Anda di halaman 1dari 18

Equipment

/Engine
efect

Level of
Cleanliness

Reliable &
reproducible
SOP

Protokol Validasi Pembersihan, harus mencakup :

Halaman pengesahan

Tujuan pelaksanaan validasi

Cakupan/ruang lingkup/scope

Latar belakang pelaksanaan validasi

Pembagian tugas dan tanggung jawab

Dokumen terkait (IQ/OQ, sumber/pustaka/dokumen rujukan yang


dipakai)

Garis besar pelaksanaan pembersihan

Rencana pengambilan sampel dan pengujian

Rencana analisa hasil uji

Penetapan kriteria penerimaan

Prinsip..

Hasil swab dianalisis untuk


kandungan residu

Bahan yang
digunakan
untuk
sampling
harus
kompatibel
dengan
solvent dan
metode
analisisnya

Ukuran
material
harus
disesuaikan
dengan area
samplingnya

Tidak ada serat-serat yang


menggangu analisis

Kelebihan :
1. Contoh yang sudah mengering atau sulit larut dapat dilepaskan
dari permukaan secara fisik
2. Lokasi yang sulit dibersihkan dapat dicapai dengan swab

sehingga memungkinkan evaluasi paling langsung terhadap


tingkat kontaminasi atau jumlah residu setisp permukaan

Kekurangan
1. Adanya variasi hasil yang disebabkan oleh pemilihan lokasi,
tekanan yang digunakan dan totalitas permukaan yang di-swab
2. Pelarut swab yang dapat memengaruhi residu

3. Proses

analisis

ekstraksi

dapat

mempengaruhi/mengurangi

recovery rate (perolehan kembali)


4. Sampel yang terbatas dapat mempengaruhi sensitivitas hasil
analisis

Prinsip..

Hasil bilas kemudian dianalisis


untuk kandungan residu

Pelarut
pembilas harus
kontak dengan
permukaan alat
dalam waktu
yang cukup agar
residu dapat
larut sempurna

Umumnya
dilakukan untuk
alat/mesin yang
sulit dijangkau
dengan cara
apus

Pelarut pembilas harus tidak


boleh menyebabkan
penguraian/degradasi residu

Kelebihan :

Pengambilan contoh dimungkinkan terhadap permukaan yang luas

Keseluruhan lokasi dipermukaan dapat dicapai tanpa kesulitan


sehingga memungkinkan evaluasi dengan tingkat recovery rate

yang tinggi

Jika

dilakukan

dengan

benar,

hasil

pemeriksaan

mencerminkan kondisi seluruh permukaan ala

dapat

Kekurangan :
Tidak

cocok

untuk

peralatan

kompleks

bermuatan

instrumen atau komponen listrik/elektronik. Misalnya mesin


tablet, Granulator, mesin pengisi serbuk, dan lain-lain

Prinsip..

Residu diperoleh
dari batch produk
plasebo yang dibuat
dengan cara simulasi
dalam kondisi yang
sebenarnya

Pengambilan sampel
yang dilakukan
dengan cara
pengolahan produk
yang bersangkutan
tanpa bahan aktif
dengan peralatan
yang sudah
dibersihkan
kemudian dianalisa

Kelebihan :

Contoh yang diambil merupakan simulasi proses produksi yang


sebenarnya

Memberi

keuntungan penilaian langsung terhadap efek

kumulasi tahapan proses produksi karena pendekatan validasi


dilakukan pada suatu rangkaian peralatan
Kekurangan :

Tingkat sensitivitas dari recovery rate residu terlalu rendah


karena faktor pengenceran selama proses produksi

Metode ini tidak disarankan, karena tidak reproducible

Alat yang dipakai untuk penentuan sisa (residu) : HPLC

(disarankan,

tetapi

biaya

pemeriksaan

mahal),

Spektrofotometer UV/Vis dan KLT (biaya leboh murah)

Hasil pengujian (dari 3 kali pembersihan berturut-turut)

dibuta dengan tabulasi berdasarkan parameter uji yang telah


ditentukan,
(jernih/keruh),

misalnya
pH,

sisa

pengamatan

secara

residu,

konduktifitas,

visual
dan

sebagainya

Hasil pengujian yang sudah ditabulasi kemudian dianalisa


secara statistik dengan menggunakan ANAVA atau student

test

Penentuan total residu dilakukan dengan cara menjumlahkan


sisa (residu) dari semua bagian mesin/peralatan/ ruang yang
divalidasi. Selanjutnya, konversikan jumlah total residu dari
sisa (reisdu) yang disampel. Jika tidak ada residu yang
terdeteksi, perhitungan sisa (residu) menggunakan limit of

detection (LOD) dari metode analisa yang digunanakan.

Worst Case Scenario


Penentuan resiko cross contamination (pencemaran silang) didasarkan
pada skenario terburuk, yaitu diasumsikan :

Seluruh sisa (residu) akan diterima (tercampur) oleh produk berikutnya

Sisa residu akan tercampur secara homogen pada produk selanjutnya

TIEL (Toxicology Insignificant Exposure Level) atau dosis terapeuti


yang terkecil per hari sebagai bahan perhitungan
Kriteria penerimaan :

Kriteria dosis : cemaran bahan aktif tidak lebih dari 0,001x dosis

harian maksimal per hari dari produk selanjutnya

Kriteria ppm : produk berikutnya mengandung tidak lebih dari 10ppm


cemaran produk sebelumnya

Bersih secara visual : pada alat yang telah dibersihkan, tidak terlihat
secara visual adanya sisa produk sebeumnya

Hasil pengujian dari masing-masing parameter dihitung ratarata dan simpangan bakunya (RSD)

Untuk menentukan kesinambungan (konsistensi), diuji dengan

menggunakan Analisis Variansi satu jalan (ANAVA)

Proses pembersihan dapat dinyatakan valid jika secara


statistik

menunjukkan

konsistensi

hasil

dan

seluruh

parameter uji memenuhi persyaratan yang telah ditentukan

Laporan Validasi Pembersihan, harus mencakup :

Halaman pengesahan

Tujuan pelaksanaan validasi

Ringkasan pelaksanaan validasi

Pembagian tugas dan tanggung jawab

Garis besar proses pembersihan yang dilakukan

Pengambilan sampel

Pengujian

Hasil pengujian

Analisa hasil pengujian

Penetapan kriteria penerimaan

Pambahasan

Kesimpulan

Rekomendasi

Daftar pustaka/rujukan