Anda di halaman 1dari 22

KEBIJAKAN

STABILISASI

Kebijakan stabilisasi dalam


makro ekonomi
Kebijakan stabilisasi dalam makro
ekonomi adalah merupakan tugas dari
pemerintah, sebagaimana yang dianjurkan
oleh Keynesian dan pendukungnya.
Alasanya sederhana, karena system
ekonomi yang mengandalkan kebijakan
individu dalam perekonomian yang
membebaskan sepenuhnya keada
masyarakat untuk berlaku dalam
perekonomian tidak akan pernah
mengalami bantuan invisible hand alias
tangan tak kentara.

Masalah dalam praktek perekonomianyang


sering muncul adalah :
Tingkat harga, inflasi dan

pertumbuhan rente (suku bunga)


Pertumbuhan penduduk yang
mengarah pada semakin tingginya
tingkat pengangguran dan masalah
tingkat upah yang wajar
Fluktuasi ekonomi yang cepat di
masa booming dan lambat di masa
depresi
Masalah ketidak seimbangan dalam
neraca pembayaran luar negeri

Beberapa hambatan dalam menjalankan


kegiatan stabilisasi diantaranya adalah :
Kebijakan pemerinth yang setengah hati dan salah

menggunakan rujukan ekonomi, sehingga yang sehausnya


tetap subsidinya dihapus subsidinya.
Adana sebagian masyarakat pelaku ekonomi yang
berkhianat dan ingin selalu mencari untung sendiri
dengan cara memanfaatkan kondisi, misalkan
memanfaatkan spread nilai tukar, menimbu kebutuhan
pasar.
Pemerintah yang terlalu cepat mengambil kebijakan
ekonomi tanpa mempersiapkan infrastrukturnya,
misalkan kbijakan pemerintah Indonesian untuk
mengganti minyak tanah ke gas,kebijakan penggunaan
biodiesel dan ain sebagainya.
Sebagian masyarakat yang tidak percaya dengan
keijakan pemerintah dan mudahnya terprovokasi dengan
hasutan dari pihak-pihak yang akan dirugikan dengan
kebijakan baru pemerintah.,

Untuk melakukan kebijakan stabilisasi,


maka pemerintah dapat menggunakan 4
instrumen yaitu:
Kebijakan Fiskal (dipelopori kaum

Keynesian)
Kebijkan moneter (Monetarist misalnya
Milto Friedman)
Kebijakan Upah dan Pendapatan
Kebijakan Industri dan Perdagangan

Kebijakan Fiskal dan Kebijakan


Moneter
Kebijakan fiscal dan kebijakan moneter
adalah kebijakan pengelolaan dari sisi
permintaan (Demand Side Management
Policies) dan 2 kebijakan lainnya adalah
kebijakan dari sisi penawaran (Supply

side Management Policies)

Mengapa kebijakan fiscal perlu


ditetapkan?Menurut kaum Keynesian, karena:
Fluktuasi ekonomi muncul karena

adanya perubahan atas permintaan


aggregate
Tingkat upah dan tingkat harga
lambat mengalami perubahan
Dibandingkan dangan kebijakan
moneter,maka kebijakan fiskal lebih
mantap
Inti darimasalah ekonomi adalah
kesalahan pasar yang mengutamakan
prinsip individu.

KEBIJAKAN FISKAL
KEBIJAKAN FISKAL adalah kebijakan
pemerintah dalam bidang anggaran dan
belanja negara dengan maksud untuk
mempengaruhi jalannya
perekonomian.Sebagaimana juga
layaknya suatu rumah tangga, maka
pemerintah sebagai suatu rumah tangga
nasional juga mememrlukan pendapatan
untuk membiayai operasional seharihari, seperti misalnya menggaji pegawai
negeri, mengatur dan mengurus Negara
dan pemerintahan

Berdasarkan jenisnya, kebijakan fiscal terdiri


atas 2 macam kebijakan yaitu;
Kebijakan fiscal dekresioner
yaitu kebijakan fiscal yang dapat

diambil oleh pemerintah


berdasarkan situasi dan kondisi
ekonomi.
Kebijakan fiscal dengan penstabil
otomatis yaitu kebijakan yang
langsung berhubungan dengan
pajak, asuransi pengangguran dan
kebiakan harga minimum.

Latar belakang diterapkan kebijakan fiscal


oleh pemerintah diantaranya adalah:
Sebagaimana yang dikehendaki oleh

Keynes bahwa dalam perekonomian


pemerintah harus dilibatkan karena
mekanisme pasar sebagaimana yang
dikehendaki oleh kaum kapitalis
tidfak bias bekerja sendiri.
Adanya kegagalan dari kebijakan
moneter yang bersal dari mashab
klasik untuk menangani ketidak stabilan
ekonomi terutama untuk mengatasi
pengangguran (kegagalan hukum Say)

Sedangkan fungsi utama dari kebijakan


fiscal di atas diantaranya adalah:
Fungsi Alokasi , yaitu untuk mengalokasikan

factor-faktor produksi yang tersedia dalam


masyarakat sedemikian rupa sehingga kebutuhan
masyarakat berupa public goods seperti jalan,
jembatan, pendidikan dan tempat ibadah
terpenuhi secara layak dan dapat dinikmati oleh
seluruh masyarakat.
Fungsi Distribusi, yaitu fungsi yang mempunyai
tujuan agar pembagian pendapatan nasional dapat
lebih merata untuk semua kalangan dan tingkat
kehidupan.
Fungsi Stabilisasi, agar terpeliharanya
keseimbangan ekonomi terutama berupa
kesempatan kerja yang tinggi, tingkat hargaharga umum yang relatif stabil dan tingkat
pertumbuhan ekonomi yang memadai.

Tujuan dari kebijakan fiscal


Mencegah pengangguran dan meningkatkan

kesempatan kerja.
Untuk stabilitas Harga
Untuk mengatur laju Investasi
Untuk mendorong investasi social secara
optimal
Untuk menanggulangi Inflasi
Meningkatkan stabilitas ekonomi di tengah
ketidak stabilan internasional
Untuk meningkatkan dan mendistribusikan
Pendapatan Nasional

Berdasarkan penerapannya, ada empat (4 ) macam


Kebijakan fiskal, yaitu :
Pembiayaan Fungsional
Pengelolaan Anggaran

Stabilisasi Anggaran Otomatis


Anggaran Belanja Seimbang. Dalam kebijakan

ini yang dilakukan oleh pemerintah adalah :


- Menerapkan anggaran belanja defisit pada masa
krisis ekonomi (depresi).
- Menerapkan anggaran surplus pada masa inflasi.
Akan tetapi dalam jangka panjang anggaran
belanja diusahakan seimbang.

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA


(APBN) 1989/1990
(dalam miliaran rupiah)
PENERIMAAN
pend. Dalam Negeri
Minyak bumi dan gas bumi
Minyak (BBM)
LNG
Di luar Minyak dan gas alam
PPh
PPN
Bea mask
Cukai
Pajak ekspor
PBB
Pajak lainnya
Pen. Bukan pajak
Pen. Penjualan BBM
Pen. Pembangunan
Bantuan proyek
Bantuan Prog.

JUMLAH

PENGELUARAN
25.249,8

A. Peng. Rutin

23.445.0

7.899,7

I. Belanja Pegawai

5.996.5

6.702,9

a. Gaji pensiun

4.607.8

1.196,8

b. Tunjangan beras

616.4

17.350,1

c. Lauk-pauk

370.7

4.947,6

d. Lain-lain

5.830,9

e. Belanja LN

peng. Dalam Negeri

206.6
165.0

1.421,2

II. Belanja barang

1.476.6

1.487,0

a.

Belanja bar. DN

1.345.0

Belanja bar. LN

159,8

b.

638,5

III.Subsidi daerah otonomi

3.594.1

424,6

a.

Belanja Pegawai

3.340.6

2.647,6

b.

Bel. Non Pegawai

392,9

IV.Bunga dan Cicilan Hutang

131.6

253.5
12.236.8

11.325,1

a.

Hutang DN

148.8

1.798,9

b.

Hutang LN

12.088.0

9.526,2

V. Peng. Rutin Lain

171.0

a. Subsidi BBM
b. Lain-lain

Jumlah

JUMLAH

36.574.9

171.0

B.Peng.Pembangunan

13.129.9

a. Pembiayaan Rp.

3.603.7

b. Bantuan Proyek

9.526.2

Jumlah

36.574.9

Pengertian-pengertian yang dipergunakan dalam


perekonomian tiga sector khususnya dari sektor
pemerintah, sebagai berikut :
Pajak

- Pajak langsung
- Pajak tak langsung
Pengeluaran Pemerintah
- Proyeksi jumlah pajak yang diterima
- Tujuan ekonomi yang ingin dicapai
- Pertimbangan politik dan keamanan
Transfer Pemerintah

Menurut kaum Monetarist,kebijakan Moneter


perlu diterapkan karena:
Munculnya Fliktuasi ekonomi karena

adanya perubahan dalam jumla


penawaran uang
Perubahan harga dan tingkat upah
lebih cepat dari yang disangkakan
kaum Keynesian
Kebijakan moneter lebih bagus
daripada kebijakan fiscal
Perekonomian pada umumnya akan
bisa menstabilkan dirinya sendiri

Kebijakan Moneter dibagi menjadi 2:


Kebijakan kuantitatif, yaitu suatu

kebijakan yang bertujuan untuk


mempengaruhi penawaran uang dan
tingkat bunga dalam perekonomian.
Kebijakan kualitatif, yaitu kebijakn yang
sifatnya non intervensi dan lebih banyak
menekankan pada kesadaran pihak
perbankan umumnya.

Fungsi kebijakan Moneter menurut Sethi :


Mendapatkan dan mengambil manfaat

dari struktur tingkat suku bunga yang


paling sesuai
Meraih perimbangan yang tepat antara
permintaan dan penawaran uang
Menyediakan fasilitas kredit yang tepat
bagi perekonomian dan menghentikan
perkembangan yang tidak semestinya.
Pendirian dan pelaksanaan dan perluasan
lembaga keuangan
Manajemen hutang

Kebijakan Moneter Kuantitatif. Beberapa


tindakan yang berhubungan dengan kebijakan
ini diantaranya:

Open Market Operation and Discount


Rale ( Operasi pasar terbuka dan
tingkat diskon)
Reserve Recruitment ( Merubah
cadangan minimum )

Kebijakan Moneter kualitatif. Beberapa


tindakan yag berhubungan dengan kebijakan ini
diantaranya:
Pengawasan Pinjaman Selektif, yaitu Bank

Sentral menentukan jenis pinjaman apa saja


yang boleh diberikan dan diwajibkan oleh bank
Sentral dan mana yang tidak boleh atau ketat
pemberiannya.
Pembujukan moral, yaitu tindakan Bank sentral
yang meminta kepada bank-bank umum agar
melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk
menstabilkan peredaran uang dan suku bunga
agar tetap berada pada tingkat yang wajar, atau
dengan cara pimpinan bank sentral langsung
menginformasikan kepada masyarakat agar tidak
terpancing isu,tidak perlu kuatir pada system
perbankan,membantah isu devaluasi,pelarian
modal dll.

KEBIJAKAN UPAH DAN PENDAPATAN


Tingkat upah dan pendapatan
sepanjang umur perekonomian selalu
menjadi masalah.Akan tetapi
stabilitasi perekonomian jelas akan
terpengruh bila kebijakan upah dan
pendapatan tidak dibenahi dengan
baik

KEBIJAKAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN


(KEBIJAKAN STRUKTURAL)
Kebijakan industri dan perdagangan
membantu 3 kebijakan lainya untuk
mempermudah dan mempermulus
karena setiap kebijakan yang dilakukan
pemerintah yang berhubungan dengan
fiskal,moneter,dan tingkat upah akan
sangt berarti bila didukung dengan
banyaknya industry yang menyediakan
barang-barang yang dibutuhkan atau
paling tidak diinginkan oleh masyarakat

Anda mungkin juga menyukai