EKOSISTEM PERAIRAN

Arini (3425072051 )
 Friska Zahara (3425072061)
 Marlina Purnawati (34250720 55 )
Sahar Al-izzah Dinillah (3425070191)

Jurusan Biologi
Universitas Negeri Jakarta

Ekosistem
air tawar

Ekosistem
Perairan
Ekosistem
air laut

Ekosistem Air Tawar

ekosistem yang terbentuk di permukaan
daratan.
 Memiliki kondisi air tawar (konsentrasi garamgaram mineral sedikit). Meliputi danau, sungai,
rawa, dll.
Ada 2 macam ekosistem air tawar, yaitu :
dan Ekosistem
Airlotik
b. Ekosistem
air tawar
a.Ekosistem
EkosistemAir
airTawar
tawarLentik
Tawar Lotik
Ciri : Memiliki air yang Berarus
lentik
Ciri : Airnya tidak berarus Ex: sungai
Ex: danau

CONTOH LENTIK

CONTOH LOTIK

Lentik

Danau

 Danau merupakan suatu badan air yang

menggenang dan luasnya mulai dari beberapa
meter persegi hingga ratusan meter persegi.
 Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan
penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat
ditembus cahaya matahari sehingga terjadi
fotosintesis disebut daerah fotik.
 Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari
disebut daerah afotik.
 Di danau juga terdapat daerah perubahan
temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin
memisahkan daerah yang hangat di atas dengan
daerah dingin di dasar.

Lotik

Sungai

 Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air

sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen
dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan
memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai
dengan ketinggian dan garis lintang.
 Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air
sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan
komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa
arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang
yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat
mendukung rantai makanan.

 Organisme

sungai dapat bertahan tidak
terbawa arus karena mengalami adaptasi
evolusioner.
Misalnya
bertubuh
tipis
dorsoventral dan dapat melekat pada batu.

 Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi

hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari
pusaran air.

Penggolongan Organisme Air
Tawar

Penggolonga
n Organisme
Air Tawar

Aliran Energi

Kebiasaan hidup

Kedalaman

1. Berdasarkan aliran energi
autotrof
ex: tanaman hijau & organisme kemosintetik.
b. fagotrof (makrokonsumen)
ex: karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau
organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa
organisme.
c. Saprotroph(KonsumenMikro/Pengurai)
a.

RANTAI MAKANAN DI PERAIRAN TAWAR

2. Berdasarkan kebiasaan hidup
a. Plankton :
terdiri
alas
fitoplankton
dan
zooplankton;
biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti
gerak aliran air.)
b. Nekton : hewan yang aktif berenang dalam air,
misalnya ikan.
c. Neuston : organisme yang mengapung atau
berenang di permukaan air atau bertempat pada
permukaan air, misalnya serangga air.

d. Perifiton : merupakan tumbuhan atau
hewan yang melekat/bergantung pada
tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
e. Bentos : hewan dan tumbuhan yang hidup di
dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat
sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis.
Ex: filter feeder (kerang) & deposit feeder
(siput)

Penggolongan Organisme Berdasarkan
Kebiasaan Hidup

3. Berdasar kedalamannya :
Pada habitat lentik
Litoral
(daerah tepi)

Limnetik
(daerah

tengah)

Profundal
(daerah dasar)

Daerah air dangkal,
Organisme :
sehingga cahaya
Tumbuhan
matahari
berakar,fitoplankton,zoo
masih dapat menembus plankton, dan hewan
hingga ke dasar
bentos
Daerah yang terbuka
dan dapat ditembus
cahaya matahari

Organisme :
zooplankton,
fitoplankton, nekton,
dan neuston

Daerah yang tidak dapat Bakteri pengurai dan
ditembus oleh cahaya
ikan pemakan sisa
matahari.
organisme mati

Organisme Pada habitat lentik

LCL = Light compensation level=
Intensitascahayamatahari±1% dari
intensitascahayapenuh

1. Sifat Komunitas di Zona
Litoral
1.Produsen
ada 2 tipe:
A.Tumbuhan Berakar(Bentik) Divisio Spermatophyta:
-Typha
-Scirpus
-Sagittaria
-Nymphaea

-Pomatogeton diversifolia
-Pomatogeton pectinalis
-Chara

B.Fitoplankton; jenis-jenis ganggang:
-Spyrogyra
-Richteriella
-Zygnema
-Closterium
-Scenedesmus
-Navicula
-Coelastrum
- dll

Scirpus
Chara.sp

Typha

Sagittaria latifolia

Nymphaea

JENIS-JENIS PHYTOPLANKTON

Spyrogyra

Scenedesmus

Navicula
Zygnema

Coelastrum

Zonasi pd pd Litoral dari pinggir (dangkal )
ke
tengah (dalam ) berdasarkan pada vegetasi
berakar (Spermatophyta ):

 Zonavegetasitersembul(emergent

vegetation)
 Zonavegetasiygdaunnyaterapung
 Zonadgnvegetasiygtenggelam

1.Zona vegetasi tersembul (emergent
vegetation)
Kondisiekologis:

1. CO2 diambil dari udara,

nutrien diperoleh dari sedimenan
aerob pada dasar perairan.

2. Vegetasi berfungsi sebagai “pompanutrien” bagi ekosistem

perairan lentik.
Contohvegetasi:
- Typha spp

- Sparganium spp

- Scirpus spp

- Eleocharis spp

- Sagittaria spp

- Pontederia sp

Vegetasi tsb bersama-sama dgnvegetasi pd zona pinggir
perairan (yglembab) merupakan matarantai penghubung
antaralingkungan perairan dan daratan.

Bermanfaat bagi hewan amfibi dan serangga air sbg tempat
perlindungan dan mencari makan.

Pontederia sp

Sparganium spp

Eleocharis spp

2.Zona vegetasi yang daunnya
terapung
Kondisi Ekologis:
 Sama dgn zona 1, tetapi permukaan perairan
biasanya tertutup rapat oleh daun vegetasi, shg
mengurangi laju fotosintesis�
 Dibawah daun vegetasi tsb merupakan tempat
istirahat dan meletakkan telur bagi beberapa
biota air.
Contohvegetasi :
Nymphaea(teratai)
Brasenia

3. Zona dengan vegetasi tenggelam (sub
mergent vegetation)

Daun cenderung tipis dan terbelah-belah
halus sbg adaptasi utk pertukaran nutrisi
dan air.

Contohvegetasi:
-Pomatogeton spp
-Chara
-Ceratophyllum
-Myriophyllum

- Elode
- Anacharis
- Najas
- Vallisneria

Ceratophyllum

Anacharis

Myriophyllum

2. Sifat Komunitas di Zona
Limnetik
PRODUSEN
(fitoplankton):



Diatomae
Ganggang Hijau
Ganggang Hijau Biru
Flagellata Hijau serupa ganggang:
- Dinoflagellata
- Euglenidae
- Volvocidae
Bentuk-bentuk fitoplankton merupakan
adaptasi untuk dapat terapung.

Di daerah temperate (beriklim sedang/ 4 musim)
populasi fitoplanktondi di danau dan kolam
seringkali naik turun tergantung pada musim saat
itu
. 

Musim Dingin:

uhu rendah
tensitas chy
tahari rendah
utrien tertimbun
k terpakai
opulasi
oplankton rendah.

2. MusimSemi:
• Suhu & Intensitas
Chy matahari
membaik
• Nutrien melimpah
& dpt
dimanfaatkan
• Populasi
fitoplankton
Meningkat (bloom)

4. MusimGugur:
3. MusimPanas:
•Suhu mulai menurun,
•Suhu & Intensitas
chy matahari meningkatstratifikasi air tdk ada
•Terbentuk stratifikasi •Intensitas chy
matahari menurun
massa air akibat
•Nutrien dpt
perbedaan suhu air
•Nutrien menurunkrn dimanfaatkan
•Populasi fitoplankton
sdh habis Terpakai
meningkat(bloom)
Dan adaStratifikasi
•Populasi fitoplankton
rendah

KONSUMEN Di Zona Limnetik :
 Zooplankton :
Copepoda: Diatomus, Cyclop
Cladocera: Diaphanosoma, Sida,
Bosmina
 Nekton: didominasi oleh ikan

3. SIFAT KOMUNITAS di ZONA
PROFUNDAL
1.

2.

CAHAYA MERUPAKAN FAKTOR PEMBATAS:
Organisme zona Profundal tergantung pada
zona Limnetik dan Litoral utk bahan makanan.
Zona Profundal memberikan nutrisi yg telah
di“daurulang” ke zona lainnya oleh arus
maupun organisme yg pindah.
KEANEKARAGAMAN KEHIDUPAN RENDAH

KOMUNITAS UTAMA:
Bakteri dan Jamur

3 kelompok konsumen:
a . Cacing darah / larva Chironomid & Annelida
b. Kerang kecil (Fam: Sphaeridae)
c. Larva phantom/ Chaoborus

Annelida merah melimpah diair yang tercemar limbah domestik

Larva Chaobarus (dewasa adl nyamuk diptera)
3.

4.
5.

ORGANISME KEBANYAKAN MERUPAKAN HOLOPLANKTON
ADAPTASI ORGANISME :
Untuk dapat bertahan terhadap kondisi O2 rendah. Terdiri dari
bakteri jenis anaerobik

3. Berdasar
kedalamannya
:
Pada Habitat
Lotik:

 Zona Arus Deras: Daerah dangkal dan kecepatan arus

cukup tinggi, shg dasar perairan padat & tdk ada
endapan .
Organisme yg hidup :Bentos yg telah beradaptasi.
Periphyton yg melekat kuat. Ikan yg dpt berenang kuat2.
 Zona Arus Lambat: Daerah perairan yg dalam &
kecepatan arus sudah berkurang, shg terjadi proses
pengendapan dan dasar perairan lunak .
Organisme yg hidup : Plankton, Nekton penggali, Bentos di
dasar endapan

Organisme Pada habitat
Lotik

Bentuk Adaptasi Organisme Air
Tawar
Adaptasi tumbuhan
 Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel
satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga
biru dan alga hijau.
 Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea
gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur).
 Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat
air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan
osmosis lingkungan atau isotonis.

Adaptasi Hewan
 Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif
dengan menggunakan otot yang kuat.
 ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis
melakukan osmoregulasi untuk memelihara
keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem
ekskresi, insang, dan pencernaan.

EKOSISTEM AIR LAUT
 Kadar garam tinggi.
 Suhu permukaan lebih tinggi dari suhu

dasar.
 Ikan air laut beradaptasi dengan banyak
minum, sedikit urin, insang aktif
mengeluarkan garam.

Ekosistem Air Laut
Laut

Ekosistem
Air Laut

Pantai

Estuari

Terumbu
Karang

Ekosistem Laut
 salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion

CI- mencapai 55% terutama di daerah laut
tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan
besar.
 Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C.
 Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.
 Batas antara lapisan air yang panas di bagian
atas dengan air yang dingin di bagian bawah
disebut daerah termoklin.

Ekosistem laut berdasar kedalamannya
Daerah litoral,
berbatasan dengan
daratan.
Daerah neritik
(sampai 200m).
Daerah batial
(200m-2000m).
Daerah abisal (lebih
dari 2000m).

Zona litoral
Zona laut dangkal

Zona
fotik

Lantai Samudra

Zona Pelagik
Zona
afotik

Ekosistem Laut, meliputi zona litoral (daerah tepi
Figure 34.7A
laut), zona laut dangkal, dan zona pelagik

Zona Litoral

– Berada di tepi laut (pantai)
– Menyediakan tempat bagi kebanyakan ikan dan
udang, kepiting untuk membesarkan anak-anaknya.
– Biasanya dikelilingi oleh daratan yang membentuk
hutan bakau

Zona Laut Dangkal
b. Ekosistem Terumbu Karang

-Terbentuk oleh koloni rangka hewan coelenterata
-Berperan sebagai daerah perkembangbiakan ikan
-Ekosistem yang mudah rusak oleh polusi, pencemaran, dll

Zona Pelagik
-Merupakan wilayah laut terbuka.
-Terdiri dari 2 wilayah kedalaman yang berbeda, yaitu
zona fotik dan zona afotik

Zon
a
fotik
Lantai Samudra

Zona
afotik

Zona
Pelagik

Ekosistem Pantai
 Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan

ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.

 Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian

pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai
memiliki adaptasi struktural sehingga dapat
melekat erat di substrat keras.

 Daerah paling atas pantai hanya terendam saat

pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh
beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis
yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung
pantai.

 Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi

dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang,
porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput
herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut,
bintang laut, dan ikan-ikan kecil.

 Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang

maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam
invertebrata dan ikan serta rumput laut.

 Komunitas

tumbuhan berturut-turut dari daerah
pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai
berikut.

Formasi pes caprae
Komunitas tumbuhan
berdasarkan berturut-turut
dari daerah pasang surut
ke arah darat

Formasi baringtonia

1. Formasi pes caprae



Banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes
caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin
Tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal.
Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna,
Euphorbia atoto, dan Canaualia martina.
Lebih ke arah darat lagi
ditumbuhi Crinum asiaticum
(bakung), Pandanus tectorius
(pandan), dan Scaeuola
Fruescens (babakoan).

2. Formasi baringtonia
 Didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya

Wedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.

Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka
kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas.
Yang termasuk tumbuhan di hutan
bakau antara lain Nypa,
Acathus, Rhizophora,
dan Cerbera.
 Jika tanah pasang surut
tidak terlalu basah,
pohon yang sering tumbuh
adalah: Heriticra, Lumnitzera,
Acgicras, dan Cylocarpus.

Ekosistem Estuari
 Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai

dengan laut.
 Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal
yang luas atau rawa garam.
 Salinitas air berubah secara
bertahap mulai dari daerah
air tawar ke laut. Salinitas ini
juga dipengaruhi oleh siklus
harian dengan pasang surut
aimya.
 Komunitas tumbuhan yang hidup
di estuari antara lain rumput rawa
garam, ganggang, dan
fitoplankton.

Ekosistem Terumbu Karang

Terdiri dari komunitas yang khusus yang
terdiri dari karang batu dan organismeorganisme lainnya.

Terumbu karang didominasi oleh karang
(koral) yang merupakan kelompok
Cnidaria yang mensekresikan kalsium
karbonat.

Hewan-hewan yang hidup di karang
memakan organisme mikroskopis dan
sisa organik lain. Berbagai invertebrata,
mikro organisme, dan ikan, hidup di
antara karang dan ganggang. Herbivora
seperti siput, landak laut, ikan, menjadi
mangsa bagi gurita, bintang laut, dan
ikan karnivora.

Hutan Mangrove
Terdapat di daerah berawa
atau berair payau.
Tumbuhan yang menghuni :
Rhizopora sp. Sonneratia sp.,
mangrove putih (Avicennia
sp.), dan Bruguiera sp.
Hewan yang menghuni :
burung pemakan ikan, monyet
(di pohon), kijing, siput, remis,
ketam (di dahan dan akar),
udang, ular, katak, insekta (di
dasar) dan ikan glodok

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful