Anda di halaman 1dari 30

PERSEPSI

dr. Rijantono Franciscus Maria, MPH

Ada berapa kaki gajah dalam


gambar dibawah ini?

PERSEPSI
Adalah suatu proses dimana seseorang
melakukan pemilihan, penerimaan,
pengorganisasian, dan penginterpretasian atas
informasi yang diterimanya dari lingkungan.
(Robbins, 2001)
Merupakan suatu proses kognitif yang dialami
oleh setiap orang dalam memahami informasi
tentang lingkungannya.

Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna


atas suatu informasi terhadap stimulus.
Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek,
peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya
diproses oleh otak.

Persepsi merupakan interpretasi unik dari suatu


situasi, bukan rekaman situsi. Jadi persepsi bisa
jadi berbeda dengan realita.

Tidak ada seorangpun karyawan yang mempunyai


pengetahuan dan pengalaman yang sama, maka dari situasi/
rangsangan yang sama bisa menghasilkan reaksi dan perilaku
yang berbeda.

Sesuatu yang dipersepsikan seseorang bisa saja


berbeda dari realitas objektifnya.

Kajian persepsi ini penting karena perilaku


orang-orang itu didasarkan pada persepsi
mereka mengenai apa itu realitas, bukan pada
realitas itu sendiri.
Individu bisa melihat sesuatu yang sama, namun
bisa saja mempersepsinya secara berlainan.
.

PERSEPSI Vs SENSASI

Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi.


Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru
diterima otak dan belum diorganisasikan dengan
stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan
dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa
kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap
meja.
Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak
enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus
rabaan meja yang kasar, penglihatan atas meja yang
banyak coretan, dan kenangan di masa lalu saat
memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.

Jenis Jenis Persepsi


1.

Persepsi visual

2.

Persepsi auditori

3.

Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.

Persepsi penciuman

5.

Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.

Persepsi perabaan

4.

Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan yaitu mata.


Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara
umum.

Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman


yaitu hidung.

Persepsi pengecapan

Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera


pengecapan yaitu lidah.

Poses Persepsi
Stimulus lingkungan

Seleksivitas Persepsi

Penafsiran Stimulus

Organisasi Perseptual

Persepsi

STIMULUS

Stimulus didapat dari lingkungan melalui


proses penginderaan terhadap objek,
peristiwa, atau hubungan-hubungan antar
gejala yang selanjutnya diproses oleh otak.
Proses penginderaan melalui kelima indera
yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan,
penciuman, dan perasa ditambah dengan
indera keenam.

SELEKSIVITAS PERSEPSI
Seleksivitas persepsi berhubungan dengan pemilihan stimulus
dari berbagai faktor eksternal dan internal yang mendapat
perhatian individu.
Perhatian Eksternal
1. Itensitas, semakin hebat stimulus lingkungan, semakin lebih diperhatikan
2. Ukuran, semakin besar obyek semakin mungkin dirasakan
3. Kontras, stimulus yang muncul berlawanan dengan latar belakang atau yg
tidak diharapkan akan memperoleh perhatian
4. Pengulangan, stimulus yang muncul berulang lebih diperhatikan daripada
yang cuma sekali
5. Gerakan, obyek yang bergerak lebih diperhatikan daripada benda tidak
bergerak
6. Baru dan familier, situasi eksternal yang baru dan familier akan lebih
menarik perhatian

Perhatian Internal
Beberapa faktor dalam diri seseorang yg
mempengaruhi selektivitas persepsi antara
lain; pengetahuan, motivasi, kepribadiannya.

Peran Pengetahuan dalam Persepsi

ORGANISASI PERSEPTUAL

Organisasi perseptual fokus pada apa yang terjadi


dalam proses persepsi jika informasi dari situasi
tertentu diterima
Pengorganisasian persepsi meliputi tiga hal;

Kesamaan dan ketidak samaan, obyek yg mempunyai


kesamaan dan akan dipersepsi ada hubungan
Kedekatan dalam ruang, obyek atau peristiwa yang
berdekatan mudah diartikan sebagai obyek yang ada
hubungannya
Kedekatan dalam waktu, obyek/peristiwa akan dilihat
ada hubungannya bila ada kedekatan/kesamaan waktu.

Prinsip Organisasi Perseptual


1. Prinsip Figur-Dasar, objek yang
ditanggapi muncul terpisah dari
latar belakang umum objek tersebut

Prinsip Pengelompokan Persepsi, ada


kecenderungan dalam mengelompokkan beberapa
stimulus secara bersama-sama dalam pola yang
dapat dikenali.Caranya;

2.

Closure, yaitu menanggapi secara keseluruhan dengan


menutup celah yang tidak terisi dari input sensori.
Kontinuitas, dimana orang cenderung dapat menerima
urutan atau pola berkelanjutan
Proksimitas, kelompok stimulus yang berdekatan
ditanggapi sebagai pola keseluruhan
Kesamaan, semakin besar kesamaan stimulus, semakin
besar untuk dianggap sebagai satu kelompok umum.

3.

Konstansi Perseptual, memberikan rasa


stabilitas dalam dunia yang selalu berubah.

4.

Ukuran, bentuk, warna, keterangan, dan lokasi


objek cukup konstan tanpa memedulikan
informasi yang diterima oleh indera.
Konstansi persepsi dihasilkan dari pola tanda yaitu
bagian yang paling dipelajari

Konteks Perseptual, suatu stimulus baru


mempunyai arti dan nilai bila ditempatkan
pada konteksnya

Faktorfaktor yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor Situasi
Waktu
Keadaan kerja
Keadaan sosial

Faktor dalam diri


pemersepsi
Sikap
Motif
Minat
Pengalaman
Harapan

Persepsi
Faktor dalam diri target
Sesuatu yg baru
Gerakan
Suara
Ukuran
Latar belakang
Kedekatan
Kepemimpinan

DISTORSI DALAM
PERSEPSI

Stereotipe : menggeneralisasi persepsi atas


dasar informasi umum.
Efek Halo : kecenderungan hanya
menggunakan satu informasi saja untuk
mempersepsikan sesuatu.
Seleksi : hanya memperhatikan informasiinformasi tertentu.
Proyeksi : menggunakan atribut pribadi (self
concept) sebagai dasar persepsi.
Harapan : menggunakan harapan pribadi
sebagai dasar persepsi

Persepsi Sosial

Adalah bagaimana individu menanggapi


individu lain
Persepsi seseorang terhadap orang lain dipengaruhi karakteristik orang yang menilai dan
yang dinilai.

Stereotip, menilai seseorang atas dasar persepsi


seseorang sebagai bagian dari suatu kategori.
Halo Effect, menarik kesan umum mengenai
seseorang berdasarkan satu karakteristik/ciri.

POLA PERSEPSI SOSIAL

Pola Persepsi Sosial :


- Type A : Individu ke Individu
- Type B : Individu ke Kelompok
- Type C : Kelompok ke Individu
- Type D : Kelompok ke Kelompok

ATRIBUSI

Adalah proses kognitif dimana orang menarik


kesimpulan mengenai sebab-sebab yang masuk
akal dari perilaku orang lain.
Atribusi adalah memperkirakan apa yang
menyebabkan orang lain itu berperilaku
tertentu.
Atribusi dibedakan:

Atribusi disposisional, yang menganggap perilaku


seseorang berasal dari faktor internal seperti ciri
kepribadian, motivasi, kemampuan.
Atribusi situasional, yang menghubungkan perilaku
seseorang dengan faktor eksternal seperti peralatan,
atau pengaruh sosial orang lain.

KESALAHAN ATRIBUSI

Kesalahan atribusi yang mendasar (fundamental error):


kecenderungan untuk selalu memberi atribusi internal
pada orang lain. Pada contoh mobil yang mengebel
diatas, kita selalu memberi atribusi internal pada dia
(pemarah, tidak sabar, dll).
Efek Pelaku-Pengamat: kecenderungan si pengamat
untuk selalu memberi atribut internal pada orang lain
dan sebagai pelaku cenderung memberikan
atribut eksternal.
Pengutamaan Diri Sendiri: Setiap orang cenderung untuk
membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain..

Ambiguous Picture

HASIL PERSEPSI

Sama dengan semua orang (Anybody)


Sama dengan beberapa orang
(Somebody)
Tidak sama dengan orang lain (Others)

AB

AB

= I. BERBEDA, MEMISAH
(SENTRIPETAL)

= II. BERBEDA, TAPI ADA YANG


SAMA (MUTUAL UNDERSTANDING)

= III. SAMA, MENYATU (SENTRIFUGAL)

MANAJEMEN KESAN
(IMPRESSION MANAGEMENT)

Proses dimana seseorang berusaha mengelola atau mengontrol


persepsi yang dibentuk orang lain
terhadap dirinya

FAKTOR PSIKOLOGIS YANG


MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MANAJEMEN
KESAN

Berkait dengan luas pengalaman


seseorang (field of experience), kerangka
pedoman berpikir seseorang ketika
menghadapi persoalan dan keadaan
(frame of reference), dan kemampuan
seseorang dalam mengambil hikmah suatu
peristiwa (field of experiment)

PENANGANAN PERSEPSI

Mempertinggi tingkat mawas diri


Mengupayakan kelengkapan informasi
Empati
Menghindari segala macam distorsi