Anda di halaman 1dari 34

FOSIL

KELOMPOK 7 :
Detta Selvira F. (13513046)
Vinny Septiani (13513047)
Della Cyntia M. (13513048)

Pendahuluan
O Fosil penting untuk memahami sejarah

batuan sedimen bumi. Subdivisi dari


waktu geologi dan kecocokannya dengan
lapisan batuan tergantung pada
fosil.Organisme berubah sesuai dengan
berjalannya waktu dan perubahan ini
digunakan untuk menandai periode waktu.

OApa Itu Fosil?

O Fosil, dari bahasa Latin fossa yang berarti

"menggali keluar dari dalam tanah.


O Fosil menurut istilah adalah semua sisa,
jejak, ataupun cetakan dari manusia,
binatang, dan tumbuh-tumbuhan yang
telah terawetkan dalam suatu endapan
batuan dari masa geologis atau
prasejarah yang telah berlalu.

O Fosil mahluk hidup terbentuk ketika

mahluk hidup pada zaman dahulu


(lebih dari 11.000 tahun) terjebak
dalam lumpur atau pasir dan
kemudian jasadnya tertutup oleh
endapan lumpur. Endapan lumpur
tersebut akan mengeras menjadi
batu di sekeliling mahluk hidup yang
terkubur tersebut.

O Ilmu yang mempelajari fosil adalah

paleontologi.
O Ilmu yang mempelajari tentang proses
fosilisasi disebut dengan taphonomy.
O Salah satu penentuan umur fosil adalah
dengan menggunakan metode
radiometric dating.
O Proses pembentukan fosil disebut
Fosilisasi

Syarat Terbentuknya Fosil


1. Mempunyai bagian yang keras
2. Segera terhindar dari proses kimia
(oksidasi dan reduksi)
3. Tidak dimangsa binatang lain
4. Terdapat pada batuan yang berbutir halus
5. Terawetkan pada batuan sedimen
6. Berumur lebih dari 11.000 tahun yang lalu

Proses Pembentukan Fosil


O FOSILISASI : Semua proses yang melibatkan

penimbunan hewan atau tumbuhan dalam


sedimen, yang terakumulasi & mengalami
pengawetan seluruh maupun sebagian tubuhnya
serta pada jejak-jejaknya. Fossilisasi dapat terjadi
melalui beberapa proses yaitu:
1. Penggantian (replacement),
penggantian mineral pada bagian yang keras
dari organisme seperti cangkang. Misalnya cangkang
suatu organisme yang semula terdiri dari kalsium
karbonat (CaCO3) digantikan oleh silica.

2. petrifaction
bagian lunak dari batang tumbuhan diganti oleh
presipitasi mineral yang terlarut dalam air sedimen.
3. karbonisasi
daun atau material tumbuhan yang jatuh ke dalam
lumpur rawa, terhindar dari oksidasi. Dan pada saat
diagenesa,material itu diubah menjadi cetakan
karbon dengan tidak mengubah bentuk asalnya.
4. pencetakan
pada saat diagenesa, sisa binatang atau tumbuhan
terlarut, sehingga terjadilah rongga, seperti cetakan
(mold ) yang bentuk dan besarnya sesuai atau sama
dengan benda salinya. Apabila rongga ini terisi oleh
mineral maka terbentuklah hasil cetakan( cast)
binatang atau tumbuhan tersebut.

Jenis Fosil Berdasarkan Ukuran:


a. Macrofossil (Fosil Besar)
b. Microfossil (Fosil Kecil)
c. Nannofossil (Fosil Sangat kecil)

Jenis-jenis Fosil
1. . Fosil tidak berubah
Yaitu semua bagian fosil terawetkan
dan tidak berubah baik bagian-bagian yang
lunak maupun bagian-bagian yang keras
dari fosil tersebut.

2. Fosil yang mengalami perubahan


O Dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
a. Permineralisasi
Yaitu fosil yang terawetkan karena
masuknya mineral sekunder yang mengisi
pori-pori atau ruang antar sel pada bagian
fosil yang keras.

Contoh Fosil Permineralisasi

b. Replacement (Penggantian)
Yaitu fosil yang terawetkan karena mineral
sekunder yang mengganti semua material fosil
asli, sehingga bentuknya hampir sempurna
seperti jiplakan asli.
c. Rekristalisasi
Yaitu fosil yang terawetkan karena adanya
perubahan di sebagian atau seluruh material
fosil akibat P (tekanan) dan T (suhu) yang
sangat tinggi, sehingga molekul-molekul dari
tubuh fosil (non-kristalin) akan mengikat agregat
tubuh fosil itu sendiri menjadi kristalin.

Gambar model pengawetan pada fosil (a) Fosil permineralization dari spesies
trilobita; (b) Fosil recrystallization dari spesies Matmor scleractinian;
(c) Fosil replacement dari Coral; (d) Fosil unaltered dari gigi geraham
Mammoth; (e) Fosil bioimmuration dari spesies Catellocaula;
(f) Fosil carbonization dari spora Paku Trigonocarpus sp.

3. Fosil yang berupa fragmen


Yaitu fosil yang berupa fragmen
dalam batuan sedimen yang dapat berubah
ataupun tidak dapat berubah.

4. Fosil yang berupa jejak atau bekas


Fosil tidak hanya dianggap sebagai
sisa oganisme tetapi juga termasuk dengan
adanya jejak organisme sebagai bukti
adanya kehidupan.
O Dibedakan dalam 4 jenis, yaitu:
a. Mold, Cast, dan Imprint
Mold adalah bekas organisme
yang berupa cetakan dari fosil.

O Cast adalah Mold yang terisi mineral

sekunder membentuk jiplakan fosil aslinya


secara kasar.
O Imprint adalah jejak dimana suatu
organisme terjebak di dalam sedimen
halus tapi kemudian organisme tersebut
dapat meloloskan diri.

Contoh Fosil Mold, Cast dan Imprint

b. Track, Trail dan Burrow


O Track merupakan jejak perpindahan
organisme di atas permukaan sedimensedimen lunak yang berupa tapak
(kenampakan kasar).
O Trail merupakan jejak perpindahan
organisme di atas permukaan sedimensedimen lunak yang berupa seretan
(kenampakan halus).
O Burrow adalah jejak yang berupa sisa
penggalian lubang suatu organisme.

c. Coprolite
Coprolite adalah jejak berupa berupa kotoran
hewan yang telah terfosilkan. Kotoran ini dapat
digunakan untuk mengetahui tempat hidupnya,
makanannya, dan ukuran relatifnya.
d. Fosil Kimia
Fosil kimia merupakan jejak asam organik yang
tersimpan didalam batuan prakambium. Zat
asam organik ini berasal dari organisme yang
terserap oleh batuan tersebut sehingga dapat
ditemukan sebuah bukti kehidupan.

Proses yang Mempengaruhi


Pembentukan Fosil
1. Histometabasis
2. Permineralisasi
3. Rekristalisasi
4. Replacement/Mineralisasi/Petrifikasi
5. Mold/Depression

Tipe-tipe Fosil
1.Fosil Amber
Amber adalah getah pohon atau
resin yang telah membatu yang
mengandung senyawa terpen yang mudah
menguap, sehingga ketika ada organisme
yang terperangkap maka akan terawetkan
dengan sempurna menjadi fosil.

O Contoh Fosil Amber

O Dalam Agama disebutkan dalam Al-Quran

bahwa asal usul manusia yang pertama


adalah nabi Adam AS, tapi di sisi lain
sejarah mengakatakan bahwa asal usul
manusia yaitu berawal dari manusia
purba, lain lagi dengan teori evolusi yang
dicetukskan oleh Charles Darwin.
O Dalam ilmu sejarah, asal usul manusia
berawal dari zaman batu tua, batu tengah,
batu muda, dan zaman logam yang
bentuk tubuh manusia dalam masingmasing zaman selalu berbeda.

O Hal tersebut bertentangan tentang apa

yang ada di Al- Quan dan Al-Hadits. Di AlQuran disebutkan bahwa manusia
pertama di muka bumi adalah Adam AS
yang diturunkan langsung dari surga,
bukan berasal dari zaman batu tua
ataupun zaman yang lain.

O Ingatlah tatkala Maha Pengaturmu

berkata kepada malaikat, sesungguhnya


Aku menciptakan basyar dari tanah
kering dari tanah hitam yang telah
berubah. Maka apabila Aku telah
menyempurnakannya Kutiupkanlah ruh
(ciptaan)Ku ke dalamnya, lalu bertiaraplah
mereka tunduk kepadanya (QS
15: 29-30).

Keterkaitan Fosil dengan


Lingkungan
O Organisme dalam hidupnya dibatasi oleh

suatu lingkungan, dimana organisme tersebut


dapat beradaptasi. Dengan demikian fosil
dapat dipergunakan untuk menentukan
lingkungan pengendapan.
O Syarat: fosil terendapkan pada lingkungan
dimana dia hidup (bioconoese ), lingkungan
hidupnya sempit dan mudah dikenali.
Lingkungan Pengendapan : Darat, meliputi
gurun, sungai, danau, dan sebagainya.
Sedangkan laut, meliputi: pantai, rawa, laut
dangkal (neritik) dsb.

O Fosil juga dapat dijadikan bahan bakar

fosil. Bahan bakar fosil itu sendiri adalah


bahan bakar yang terbentuk dari proses
alam seperti dekomposisi anaerobik dari
sisa-sisa organisme termasuk fitoplankton
dan zooplankton yang mengendap ke
bagian bawah laut (atau danau) dalam
jumlah besar, selama jutaan tahun.

O Pemakaian energi fosil yang terus

menerus akan mengakibatkan dampak


negatif terhadap lingkungan dan
kesehatan makhluk hidup. Hal tersebut
dikarenakan bahan bakar fosil seperti
batubara , minyak bumi , dan gas
alam mengandung persentase karbon
yang tinggi.

Dampak Terhadap Udara dan


Iklim
O Penggunaan bahan bakar tersebut telah

meningkatan konsentrasi Gas Rumah


Kaca (GRK) yaitu karbon dioksida (CO2),
metana (CH4), nitrogen oksida (NOx),
sulfur dioksida (SO2) dan tiga gas-gas
industri yang mengandung fluor (HFC,
PFC, dan SF6) sehingga menyebabkan
meningkatnya radiasi yang terperangkap
di atmosfer bumi.

Dampak Terhadap Perairan


O Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara

penampungan dan pengangkutan minyak


bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya
tangker minyak atau kecelakaan lain akan
mengakibatkan tumpahnya minyak (ke
laut, sungai atau air tanah) dapat
menyebabkan pencemaran perairan.

Dampak Terhadap Tanah


O Dampak penggunaan energi terhadap tanah

dapat diketahui, misalnya dari pertambangan


batu bara. Masalah yang berkaitan dengan
lapisan tanah muncul terutama dalam
pertambangan terbuka (Open Pit Mining).
Pertambangan ini memerlukan lahan yang
sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan
batu bara terdapat di tanah yang subur,
sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk
pertambangan batu bara maka lahan tersebut
tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian
atau hutan selama kurun waktu tertentu.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai