Anda di halaman 1dari 47

TENSION

HEADACHE
Oleh
Novalina Kurnia Dewi

Pembimbing
dr. Meiti Frida, Sp.S (K)

Pendahuluan

Nyeri kepala merupakan gejala umum yang


pernah dialami hampir semua orang dan lebih
dari 90% populasi pernah mengalami satu
jenis sakit kepala
Nyeri kepala dapat merupakan bagian dari
gejala sisa (sekuele) akibat peningkatan
tekanan intrakranial, cedera kepala, tumor
otak, ketegangan mata, sinusitis, perubahan
atmosfir, alergi makanan, strees emosional,
alkohol, makanan, dan sebagainya

Defenisi

rasa berat atau tertekan yang menetap, pada


kedua sisi kepala yang timbul karena kontraksi
terus-menerus otot-otot kepala dan tengkuk
yaitu m. splenius kapitis, m. temporalis,
m.maseter, m. sternokleidomastoideus, m.
trapezius, m. servikalis posterior, dan m.
levator skapula.

Epidemiologi

Tension headache merupakan penyakit nyeri


kepala primer.
Penyakit ini 88% dijumpai pada wanita dan
66% pada laki-laki dan sekitar 60% serangan
sakit kepala jenis ini terjadi pada usia lebih
dari 20 tahun.

Etiologi

Belum diketahui secara pasti


Beberapa faktor pencetus:
Stress
Depresi

Kecemasan
Kurang

tidur/ perubahan siklus tidur


Kurang aktivitas fisik
Salah posisi,
Penggunaan obat sakit kepala secara berlebihan

Klasifikasi

Infrequent
Tension
Headache

Episodic
Frequent
Chronic

Infrequent episodic tension


headache

Paling tidak terdapat 10 episode serangan dengan rata-rata <


1 hari/bulan (<12 hari/tahun), dan memenuhi kriteria dibawah
ini
Nyeri kepala berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari
Nyeri kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas

Tidak didapatkan:

Lokasi bilateral
Menekan/mengikat (Tidak berdenyut)
Intensitasnya ringan atau sedang
Tidak diperberat oleh aktivitas rutin seperti berjalan atau naik
tangga
Mual atau muntah
Lebih dari satu keluhan : Fotofobia atau fonofobia

Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain

Frequent episodic tension


headache

Paling tidak terdapat 10 episode serangan dalam 1-15


hari/bulan selama paling tidak 3 bulan (12-180 hari/tahun)
dan memenuhi kriteria dibawah ini
Nyeri kepala berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari
Nyeri kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas

Tidak didapatkan:

Lokasi bilateral
Menekan/mengikat (Tidak berdenyut)
Intensitasnya ringan atau sedang
Tidak diperberat oleh aktivitas rutin seperti berjalan atau naik
tangga
Mual atau muntah
Lebih dari satu keluhan : Fotofobia atau fonofobia

Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain

Chronic Tension Headache

Nyeri kepala timbul 15 hari/bulan, berlangsung > 3bulan (


180 hari/tahun) dan juga memenuhi kriteria dibawah.
Nyeri kepala berlangsung beberapa jam atau terus menerus
Nyeri kepala memiliki paling tidak 2 karakteristik berikut:

Tidak didapatkan:

Lokasi bilateral
Menekan/mengikat (Tidak berdenyut)
Ringan atau sedang
Tidak memberat dengan aktivitas fisik yang rutin
Lebih dari satu: fotofobia, fonofobia atau mual yang ringan
Mual yang sedang atau berat, maupun muntah

Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain

Patogenesis

Pada penderita TTH didapati gejala yang


menonjol yaitu nyeri tekan yang bertambah
pada palpasi jaringan miofascial perikranial.
Impuls nosiseptif dari otot perikranial yang
menjalar ke kepala mengakibatkan timbulnya
nyeri kepala dan nyeri yang bertambah pada
daerah otot maupun tendon tempat insersinya.

Nyeri miofascial adalah suatu nyeri pada otot


termasuk juga struktur fascia dan tendonnya.
Dalam keadaan normal nyeri miofascial di
mediasi oleh serabut kecil bermyelin (Aoc) dan
serabut tak bermyelin (C), sedangkan serabut
tebal yang bermyelin (A dan AB) dalam keadaan
normal mengantarkan sensasi yang ringan/ tidak
merusak (inocuous).
Pada rangsang noxious dan inocuous, seperti
misalnya proses iskemik, stimuli mekanik, maka
mediator kimiawi terangsang dan timbul proses
sensitisasi serabut Aoc dan serabut C yang
berperan menambah rasa nyeri tekan pada
tension type headache.

Mediator kimiawi substansi endogen seperti


serotonin( dilepas dari platelet), bradikinin(
dilepas dari belahan precursor plasma molekul
kallin) dan kalium (yang dilepas dari sel otot),
substance P dan Calcitonin Gene Related
Peptide dari aferens otot berperan sebagai
stimulan sensitisasi terhadap nosiseptor otot
skelet

Manifestasi Klinis

Nyeri kepala seperti diikat kencang dan


menekan, diseluruh kepala dan tengkuk
Nyeri kepala timbul terus menerus, akan tetapi
dalam sehari intensitasnya dapat menyurut
dan berkembang kembali
Kadang nyeri kepala berdenyut
Bisa disertai mual atau muntah

Diagnosis

Anamnesa
Pemeriksaan fisik

Tatalaksana
1.

2.

Psikofisiologis
Fisioterapi

3. Farmakoterapi
1. Analgetik/ NSAID
2. Hipnotif-sedatif anti ansietas
3. Anti depresan
4. Antagonis serotonin

5. Agonis selektif reseptor 2,

Prognosis

Prognosis dari Tension Headache umumnya


memberikan respon yang baik terhadap
pengobatan tanpa pengaruh efek sisa.

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN :
Nama
Jenis Kelamin :
Usia
:
Suku Bangsa :
Alamat
:
Pekerjaan
:

: Ny. N
Perempuan
47 tahun
Minangkabau
Padang
PNS

Seorang pasien perempuan umur 47 tahun


datang ke Poli Neurologi RSUP Dr. M. Djamil
Padang pada tanggal 7 Januari 2013 dengan :

Keluhan Utama

: Nyeri kepala

Riwayat penyakit sekarang :


Nyeri kepala sejak 1 minggu yang lalu, terjadi
secara tiba tibadi seluruh kepala, hilang
timbul, dengan durasi 1 jam/kali.. Nyeri
kepala menjalar hingga ke tengkuk, rasa
seperti tertekan. Nyeri kepala muncul ketika
pasien sedang beraktifitas dan tidak hilang
dengan istirahat. Nyeri kepala tidak disertai
dengan mual dan muntah.

Riwayat penyakit dahulu


:
Pasien tidak pernah menderita penyakit
seperti ini sebelumnya
Pasien tidak pernah menderita penyakit
jantung, hipertensi dan diabetes mellitus
sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit seperti ini.
Tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit jantung,hipertensi dan diabetes mellitus.
Riwayat Pribadi dan Sosial :
Pasien seorang PNS. Pasien mengaku akhir
akhir ini sering lembur dikantor akibat pekerjaan
yang menumpuk dan sulit tidur.

Pemeriksaan Fisik
Tanda Tanda Vital
Keadaan umum
: Baik
Kesadaran
: CMC, GCS 15, E4M6V5
Tekanan darah
: 130/80 mmHg
Frekuensi Nadi
: 84x/mnt
Frekuensi pernafasan
: 19x/mnt
Suhu
: 36,5 C

Status Internus

Kulit
Kepala :

Leher
Thorax
Pulmo

: Turgor kulit normal


Konjungtiva : tak anemis
Sklera
: tak ikterik
: tidak ada kelainan
:
:

Inspeksi : simetris kiri = kanan ( stasis dan dinamis )


Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi : sonor
Auskultasi
: vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-

Cor

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

Abdomen

:
: ictus cordis tak terlihat
: ictus teraba 1 jari medial LMCS RIC IV
: batas jantung dalam batas normal
: bunyi jantung murni, irama reguler, bising (-)

:
Inspeksi : tidak tampak membuncit
Palpasi
: hepar dan lien tidak teraba
Perkusi
: tympani
Auskultasi
: Bising usus (+) normal
- Korpus Vertebrae
Inspeksi : deformitas (-)
Palpasi : gibbus (-)

Status Neurologis

1. GCS : 15 ( E4 M6 V 5 )
2. Tanda rangsang selaput otak (Meningeal ):

- Kaku kuduk
- Kernig
- Brudzinski I
- Brudzinski II

::::-

2. Tanda peningkatan TIK


: Isokor, reflek cahaya +/+
3mm/3mm
- Muntah proyektil ( - ), papil edeme ( - ), chushing
phenomena (- )

- Pupil

3. Nervus kranialis

N. I
N. II
batas

N III, IV, VI
mata
NV

: dalam batas normal


: Tajam penglihatan, lapangan pandang dan melihat warna dalam
norrmal, funduskopi tidak dilakukan
:Pupil bulat, isokor, diameter 3mm/3mm, RC ( +/+ ), gerak bola
bebas ke segala arah
:Membuka mulut ( + )

Mengunyah ( + )
Sensoris ( + )

N VII
N VIII
N IX, X
N XI
N XII

: Raut wajah simetris, plika nasolabilis kanan = kiri


: Dalam batas normal
:Arcus faring simetris, uvula di tengah, menelan ( + )
:Dalam batas normal
:Kedudukan lidah dijulurkan simetris

Kedudukan lidah dalam simetris


Tremor ( - ), fasikulasi ( - ) dan atropi ( - )

4. Koordinasi : Baik
5. Pemeriksaan Fungsi Motorik;
Badan
:
Respirasi spontan
Duduk bisa
Bentuk columna vertebralis tidak ada
deviasi

Kekuatan

6. Sensibilitas

: Baik

555
Eutonus, eutrofi

555
Eutonus, eutrofi

555
Eutonus, eutrofi

555
Eutonus, eutrofi

Reflek fisiologis
Kornea

Kanan

Kiri

Kanan

Kiri

Biseps

++

++

Triseps

++

++

KPR

++

++

APR

++

++

Bulbokavern
osus

Cremaster

Tidak dilakukan

Sfingter

Tidak dilakukan

Reflek Patologis
Lengan

Kanan

Kiri

Tungkai

Kanan

Kiri

Hofmann-

Babinski

Chaddoks

Oppenheim

Gordon

Schaeffer

Klonus paha

Klonos kaki

Tromner

8. Fungsi otonom

-miksi
: neurogenik bladder
(-)

-defekasi
: dalam batas normal

-sekresi keringat : dalam batas normal

9. Fungsi luhur

Kesadaran

Tanda demensia

-reaksi bicara : baik

-refleks Glabella : -

-reaksi intelek : baik

-refleks Snout

-reaksi emosi : baik

-refleks mengisap : -

:-

-refleks memegang : -refleks Palmomental : -

Diagnosis

Diagnosa klinis
: Tension type headache
episodic
Diagnosa topik
: M.splenius kapitis,
M.temporalis,
M.maseter,M.sternokleidomastoid,
M.trapezius, M.servikalis
posterior, dan M.levator skapula
Diagnosa etiologi:Spasme otot

Terapi

Aprazolam
Epsonal
Ranitidin
Renadinac

3 x 0,5
3x1
2x1
2x1

Prognosis

Quo ad vitam
: dubia ad bonam
Quo ad sanam
: dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam

Diskusi
Seorang pasien perempuan datang ke Poli
Neurologi RSUP Dr. M. Djamil Padang tanggal
7 Januari 2013 dengan keluhan utama Nyeri
kepala.

Dari anamnesa diketahui nyeri kepala sejak 1


minggu yang lalu, terjadi secara tiba tibadi
seluruh kepala, hilang timbul, dengan durasi
1 jam/kali.. Nyeri kepala menjalar hingga ke
tengkuk, rasa seperti tertekan. Nyeri kepala
muncul ketika pasien sedang beraktifitas dan
tidak hilang dengan istirahat. Nyeri kepala
tidak disertai dengan mual dan muntah.

Nyeri kepala yang diderita oleh pasien adalah


tension headache, yang mana gejala khas dari
nyeri kepala ini adalah nyeri kepala dengan
rasa seperti tertekan dan terikat, dan nyeri
kepala ini dirasakan diseluruh kepala dan
menjalar ke bagian tengkuk.

Nyeri kepala dapat menyurut dan meningkat


kembali (Hilang timbul). Nyeri kepala biasanya
timbul 1x atau beberapa kali dalam sehari, dan
berlangsung dalam jangka waktu tertentu.
Pada pasien ini, nyeri kepala dirasakan sekitar
1 minggu, dengan durasi 1 jam/ kali.
Berdasarkan kriteria ini, nyeri kepala ini
termasuk dalam tension type headache
episodik.

Pasien tidak pernah menderita penyakit


seperti ini sebelumnya. Dan pasien juga tidak
ada riwayat menderita penyakit jantung,
hipertensi dan diabetes mellitus.
Keluarga pasien juga tidak ada yang
menderita penyakit seperti ini dan juga tidak
ada yang menderita penyakit jantung,
hipertensi dan diabetes mellitus.

Pasien adalah seorang PNS dan


pasien mengaku akhir akhir ini sering
lembur dikantor akibat pekerjaan yang
menumpuk dan sulit tidur. Hal ini bisa
menjadi faktor pencetus timbulnya tension
headache, yang
mana
beberapa
faktor pencetusnya
adalah
seperti
stress, depresi, kecemasan, kurang tidur/
perubahan siklus tidur.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 15


yang berarti compos mentis (Pasien sadar
penuh). Tidak ditemukan tanda rangsangan
meningeal
dan
tidak
ditemukan
tanda
peningkatan intrakranial.
Pemeriksaan nevus kranialis juga dalam batas
normal.
Pemeriksaan
koordinasi
baik.
Pemeriksaan motorik dan sensibilitas sensorik
juga dalam batas normal. Reflek fisiologis normal,
reflek patologis tidak ditemukan. Pemeriksaan
fungsi otonom dan fungsi luhur tidak ditemukan
kelainan.
Tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan fisik

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik


didapatkan diagnosis klinis adalah tension
headache episodic, yang disebabkan oleh
spasme otot M.splenius kapitis, M.temporalis,
M.maseter,
M.sternokleidomastoid,
M.trapezius, M.servikalis posterior, dan
M.levator scapula.

Terapi pada pasien ini adalah pemberian obat


obatan seperti aprazolam , epsonal, ranitidin
dan renidinach.