Anda di halaman 1dari 42

Dental

Porcelain
Amira Pradsnya Paramita
160110130124

Pengertian
Kata porselen mengacu pada jenis bahan keramik
yang pada dasarnya dibentuk dari kaolin, kuarsa, dan
feldspar, juga dipanaskan pada suhu tinggi.
Porselen kedokteran gigi juga dapat didefinisikan
sebagai keramik yang dihasilkan dari campuran
feldspar, silika, alumina, bahan logam oksida lain,
pigmen, dan agen opasitas.
Porselen adalah bahan keramik yang terbentuk dari
unsur-unsur yang dapat dicairkan lalu digabungkan
dengan bahan pelebur yang lebih rendah.

Aplikasi
Pembuatan jacket crown
Untuk restorasi gigi yang sudah rusak
Untuk memperbaiki lengkung gigi yang tidak bagus
Sebagai jendela atau veneer pada restorasi yang terbuat dari logam

untuk gigi yang mengalami fraktur pada sebagian mahkota


Sebagai bahan geligi dalam pembuatan gigi tiruan
Inlay
Untuk bahan restorasi pada gigi anterior yang mempertimbangkan nilai estetis
Bridge
Digunakan untuk merestorasi gigi yang telah hilang dan pada gigi yang membutuhkan kekuatan
sewaktu berfungsi.

Kelebihan dan
Kekurangan

Kelebihan
Estetika tinggi karena ada pigmen sehingga warna bisa
disesuaikan dengan warna gigi.
Tidak terpengaruh cairan rongga mulut
Kekuatan dan kekerasan baik
Biokompatibel

Tidak iritatif
Tahan lama
Insulator panas yang baik

Stabil terhadap pengaruh kontraksi dan ekspansi


Permukaan halus sehingga mencegah perlekatan plak
dan mengurangi insidensi karies

Kekurangan
Harganya mahal

Porositas tinggi
Mudah rapuh
Sukar diasah
Kekerasan terhadap fraktur rendah
Diskolorisasi pada tepi porselen
Pada gigi sulung sulit karena ruang pulpa masih
tinggi/lebar

Bunyi kliking bila kontak dengan gigi antagonis


Over/under restorasi pecah saat pembuatan, susah
diasah/tidak bisa dikurangi sendiri

Kelebihan

Kekurangan

Sedikit gigi yang harus


dihilangkan untuk
penggunaan veneer; lebih
banyak gigi yang harus
dihilangkan untuk
penggunaan crown

Bahan bersifat brittle


dan dapat patah atau
retak di bawah gaya
mastikasi

Resistensi terhadap decay


baik jika restorasi sesuai

Resisten terhadap ausnya


permukaan tetapi dapat
menyebabkan aus pada gigi
lawan
Resisten terhadap
kebocoran karena dapat
dibentuk secara akurat dan
sesuai
Bahannya tidak
menyebabkan sensitivitas
terhadap gigi

Tidak direkomendasikan
untuk gigi molar
Harga lebih mahal
karena membutuhkan
paling tidak kunjungan 2
kali dan pelayanan lab

Komposisi

Feldspar
Feldspar merupakan campuran dari sodium, potasium,
dan aluminium silikat dengan perbandingan tertentu
untuk menentukan suhu peleburan. Feldspar adalah
mineral alami berupa anhydrous alumino-silicate, dan
dapat diperoleh dalam bentuk soda feldspar (Na2O,
Al2O3, 6 SiO2), lime feldspar (CaO, Al2O3, 6SiO2 ), dan
potas feldspar (K2O, Al2O3, 6SiO2 ).

Feldspar
Jika dibakar akan meleleh menjadi bahan yang
bening seperti gelas yang membentuk matriks atau
sebagai pengikat bagi kaolin dan quartz.
Feldspar juga digunakan sebagai bahan fluks.

Sifat lain yang dimiliki feldspar adalah kemampuannya


untuk membentuk crystalline mineral leucite.

Kaolin
Merupakan bahan seperti lempung (clay) berupa
hidrous alumino silikat, dan bila ditambah air akan
menjadi campuran plastis yang dapat diolah menjadi
bentuk sesuai yang dikehendaki.
Porselen untuk keperluan di bidang kedokteran gigi
sedikit sekali atau bahkan tidak mengandung kaolin.
Kaolin berfungsi sebagai bahan pengikat memberi
warna opak, memudahkan manipulasi, dan
mempertahankan bentuk saat pembakaran.

Silika
Mineral yang tahan terhadap pemanasan, dan dapat
dijumpai dalam bentuk quartz, tridymite, maupun
cristobalite.
Sifatnya keras, stabil, merupakan bahan campuran
terbesar dalam kaca (glass), dan porselen kedokteran
gigi.
Silika merupakan stabilisator saat pemanasan
sehingga menambah strength dari porselen. Bentuk
struktur kristal silika:
Quartz
Struktur heksagonal
Bentuk silika yang paling
stabil.
Bila dipanaskan pada
suhu 8670C akan
mengalami recontructive
transformation menjadi
tridymite (rhombohedral)

Tridymite
Bila dipanaskan pada
suhu 14700C berubah
menjadi cristobalite
(kubik)

Cristobalite
Bila dipanaskan pada
suhu lebih dari 17000C
melebur dan terjadi fused
quartz yang amorphous

Fluks
Fluks dicampurkan pada porselen dalam
pembuatannya pada temperatur yang rendah.
Fluks berfungsi menurunkan suhu pembakaran. Fluks
yang dicampurkan pada porselen terdiri dari sodium
karbonat, kalsium karbonat, natrium karbonat dan
boraks.

Alumina Oksida
Berfungsi memberikan kekuatan, sifat opak,
danmeningkatkan viskositas keramik selama
pembakaran.

Komposisi Lain
Komposisi lain ini berperan untuk menambah nilai
estetika. Terdiri dari:
Pigmen, berkhasiat untuk memberi warna yang
dikehendaki, bahan ini bersatu dalam bubuk. Misalnya:
oksida-oksida chromium, cobalt, nickel, titanium dan besi
(II) oksida. Cobalt memberi warna kebiruan, besi
memberi warna coklat, platina memberi warna keabuan,
dan titanium memberi warna kekuningan.
Oksida-oksida, seperti titanium dapat dipergunakan
untuk membuat bahan menjadi lebih opaque.
Bahan upam dan bahan noda, dapat dipakai untuk
mendapatkan hasil estetis yang dikendaki.

Gula dan starch, dapat diikutkan sebagai bahan


pengikat.

Perbandingan Komposisi
KOMPOSISI

DENTAL
PORSELEN

PORSELEN
DEKORATIF

Feldspar

81%

15%

Quartz

15%

14%

Kaolin

4%

70%

Pigmen

< 1%

1%

Klasifikasi

Berdasarkan Suhu Lebur


High-Fusing

13000C-14000C

Medium-Fusing

11000C-13000C

Low-Fusing

8500C-11000C

Ultra-LowFusing

<8500C

Berdasarkan Aplikasi Klinis


Core
Porcelain

Digunakan untuk
membuat lapisan
dasar dari jacket
crown

Dentine/Body
Porcelain

Lebih translusen,
digunakan untuk
membuat badan
mahkota

Enamel
Porcelain

Paling translusen,
digunakan untuk
membuat incisal
edge

Berdasarkan Metode Pemanasan


Atmospheric
Firing
Vacuum
Firing

Manipulasi

Pemadatan
(Compaction)
Pembakaran (Firing)
Glazing
Pendinginan

Pemadatan
Tujuan:
Agar bahan dapat dibentuk sesuai dengan yang
dikehendaki
Agar air yang terkandung di dalam masa dapat
dikeluarkan sebanyak mungkin. Pada pembakaran akan
terjadi pengerutan volumetrik sebesar 30 sampai 40% lebih
banyak air yang dikeluarkan, lebih kecil pengerutan
terjadi.

Serbuk yang digunakan:


Opaque Shade
Untuk menutup
warna jaringan di
bawahnya
Warna buram

Dentin Shade
Lebih translusen
Menentukan
warna dan bentuk
restorasi

Enamel Shade
Membentuk
bagian luar
mahkota
Translusen
Warna bisa
disesuaikan
dengan gigi asli

Pemadatan
Menabur bubuk pada permukaan yang basah
Menimbulkan reaksi kapiler sehingga membantu menarik air
dari masa

Kelebihan air dikeringkan dengan kertas hisap

Dapat dilakukan penggetaran atau vibrasi agar


partikel bubuk tersusun lebih rapat

Keberhasilan tahap ini tidak hanya tergantung dari


operator tetapi juga dari ukuran partikel bubuk

Pembakaran
Pembakaran dilakukan pada tungku listrik. Elemen
pemanasnya dapat terbuat dari :
Alloy Ni-Cr untuk pembakaran porselen low fushing
Platinum atau Alloy Platinum, apabila dibutuhkan suhu lebih
tinggi

Yang perlu diperhatikan


1.

2.
3.
4.

Porselen yang telah dipadatkan diletakkan di atas piring


pembakaran dan tidak boleh berkontak dengan dinding
tungku. Bila porselen melekat padanya, elemen pemanas
akan rapuh.
Pembakaran dimulai dari panas yang rendah, kalau tidak
air akan menguap demikian cepat sehingga dapat
meremukkan bagian porselen yang belum terbakar.
Dibutuhkan pemanasan yang merata.
Mula-mula jendela tungku dibiarkan terbuka agar uap air
dan hasil pembakaran bahan pengikat lainnya dapat
keluar.

Pembakaran
Low Bisque/Low Bscuit
Bahan menjadi sedikit kaku dan flux mulai mengalir

Medium Bisque/Medium Biscuit


Telah terjadi sedikit pengerutan

Terdapat kohesi yang lebih besar


antara partikel

High Bisque/High Biscuit


Tidak terjadi lagi pengerutan

Glazing
Keramik di glazing untuk menghasilkan permukaan
yang licin dan berkilat menjaga agar sisa sisa
makanan tidak melekat.
Glazing dilakukan dengan cara memoles dengan kit
pemoles porselen.

Permukaaan yang lebih halus akan mengurangi


kerusakan akibat abrasi gigi atau restorasi gigi
antagonis.
Glazing juga efektif dalam mengurangi
perkembangan retak dan menutupi porus yang terjadi
saat pembakaran.

Pendinginan
Harus dilakukan secara perlahan dan merata kalau
tidak akan terjadi derajat pengerutan yang berbeda
pada bagian bagian restorasi keramik yang
cenderung mendorong terbentuknya stress dan
menimbulkan retak sehingga mengurangi kekuatan.

Bahan Upam dan Bahan Mode


Pengerasan selama pembakaran dimbangi dengan
cara menambah lebuh banyak porselen pada restorsi
yang telah dibakar dan kemudian dibakar
Apabila telah diperoleh bentuk dan ukuran yang
dikehendaki maka restorsi perlu dihaluskan agar
makanan jangan mudah melekat

Hasil permukaan yang dikehendaki dapat


dicapai dengan:
A.

Memanaskan pada kondisi yang dikontrol


(pemanasan dapat sampai suhu fusi, suhu ini
dipertahankan selama lima menit)

Sehingga bagian porselen dipermukaan mulai mengalir dan


menghasilkan permukaan yang halus.
Apabila pemanasan dibiarkan berlanjut, maka dapat terjadi
proplastic flow
Proplastic flow yaitu mengalirnya haluan pada suhu tinggi,
menyebabkan sudut-sudut tajam dan tepi restorasi membulat
sehingga dapat terjadi gross overheating yang
mengakibatkan restorsi kehilangan bentuknya sama sekali

B.

Pemberian Upam

Yaitu suatu bahan keramik yang hampir transparan lalu


ulangi dengan dibakar

Upam terbuat dari flow low fusing dan silikat


Sebelum melakukan pengupaman, permukaan restorasi
dapat diberi semacam fluida untuk memicu moda atau
pertumbuhan gigi asli yang tidak sempurna
Bahan pemoda ini tersedia berupa suspensi dalam cairan
yang akan menguap selama pembakaran

Sifat-sifat
Porselen

Sifat Kimia
Tahan terhadap pengaruh kimia dan lingkungan
dalam rongga mulut, biokompatibel, tidak
mengandung bahan kimia berbahaya.

Sifat Fisik
Keuletan dan tegangan geseknya rendah, tetapi
tegangan tariknya tinggi.

Sifat Estetis
Sangat baik karena menyerupai gigi asli.

Sifat Mekanis
Kekuatan baik namun cenderung rapuh dan mudah
rapuh. Bisa ditambahkan alumina untuk menambah
sifat mekanis.
Compressive strength : 331 Mpa
Tensile Strength : 34 Mpa
Hardness : 460 kg / mm2

Terjadi pengerutan selama pembakaran.

Sifat Termis
Penghantar panas rendah
Koefisien termal expansi mendekati email dan dentin
Koefisien termal expansi lebih kecil daripada bahan
lain.

Sifat Porus
Pada saat pembakaran dapat terjadi gelembung gelembung udara yang tidak dapat dihindari
sehingga menyebabkan terbentuknya rongga di
antara partikel porselen.
Hal ini yg menyebabkan porselen mudah pecah.
Untuk mengurangi porositas:
Pembakaran pada
tungku hampa
tekanan untuk
mengeluarkan air

Pembakaran
dengan adanya
suatu gas yang
dapat merembes
ke luar dari porselen

Pendinginan
dibawah tekanan
untuk mengurangi
resultante besarnya
pori-pori

Perbandingan
Sifat Porselen
dengan Bahan
Lain

Keramik dengan
Polimer

Keramik dengan
Logam

Keramik dengan
Porselen Alumina

Kestabilan terhadap
temperatur:
~polimer tidak stabil
~keramik lebih stabil
Sifat mekanik:
polimer kurang kaku
dan lebih mudah
deformasi
Kristalisasi:
keramik
bukan
benda
berkristal
karena
lebih
kompleks

Sifat kimia:
~logam/alloy
berkorosi
~keramik tahan
korosi
Sifat mekanis:
~logam tensile
dan compressive
sebanding
~keramik lebih
rapuh ;
compression>tensile
Sifat thermal dan
elektrik:
~logam
konduktor yang
baik
~keramik isolator
yang baik

Porselen alumina
lebih padat
dibanding porselen
Tensile strength
porselen alumina
lebih besar
dibanding porselen
Compressive
strength porselen
alumina lebih besar
dibanding porselen

Jenis Porselen
Terbaru

1. Porselen Cerestore
Sifat-sifatnya :
Tidak mengisut
Kekuatannya lebih besar
Estetiknya lebih baik
Hanya untu gigi anterior

2. Porselen Dicor
Teknik tuang dengan memakai mesin cor sentrifugal

Sifat-sifatnya :
Kuat

Akurat
Bening
Mirip gigi asli
Awet

3. Porselen Cera-Pearl
Sifat-sifatnya :
Terbuat dari gelas keramik
Suhu leburnya 1400oC
Kekuatan tarikanya 10x tarikan email
Mampu menahan daya kunyah

Daftar Pustaka
Anusavice, J.K. 2003 : Phillipss Science of Dental
Materials, 12th Ed, Philadelphia, WB Saunders.
Combe, EC. 1992. Sari Dental Material. Penerjemah:
Slamat Tarigan. Jakarta : Balai Pustaka.
Craig, R.G. 2012. Restorative Dental Materials. 13th ed.
St. Louis : Mosby Company.
Craig, Robert G., et al. 1996. Dental Materials:
Properties & Manipulation. St. Louis: Mosby.
Manapallil JJ. 2002. Basic Dental Material. Calcuta :
Jaypee Brothers Med Public.