Anda di halaman 1dari 46

KETOASIDOSIS

DIABETIKUM
Oleh : Selena Septianri (2006730093)
Dokter Pembimbing :dr. Ihsanil Husnah, Sp.PD

STASE ILMU PENYAKIT DALAM


RS ISLAM JAKARTA

IDENTITAS
Nama

: Ny. S H
TTL
: Jakarta / 18-03-1963
Usia
: 51 Th
Jenis kelamin : Wanita
Alamat
: Jl. Suka mulia, Kemayoran, Jakarta pusat
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Tanggal MRS : 20-09-2014

KU : Lemas sejak 5 hari SMRS


KT :Demam, mual, muntah, nyeri ulu hati, napas sesak, diare,

kaki sering kram,


RPS :

Pasien mengeluh lemas sejak 5 hari SMRS, beberapa bulan


terakhir ini pasien mengatakan sering merasa lemas, namun 5
hari SMRS pasien merasakan lemas yang bertambah berat
sehingga pasien memutuskan untuk masuk RS.

Pasien mengeluhkan rasa mual hingga muntah yang dialami


3 hari sebelum masuk RS dan adanya nyeri ulu hati.
Pasien mengatakan buang-buang air besar selama 1 hari dan
dalam 1 hari itu pasien BAB lebih dari 5 kali, BAB cair dan
sedikit ampas, tidak ada lendir dan darah. Pasien
mengeluhkan sesak napas. BAK menurut pasien pada saat
sebelum masuk RS normal, akan tetapi pada saat di RS dan
dipasang alat bantu BAK (kateter) warna air seni menjadi
merah (hematuria), kandung kencing terasa nyeri.

Pasien mengeluhkan sering kram pada kaki dan itu sangat

mengganggu. Pasien menceritakan sehari hari banyak


minum dan sering kencing.

RPD

RPK

R.DM (+)
R.Tb paru disangkal
> Riwayat Hipertensi (+)
R.penyakit.jantung disangkal > R.Asma disangkal

DM disangkal
Peny.Jantung disangkal

> Asma disangkal


>HT : Ibu dan kakak

Pasien jarang memeriksakan diri / berobat.


R.Pengobatan

R. Alergi
Alergi obat-obatan,makanan,debu dan
cuaca disangkal

R.psikososial
Dahulu sewaktu belum sakit, pasien
makan segala macam makanan termasuk
makanan yang berlemak dan berkolesterol
tinggi serta tidak mengontrol makanan.
Megkonsumsi minuman beralkohol dan
merokok disangkal.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
Kesadaran
Tanda Vital
Suhu
TD
Nadi
Napas

: Tampak sakit sedang


: compos mentis
: 38,30 C
: 130/80 mmHg
: 124 x/menit
: 30x/menit

Antropometri
BB sebelum sakit
BB sesudah sakit
TB
Kesimpulan

: 66 kg
: 65 kg
: 150 cm
: TB/(BB)2 = 28,89
(Obesitas grade I)

PEMERIKSAAN FISIK
Kepala
Alis

Mata
Mulut
Telinga
Hidung

Leher

Normochepal,, rambut hitam, distribusi merata, tidak rontok


Madarosis (-)
Alis hitam, madarosis (-), konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),

Bibir kering, lidah kotor (-/-), sianosis (-/-), stomatitis (+), mulut bau

Normotia (+/+), sekret (-/-), cerumen (-/-)


Normonosi, deviasi septum (-/-), sekret (-/-), epistaksis (-/-),

Pembesaran KGB (-/-), pembesaran kelenjar tiroid (-)

THORAX

Paru
Inspeksi:
Simetris,
SCAR(-)

Palpasi:
Vokal
fremitus (+),
simetris.

Perkusi:
Sonor,
Batas paru
hepar: ICS
6, parulambung:
ICS 7

Auskultasi:
Vesikuler
+/+, Rhonki
-/-,
wheezing -/-

Jantung
Perkusi:
Redup. Batas
Palpasi:
kanan: lin.
Inspeksi:
Ictus cordis
parasternalis
Ictus cordis tidak teraba pada ICS
dextra ics V
terlihat
V, linea midBatas kiri:
clavicula sinistra
Lin. Mid-clavicula
sinistra ics V

Auskultasi:
Bunyi jantung I
dan II tunggal,
murmur (-),
gallop (-).

Punggung: normal, skoliosis (-), lordosis(-),


kifosis (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen

Inspeksi : cembung, jaringan parut (-), caput medusa (-)


Auskultasi : Bising usus 8x/menit
Palpasi : Nyeri tekan abdomen (+), hepatomegali (-), splenomegali (-)
Perkusi : Timpani diseluruh ragio abdomen

Pemeriksaan

Ekstremitas

Atas

Bawah

Akral

Hangat

Hangat

RCT

< 2 detik

< 2 detik

Edema

-/-

+/+ (pitting edema)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Analisa Gas Darah
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Temperatur

37.0

pH

7.323

7.370 7.450

pCO2

22.3 mmHg

33 44

pO2

99.0 mmHg

71 104

O2 Saturasi

97.30 %

94.00 98.00

HCO3 (act)

11.7 mmol/L

21 28

14.60 mmol/L

-2.00 - +3.00

11.8 mmol/L

-2.4 - +2.3

12.40 mmol/L

23.00 27.00

Base Excess (ecf)


Base Excess (B)
CO2 Total

Hematologi Rutin
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

13.7 g/Dl

11.7 15.5

23.09 ribu/

3.60 11.00

42 %

35 47

151 ribu/

150 440

Erotrosit

4.60 10^6/L

3.80 5.20

MCV/VER

90 Fl

80 100

MCH/HER

30 pg

26 34

33 g/dL

32 36

589 mg/dL

70 200

SGOT

166 U/L

10 31

SGPT

90 U/L

9 31

Ureum Darah

145 mg/dL

9 36

Kreatinin Darah

7.9 mg/dL

10 50

Aseton Darah

(+) positif

<1.4 Negatif

118 mEq

135 147

Hemoglobin
Jumlah Leukosit
Hematokrit
Jumlah Trombosit

MCHC/KHER
GDS

Elektrolit
Na

Urinalisa
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Cokelat

Kuning

Keruh

Jernih

Leukosit

>100 / LPB

05

Eritrosit

10 15 / LPB

<=3

Silinder

Negatif

Warna
Kejernihan
Sedimen

Sel epitel

Gepeng (1+)

(1+)

Kristal

(-) Negatif

(-) Negatif

Bakteria

(-) Negatif

(-) Negatif

1.025

1.005 1.030

pH

6.5

5.0 7.0

Protein

3+

Negatif (<30)mg/dL

Glukosa

(-) Negatif

Negatif (<100)mg/dL

Keton

(-) Negatif

(-) Negatif

3+

(-) Negatif

Bilirubin

(-) Negatif

(-) Negatif

Urobilinogen

1.0 mg/dL

0.2 1.0

Nitrit

(-) Negatif

(-) Negatif

3+

(-) Negatif

Berat jenis

Darah samar / Hb

Leukosit
Esterase
Kimia Klinik

Glukosa jam 14.00 = 574 mg/dL


Glukosa jam 18.00 = 511 mg/dL

21 september 2014
Analisa Gas Darah
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Temperatur

37.0

pH

7.433

7.370 7.450

PCO2

23.7 mmHg

33 44

PO2

146.4 mmHg

71 104

O2 Saturasi

99.40 %

94.00 98.00

HCO3 (act)

15.9 mmol/L

21 28

Base Excess (ecf)

-8.50 mmol/L

-2.00 - +3.00

Base Excess (B)

-6.2 mmol/L

-2.4 - +2.3

CO2 Total

16.70 mmol/L

23.00 27.00

Hematologi Rutin
Pemeriksaan
Hemoglobin
Jumlah Leukosit
Hematokrit
Jumlah Trombosit

Hasil

Nilai Rujukan

11.3 g/Dl

11.7 15.5

13.71 ribu/

3.60 11.00

31 %

35 47

121 ribu/

150 440

Analisa Gas Darah


Pemeriksaan

Hasil

Temperatur

37.0

pH

7.440

7.370 7.450

27.0 mmHg

33 44

PO2

130.2 mmHg

71 104

O2 Saturasi

99.20 %

94.00 98.00

HCO3 (act)

18.5 mmol/L

21 28

Base Excess (ecf)

-5.90 mmol/L

-2.00 - +3.00

Base Excess (B)

-3.9 mmol/L

-2.4 - +2.3

CO2 Total

19.30 mmol/L

23.00 27.00

PCO2

Nilai Rujukan

Hematologi Rutin
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

11.7 g/Dl

11.7 15.5

16.76 ribu/

3.60 11.00

35 %

35 47

130 ribu/

150 440

Erotrosit

3.95 10^6/L

3.80 5.20

MCV/VER

89 Fl

80 100

MCH/HER

30 pg

26 34

33 g/dL

32 36

Masa Protrombin (PT) Pasien

12.9 detik

9.8 12.6

PT (Kontrol)

11.0 detik

9.8 12.6

APTT Pasien

47.4 detik

31 47

APTT Kontrol

32.0 detik

9 36

Fibrinogen Pasien

500

136 384

Fibrinogen Kontrol

259

136 384

d-Dimer kuantitatif

600

0 300

141 mEq

135 147

Hemoglobin
Jumlah Leukosit
Hematokrit
Jumlah Trombosit

MCHC/KHER

Na

Kimia Klinik
Glukosa jam 08.00 = 341 mg/dL
Glukosa jam 10.00 = 350 mg/dL
Glukosa jam 12.00 = 375 mg/dL
Glukosa jam 14.00 = 373 mg/dL
Glukosa jam 16.00 = 389 mg/dL
Glukosa jam 24.00 = 316 mg/dL

22 SEPTEMBER 2014
Urinalisa
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Warna

Jingga

Kuning

Kejernihan

Keruh

Jernih

Leukosit

40 50 / LPB

05

Eritrosit

30 40 / LPB

<=3

Silinder

Granula 0 1 / LPK

Sedimen

Sel epitel

Gepeng (1+)

(1+)

Kristal

(-) Negatif

(-) Negatif

Bakteria

(-) Negatif

(-) Negatif

1.010

1.005 1.030

pH

6.5

5.0 7.0

Protein

2+

Negatif (<30)mg/dL

Glukosa

(-) Negatif

Negatif (<100)mg/dL

Keton

(-) Negatif

(-) Negatif

3+

(-) Negatif

Bilirubin

(-) Negatif

(-) Negatif

Urobilinogen

0.2 mg/dL

0.2 1.0

Nitrit

(-) Negatif

(-) Negatif

2+

(-) Negatif

Berat jenis

Darah samar / Hb

Leukosit Esterase

Glukosa Darah Sewaktu


Jam 06.00 = 279 mg/dL
Jam 10.00 = 245 mg/dL
Jam 16.00 = 230 mg/dL
Jam 18.00 = 416 mg/dL
Jam 20.00 = 365 mg/dL
Jam 23.00 = 312 mg/dL

23 SEPTEMBER 2014
Hematologi Rutin
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

10.6g/dL

11.7 15.5

10.76 ribu/

3.60 11.00

32 %

35 47

109 ribu/

150 440

Erotrosit

3.61 10^6/L

3.80 5.20

MCV/VER

88 Fl

80 100

MCH/HER

29 pg

26 34

MCHC/KHER

33 g/dL

32 36

Ureum Darah

100 g/dL

10 50

Hemoglobin
Jumlah Leukosit
Hematokrit

Jumlah Trombosit

Kreatinin Darah

2.3 g/dL
Glukosa Darah Sewaktu
Jam 05.00 = 259 mg/dL
Jam 11.00 = 296 mg/dL
Jam 17.00 = 258 mg/dL
Jam 23.00 = 231 mg/dL

< 1,4

24 SEPTEMBER 2014
Aseton darah (-) Negatif
Glukosa darah jam 06.00 : 305 mg /dL
Glukosa darah jam 11.00 : 305 mg /dL
Glukosa darah jam 16.00 : 342 mg /Dl

25 SEPTEMBER 2014
Kreatinin darah : 3.0 mg/dL

RESUME
anamnesa:

Ny. S 51 tahun datang ke RSIJP dengan keluhan lemas sejak 5 hari SMRS, beberapa
bulan terakhir ini pasien sering merasa lemas, namun 5 hari sebelum masuk RS pasien
merasakan lemas yang bertambah berat. Pasien mengeluhkan rasa mual hingga
muntah yang dialami 3 hari SMRS dan adanya nyeri ulu hati, buang-buang air besar
selama 1 hari dan dalam 1 hari itu pasien BAB lebih dari 5 kali, BAB cair dan sedikit
ampas, tidak ada lendir dan darah. Pasien sesak napas, mengeluh sering kram pada
kaki, pasien menceritakan banyak minum dan sering kencing. BAK menurut pasien
pada saat sebelum masuk RS normal, akan tetapi pada saat di RS dan dipasang alat
bantu BAK (kateter) warna air seni menjadi merah (hematuria), kandung kencing
terasa nyeri. Pasien dengan riwayat diabetes melitus dan hipertensi yang tidak
dikontrol dan dengan riwayat penyakit dalam keluarga yaitu hipertensi, riwayat gaya
hidup dengan pola makan yang tidak dijaga.
pemeriksaan Fisik ditemukan :
Tanda Vital
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Suhu
: 38,3C
Kesadaran
: GCS 14
TD
: 130/80 mmHg
Nadi
: 124 x/menit
Napas : 30x/menit

MASALAH
Ketoasidosis Diabetikum ec DM tipe 2
Chronic Kidney Disease
ISK

Obesitas

ASSESMENT 1 : Ketoasidosis Diabetikum ec DM


tipe 2
Anam :Pasien mengeluh lemas yang semakin
hari bertambah, merasa sesak saat napas,
mual dan muntah, diare, nyeri ulu hati, sudah
lama pasien didiagnosis DM namun pasien
jarang berobat ataupun chek gula darahnya.

PF: TD: 130/80 mmHg, Suhu: 38,3o C, Nafas:


30 x/ menit, Nadi:124x/menit, Status gizi
obesitas grade I, Mulut : Napas atau mulut
berbau, Nyeri tekan epigastrium (+)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hematologi
Analisa Gas Darah
Pemeriksaan
Pemeriksaan
pH

Hasil
7.323

pCO2

22.3 mmHg

HCO3 (act)

11.7 mmol/L

Base Excess (ecf)


Base Excess (B)

CO2 Total

14.60 mmol/L
11.8 mmol/L

12.40 mmol/L

Jumlah Leukosit
GDS

Hasil

23.09 ribu/L
589 mg/dL

SGOT

166 U/L

SGPT

90 U/L

Ureum Darah

145 mg/dL

Kreatinin Darah

7.9 mg/dL

Aseton Darah

(+) positif

Elektrolit

Na

118 mEq

6.1 mEq

Cl

81 mEq

Dd : Ketoasidosis Diabetikum ec DM tipa 2


Rdx
: Pemeriksaan TTV, status hidrasi dan
diuresis, Pemeriksaan GDS setiap 2 jam,
Pemeriksaan elektrolit setiap 6 jam,
Pemeriksaan AGD setiap hari sampai stabil
Rth : Pemberian cairan secara I.V dengan
kristaloid yaitu RL, Pemberian Oksigen 4
liter/menit, Syringe pump, Actravid I i/jam,
chek GDS/4jam, Pemberian makanan yang
rendah serat

ASSESMENT 2: Chronic Kidney Disease


Anam
: Pasien mengakui riwayat DM dan
hipertensi yang tidak terkontrol, nyeri pada
kemaluan (saluran kencing) dan nyeri perut
bagian bawah.
Pf
: TD: 130/80 mmHg,Nafas: 30 x/ menit,
Urin berwarna merah kecokelatan, Ekstremitas:
Inspeksi ekstremitas bawah tampak edema,
palpasi adanya edema pitting

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hematologi
Pemeriksaan
Warna
Kejernihan

Hasil
Cokelat
Keruh

Sedimen
Leukosit

>100 / LPB

Eritrosit

10 15 / LPB

Sel epitel

Gepeng (1+)

Protein

3+

Darah samar / Hb

3+

Leukosit Esterase

3+

Urinalisa
Jumlah Leukosit

23.09 ribu/L

Ureum Darah

145 mg/dL

Kreatinin Darah

7.9 mg/dL

Dd: Suspec Chronic Kidney Disease


ISK ec komplikasi DM tipe 2
Rencana pemeriksaan : Konsul ahli urologi
untuk USG ginjal

Follow up 23-09-2014 / 08.00 WIB


Subject
Lemas, sesak napas, demam, sakit kepala, nyeri ulu hati, kaki sering kram

Object
Tanda vital : TD : 110/70 mmHg, N : 94 x/menit, RR : 26x/menit, S : 35,3C
PemFis : NTE (+), kaki edema pitting
Hasil laboratorium : GDS > 200 mg/dL

Assessment
DM Hiperglikemi
Planning
- Chek ulang keton
- Terapi lanjut

Follow up 25-09-2014 / 08.00 WIB


Subject
Sedikit sesak, sakit badan (pegal)

Object
Tanda vital : TD : 120/80 mmHg, N : 100 x/menit, RR : 28x/menit, S : 37C
PemFis : NTE (+), kaki edema pitting, kaki berwarna kuning
Hasil laboratorium : Kreatinin darah : 3.0 mg/dL
Assessment

DM Hiperglikemi + CKD
Planning
- Rencana Terapi : RI drip 1 i

KETOASIDOSIS DIABETIK
Ketoasidosis
diabetik
(KAD)
adalah
keadaan
dekompensasi kekacauan metabolik yang ditandai oleh
trias hiperglikemia, asidosis dan ketosis, terutama
disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif.

Epidemiologi
Tahun

Jumlah Kasus

Angka Kematian (%)

1983-1984 (9 bulan)

14

13,4

1984-1988 (48 bulan)

55

40

1995 (12 bulan)

17

1997 (6 bulan)

23

18,7

1998-1999 (12 bulan)

37

51

Klasifikasi Ketoasidosis Diabetikum (KAD)


Stadium

Macam, KAD

pH Darah

Bikarbonat Darah

1. Ringan

KAD ringan

7,30-7,35

15-20 mEq/l

2. Sedang

Perkoma Diabetik

7,20-7,30

12-15 mEq/l

3. Berat

Koma Diabetik (KD)

6,90-7,20

8-12 mEq/l

4. Sangat Berat

KD Berat

<6,90

< 8 mEq/l

Patofisiologi Ketoasidosis Diabetikum (KAD)


Glucagon
Insulin

Jaringan Lemak

Hati

Lipolisis

Ketogenesis

Asidosis (ketosis)

Hati

Jaringan Tepi

Glukoneogenesis

Penggunaan
glukosa

Asidosis (ketosis)

Diuresis osmotik

Hipovolemia

Dehidrasi

PERANAN HORMON
Peranan Insulin

Peranan Glukagon
Hormon kontra regulator insulin lain

GEJALA KLINIS
(1)dehidrasi: kekeringan di mulut dan hilangnya
elastisitas kulit,
(2)napas berbau kecut/asam,
(3)mual-mual, muntah-muntah, dan rasa sakit di
perut,
(4)napas berat,
(5)tarikan napas meningkat,
(6)merasa sangat lemah dan mengantuk.

PENATALAKSANAAN
Cairan

Insulin
Kalium
Glukosa
Bikarbonat

Pencegahan
Faktor pencetus utama KAD ialah pemberian dosis insulin

yang kurang memadai dan kejadian infeksi. Pada


beberapa kasus, kejadian tersebut dapat dicegah dengan
akses pada system pelayanan kesehatan lebih baik
(termasuk edukasi DM) dan komunikasi efektif terutama
pada saat penyandang DM mengalami sakit akut
(misalnya batuk pilek, diare, demam, luka).

Pasien DM harus didorong untuk perawatan mandiri

terutama saat mengalami masa-masa sakit, dengan


melakukan pemantauan kadar glukosa darah dan keton
urin sendiri. Di sinilah pentingnya edukator diabetes yang
dapat membantu pasien dan keluarga, terutama pada
keadaan sulit.

PROGNOSIS
Prognosis baik selama terapi adekuat dan selama tidak

ada penyakit lain yang fatal (sepsis, syok septik, infark


miokard akut, thrombosis serebral, dll).