Anda di halaman 1dari 35

Presentasi Kasus Hifema

Rostikawaty Azizah
G4A013051

Pembimbing :
dr.Teguh Anamani Sp.M

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA


RSUD PROF DR.MARGONO SOEKARDJO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014

STATUS PASIEN
IDENTITAS

ANAMNESIS

Nama: An. DK

Usia : 9 tahun

Alloanamnesis
dan
Autoanamnesis

Tanggal 5
Agustus 2014

JK: laki-laki
Bangal Seruni

Alamat : Ciamis

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA
Sakit pada mata sebelah kiri
setelah terkena petasan

KELUHAN PENYERTA
Pegal, gatal, tidak bisa melihat, air
mata terus mengalir

H-6 SMRS

Senin, 28
juli 2014
H-4 SMRS

Rabu, 30
Juli 2014

Pasien terkena petasan kupu-kupu dari arah bawah,


pada awalnya petasan mengenai kelopak mata bagian
bawah kemudian mengenai bola mata. Prosesnya
cepat dan langsung dibawa ke puskesmas
Trauma disertai sakit, keluar darah namun tidak
disertai penurunan penglihatan hanya pada mata kiri

Pasien mengeluhkan tidak mampu melihat, sakit, perih,


pegal, keluar air mata hanya pada mata kiri
Pasien dibawa kedokter mata, diberikan obat tetes dan
obat minum dan diminta kontrol 3 hari kemudian

H-1 SMRS
Sabtu, 2
Agustus 2014

Hari masuk RS

Minggu, 3
Agustus 2014

Pasien kontrol ke dokter mata


Tidak bisa melihat, pegal, keluar air mata
hanya pada mata kiri. Keluhan tidak
berkurang dari pertama kali datang ke
dokter mata
Dirujuk RSMS

Pasien masuk IGD RSMS dengan keluhan


nyeri cekot-cekot pada mata kiri disertai
penurunan penglihatan dan rasa pegal

RPD

Keluhan serupa disangkal


Riwayat penyakit mata berulang disangkal
Pengobatan jangka waktu lama disangkal
Riwayat alergi disangkal
Riwayat operasi mata dan kepala disangkal
Riwayat trauma diakui

RPK

Keluhan serupa dalam keluarga disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PRESEN
KU/KES

Sedang/Compos mentis

Vital Sign
TD
t.d.l

Nadi
92 kali/menit

RR
22kali/menit

Suhu
37C

STATUS OFTALMOLOGIK
PEMERIKSAAN

OCULUS DEXTRA

OCULUS SINISTRA

VISUS

6/6

1/300

VISUS KOREKSI

t.d.l

t.d.l

BOLA MATA

Eksoftalmus(-), Gerak (N)

Eksoftalmus(-), Gerak (N)

SILIA

Madarosis (-), Trikiasis (-)

Madarosis (-), Trikiasis (-)

PALPEBRA SUPERIOR

Edema (-), Hiperemis (-),


benjolan (-)

Edema (+), Hiperemis (+),


benjolan (-)

PALPEBRA INFERIOR

Edema (-), Hiperemis (-),


benjolan (-)

Edema (+), Hiperemis (+),


benjolan (-), laserasi (+)

KONJUGTIVA PALPEBRA

Sekret (-), Anemis (-),


Benjolan (-)

Sekret (+), Anemis (-),


Benjolan (-)

KONJUNGTIVA BULBI

Inj. Konjunctiva (-), Inj.Siliar Inj. Konjunctiva (+),


(-)
Inj.Siliar (-)

PEMERIKSAAN

OCULUS DEXTRA

OCULUS SINISTRA

SKLERA

Ikterik (-)

Ikterik (-)

KORNEA

Jernih, Permukaan licin


(+), megakornea (-)

Jernih, Permukaan licin


(+), megakornea (-)

IRIS

Reguler, sinekia(-), coklat


tua

Reguler, sinekia(-), cokl

PUPIL

Bulat d=2mm,
RC (+)N

Bulat anisokor d=1mm,


RC menurun

LENSA

Jernih, iris shadow (-)

sdn

REFLEKS FUNDUS

Merah cerah

Warna kehitaman dengan


dasar jingga

KORPUS VITREUS

t.d.l

t.d.l

TEKANAN INTRAOKULI

`13,5

19,5

SISTEM KANALIS
LAKRIMALIS

t.d.l

tdl

LACCUS LAKRIMALIS

Tdl

tdl

DIAGNOSIS KERJA
OS : Glaukoma sekunder et causa Hifema grade
3

TERAPI
1.MEDIKAMENTOSA : glaukom X 250 mg (3 dd tab ), KSR , MP, vit C
2.NONMEDIKAMENTOSA
EDUKASI : tirah baring (<60 derajat)

PROGNOSIS
QOU AD VISAM
OD : AD BONAM
OS : AD BONAM

QUO AD SANAM
OD : AD BONAM
OS : AD DUBIA

QUO AD VITAM
OD : AD BONAM
OS : AD BONAM

QUO AD COSMETICAM
OD : AD BONAM
OS : AD DUBIA

Hifema
Terisinya kamera okuli anterior (COA) oleh sel darah
merah.
Mikrohifema: suspensi eritrosit tanpa mebentuk
lapisan darah

Etiopatogenesis
Trauma
Iatrogenik (intraoperatif / postoperatif)
Spontan
Neovaskularisasi: DM, iskemi, sikatriks
Neoplasma: Rb, melanoma maligna
Hematologi:
leukemia,
hemofilia,
farmakologi: aspirin, warfarin

vWD,

Sheppard JD. Hyphema. [Internet]. Updated: 2011 Mar 19, Cited: 2013 Mar 19.
Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview

Peningkatan transien TIO akibat


kompresi anteroposterior + ekspansi
bidang ekuatorial distorsi struktur
intraokular pembuluh darah di iris
Kanski JJ, Bowling
B. Clinical
ophtalmology.
A systematic approach.
dan
badan
silier
mengalami
gaya
Seventh edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011

Kebanyakan hifema grade I (termasuk


mikrohifema)
40% membentuk bekuan yang menempel ke stroma
iris, 10% kontak dengan endotel kornea
71% robekan pada pembuluh darah korpus siliaris
bag. anterior
Durasi umum hifema tanpa komplikasi: 5-6 hari
sebelum resoprsi
Crouch Jr ER, Crouch ER. Trauma: ruptures and bleeding. In: Tasman W,
Jaeger E. Duanes ophtalmology. Philadelphia: Lippincott Williams &
Wilkins; 2006

Tanda dan Gejala


Turunnya AV, nyeri, sakit kepala, fotofobia, adanya
riwayat trauma / percideraan pada mata (tumpul
umumnya)
Pemeriksaan dengan pen-light maupun slit-lamp
warna dan tinggi hifema (dari tepi bawah)

Oldham GW. Hyphema. [Internet]. Cited: 2013 Mar 19. Available


from: http://eyewiki.aao.org/Hyphema

Yang Harus Diperhatikan


Anamnesis trauma (non-trauma) penatalaksaan
holistik
Riwayat anemia sel sabit obstruksi trabekula lebih
tinggi (pemeriksaan: Hb elektroforesis)
Sickle cell erythrocyte mampu mengoklusi
trabekula dengan lebih efektif!

Oldham GW. Hyphema. [Internet]. Cited: 2013 Mar 19. Available


from: http://eyewiki.aao.org/Hyphema

Klasifikasi
Grade
1
2
3
4

Keberadaan darah di COA


< 1/3
1/3 sampai
Lebih dari
Total (Penuh)

a.k.a blackball /
8-ball hyphema
Oldham GW. Hyphema. [Internet]. Cited: 2013 Mar 19. Available
from: http://eyewiki.aao.org/Hyphema

drhem.com

Komplikasi
TIO akut glaukoma traumatik
Perdarahan ulang / 2o hemorrhage
Sinekia posterior (iritis)
Sinekia anterior (pada hifema >9 hari)
Corneal blood staining (pada hifema total + TIO)
dapat menghilang berbulan-bulan sampai 2 tahun
lamanya
Glaukoma kronik (late-onset glaucoma)
Atrofi optik

Glaukoma Traumatik
Pada umumnya hifema tidaklah berbahaya, namun
TIO dapat terjadi. Prediksi kejadian TIO sbb:
o <1/2 COA insidens 4% (insidens komplikasi
22%, AV>6/18 78%)
o >1/2 COA insidens 85% (insidens komplikasi
78%, AV>6/18 28%)

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology. A systematic approach.


Seventh edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011

Glaukoma Traumatik
24 jam
TIO
akut
Plugging
trabekula
oleh
eritrosit
dan fibrin

Hari 2-6
Penuruna
n TIO
subnorm
al akibat
berkuran
gnya
produksi
akueous
humor

Hari 7 dst
Kembalin
ya TIO ke
tingkat
normal
(atau
sedikit
meningka
t)

Crouch Jr ER, Crouch ER. Trauma: ruptures and bleeding. In: Tasman W,
Jaeger E. Duanes ophtalmology. Philadelphia: Lippincott Williams &
Wilkins; 2006

Perdarahan Sekunder
Terjadi pada 22% hifema (terutama grade 3
dan 4);
1/3 perdarahan sekunder mengakibatkan
hifema total!
Akibat lisis dan retraksi clot dan fibrin yang
sebelumnya mengoklusi pembuluh darah yang
mengalami jejas

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology. A systematic approach.


Seventh edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011

Atrofi Optik

5 hari pada 50 mmHg; 7 hari pada 35


mmHg; pada sickle: 2-4 hari pada 35
mmHg

Manajemen
Konservatif:
Limited ambulation, elevasi kepala 30-45o (VA,
evaluasi, cegah kontak dengan endotel kornea dan
trabekula)
Eye patch (pada mata cidera)
Sedasi (hiperaktif / pediatrik)
Analgesik (asetaminofen dan/atau kodein)
Follow up: AV, TIO, regresi hifema
SKDI 2006

Crouch Jr ER, Crouch ER. Trauma: ruptures and bleeding. In: Tasman W,
Jaeger E. Duanes ophtalmology. Philadelphia: Lippincott Williams &
Wilkins; 2006

Manajemen (2)
Kontrol TIO
Antiglaukoma topikal: timolol, latanoprost,
brimonidin
Masih tinggi: CA inhibitor topikal
Masih tinggi: Sistemik CA inhibitor (asetazolamid
20 mg/kg/hari) terbagi 4, pada TIO >22 mmHg
Masih tinggi: agen osmotik (manitol IV 1,5 g/kg in
10% 2dd; atau gliserol oral) pada TIO>35 mmHg
Crouch Jr ER, Crouch ER. Trauma: ruptures and bleeding. In: Tasman W,
Jaeger E. Duanes ophtalmology. Philadelphia: Lippincott Williams &
Wilkins; 2006

Manajemen (3)
Cegah perdarahan sekunder
Asam aminokaproat/ACA (anti-plasmin): 100(50)
mg/kg @ 4 jam (max. 30 g), PO, 5 hari
insidens rebleeding
ACA diberikan pada <75% hifema (lebih dari itu,
retensi klot tidak efektif)
ACA topikal uji klinis membuktikan efektivitas
setara dengan ACA oral (sistemik)
Steroid topikal terbukti menurunkan
perdarahan sekunder dan cegah uveitis anterior
(Dexamethasone 0,1%)

Manajemen (4)
Indikasi rawat:
Hifema grade II atau lebih (karena berpotensi
perdarahan sekunder)
Sickle cell
Trauma tembus okuli
Pasien yang tidak patuh terhadap pengobatan
Ada riwayat glaukoma sejak awal
Sheppard JD. Hyphema. [Internet]. Updated: 2011 Mar 19, Cited:
2013 Mar 19. Available from:
http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview

Manajemen (5)
Termasuk total hifema tetap perawatan
medikal terlebih dahulu
Indikasi bedah:
Corneal blood staining
Sickel cell trait (TIO>24 mmHg >24 jam)
Hifema >50% COA lebih dari 9 hari (cegah sinekia
anterior)
Hifema total, IOP>50 mmHg >4 hari
Hifema total/>75%
COA,[Internet].
IOP >25
mmHg
>619,hari
Sheppard JD. Hyphema.
Updated:
2011 Mar
Cited:
2013 Marblood
19. Available
from:
(cegah corneal
staining)
http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview

Prognosis
Kerusakan struktur mata lainnya
Apakah terjadi perdarahan sekunder
Apakah terjadi komplikasi lain: glaukoma,
corneal blood staining, atrofi optik
Hifema grade I: 80% AV >6/12
Hifema grade II-III: 60% AV >6/12
Hifema total:
35% AV >6/12
Sheppard JD. Hyphema. [Internet]. Updated: 2011 Mar 19, Cited:
2013 Mar 19. Available from:
http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview

TERIMA KASIH

Click to add title


Click to add text

Click to add title


Click to add text