Anda di halaman 1dari 13

Veny Martiani

121724030
3C - TPTL

chiller
Fungsi Chiller dalam sistem tata udara adalah mendinginkan
media air, dimana air disinggungkan pada bagian evaporator Chiller.
Air kemudian dialirkan ke AHU (Air HandlingUnit) untuk diambil
dinginnya dan dihembuskan ke ruangan. Pada Chiller terdapat
beberapa parameter yang menunjukkan unjuk kerjanya, antara lain;
suhu air masuk (inlet) ke evaporator dan suhu air keluar (outlet) dari
evaporator, tekanan discharge, serta tekanan suction. Dengan
pembacaan suhu inlet dan outlet maka dapat ketahui kapasitas atau
kemampuan Chiller untuk mendinginkan air.Pembacaan tekanan
discharge dan tekanan suction untuk mengetahui konsumsi
refrigerator padaChiller tersebut dan juga untuk mengetahui apabila
terjadi kekurangan atau kelebihan tekananakibat adanya anomali
tertentu.

Chilled Water
Untuk mendinginkan udara dalam gedung, chiller
tidak langsung mendinginkan udara melainkan
mendinginkan fluida lain (biasanya air) terlebih
dahulu. Setelah air tersebut dingin kemudian air
dialirkan melaui AHU (Air Handling Unit). Di sinilah
terjadi pendinginan udara. Untuk lebih jelasnya lihat
gambar 1.

Chiller dapat dibuat dengan prinsip siklus refrigerasi kompresi

uap atau sistem absorbsi. Dalam tulisan ini yang dibahas


adalah chiller yang menggunakan sistem refrigerasi kompresi
uap. Sistem refrigerasi yang digunakan dalam chiller tidak jauh
berbeda dengan AC biasa, namun perbedaannya adalah
pertukaran kalor pada sistem chiller tidak langsung
mendinginkan
udara.
Pada evaporator terjadi penarikan kalor. Heat Exchanger disini

mungkin berupa pipa yang didalamnya terdapat pipa. Di pipa


yang lebih besar mengalir air sedangkan pipa yang lebih kecil
mengalir refrigeran (bagian evaporator siklus refrigerasi). Untuk
lebih
jelasnya
dapat
dilihat
Gambar
2.

Gambar 2. Penampang Heat


Exchanger Chiller

Di Heat Exchanger tersebut terjadi pertukaran kalor


antara refrigeran yang dengan air. Kalor dari air
ditarik ke refrigeran sehingga setelah melewati Heat
exchanger air menjadi lebih dingin. Air dingin ini
kemudian dialirkan ke AHU (Air Handling Unit) untuk
mendinginkan udara. AHU
terdiri dari Heat
exchanger yang berupa pipa dengan kisi-kisi di mana
terjadi pertukaran kalor antara air dingin dengan
udara.
Air dingin yang telah melewati AHU suhunya menjadi
naik karena mendapatkan kalor dari udara. Setelah
melewati AHU air akan mengalir kembali ke Chiller
(Bagian Evaporator) untuk didinginkan kembali.

Jenis jenis Chiller


Jenis Chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan

kondensornya :
a. Air Cooler
b. Water Cooler

Prinsip kerja dari mesin Water Chiller ini adalah


mendinginkan suatu media yang menghasilkan panas
dengan cara di aliri air yang dingin, sehingga melalui air ini
panas bisa di redam sesuaidengan kemampuan mesin &
temperature yang diharapkan.Air dingin dari mesin Water
Chiller ini di pompa menuju media yang di dinginkan,
seperti MatrasMesin moulding, Transformator, SCR Tig
Welding Dll. setelah melewati Media yang dikehendaki, air
kembali menuju ke bak pendinginan untuk di dinginkan
oleh evaporator. setelah di dinginkan dalam bak oleh
evaporataor, air kembali di pompa menuju media yang
dikehendaki. begitulah singkat proses dari kerja water
Chiller ini.

Water Chiller mulai dengan cairan dijalankan melalui


kompresor, yang menyebabkan cairan untuk bepergian bersama
sistem perpipaan dan menyerap panas dari sumber yang
dikehendaki. Kemudian ke evaporator, di mana ia berubah
menjadi gas dan menyebarkan panas ke atmosfer. Kemudian
berjalan melalui kondensor, yang mengubah kembali menjadi
cair dan mengirimkannya kembali ke kompresor.Perangkat
metering digunakan untuk mengatur aliran air dan suhu kontrol.
Siklus kompresi uap dapat menangani sampai dua ratus
toncairan pada satu waktu, dan dapat mendinginkan mesin
besar atau kondisioner rumah tanggatunggal udara Mesin
refrigerasi dengan pendinginan air (water cooled Chiller),
padaprinsipnya hampir sama dengan Mesin refrigerasi
pendinginan udara (air cooled Chiller) dalam distribusi udara
dingin melalui AHU atau FCU.

Perbedaan
utamanya
adalah
pendinginan
refrigerannya, bukan denganudara, tetapi dengan air,
dimana airnya didinginkan melalui menara air ataucooling
tower. Mesin refrigerasi dengan pendinginan air, pada
umumnyaditempatkan dalam lantai bawah (basement)
suatu bangunan. Dalam desainyang perlu diperhatikan
adalah ventilasi keruangan Chiller harus dihitungdengan
baik, agar ruangan tersebut jangan menjadi neraka
bagipengerjanya.Sama halnya dengan Mesin refrigerasi
pedinginan udara, refrigeran darikompresor ditekan melalui
katup ekspansi masuk berembun dalam alatevaporator.
Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi
kesetiaptingkat melalui alat pengatur udara (air handling
unit) atau disingkat AHU.

Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara


dingin, yang diperoleh darihembusan melalui pipa-pipa
aliran air dingin unit utama diatas, keruanganyang akan
dikondisikan. Udara dingin yang masuk kedalam ruangan
dariAHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap
ruangan, Atau kadang-kadang dengan pipa-pipa langsung
keruangan melalui alat kipas koil (Fan coilunit) atau
disingkat FCU.Pendinginan air melalui menara air (cooling
tower), dalam desain gedungperlu diperhatikan aliran
udara yang diperoleh dari kipas udara. Aliran udaradan
aliran air didalam menara pendingin ini dapat berlawanan
arah.