Anda di halaman 1dari 14

Pertemuan 1

Median Wilestari, CA

Etika dari kata Yunani ethos (ta etha) berarti


adat istiadat atau kebiasaan
Etika sering disebut sebagai Moral. Moralitas
adalah kegiatan yang membedakan baik dan
buruk, aturan yang mengendalikan kegiatan
tersebut dan nilai-nilai yang tersimbol di
dalamnya yang dijadikan tujuan dalam
praktek kegiatan moral itu sendiri.

Ilmu Etika tidak bisa dipisahkan dari ilmu


filsafat, dan filsafat sering dianggap sebagai
induknya ilmu etika
Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari
baik buruknya perilaku manusia (K.Bertens)
Etika dapat dianggap sebagai bentuk
tindakan dengan mendasarkan moral sebagai
ukurannya. Dan ukuran tersebut juga bisa
dilihat dari berbagai sisi; agama, hati nurani,
aturan, dll

Etika sebagai praksis : sama dengan moral


atau moralitas, adat istiadat dan normanorma yang berlaku dalam masyarakat.
Etika sebagai ilmu : adalah sebagai suatu
pemikiran dan penilaian moral.
Etika sebagai pemikiran moral jika dalam
proses penalaran yang bersifat ilmiah dicapai
dengan cara kritis, metodis dan sistematis,
sehingga bisa menghasilkan konsep, teori
dan asas atau prinsip tentang perilaku
manusia yang baik dan yg buruk.

Manusia selalu berkeinginan untuk merubah


nasibnya menjadi lebih baik.
Semakin keras seseorang bekerja dan
berusaha, semakin besar peluang nasib baik
akan diraih. Perubahan nasib harus disertai
dengan perubahan karakter.
Nasib seseorang mencerminkan karakternya
dan karakter seseorang berasal dari
kebiasaan dan tindakannya. Tindakan
bersumber dari pikiran dan pikiran
dipengaruhi oleh emosi.

Psikoanalis : manusia digerakkan oleh


keinginan yang terpendam (homo valensi)
Behaviorisme : manusia digerakkan oleh
lingkungan (homo mechanicus)
Kognitif : manusia adalah makhluk berfikir
(homi sapiens)
Humanisme : manusia aktif merumuskan
strategi transaksional (homo ludens)

Homo homoni lupus :


Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya
Ambisius akan memunculkan sikap otoriter
Sikap otoriter adalah sebuah usaha yang kuat
untuk mencapai sesuatu secara totalitas dan
tidak berhenti sebelum mendapatkannya.
Banyak korban (harta dan jiwa) dari sikap
otoriter terutama dari pemimpin

Teori Egoisme : Memenuhi kepentingan pribadi


Teori Utilitarianisme : Memberi manfaat bagi
orang banyak
Teori Deontologi : Kewajiban mutlak bagi setiap
orang
Teori Teleologis : Tujuan tindakan yang ingin
dicapai
Teori Hak : Aturan tentang HAM
Teori Keutamaan : Karakter positif negatif
individu
Teori Teonom : Karakter mulia manusia pada
agama dan kitab suci

Semua agama mengakui adanya Tuhan dan


kekuatan yang mengatur alam semesta
Semua agama mengakui bahwa manusia
memiliki tujuan tertinggi selain tujuan hidup
didunia.
Etika adalah aturan yang mengatur perilaku
hidup di dunia untuk mencapai tujuan
tertinggi tsb.
Ajaran etika bersumber dari kitab suci, ada
yang bersifat universal dan ada yang mutlak.

Etika bisnis adalah aturan yang menegaskan


suatu bisnis boleh bertindak dan tidak boleh
bertindak, dimana aturan-aturan tersebut
dapat bersumber dari atuan tertulis maupun
tidak tertulis.
Dan jika bisnis melanggar aturan maka sanksi
akan diterima, dimana sanksi tersebut bisa
berbentuk langsung maupun tidak langsung.

Etika bisnis merupakan isu penting ketika


perusahaan dan bisnis semakin berkembang,
persoalan semakin rumit dan profit oriented
menjadi pertimbangan utama.
Banyak pelanggaran etika yang terjadi pada
bidang audit, marketing, human resources,
produksi dan finansial.
Penerapan aturan dan konsep etika dalam
bisnis menjadi bagian tanggungjawab negara

Etika bisnis menjadi kajian serius dengan


adanya beberapa kasus perusahaan seperti;
PT.Lapindo Brantas, PT.Newmont,
demonstrasi buruh, fraud di bidang
perbankan, dsb.
Persaingan bisnis di era globalisasi menuntut
adanya transparansi usaha yang menjunjung
tinggi nilai-nilai moral.

Tindakan dan keputusan perusahaan yang


dilihar dari sudut pandang etika;
Kondisi suatu perusahaan yang dianggap
melanggar ketentuan etika bisnis;
Ukuran etika yang dipergunakan perusahaan;
Peraturan dan ketentuan mengenai etika yang
ditetapkan oleh lembaga terkait.