Anda di halaman 1dari 5

LATIHAN SOAL

PPh PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN

1. Penghitungan PPh Pasal 21 atas Pembayaran Uang Rapel :


Budi , pada bulan Juni 2013 menerima kenaikan gaji menjadi
Rp.6.000.000,- sebulan dan berlaku surut sejak 1 Januari
2013.
Dengan adanya kenaikan gaji yang berlaku surut tersebut
maka Budi menerima rapel sejumlah Rp.5.000.000,(kekurangan gaji untuk masa Januari s/d Mei 2013). Untuk
menghitung PPh Pasal 21 atas uang rapel tersebut, terlebih
dahulu dihitung kembali PPh Pasal 21 untuk masa Januari s/d
Mei 2013 atas dasar penghasilan setelah ada kenaikan gaji.
dengan demikian penghitungan PPh Pasal 21 terutangnya
adalah sbb:

2.Rumingkang karyawati dengan status menikah tetapi belum


mempunyai anak, bekerja pada PT.Maju Jaya. Rumingkang
menerima gaji Rp.3.500.000,- sebulan. PT. Maju mengikuti
program pensiun dan jamsostek. Perusahaan membayar iuran
pensiun kepada dana pensiun yang pendiriannya telah
disahkan oleh Menteri Keuangan, sebesar Rp.40.000,sebulan.
Rumingkang juga membayar iuran pensiun sebesar
Rp.30.000,- sebulan, disamping itu perusahaan membayarkan
iuran JHT karyawannya setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji,
sedangkan Rumingkang membayar iuran JHT setiap bulan
sebesar 2,00% dari gaji.Berdasarkan surat keterangan Pemda
tempat Rumingkang bertempat tinggal diketahui bahwa suami
rumingkang tidak mempunyai penghasilan apapun.Premi JKK
dan JKM dibayar oleh pemberi kerja masing-masing sebesar
1,00% dan 0,30% dari gaji.
NB : Gunakan PTKP Terbaru.

3.Bondet adalah pegawai PT.Sinar Terang dengan status menikah


dgn 3 orang anak. Bondet menerima gaji Rp.7.000.000,sebulan dan PPh ditanggung oleh pemberi kerja.Tiap bulan
Bondet membayar iuran pensiun ke dana pensiun yang
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar
Rp.100.000,-

4. Anas bekerja pada PT.DI dengan memperoleh gaji


Rp.4.500.000,- / bulan. Satatus anas kawin dengan 2 anak.
Anas diberi tunjangan pajak sebesar Rp.40.000,-. Iuran
pensiun yang dibayar oleh Anas adalah sebesar Rp. 50.000,/bulan