Anda di halaman 1dari 37

BADAN NASIONAL

SERTIFIKASI PROFESI
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

SOSIALISASI PEMBENTUKAN
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
(LSP)

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP)


Jl. MT. Haryono Kav 51 Telp. 021-79194829 Fax. 021-7992321

E-mail : bnsp_ri@yahoo.com
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

I
LATAR BELAKANG

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

Latar Belakang
1. PENDIDIKAN RELATIF MASIH RENDAH
AK
= 103,2 juta
SD
= 53,2 %
SMTP
= 21,9 %
SMTN
= 20,1 %
Dpl / PT = 4,8 %
2. PENDAYAGUNAAN RELATIF RENDAH
Tingkat pengangguran = 9,3 %
9,6 juta
Tingkat pengangguran = 29,2 %
30,1 juta
Sektor informal = 70 %
Sektor pertanian = 45,35 %
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

3. PRODUKTIVITAS RELATIF RENDAH

a. -

GDP industri 4,01 ( 1993 2002 )


Produksi TK = 0,98
Produksi modal
= 2,93
Produksi total = 0,14

b. Penghasilan rata-rata perbulan Rp. 684.915,- Pertanian Rp. 323.664,- Jasa dan pertabangan Rp. 900.000,-

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

4. DAYA SAING RELATIF RENDAH

HDI No.112 dari 175 negara


Struktur TK per 1000 orang

Indonesia

Malaysia

Philippines

Singapore

Ahli

64

22

203

Skills

39

262

61

144

Un Skills

957

774

917

648

TKA = 43 ribu
TKI = 2,5 juta

90 % TK Profesional dan Pimpinan


73 % domestik dan perkebunan

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

TANTANGAN DAN PELUANG GLOBALISASI


W.T.O. ( GATS )
Request :
professional services, educational
architectural, construction, health, geological .
Offer
:
direktur, manajer, tenaga ahli (plus komitmen
sektoral professional, construction,
financial, educational, health, energy, maritime
ASEAN ( AFAS )
Prioritas utk MRA :
Engineering, akuntasi, arsitektur, surveying,
advokasi, urban planning, landscape arsitektur
APEC
Skill Standardization for nursing profession and Travel Guide
BILATERAL
EPA-Jepang
Belanda
Australia

: Perawat, Care Giver, Perhotelan


: Perawat dan Materi
Pelaut
B-02-Sosialisasi
: Perawat, Perhotelan
Pembentukan LSP

1. POLA PIKIR PENGEMBANGAN SERTIFIKASI KOMPETENSI


INSTRUMENTAL INPUT
- U.U. NAKER
- U.U. DIKNAS
- U.U. JAS.KOM

SUBYEK
BNSP
NAKERI
Rekoknisi
Rendah

OBYEK

LSP

- U.U. LISTRIK
- U.U. HUB
- KONVENSI INTERNAS
- PERUND. LAIN

Pemerintah
Perusahaan
Lemb. Diklat
Ass. Profesi
Serikat Pekerja
Masyarakat

METHODA

Promosi & Sosialisasi


Harmonisasi Regulasi &
Kelembagaan
Fasilitasi &
Pemberdayaan

NAKERI
Rekoknisi
Tinggi

UJK & Sertifikasi

LINGSTRA

D.N.

L.N.

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

3 PILAR UTAMA
PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KOMPETENSI
MENAKERTRANS

KKNI
SKKNI

LDP

DIKLAT
PROFESI
(CBT)

SERTIFIKASI
KOMPETENSI

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

BNSP / LSP

2. SISTEM PELATIHAN KERJA NASIONAL

K.K.N.I

S.K.K.N

PESERTA
ANGKATAN KERJA
PEKERJA
PENGANGGUR

S
E
L
E
K
S
I

B.N.S.P
BNSP

L.S.P
LSP

PROGRAM PELATIHAN
Berbasis Kompetensi
Berjenjang/TDK
Demand Driven
Institutional/
Pemagangan

LULUSAN
LULUSA
N

Sarana/Prasarana
Instruktur
Biaya
Manajemen
LEMBAGA PELATIHAN KERJA

U
J
K

SERTIFIKASI
KOMPETENSI

NAKER
NAKER
KOMPETE
KOMPETE
N
N

NAKER
PENGALAMA
N

AKREDITASI

LEMBAGA KOORDINASI

Materi B-02-Sosialisasi
PELATIHAN
Pembentukan LSP

10

MEKANISME
SERTIFIKASI KOMPETENSI
LISENSI

BNSP

LSP PUSAT

SERTIFIKASI
PENETAPAN

PENETAPAN

PANTEK

LSP. CABANG

PANTEK

LSP. CABANG

LSP. CABANG

PENUGASAN

ASESOR
KOMPETENSI

PENUGASAN

PANTEK

PENGUJIAN

TUK

VERIFIKASI

TUK

VERIFIKASI

TUK

LDP

MASYARAKAT
Materi
B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP
PERMINTAAN UJK / SERTIFIKASI

PERUSAHAAN
11

II
DAMPAK
STANDARDISASI DAN
SERTIFIKASI KOMPETENSI

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

12

1. PERUBAHAN PARADIGMA PENGEMBANGAN SDM


PENDIDIKAN PROFESI
SP2
SP1
D4

D3
D2

B3

PENGALAMAN & PELATIHAN


PROFESI
AHLI/MANAJER
SERTIFIKAT VII-VIII-IX

PENDIDIKAN AKADEMI

PELATIHAN +
PENGALAMAN

PENGALAMAN
PELATIHAN +
PENGALAMAN

S3
S2
S1

TEKNISI/PENYELIA
B2
PENGALAMAN

D1

SERTIFIKAT
IV-V-VI
PELATIHAN +
PENGALAMAN

B1
SMK

PELAKSANA/OPERATOR
SERTIFIKAT I-II-III

PELATIHAN +
PENGALAMAN

SMA

PENGALAMAN
PELATIHAN+
PENGALAMAN

SMP
Materi
B-02-Sosialisasi
Pembentukan
LSP
SD

13

2. PERUBAHAN PARADIGMA PASAR KERJA

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

14

3. PERUBAHAN PARADIGMA REKOGNISI TENAGA KERJA


Sistem Penggajian Berbasis Produktivitas
Sistem Karier Berbasis Kompetensi
Sistem MRA dan MOU Pasar Kerja Global

4. PERKUATAN INFRASTRUKTUR DAYA SAING TKI


DIPASAR KERJA GLOBAL
SKKNI dan KKNI sebagai acuan
Lembaga Diklat Profesi sebagai produsen kompetensi
BNSP/LSP sebagai pengendali mutu

Departemen teknis sebagai pembina


Dunia usaha sebagai pengguna
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

15

III
PEMBENTUKAN LSP

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

16

PEDOMAN PEMBENTUKAN
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI (LSP)

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

17

Kerangka Program Menyiapkan Akreditasi LSP


Apresiasi

Komitmen
manajemen

Penerapan
QMS-LSP

Gap Assessment

Pelatihan
QMS-LSP dan
dokumentasi
Pelatihan
Audit QMS

Pembentukan
Tim QMS
Pengembangan
QMS-LSP

Pra-validasi
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

Verifikasi/
Validasi

Permohonan

Akreditasi
18

TATACARA PEMBENTUKAN

LSP dipersiapkan pembentukannya oleh suatu


panitia kerja yang dibentuk oleh atau dengan
dukungan asosiasi industri terkait.
Susunan panitia kerja terdiri atas :

ketua,
sekretaris dan
beberapa anggota. Personil panitia

mencakup unsur :

industri,
asosiasi profesi,
instansi teknis terkait, dan
unsur pakar

Panitia kerja mempunyai tugas :

Menyiapkan badan usaha LSP


Menyusun organisasi dan personil,
Mendapatkan dukungan dari industri dan
intitusi terkait

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

19

TATACARA PEMBENTUKAN

LSP dipersiapkan pembentukannya oleh suatu


panitia kerja yang dibentuk oleh atau dengan
dukungan asosiasi industri terkait.
Susunan panitia kerja terdiri atas :

ketua,
sekretaris dan
beberapa anggota. Personil panitia

mencakup unsur :

industri,
asosiasi profesi,
instansi teknis terkait, dan
unsur pakar

Panitia kerja mempunyai tugas :

Menyiapkan badan usaha LSP


Menyusun organisasi dan personil,
Mendapatkan dukungan dari industri dan
intitusi terkait

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

20

UNSUR PENGARAH & PELAKSANA

PENGARAH TERDIRI DARI :

KETUA MERENGKAP ANGGOTA


ANGGOTA BERASAL DARI:

ASOSIASI PROFESI DAN ATAU


ASOSIASI INDUSTRI

PELAKSANA MINIMAL TERDIRI DARI :

KETUA (atau nama lainnya)


BAGIAN ADMINISTRASI,
BIDANG STANDARDISASI,
BIDANG SERTIFIKASI dan
BIDANG MANAJEMEN MUTU.

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

21

TATACARA PEMBENTUKAN

LSP dipersiapkan pembentukannya oleh suatu


panitia kerja yang dibentuk oleh atau dengan
dukungan asosiasi industri terkait.
Susunan panitia kerja terdiri atas :

ketua,
sekretaris dan
beberapa anggota. Personil panitia

mencakup unsur :

industri,
asosiasi profesi,
instansi teknis terkait, dan
unsur pakar

Panitia kerja mempunyai tugas :

Menyiapkan badan usaha LSP


Menyusun organisasi dan personil,
Mendapatkan dukungan dari industri dan
intitusi terkait

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

22

BENTUK ORGANISASI LSP MINIMAL


UNSUR PENGARAH

BOARD/
DEWAN PENGARAH

KEPALA/KETUA
DIREKTUR LSP

UNSUR PELAKSANA

BAGIAN
ADMINISTRASI

BIDANG
STANDARDISASI

BIDANG
SERTIFIKASI

BIDANG
MANAJEMEN MUTU

KELOMPOK ASESOR

LSP memiliki badan hukumMateri


yangB-02-Sosialisasi
disahkan notaris
Pembentukan LSP

23

UNSUR PENGARAH & PELAKSANA

PENGARAH TERDIRI DARI :

KETUA MERENGKAP ANGGOTA


ANGGOTA BERASAL DARI:

ASOSIASI PROFESI DAN ATAU


ASOSIASI INDUSTRI

PELAKSANA MINIMAL TERDIRI DARI :

KETUA (atau nama lainnya)


BAGIAN ADMINISTRASI,
BIDANG STANDARDISASI,
BIDANG SERTIFIKASI dan
BIDANG MANAJEMEN MUTU.

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

24

TANGGUNG JAWAB PENGARAH

BOM

Bertanggung jawab atas


keberlangsungan LSP
Menetapkan Visi Misi dan tujuan
LSP
Program kerja
Anggaran belanja
Mengangkat dan memberhentikan
pengurus LSP,
Komunikasi dengan stakeholder
dan mobilisasi sumber daya
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

25

PELAKSANA LSP

Unsur pelaksana LSP memiliki fungsi


sebagai pelaksana kebijakan yang telah
ditetapkan oleh pengarah, dengan tugas
sbb:
a)
b)
c)
d)

BOM

Melaksanakan program kerja LSP,


Melakukan monitoring dan evaluasi,
Menyiapkan rencana program dan anggaran,
Memberikan laporan dan bertanggungjawab
kepada Pengarah.
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

26

TUGAS BAGIAN ADMINISTRASI


a)

b)

BOM

Memfasilitasi unsur-unsur
organisasi LSP guna
terselenggaranya program
sertifikasi profesi,
Melaksanakan tugas-tugas
ketatausahaan organisasi
LSP,
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

27

TUGAS BIDANG STANDARDISASI


a)

b)

c)

BOM

Memfasilitasi kegiatan indentifikasi


kebutuhan jenis kompetensi tenaga dari
industri,
Memfasilitasi kegiatan pengembangan
standar kompetensi,
Memfasilitasi pengusulan standar
kompetensi baru untuk ditetapkan
sebagai SKKNI.
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

28

TUGAS BIDANG SERTIFIKASI


a)

b)

Melaksanakan kegiatan asesmen,

c)

Melaksanakan verifikasi TUK,

d)

BOM

Memfasilitasi penyusunan Materi Uji


Kompetensi dan Kualifikasi,

Melakukan recruitment asesor serta


pemeliharaan kompetensi asesor baik
asesor manajemen maupun asesor
kompetensi
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

29

TUGAS BIDANG MANAJEMEN MUTU


a)

b)

c)

Mengembangkan menerapkan
sistim manajemen mutu LSP
sesuai Pedoman BNSP 201 DAN
202,
Memelihara sistim menajemen
agar tetap sesuai dengan standar
dan pedoman yang diacu,
Melakukan audit internal dan kaji
ulang manajemen LSP.
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

30

SARANA DAN PERANGKAT LSP


1.

2.

3.

LSP memiliki kantor tetap sekurangnya 2 tahun dan


memiliki sarana kerja yang memadai.
LSP harus memiliki rencana kegiatan yang
mencerminkan pelayanan yang diberikan kepada
industri dan sekaligus sebagai penghasilan untuk
pendanaan organisasi.
LSP harus memiliki perangkat kerja yg meliputi:
a)
b)
c)
d)

Standar kompetensi dan Materi Uji Kompetensi,


Pedoman pelaksanaan Sertifikasi termasuk tata cara
penetapan TUK,
Kualifikasi Kompetensi,
Sistim pengendalian pelaksanaan sertifikasi.
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

31

B. KETELUSURAN PENILAIAN KESESUAIAN SISTEM SERTIFIKASI PROFESI

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI


PP, PEDOMAN BNSP

Lisensi akreditasi

Asesor QMS
Peedoman BNSP 203 & 204

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


LEMBAGA
SERTIFIKASI
PROTAP BNSP
., ISO GUIDEPROFESI
65
LEMBAGA
SERTIFIKASI
PROTAP BNSP ., ISO GUIDEPROFESI
65
PEDOMAN BNSP 202 & 201

verifikasi

Asesor QMS
Pedoman BNSP 203 & 204

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


LEMBAGA
SERTIFIKASI
PROTAP
BNSP
., KOMPETENSI
ISO GUIDEPROFESI
65
TEMPAT
UJI
PROTAP BNSP ., ISO GUIDE 65
Uji kompetensi/
Sertifikasi

Asesor Kompetensi
Pedoman BNSP 303

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


LEMBAGA
SERTIFIKASI
PROTAP
BNSP
., ISO
GUIDEPROFESI
65
PESERTA
UJI
KOMPETENSI
PROTAP BNSP ., ISO GUIDE 65
Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

32

C. PROSES PEMBERIAN LISENSI LSP

BNSP

MEMBENTUK
REKOMENDASI

MENUNJUK
ASSESSOR

PANITIA TEKNIK

LAPORAN
ASSESSMEN

4
7

2
8
1

MENGAJUKAN
PERMOHONAN

TIM ASSESSOR

AKREDITASI
ASSESSMEN/
SURVAILEN
RE-ASSESSMEN
3

Materi B-02-Sosialisasi
LEMBAGA
Pembentukan LSPSERTIFIKASI

PROFESI33

D. PROSES VERIFIKASI TUK

LSP

MEMBENTUK
REKOMENDASI

MENUNJUK
ASSESSOR

KOMITE TEKNIK

LAPORAN
ASSESSMEN

4
7

1
MENGAJUKAN
PERMOHONAN

TIM ASSESSOR

VERIFIKASI
ASSESSMEN/
SURVAILEN
RE-ASSESSMEN
3

Materi B-02-Sosialisasi
TEMPAT
Pembentukan
LSP UJI

KOMPETENSI

34

D. PROSES UJI KOMPETENSI

LSP

MEMBENTUK
REKOMENDASI

MENUNJUK
ASSESSOR
3

KOMITE TEKNIK

LAPORAN
ASSESSMEN

5
8

TIM ASSESSOR UJI


9
1

KOMPETENSI
ASSESSMEN
4

MENGAJUKAN
PERMOHONAN

SURVAILEN

PESERTA di TUK
2
Memilih TUK
Materi B-02-Sosialisasi
PESERTA
Pembentukan
LSP

UJI KOMPETENSI

35

bnsp
Terima Kasih
BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP)

Jl. MT. Haryono Kav 52 Telp. 021-79194829 Fax. 021-7992321

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

E-mail : bnsp_ri@yahoo.com

36

bnsp
Terima Kasih
BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP)

Jl. MT. Haryono Kav 52 Telp. 021-79194829 Fax. 021-7992321

Materi B-02-Sosialisasi
Pembentukan LSP

E-mail : bnsp_ri@yahoo.com

37