Anda di halaman 1dari 16

SISTEM EKSKRESI

Kelompok 5 :
Priangga Budi W
Delonix Regia
Elsa Dewi Nur Bawati
Nurul Ika Novianti
Winda Meliawati
Zerlinda Mara Ditta
(120341421950)

(20934120888)
(120341421939)
(120341421937)
(120341400028)
(120341421963)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

1. Jelaskan fungsi utama sistem eskresi


pada hewan
Fungsi utama dari sistem ekskresi
Memelihara konsentrasi ion tunggal yg
tepat(Na, K, Cl, Ca, H, dsb).
Memelihara volume air tubuh yg tepat
Memelihara konsentrasi osmotik
Mengekresikan sisa metabolisme
Mengekresikan zat asing dan hasil
metabolisme

2. Jelaskan bagaimana Coelenterata dan


Echinodermata memelihara konsentrasi cairan
tubuhnya lebih tinggi dari mediumnya
Pada Coelenterata air tawar, memiliki cairan
tubuh hipertonik terhadap mediumnya dan
membrannya sangat permeable terhadap air
dan garam,serta volume tubuh dipertahankan
konstan.
Echinodermata, tidak memiliki masalah
dengan osmoregulasi, sebab caiiran tubuh
hewan ini selalu isosmotik dengan air laut.

Struktur tubuh Hydrozoa Hydra

3. Jelaskan mekanisme pengisian dan


pengosongan vakuola kontraktil pada amoeba
Amoeba menggunakan vakuola kontraktil untuk
mengumpulkan sampah ekskretoris seperti
amonia, dari cairan intraseluler oleh difusi dan
transpor aktif. Sebagai tindakan osmotik
mendorong air dari lingkungan ke dalam
sitoplasma, vakuola bergerak ke permukaan dan
membuang isi ke lingkungan

4. Jelaskan perbedaan struktur dan fungsi


protonefridia dengan metanefridia
PROTONEFRIDIA
Struktur :
memiliki saluran sempit ujungnya tertutup oleh sel nyala ataU
solenosit, ujung yang tertutup berakhir pada struktur berbentuk
seperti bola lampu , masing-masing dengan lubang lumen yang
memiliki satu flagelum atau banyak silia. Bila memiliki flagelum
tunggal, sel ujung disebut solenosit, bila memiliki banyak banyak
silia yang mengarah ke lumen disebut Sel nyala.
Fungsi :
Berfungsi dalam osmoregulasi, dimana sebagian besar limbah
metabolisme berdifusi keluar dari
permukaan tubuh atau
dieksresikan ke dalam rongga gastrovaskular dan dikeluarkan
melalui mulut. Akan tetapi, pada cacing pipih parasit fungsi
utamanya untuk eksresi dan membuang limbah bernitrogen.

METANEFRIDIA
Struktur :
Merupakan
pembuluh
sempit
tidak
bercabang, ujung sebelah dalam berbentuk
corong terbuka ke dalam rongga selom
Fungsi :
Berfungsi seperti ginjal filtrasi-reabsorbsi,
dimana mula-mula cairan dibentuk secara
ultrafiltrasi, kemudian mengalami reabsorbsi
selama melewati pembuluh yang urinferous

5. Jelaskan bagaimana serangga


menghasilkan urin yang sangat pekat
Pada serangga saluran malphigi bersama-sama
dengan saluran pencernaan begian belakang
membentuk sistem ekskretori-osmoregulatori
utama. Secara garis besar, sistem ini terdiri atas
saluran malphigi tipis, panjang yang bermuara ke
dalam saluran pencernaan pada tempat antara
usus depan dan usus belakang dan ujung yang
lain berada dalam hemocoel. Sekresi yang
dibentuk dalam tubulus masuk ke dalam usus
belakang, kemudian didehidrasi dan masuk ke
dalam rektum dan diekskresikan melalui anus
sebagai urin pekat.

6. Jelaskan pembentukan urine pada vertebrata


Pembentukan urin pada vertebrata melalui 3 proses.
Yaitu: ultrafiltrasi glomerular, reabsorbsi tubular, dan
sekresi tubular.
1. Ultrafiltrasi
pembentukan urin dimulai dari proses ultrafiltrasi
yang berlangsung di dalam glomerulus. Ultrafiltrasi
adalah proses pemindahan plasma darah dari
glomerulus menuju ke ruang kapsula bowman
dengan menembus membran filtrasi. Membran
filtrasi tersusun atas tiga lapisan. Yaitu: lapisan sel
endoteium glomerulus, membran kapiler, dan
epitel kapsula bowman.

2. Reabsorbsi tubular
Reabsorbsi tubular merupakan proses pepindahan
cairan dari tubulus renalis menuju darah dalam kapiler
peritubular. Filtrat glomerular mengandung zat-zat
seperti terdapat pada plasma kecuali protein darah
yang berukuran besar yang tidak dapat menembus
dinding kapiler glomerulus. Beberapa zat penting
seperti glukosa dan asam amino seluruhnya
mengalami reabsorbsi. Zat lain seperti natrium,
klorida, dan kebanyakan mineral mengalami
reabsorbsi yang bervariasi. Ini berarti bahwa beberapa
zat direabsorbsi dengan kuat, yang lain lebih lemah
tergantung pada kebutuhan tubuh.

3. Sekresi tubuler
tubulus ginjal dapat mengeksresikan zat-zat
tertentu ke dalam cairan tubular. Proses ini
merupakan kebalikan dari reabsorbsi tubular.
Sebagian besar sekresi tubular berlangsung di
tubulus distal.

7. Jelaskan mengapa burung laut dapat


bertahan hidup dengan minum air laut
sedangkan manusia tidak!
Burung laut dapat bertahan hidup dengan meminum air
laut karena burung laut memiliki organ khusus berupa
kelenjar garam atau kelenjar nasal yang dapat mengatasi
kelebihan garam pada tubuh burung tersebut. Burung laut
yang minum air laut berarti burung tersebut memperoleh
pemasukan garam yang berlebih, yang berarti bahwa burung
tersebut harus mengeluarkan kelebihan garam dari
tubuhnya. Kelebihan garam tersebut dikeluarkan melalui
kelenjar garam (kelenjar nasal) yang terdapat pada cekungan
dangkal dikepala bagian atas (disebelah tiap maatanya
didekat hidung). Burung laut akan menyekresikan cairan
pekat yang banyak mengandung NaCl. Kelenjar garam ini
akan aktif pada saat tubuh burung tersebut dijenuhkan oleh
garam.

sedangkan manusia tidak bisa bertahan hidup


dengan meminum air laut karena manusia tidak
dilengkapi oleh organ yang bekerja khusus untuk
menyekresikan air laut. Ginjal manusia hanya
mampu memindah sekitar 6 gr/liter Na+ dari aliran
darah urin yang diproduksi, sedangkan air laut
mengandung sekitar 12 gr/liter Na+. Jadi minum air
laut dapat menyebabkan manusia mengakumulasi
garam tanpa penambahan air yang eqivalen secara
fisiologis. Untuk mengekskresikan garam yang
terkandung dalam air laut, ginjal pada manusia
membutuhkan jumlah air yang lebih banyak
daripada air yang terkandung dalam air laut yang
diminum, sehingga hal ini akan menyebabkan
dehidrasi.