Anda di halaman 1dari 7

Diseksi Aorta

Diseksi Aorta
Diseksi aorta akut merupakan kelainan yang
membahayakan dan sering menyebabkan kematian
mendadak. Robekan pada tunika intima aorta
memungkinkan aorta mengalami diseksi atau tercarik
pada lapisan subintimanya. Proses ini dapat diawali
oleh perdarahan spontan pada satu area dinding aorta
diikuti oleh robekan tunika intima, atau robekan dapat
disebabkan tenaga regangan dari dalam lumen aorta.
Klasifikasi
Klasifikasi Stanford membagi diseksi menjadi :
1. Tipe A (melibatkan aorta asenden)
2. Tipe B (tidak melibatkan aorta asenden)

Etiologi
Terdapat kelemahan tunika media aorta
dengan kerusakan jaringan elastik dan kolagen
(degenerasi kistik). Degenerasi yang berkaitan
dengan usia, mungkin dipercepat oleh
hipertensi, merupakan proses paling sering,
namun sindrom Marfan, Ehlers-Danlos, dan
Noonan juga dapat menimbulkan komplikasi
diseksi aorta karena adanya keterlibatan
jaringan ikat. Kadang, diseksi terjadi setelah
disrupsi plak ateromatosa atau arteritis aorta.

Gejala :
1. Nyeri berat mendadak (seperti dirobek),
lokasi interskapular atu di dada depan
2. Mual
3. Muntah
4. Diaphoresis
5. Sinkop

Temuan fisik
1. Pada pemeriksaan, hipertensi sering
ditemukan tanpa tamponade
2. Denyut nadi hilang atau melemah sering
ditemukan (terutama di kepala, leher, dan
pembuluh darah lengan)
3. Efusi pleura dapat menandakan ruptur ke
dalam ruang pleura

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium rutin sering tidak membantu diagnosis.
Kreatinin yang meningkat bisa disebabkan oleh penyakit ginjal
yang telah ada sebelumnya, hipertensi kronis, juga timbul secara
akut karena iskemia ginjal sebagai konsekuensi dari diseksi yang
meluas ke dan melibatkan arteri ginjal
2. Radiografi toraks sering memperlihatkan pelebaran mediastinum
3. Aortografi kontras merupakan pemeriksaan penunjang pilihan
namun sekarang telah dilampaui oleh teknik pencitraan
noninvansif. Aortografi koroner jarang dilakukan bila diagnosis
aorta telah ditegakkan karena hasilnya tidak akan mempengaruhi
tatalaksana
4. Ekokardiografi transtorasik dapat memperlihatkan pangkal aorta
abnormal atau adanya flap intima

Tatalaksana
1. Pasien harus diberikan analgesia dalam dosis cukup
2. Hipertensi harus dikontrol dengan ketat
Resepkan :
1. Kombinasi penyekat untuk menurunkan tekanan darah dan
mengurangi laju peningkatan kecepatan aliran aorta dV/dT; atau
2. Penyekat dan labelatol atau vasodilator seperti prazosin,
hidralazin, dan beberapa antagonis kalsium
3. Atau obat yang bekerja secara sentral, metildopa

Natrium nitroprusida intravena sering digunakan sebagai


pengobatan jangka pendek. Hindari penghambat enzim
pengkonversi angiotensin (ACE) karena adanya kemungkinan
perluasan diseksi hingga melibatkan arteri ginjal.