Anda di halaman 1dari 64

BY

DADI SANTOSO, S.KEP


2008

Pendahuluan
Luka operasi merupakan suatu bentuk
luka yang sangat mudah dalam
proses penyembuhannya. Dalam
praktek sehari-hari dalam waktu 14
hari luka seharusnya sudah intact
dan sempurna dalam proses
penyembuhannya. Bisa mengalami
kegagalan oleh karena terjadi
infeksi, atau makin ke dalam
menjadi stadium fistula

INTEGRASI KULIT

Kerusakan yang mengganggu


integritas kulit:
Insisi pembedahan, injury, luka bakar, dll.

Kulit merupakan pelindung tubuh


beragam luas dan tebalnya, menerima
1/3 sirkulasi volume darah.
Luas kulit orang dewasa 11/2-2 meter
persegi, dengan tebal 1.5-5mm.
Kulit paling tipis dikelopak mata, penis,
labim minor dan lengan bagian atas.
Kulit paling tebal di telapak tangan dan
kaki, punggung, bahu dan bokong

Organ tambangan kulit berbeda


tempatnya:
Kelenjar sebasea paling banyak di muka, tetapi
tidak ada ditelapak kaki dan tangan, sementara
kelenjar keringaT terdapat diseluruh tubuh.
Asam laktat dan asam amino dari hasil
keratinisasi mempertahankan keasaman kulit
antara 4-6 sehingga pertumbuhan bakteri
terhambat.
Beberapa jenis bakteri streptokokus dan
stafilokokus hidup komensalisme di kulit., hidup di
lapisan keratin, muara rambut serta kelenjar
sebasea

LAPISAN KULIT
Epidermis
Dermis
Jaringan

subcutan

FUNGSI KULIT
Proteksi
Thermoregulasi
Sensasi
Metabolisme

komunikasi

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KARAKTERISTIK KULIT
Umur
Matahari
Hidrasi
Sabun
Nutrisi
Obat-obatan

TIPE-TIPE KERUSAKAN KULIT

Faktor yang merusak integritas kulit


adalah:
Kerusakan mekanik
Kerusakan vaskuler
Faktor infeksi
Alergi
Lain-lain

PRINSIP PENYEMBUHAN LUKA


Proses penyembuhan luka

Respon vaskuler
Fase peradangan
Fase proliferasi
Granulasi
Epitelisasi
Fase maturasi

KETERANGAN

Darah membeku dan menghasilkan


getah
zat kimia yang lepas menarik sel darah
putih kedalam daerah luka u
mengeluarkan jar yang mati/benda asing
pembuluh kapiler yang baru terangsang
u tumbuh dr daerah sekitar luka
menghasilkan bekuan yang dicerna o
sel darah putih
Sel2 fibroblast terbentuk bersama
pembuluh kapiler yang baru membentuk
jar fibrosis jar parut.

LANJUT.

Jar granulasi berwarna merah dr campuran


sel dan pembuluh darah kapiler.
Jar granulasi tumbuh ke permukaan, sel
epithel tumbuh menyilang shg menutupi jar
tsb
Luka yang baru tumbuh mulanya berwarna
merah jar fibrosis berkontraksi
hancurnya kapiler yang tidak diperlukan
lagi.
Stlh beberapa bulan mjd pucat keloid (
herediter)

KLASIFIKASI PENYEMBUHAN
LUKA

Penyembuhan primer
Luka segera diusahakan bertaut, dijahit

Penyembuhan sekunder
Luka terinsisi terisi jaringan dan kemudian ditutup
oleh jaringan epitel, penyembuhan luka kulit tanpa
pertolongan dari luar, berjalan alami

Penyembuhan tertier
Luka terkontaminasi, rusak, tembak.
Harus dibersihakn dan dieksisi (debridemen)
dibiarkan selama 4-7 hari selanjutnya dijahit dan
dibiarkan semuh secara primer.

FAKTOR YG MEMPENGARUHI
PENYEMBUHAN LUKA

Penyembuhan luka adalah proses sistemik dan


dipengaruhi oleh keadaan sistemik.
Faktor yang mempengaruhi kemampuan
seseorang penyembuhan luka adalah:
1. Perfusi jaringan & Oksigenasi, hipoksia jaringan
mempengaruhi penyembuhan luka dengan
cara

Gangguan sintesa kolagen


Menurunkan migrasi dan proliferasi epitel
Menurunkan resistensi jaringan terhadap
infeksi

2.Status Nutrisi
Nutrien yang penting untuk proses
penyembuhan luka

Adekuat simpanan protein


dibutuhkan untuk sintesa
kolagen & prolifesi epidermis,
imunokompeten dan mencegah
infeksi. Rata-rata orang dewasa
membutuhkan 0.8 sd 0.9
gr/kg/hr untuk maintenance.

NUTRISI
Kalori, dibutuhkan untuk
memberikan energi untuk
pertahanan jaringan dan perbaikan
luka. Kalori yang dibutuhkan untuk
orang dewasa antara 1.500 s/d.
3000 kalori/hari.
Vitamin C, cofaktor penting untuk
sintesa kolagen dan dibutuhkan
untuk mempertahankan integritas
dinding kapiler. Suplemen yang
direkomendasikan 250-500 mg/hr.

VITAMIN
Vitamin B complex dibutuhkan untuk
keefektifan ikatan serta kolagen
Besi, dibutuhkan untuk support tranport
oksigen dan juga merupakan cofactor
pada sintesa kolagen
Tembaga, dibutuhkan untuk support
ikatan serabut kolagen
Zinc, cofaktor untuk pembentukan
kolagen dan sistesa protein. Masih
controversial.

3. FAKTOR INFEKSI
Luka yang terinfeksi menyebabkan
fase peradangan akan memanjang.
Luka infeksi didefinisikan apabila
terjadi peningkatan konsentrasi
bakteri lebih dari 105
organisme/gram pada jaringan luka

TANDA - TANDA
Eritema yang makin meluas
Edema
Cairan pus
Peningkatan temperature tubuh
Peningkatan jumlah sel darah putih
Nyeri yang lebih sensitif
Bau yang khas

FAKTOR YG MENIMBULKAN
INFEKSI
Tingginya level kontaminasi bakteri
patogen >105 pergram jaringan luka.
Lingkungan pada luka yang buruk
(nekrosis, eschar, benda asing lain).
Kondisi sistemik yang mempengaruhi
pasien (usia lanjut, pemberian terapi
sistemik, kegemukan dan malnutrisi)
Penurunan daya tahan tubuh.

4. Diabetes mellitus
Faktor terbesar penyebab
menurunnya proses
penyembuhan luka
Kunci perawatan luka DM
adalah dengan pengontrolan
gula darah yang adekuat

5. PENUAAN
Oleh karena adanya gangguan
sistem fisiologis disertai dengan
adanya malnutrisi dan penurunan
inegritas vaskularisasi

MENURUNNYA PROSES
PENYEMBUHAN
Ditandai dengan:
Menurunnya respon inflamasi
Menurunnya sintesa kolagen
Lambannya proses epitelisasi
Menurunnya ikatan antara lapisan
epidermis dan dermis
Menurunya fungsi jaringan lemak
Gangguan fungsi melanosit

PENGKAJIAN LUKA
Penkajian

terus menerus dan

akurat
Pemilihan treatment (tipe
balutan, metode debridement,
dan frekuensi penggantian
balutan luka)
Data dasar > evaluasi
perkembangan luka

Hal yang perlu dikaji pada luka


Tipe

luka

Akut, kronik, pembedahan,


trauma
Lamanya
Kehilangan

jaringan

Partial thickness vs. full thickness

Tingkatan/Grade

Tingkat 1 : epidermis utuh, erythema


Tingkat 2 : hilangnya ssebagian kulit
termasuk epidermis dan atau dermis,
ulcer superficial (abrasi, blister/lubang
yang dangkal).
Tingkat 3 : kehilangan kulit dalam
termasuk kerusakan jaringan subkutan
Tingkat 4 : kehilangan kulit yang dalam,
otot, tendon dan tulang

Lokasi
Warna dan penampilan klinik
Luka merah > luka yang bergranulasi dan bersih
Luka kuning (slough) > luka terinfeksi, pus atau
nekrosis lembab.
Luka hitam > luka tertutup oleh jaringan
nekrosis/eschar (jaringan avaskularisasi)

Eksudat : tipe, warna, jumlah, konsistensi dan


bau

PRINSIP-PRINSIP
PENATALAKSANAAN LUKA

Menurunkan/menghilangkan faktor
penyebab:

Pilih dukungan permukaan yang tepat


Lakukan penjadwalan mobilisasi
Penatalaksanaan pada klien inkontinensia
Meningkatkan aliran darah ke daerah
iskemi
Pendidikan kesehatan pada pasien
neuropahty

Memberikan support sistem


Faktor yang dikaji
Fungsi kardiovaskuler dan paru
Status nutrisi dan cairan
Kondisi/faktor yang diketahui menghambat
penyembuhan luka
Intervensi
Lakukan support oksigenasi jaringan
Koreksi defisiensi nutrisi
Kontrol penghambat penyembuhan luka,
pemberian terapi topikal yang tepat

Prinsip
Mengangkat jaringan nekrotik dan
benda asing/partikel
Identifikasi dan kurangi infeksi
Mengabsorbsi kelebihan eksudat
Mempertahankan permukaan luka
lembab
Mempertahankan suhu
Melidungi luka dari trauma dan invasi
bakteri

Mencuci luka

Tujuan
Mengangkat bakteri dan kontaminasi permukaan
Melindungi penyembuhan

Mencuci luka proliferasi


Semprotkan perlahan ke permukaan dengan tekanan
rendah (tanpa jarum)
Irigasi dengan tekanan tinggi dan menggosok luka (kontra
indikasi)
Cairan yang digunakan > nontoksik (NaCl)
Cairan betadine, chlorhexidine, acetic acid, hydrogen
proxide & hypochlorite > kontraindikasi (merusak sel-sel
yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan)

Luka yang terinfeksi


Lakukan irigasi > mengangkat
debris dan bakteri
Gunakan pembersih
surfactan, atau saline,
antiseptik topikal selektif
digunakan

Beberapa cairan antiseptik

Cairan hypoclorite
Efectif terhadap stapilococcus,
streptococcus > melarutkan jaringan
nekrotik mengontrol bau
Povidone-iodine
Broadspectrum > efectif untuk luka yang
kecil
Toxic terhadap firbroblas > kefektifan pada
luka yang terinfeksi dipertanyakan! (luka
yang luas dengan pemakaian periode yang
lama).

Acetic acid
Efektif terhadap pseudomonas aureginosa
Toxic terhadap fibroblasts > merubah
warna pada eksudat

Hdydrogen peroxide
Memberikan pembersihan secara mekanik
Dapat menyebabkan ulcer pada jaringan
yang baru dibentuk, toxic terhadapt
fibroblasts seharusnya tidak digunakan
pada luka yang berongga, jangan
digunakan untuk irigasi yang kuat.

BALUTAN LUKA

Hydrogen Dressing
Fungsi
Suport autolitic debridement (karena
menimbulkan efek moizturizing)
Mengisi rongga-rongga atau daerah yang
mati
Mempertahankan kelembaban pada
lingkungan luka
Tidak menimbulkan trauma pada luka saat

Hydrogen dressing

Indikasi
Digunakan untuk luka yang berwarna kuning atau
hitam (untuk second dressing dapat digunakan
kassa dan transparant film dressing)

Kontra Indikasi
Tidak ada kontra indikasi yang membahayakan

Catatan dalam penggunaan


Membutuhkan jenis balutan kedua

Hydrocoloid dressing
Fungsi:
Support autolitic debridement terutama untuk luka yang
berwarna kuning tipis (warna dasar luka terlihat lebih
banyak yang berwarna merah)
Mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada
luka (yang biasanya sering timbul pada perawatan
dengan menggunakan balutan luka biasa)
Absorp eksudat yang tidak terlalu banyak
Mempertahankan kelembaban pada lingkungan luka
Tidak mengakibatkan trauma pada saat membuka atau
mengganti balutan

INDIKASI
Untuk luka stadium 2/3/4 dengan warna
dasar luka merah (untuk jenis luka yang
semakin dalam dapat dikombinasikan
dengan hydrocoloid pasta)

Kontra indikasi
Digunakan pada luka dengan eksudat
yang banyak
Luka yang terinfeksi berat
Luka yang berongga (undermining atau
sinus tract

CATATAN PENGGUNAAN
Untuk lebih aman dalam
penggunaannya dapat
ditambah dengan plester
Frekwensi penggantian balutan
kira-kira 3-5 hari atau lebih atau
jika balutan sudah benar-benar
basah oleh cairan/eksudat dari
luka ataupun terlepas.

Absorption Dressing
Fungsi
Suport autolitic debridement
sepanjang kelembaban luka dapat
dipertahankan
Membuang daerah-daerah yang
mati
Mempertahankan kelembaban luka
jika digunakan secara benar

PROSEDUR OPERASIONAL
Tipe:

Manajemen perawatan luka


Jenis :
Jenis dibedakan melalui stadium
Luka stadium awal atau satu
Luka stadium dua
Luka stadium tiga
Luka stadium empat

Jenis luka
dibedakan dengan warna dasar
pada luka
Merah (merah pucat, merah
darah atau daging segar)
Kuning (kuning pucat atau
kuning kemerahan)
Hitam /nekrotik (coklat atau
hitam)

Prinsip perawatan luka


Menciptakan suasana lembab
(bukan basah) pada
lingkungan sedemikian rupa
sehingga proses
penyembuhan luka dapat
jangka waktu minimal

Alat dan bahan

Set balutan steril atau bersih


Alas untuk luka
Sarung tangan steril atau bersih
Kantong sampah
NaCl 0,9% (normal saline)
Antiseptik (jika perlu, terutama untuk luka
pertama atau kotor atau leukopenia)
kassa

Perawatan luka sistem lembab


Transparant film dressing (Tegaderm)
Hydrocoloid dressing (Duoderm wafer &
pasta, Comfeel)
Hydrocoloid dressing (Duoderm
hydroactive gel, intrasite gel)
Absorption dressing:

Calcium Alginate (Kaltostat)


Lyfoam (Allevyn)

Prosedur Tindakan
Cuci tangan
Siapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan
Jelaskan pada pasien tentang prosedur
tindakan yang akan dilakukan
Lakukan pengkajian luka sesuai dengan
format pengkajian yang ada
Mulai melakukan tindakan perawatan
luka:

Luka dicuci dengan Nacl 0.9%


Berikan dressing atau penutup luka sesuai
dengan jenis luka, baik itu dinilai dari
stadium atau warna dasar luka
Perhatikan apakah betul-betul sesuai
dengan kelenturan bentuk tubuh, nyaman
bagi pasien dan tidak diganti sesering
mungkin (kecuali pada kondisi luka
tertentu)

MANAJEMEN LUKA OPERASI, DRAIN


DAN FISTULA

LUKA OPERASI
Intervensi keperawatan
Monitor gula darah
Kontrol dan kurangi nyeri post operasi
Pertahankan suhu tubuh pasien
Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit
Pemasukan nutrisi yang adekuat
Berikan informasi yang tidak mengakibatkan takut dan
cemas
Membantu dalam ambulasi dan mendorong untuk
ambulasi, sementara nyeri terkontrol
Cegah prosedur/tindakan yang dapat menyebabkan
trauma pada luka

Drain dan fistula


Faktor terbentuknya fistula:
Adanya benda asing dalam jahitan tertutup
Obstruksi pada bagian distal
Ketegangan jahitan operasi
Tehnik penjahitan yang tidak tepat
Terbentuknya hematom/abses pada mesentrika di
tempat anastomosis
Adanya tumor atau penyakit di area anastomosis
Tidak adekuatnya
supplay darah ke daerah anastomosis

Anastomosis : hubungan yang


abnormal antara suatu saluran
dengan saluran lain atau antara
suatu saluran dengan dunia luar
melalui kulit.

Drain tidak sama fistula


Klasifikasi

fistula

Lokasi : internal dan eksternal


Struktur yang terlihat
Volume : output dan output

PENATALAKSANAAN MEDIS
Tujuan

Tertutupnya fistula dengan baik


secara spontan maupun
pembedahan
Keseimbangan cairan dan
elektrolit
Evaluasi sepsis
Suport nutrisi

Faktor yg mendukung terjadinya


malnutrisi
Menurunnya intake protein
Tidak adekuatnya intake zat gizi
Kehilangan cairan kaya protein
yang berlebihan
Protein otot yang dipecah pada
saat terjadinya sepsis
Penutupan fistula 4-7 mg

Prosedur pembedahan
Faktor yang menghambat penutupan
fistula spontan:
Obstruksi
Benda asing dalam saluran fistel
Cancer
Radiasi sebelumnya
Penyakit crohns desease
Adanya abses yang besar

Penatalaksanaan keperawatan

Tujuan:
Proteksi kulit
Kontrol drainage
Kontrol bau : powder
Karakteristik
Kenyamanan pasien
Pengukuran output
Mobilitas pasien
Cost containment

Pengkajian

Sumber

Pemeriksaan penunjang
Bau
Warna
Konsistensi cairan
Korosif

Integritas kulit
Intact/utuh
Erythema
Ulcerasi

cairan

Karakteristik cairan
Nature
Enzim
Bau
Volume
500 cc/24 jam/kurang
1000 cc/24 jam/kurang
1500 cc/24 jam/lebih
Konsistensi
Cair
Kental/seperti bubur

perencanaan
Proteksi kulit
Skin barriers
Solid wafers
Karakteristik
Mampu sebagai wafers atau rings
Daya lekat
Fleksible
Mempunyai daya tahan.
Powder
Karakteristik : ringan

Penahanan Cairan

Penahanan cairan
Kassa > output <24/hari
Jika balutan harus sering diganti > 4 jam /sekali > a
pouching system /kantung

Mengontrol cairan
Tergantung pada balutan atau kantung yang digunakan
Intervensi:
Pindahkan alat tenun dan pakaian kotor dari kamar
pasien
Cegah percikan cairan ke pasien atau alat tenun
Gunakan deodorant secara cepat

Mengontrol kenyamanan pasien


Pengukuran cairan secara cepat
Mobilisasi pasien:

Untuk mencegah:
Pneumonia
Pressure ulcer
Thrombophlebitis
Komplikasi psikosial

Cost effective

Implementasi
Persiapan

Alat-alat yang akan digunakan


untuk mengganti balutan sudah
disiapkan sebelumnya
Pencucuan

kulit

Kulit selalu bersih, kering dan


bebas lemak