yang dianjurkan adalah metroplasti
Strassman

MALFORMASI UTERUS
Uterus Septata
Akibat dari tidak terjadinya atau penyerapan yang tidak
lengkap septum uterovaginal yang mengikuti penyatuan
duktus mulleri.

Merupakan kelainan kongenital uterus yang paling banyak


(55%)
Septum uterus mengakibatkan keadaan yang paling jelek
dari kelainan duktus mulleri. Angka kejadian abortus
spontan berkisar antara 65% dari semua kehamilan yang
terjadi dengan kelainan ini. Angka persalinan premature
meningkat sampai 21%.

MALFORMASI UTERUS

Uterus Septata

Penanganan pada Uterus Septata


Pendekatan
Hysteroscopic

Microscissors, laser fibers atau resestoscopic loop


adalah pendekatan invasif minimal. Teknik ini dapat
dilakukan dengan laparoskopi ataupun dengan
bimbingan USG transabdominal.

Pendekatan
Transabdominal

Jika reseksi histeroskopi dari septum adalah


mustahil atau tidak lengkap setelah beberapa kali
mencoba, diperlukan pendekatan transabdominal
dengan menggunakan tehnik Jones atau Tompkins
metroplasty.

MALFORMASI UTERUS
Uterus Arkuata
Penyimpangan ringan dari uterus yang berkembang
normal.

Resorbsi hampir lengkap septum uterovaginal mungkin


masih meninggalkan tonjolan di kavum uteri pada daerah
fundus.
Raga dkk., (1997) melaporkan tidak adanya dampak pada
hasil akhir reproduksi.

MALFORMASI UTERUS
Kelainan Saluran Reproduksi akibat DES
DES adalah estrogen aktif sintetik oral yang
diperkenalkan pada tahun 1940 untuk mencegah
kehilangan kehamilan berulang, persalinan prematur, dan
komplikasi lain pada kehamilan.8 Kelainan uterus sering
terjadi pada janin dari perempuan yang mendapatkan
pengobatan dengan DES.

Perempuan dengan penggunaan DES mengalami dua kali


peningkatan kejadian abortus spontan dan sembilan kali
kemungkinan kejadian kehamilan ektopik.

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, Leveno, Bloom Hauth, Roose, dan Spong. Kelainan Saluran Reproduksi. Dalam: Obstetri
Williams Volume 2 Edisi 23. Jakarta: EGC. 2009: 940-959
M. Anwar, A. Baziad, dan R.P. Prabowo. Kelainan Kongenital Pada Sistem Reproduksi dan Masalah
Kelainan Pertumbuhan Seks. Dalam: Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. 2011:146-155
Sarwono Prawirohardjo. Penyakit dan Kelainan Alat Kandungan. Dalam: Ilmu Kebidanan Edisi
Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2010: 753-765
Sulaiman Sastrawinata. Anatomi Alat-Alat Reproduksi Wanita. Dalam Obstetri Fisiologi. Bandung:
Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD. 1983: 47-70
Marc R Laufer. Abnormalities of the Female Genital Tract. Dalam Pediatric Surgery Seventh Edition.
[database on the sciencedirect] 2011: 1591-1609 [cite on july 24, 2014]. Available from:
http://www.sciencedirect.com.ezp.lib.unimelb.edu.au/science/article/pii/B9780323 072557001240#
David E Reichman, Marc R Laufer. Congenital Uterine Anomalies Affecting Reproduction. Sciencedirect
Article. [database on sciencedirect] 2009. [cite on july 24, 2014]. Available from:
http://www.sciencedirect.com.ezp.lib.unimelb.edu.au/science/article/pii/S1521693409001205
Meiling Hua, Anthony O, dkk. Congenital Uterine Anomalies and Adverse Pregnancy Outcomes.
Sciencedirect Research. [database on sciencedirect] 2011. [cite on july 24, 2014]. Available from:
http://www.sciencedirect.com.ezp.lib.unimelb.edu.au/science/article/pii/S0002937811009380
Monica M, Kenji Unno, Lindsey, Takeshi Kurita. The Development of Cervical and Vaginal Adenosis as a
Result of Diethylstilbestrol Exposure in Utero Sciencedirect Article. [database on sciencedirect] 2009.
[cite on july 24, 2014]. Available from:
http://www.sciencedirect.com.ezp.lib.unimelb.edu.au/science/article/pii/S0301468112000722
Grigoris F, Rudi Campo. Congenital Malformations of The Female Genital Tract: The Need for A New
Classification System. Sciencedirect Article. [database on sciencedirect] 2010. [cite on july 24, 2014].
Available from:
http://www.sciencedirect.com.ezp.lib.unimelb.edu.au/science/article/pii/S0015028210003092
Gerard S. Management of Congenital Uterine Abnormalities. Congenital Uterine Anomalies Affecting
Reproduction. Sciencedirect Article. [database on sciencedirect] 20011. [cite on july 24, 2014]. Available
from: http://www.sciencedirect.com.ezp.lib.unimelb.edu.au/science/article/pii/S1472648311001167