Anda di halaman 1dari 15

Oleh :

Eric Chunata
205 10 0090

Fakultas Hukum UNTAR


Hukum Bisnis

Oleh :
Eric Chunata | 205 10 0090

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA, 2013

LATAR BELAKANG
Perkembangan
Zaman

Cara yang dilakukan


pelaku usaha untuk
menaik minat
konsumen

Merugikan
Konsumen

Diatur dalam UUPK


(UU No. 8 Tahun
1999)

Perlindungan
Konsumen

Kasus

Hak & Kewajiban


Konsumen dan
Pelaku Usaha

Larangan Pelaku
Usaha

Tanggal

Konsumen (Vincent Edwin Hasjim)

31 Mei 2009

Mengunjungi Toko Everbest di Plaza Senayan.


Berminat untuk membeli sepasang sepatu
seharga Rp.1.169.000,Memutuskan untuk menambah nilai
pembelian dengan membeli lagi 2 sepatu
sehingga total nilai pembelian sebesar
Rp.2.167.000,Menjadi Anggota Everbest (memenuhi syarat
& mengisi formulir) Mendapatkan Kartu
Sementara

Pelaku Usaha (PT. Everbesindo Surya Jaya)

Menawarkan promosi 'VIP Disc Birthday


50% dengan menjadi anggota Everbest
(Everbest Luxury Membership) dengan
syarat melakukan pembelian senilai minimal
Rp.2.000.000.Keuntungan :
Discount 20% pada produk Everbest
Discount 50% pada hari ulang tahun
konsumen

11 Juni 2009

Berulangtahun.
Vincent datang ke Toko Everbest dengan niat
untuk membeli sepatu lagi dengan harapan
mendapat potongan harga 50% sebagaimana
yang dijanjikan pada 31 Mei 2009 oleh SPG
Everbest.

17 Juni 2009

Vincent menggugat ke Pengadilan Negeri Tangerang

22 Maret 2010
5 April 2010

Menolak memberikan potongan harga


tersebut, dengan alasan potongan harga itu
hanya diberikan bagi pemegang kartu anggota
setelah minimal 2 bulan sejak menjadi
anggota. Selain itu potongan harga tersebut
hanya berlaku bagi pembelian maksimal Rp
1.000.000,-.

PN Tangerang menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya


Vincent mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Banten

2 Februari 2011 PT Banten menguatkan putusan PN Tangerang


14 Maret 2011

Vincent mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung RI

24 April 2012

MA menolak permohonan kasasi tersebut

LATAR BELAKANG
Perkembangan
Zaman

Cara yang dilakukan


pelaku usaha untuk
menaik minat
konsumen

Merugikan
Konsumen

Diatur dalam UUPK


(UU No. 8 Tahun
1999)

Perlindungan
Konsumen

Kasus

Hak & Kewajiban


Konsumen dan
Pelaku Usaha

Larangan Pelaku
Usaha

PERMASALAHAN

1. Bagaimanakah penawaran yang dilakukan oleh PT.


Everbesindo Surya Jaya kepada Vincent Edwin Hasjim
berdasarkan UUPK?
2. Apakah pertimbangan hukum Majelis Hakim baik di
tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, maupun
Mahkamah Agung dalam memutus perkara penawaran
menyesatkan PT. Everbesindo Surya Jaya terhadap
Vincent Edwin Hasjim sudah sesuai dengan hukum
perlindungan konsumen?

METODE PENELITIAN

Sumber

Pendekatan

Jenis
Penelitian
Normatif

Undangundang
Kasus

Bahan Hukum
Primer
Sekunder
Bahan NonHukum : KBBI
& Wawancara

KERANGKA TEORETIS
Prinsip Prinsip
Perlindungan
Konsumen
Definisi Konsumen,
Hak dan Kewajiban
Konsumen, &
Kedudukan Konsumen.

Prinsip Prinsip
Tanggung Jawab
Pelaku Usaha
Definisi Pelaku Usaha,
Hak dan Kewajiban
Pelaku Usaha,
Bentuk Bentuk
Pelanggaran Pelaku
Usaha,
Prinsip Prinsip
Tanggung Jawab Secara
Umum,
Tanggung Jawab Pelaku
Usaha Menurut Hukum
Perlindungan Konsumen,
&
Lingkup Tanggung
Jawab Pembayaran ganti
Kerugian

Penyelesaian
Sengketa
Konsumen
Penyelesaian di Luar
Pengadilan,
Penyelesaian Melalui
Pengadilan, &
Pembuktian dan Alat
Bukti

ANALISIS
A. Dugaan Pelanggaran UUPK oleh PT. Everbesindo
Surya Jaya

Penawaran PT.
Everbesindo Surya Jaya

Lalai dalam memenuhi


kewajibannya sebagai pelaku
usaha (Pasal 7 huruf a, b, c,
dan g UUPK)

Melanggar hak-hak
konsumen (Pasal 4 huruf b, c,
g, dan h UUPK)

Penawaran Menyesatkan

Berdasarkan UUPK
Merupakan perbuatan yang
dilarang bagi pelaku usaha,
yaitu penawaran jasa disertai
dengan tawaran potongan
harga yang tidak sesuai
dengan ketentuan, yang
bertentangan dengan Pasal 8
Ayat (1) huruf d & f, Pasal 9
Ayat (1) huruf c, dan Pasal 10
huruf d UUPK

Penawaran Menyesatkan
PT. Everbesindo Surya Jaya
Tanggung Jawab yang
berlaku : Tanggung jawab
pelaku usaha didasarkan
pada professional liability
yang menggunakan
tanggung jawab
kontraktual.
Sebagaimana yang diatur
dalam Pasal 19 UUPK,
Maka Everbest
bertanggung jawab untuk
memberikan ganti rugi
atas kerugian Vincent.

Upaya Penyelesaian
sengketa konsumen yang
dapat ditempuh Vincent
untuk menuntut
pemulihan haknya dapat
dilakukan dengan :
1. Di Luar Pengadilan :
Secara Damai / Melalui
BPSK
2. Melalui Pengadilan :
Gugatan perdata ke PN

Sanksi yang dapat


dikenakan terhadap
Everbest dapat berupa :
1. Sanksi Administrasi
(Pasal 60 UUPK)

2. Sanksi Pidana (Pasal 62


Ayat (1) UUPK)
3. Sanksi Pidana
Tambahan (Pasal 63
UUPK)

B. Pertimbangan Hukum Majelis Hakim PN, PT, & MA


1. Pertimbangan Hukum Majelis Hakim PN
Berdasarkan hasil analisis ditemukan pertimbangan-pertimbangan yang
tidak tepat. Majelis Hakim dalam pertimbanganya lebih mengutamakan pada
aspek formiil daripada aspek materiil, yaitu pada aspek pembuktian . Hal ini
membawa Majelis Hakim pada pertimbangan bahwa :

Pihak Penggugat tidak dapat membuktikan Para Tergugat


melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana yang
didalilkan oleh Penggugat.
Penggugat juga tidak dapat membuktikan adanya kerugian baik
materiil maupun immateriil.

Pembuktian

Hukum Acara Perdata


(Pasal 1865 KUHPer /
Pasal 163 HIR / 283 RBg)

Tepat

Hukum Perlindungan
Konsumen
(Pasal 28 UUPK) :
Sistem Pembuktian
Terbalik

Tidak Tepat

2. Pertimbangan Hukum Majelis Hakim PT


Sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim PN
Menguatkan Putusan PN
Tidak Tepat Tidak sesuai dengan hukum
perlindungan konsumen
Seharusnya membatalkan dan memperbaiki
Putusan PN

3. Pertimbangan Hukum Majelis Hakim MA


Judex Facti tidak salah dalam menerapkan hukum /
Putusan Judex Facti tidak bertentangan dengan hukum
dan/atau UU Menolak Permohonan Kasasi

MA seharusnya membatalkan dan memperbaiki Putusan


PT Judex Facti salah dalam menerapkan hukum yang
berlaku tidak menerapkan Sistem Pembuktian Terbalik
Pertimbangan Hukum Majelis Hakim MA tidak
tepat / tidak sesuai dengan hukum perlindungan
konsumen

KESIMPULAN

1.

2.

Penawaran yang dilakukan PT. Everbesindo Surya Jaya


terhadap Vincent Edwin Hasjim merupakan penawaran
menyesatkan yang bertentangan dengan Pasal 7 huruf a,
b, c, dan g UUPK; Pasal 4 huruf b, c, g, dan h UUPK; dan
Pasal 8 Ayat (1) huruf d & f, Pasal 9 Ayat (1) huruf c, dan
Pasal 10 huruf d UUPK.
Petimbangan hukum Majelis Hakim baik di tingkat
Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, maupun
Mahkamah Agung dalam memutus perkara penawaran
menyesatkan PT. Everbesindo Surya Jaya terhadap
Vincent Edwin Hasjim tidak sesuai dengan hukum
perlindungan konsumen.

1.

2.

3.

4.

SARAN

Pelaku Usaha : Memperhatikan kepentingan konsumen, jangan


sampai merugikannya. Memberikan informasi yang benar, jujur dan
jelas sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Memberikan
kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang
dan/atau jasa yang diberikannya tidak sesuai dengan penawarannya.
Konsumen : Berhati-hati dan teliti sebelum mendatangani atau
menyetujui perjanjian dengan pelaku usaha. Menjadi konsumen
cerdas.
Pemerintah : Mengkaji ulang peraturan perundang-undangan yang
berkaitan dengan perlindungan konsumen. Merevisi UUPK.
Melakukan pengawasan yang lebih ketat dan memberikan sanksi yang
lebih tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha.
Aparat Penegak Hukum : Menerapkan sistem pembuktian terbalik
dalam proses penyelesaian sengketa konsumen.