Anda di halaman 1dari 76

Dr. Hasan Amin,Sp.

Rad

Kuliah Radiologi
FAKULTAS KEDOKTERAN UNRAM
TAHUN 2013

KAMIS, 14 NOVEMBER 2013

Anatomi Traktus Digestivus


Tr. Gastrointestinalis:
Cavum oris
Faring
Esofagus
Gaster
Intestinum tenue
Intestinum crassum
Rektum
Anus

Organ pelengkap :
Lingua dan dentes
Glandula : salivaria

pancreas, mukosa dll


Hepar dan sist bilier

Pemeriksaan Imaging

Foto polos
Torak PA
Ft.Polos abdomen
(FPA)
FPA 3 atau 2 posisi
Pem.dgn kontras
Sialografi
Ba meal (OMD)
Ba Follow through
Ba enema
ERCP

CT Scan
USG
Kedokteran nuklir

MRI

Pemeriksaan Imaging

Foto polos abdomen (BNO foto): supine,


sinar vertikal AP

BNO 3 posisi : supine AP dan sinar


horisontal : posisi erek, LLD atau supine
(sesuai kondisi pasien)

Pemeriksaan Imaging

SIALOGRAFI :

Pemeriksaan kel.ludah submandibula dan


kel.Parotis

Menggunakan kontras media water soluble yg


dimasukkan melalui muara sal.kel.ludah

Ind: batu, stenosis, tumor, radang

Pemeriksaan Imaging
Barium meal (OMD):

Upper GI study

Follow through :

Mengg. Kontras
(Ba, water slb)

Upper GI dan usus halus

Kontras tunggal

Kontras ganda

Kontra tunggal (Ba)


Pengamatan/ Ft periodik

BNO normal

Pemeriksaan Follow Through

Pemeriksaan Imaging

Ba enema/Colon inloop
Kontras ganda/tunggal

Curiga perforasi: kontr. Water soluble

ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio


Pancreatography) :
Invasif
Pem. Tr. Biliaris dari Dukt. Pankreaticus dgn

kontras water slb (melalui Apm vater)

Pemeriksaan Barium Enema

Pemeriksaan Imaging
CT Scan abdomen :

USG

Canggih, helical/spiral

-Tidak invasif, aman, relatif murah,

Kontras: IV, peroral, Kd

cepat

per rektal

-Tidak memerlukan persiapan khusus

MRI :
-

Canggih , mahal, aman

Waktu pem.lama artefak

ok. Gerak
-

Lebih baik dgn tesla


tinggi

MRCP tanpa kontras

-Tampak jelas : hepar, bilier, pankreas,


lien, ren, ascites

PEMERIKSAAN USG
USG Ginjal

USG Pankreas

Vesica felea

Pencitraan : FPA

Kwalitas foto :

Densitas, simetri, cakupan : diafragma-pelvis

Penilaian :
- Preperitoneal fat line
- Jumlah & distribusi udara usus, td distensi,
free air
- Tepi hepar, lien
- Psoas line, kontur Ren

- batu/kalsifikasi: GB pankreas, tr. Urinarius


- Coll vertebralis/costa/sacroiliac jont, pelvis

Abdomen Akut
Kasus cito bedah ?
Termasuk abdomen akut
Pneumoperitoneum
Obstruksi usus : invaginasi, volvulus, ileus
obstruktif
Ileus paralitik
Inflamasi: abses subfrenik, abses para kolika,
appendisitis, kolesistis akut, pankreatitis akut
Renal : urolithiasis
Trauma

Pemeriksaan Imaging
Ft. Torak PA :
-

Pneumoperitoneum jelas

Kelainan mirip akut abdomen: pneumonia, infark


miokard, pneumotorak

Komplikasi akut abdomen :


Efusi pleura, aspirasi pneumonia

Gb prabedah : Abses subfrenik

Abdomen Akut
Pemeriksaan Radiologi :
-

Torak PA

BNO 3 posisi

USG : pankreas, bilier, renal, asites, abses

Lain-lain: IVU, Ba enema

CT Scan
MRI
Nuklir

Pneumoperitoneum

Free air intra kavum peritoneal

Operasi cito 90%

Terdapat pada: perforasi TrGI, trauma, post


operasi

90% terdeteksi Ro (1 cc udr)

Gb. Udara ant hepar dan dinding

abdomen/Morison pouch, Rigglers sign,


Cupula sign, Foot ball sign, Lig.Falciforme
sign, gambaran segitiga diantara loop usus

Pneumoperitoneum

Ileus Obstruktif

Prinsip : dilatasi bagian proksimal obst.kolaps


bagian distal obst

Dilatasi usus halus & usus besar


Usus halus

Kolon

Haustra

(-)

(+)

Valvula conniventes

(+)

(-)

Jumlah loop

>>>>

<<<

Letak loop

Sentral

Perifer

Radius curvatura
loop

Kecil

Besar

Diameter lumen

30-50 mm

> 50 mm

(-)

(+)

Massa feses

Obstruksi Usus Halus

Obst total: 3-5 jam tampak

Obst partial : s.d 12 jam

Kausa : strangulasi, volvulus tumor, Crohn,


invaginasi, gall stone ileus

Gb: distensi usus halus (coilled spring/ edema valv


koniventes, haring bone/coilled spr 2 usus yg
berdekatan, multipel air fluid level, step-ladder
pattern

Obstruksi Kolon

Kausa : Karsinoma (60% k sigmoid), volvulus,


divertikel

Tipe : tergantung kompetensi katup ileosekal

IA : katup kompeten: distensi kolon smp


sekum

IB : kelanjutan IA: usus halus jg dilatasi sekum


distensi >> (> 9 cm 1 perforasi)

Obstruksi Kolon

II : katup inkompeten : sekum dan kolon asc kurang


distensi, tek kolon ke usus halus dil usus halus >
Gb mirip ileus paralitik

Gb Ro: tampak setelah 3-5 jam, bila obstr partial >


10 jam

Ileus Paralitik
Kausa
-

Post op

- pneumonia

Peritonitis

- kolik. Ggl ginjal

Inflam: App,pankr

- metab: HipoK

kolesist, salp

- oklusi vask

Trauma

- obat-obatan

Perforasi pd ileus obs - ggl jantung

Ileus Paralitik
Gb Ro :
- Dilatasi semua bag usus
- Multipel air fluid level

Pem lain, mis USG :


mencari E/:
- kolesist

Abses Subfrenik
-

Kausa : perforasi gaster, duodenum, post operasi

Gb Ro: gas buble, displacement organ & usus

Lain2: diafragma elevasi, gerakan konsolidasi


basal paru
efusi pleura
gb ileus paralitik (lokal/general)
skoliosis ke arah yg sakit
USG : adanya massa

Abses Parakolika

Kausa : appendisitis, perforasi divertikel


infeksi organ2 dlm pelvis

Ro

: pendesakan kolon ke arah medial


hilangnya fat line

USG : adanya massa

Kolesistitis & Kolelithiasis

Ro : Batu opak di kuadran atas kanan abd.


Gas dalam gall bladder
sentinel loop

USG :

- ukuran GB bisa > /N/ <


- Batu : hiperekoik dg acoustic shadow
- Internal eko/ sludge

- Murphy sign (kolesistis akut)

Kolelithiasis

Appendicitis

Ro : sulit didiagnosa dgn FPA

(Ft normal tak menyngkirkan dx)


- appendicolith

- sentinel loop

- dilatasi sekum

- skoliosis ke ka

- preperitoneal fat kabur


- psoas line kanan kabur
- gas dalam appendix (sulit tampak)

USG : - blind end tube, tebal > 7 mm


- massa infiltrat/ abses/ batu

Radiologi abdomen pada anak

Dilakukan dengan hati-hati

Anak bukan miniatur dewasa

Cegah hipotermi pada neonatus

Cegah dehidrasi, puasa bila perlu, maks 4 jam

Radiasi seminimal mungkin

Udara dalam trak.GI pada anak

Gaster beberapa menit

Usus halus bagian atas : 5-30 menit

Seluruh usus halus 3 jam

Sekum 3-4 jam

Kolon desenden 5-6 jam

Sigmoid 8-9 jam

Rektum 12 jam

Atresia Esofagus

Segera sesudah lahir


kesulitan menelan

Bila ada fistula trakeo


esofageal > distensi abdomen
tanpa fistula: usus tak terisi udara

Ft. torak : gb Pneumonia

Stenosis Pilorus Hipertrofikans

Bayi laki-laki : 5x wanita

Onset : umur 2-8 mgg

Palpasi : massa di epi gastrium

Ro: distensi gaster, udara pada usus hls


sedikit (single bubble sign)

Kontras : canalis pilorus sempit string sign,


shouldering

USG : tebal otot pilorus > / = 4,5 mm, pj > 15


mm

Invaginasi/ Intususepsi

Jarang pada neonatus

Peak insidens :
6-9 bln (makanan padat pertama)

2 th mgkn E/: polip, divertik Mecke

Klinis : distensi, muntah, diare lendir darah, teraba


massa seperti pisang

Invaginasi/ Intususepsi

Ro : dilatasi usus halus, empty iliac fossa, kadang2


tampak outline udara pada caput intususepsi

Kontras (Ba/udara): gb cupping, coilled spring utk


diagnosa, dapat sebagai terapi

USG: Doughnut sign, Sandwich sign

Enterokolitis Nekrotikans

Insidens : prematur, neonatus dgn stress


kelainan kongenital lain

Klinis :m muntah, distensi abdomen, rectal


bleeding

Ro: distensi usus, awal didaerah kanan bawah,


pneumatosis intestinalis (udara intra mural)
terutama pd kolon & ileum terminale, udara
pada vena porta

Lanjut : perforasi

Sekuele striktur (evaluasi dgn Ba enema)

Megakolon Kongenital
(Hirschprung desease)
Inkomplet migrasi pleksus (myentricus pd
embryologi)
A. ganglionik segmen kolon tdk dpt
relaksasi/peristaltik
Laki > wanita
Gejala : neonatal konstipasi
Komplik : enterokolitis, prforasi
Ro. Dilatasi usus dgn fecal material >>
Ba dlm NaCl/ kontras isotonik, tanpa klisma:
perubahan kaliber lumen, retensi Ba ses 24 jam

Atresia Ani

Bayi baru lahir tdk keluar mekonium

3 type: letak rendah, intermediate, tinggi

Letak tinggi biasanya disertai fistula;


Laki2 : rektouretral, rektovesikal, rektoperineal
wanita: rectovaginal, rektoperineal, rektovesikal

Ro: lateral invertogram, knee chest position,


prone position (perlu waktu supaya udara
mengisi tempat paling distal)

Fistula: retrograd uretrografi/vaginografi

TERIMA KASIH