Anda di halaman 1dari 44

MARI BEBASKAN WANITA INDONESIA

DARI KANKER SERVIKS

Deteksi Dini Sekarang, Bahagia Kemudian...

Oleh Rebecca Evi

SEBUAH FAKTA.

Masalah Kanker Serviks di Indonesia

15.000 kasus baru, 8000 kematian.

40-45 kasus baru dan 20-25


kematian/hari, 1 kematian/jam3
Cakupan skrining <5% (idealnya 80%)

1 kematian setiap jam


3

Mengapa Kejadian Kanker Serviks Tinggi


di Indonesia?
Kesadaran belum ada
Tidak tau bahaya kanker serviks
Malu melakukan Pap Smear

Apakah Penyebab kanker leher


rahim?
99,7 % kanker serviks disebabkan oleh
VIRUS Human Papilloma (HPV) Onkogenik
= High Risk Type = Tipe Risiko Tinggi
Apa saja?

Tipe : 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68

Apakah yang dimaksud


dengan High Risk HPV?
Virus penyebab kanker
leher rahim
Infeksi dapat bersifat
sementara maupun
menetap
Infeksi menetap
menyebabkan perubahan
sel yang jika dibiarkan
akan berkembang menjadi
kanker leher rahim

Siapa yang berisiko terinfeksi


HPV ?
Ibu.
Saudara perempuan
Istri
Anak perempuan.
SETIAP PEREMPUAN BERISIKO..

Setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar


belakang berisiko terkena kanker leher rahim

Apakah semua yang terinfeksi HPV menjadi


kanker?

Faktor risiko infeksi HPV


menetap
Usia > 30 tahun
Terinfeksi HPV lebih dari 1 jenis tipe risiko
tinggi-multipel infeksi
Merokok
Sistem kekebalan tubuh lemah
Ada infeksi lain ( ko-infeksi) misalnya
klamidia
10

Perjalanan Infeksi kanker


Infeksi menetap

terinfeksi

Sel
serviks
NORMAL

memburuk

Sel serviks
terinfeksi HPV
tipe risiko tinggi

Sembuh

PREKANKER

membaik

Waktu yang diperlukan 15-20 tahun

KANKER
SERVIKS

Apakah kanker leher rahim


bergejala?

Pada stadium dini gejala tidak khas atau bahkan tidak


bergejala
Gejala muncul setelah stadium lanjut:
- perdarahan setelah sanggama
- keputihan atau keluar cairan encer dari vagina
- perdarahan setelah menopause
- keluar cairan kekuningan berbau, bercampur dengan
darah (stadium lanjut)

Apakah Kanker Leher


Rahim Dapat dicegah?
Kanker leher rahim adalah salah satu jenis
kanker yang paling dapat dicegah dan paling
dapat disembuhkan dari semua jenis kanker
ASALKAN
Diketahui pada stadium dini, Skrining rutin
menjadi hal yang sangat penting untuk
pencegahan
13

Saya suka gemas dengan para


perempuan yang enggan untuk
melakukan pemeriksaan dini,
padahal mereka tau betapa
pentingnya pencegahan kanker
serviks,

DUTA KANKER
SERVIKS

Deteksi dini melalui skrining rutin


Pap Smear >> untuk mengetahui
normal/tidaknya sel-sel leher rahim (dari
bentuk selnya)
HPV DNA >> untuk mengetahui ada/tidaknya
virus HPV risiko tinggi/onkogenik

Penanganan tepat
Kesembuhan 100%
untuk penanganan
tepat pada stadium IA

Cegah Ca Serviks
Caranya ???
Pencegahan primer
Edukasi
Imunisasi (vaksin HPV)
Pencegahan sekunder
- Deteksi dini dan terapi lesi prakanker
- Skrining/penapisan pap smear + HPV
DNA
Pencegahan tersier
- tatalaksana seoptimal mungkin kanker
stadium rendah

Vaksin
Tujuan vaksin :
Mencegah infeksi HPV tipe
16 dan 18

Siapa yg di vaksin?
Wanita yang belum/tidak
terinfeksi tipe 16 dan 18
Vaksin mulai dapat
diberikan pada
perempuan usia 10-55
tahun

Siapa yang Skrining?

Semua Wanita yang


pernah melakukan
hubungan seksual

Kapan Skrining Kanker Leher Rahim


Dilakukan?

Skrining di mulai usia 21


tahun

jika hasil abnormal maka


tindak lanjut sesuai
dengan petunjuk dokter

Jika Anda berusia diatas 30 tahun


Pemeriksaan dilakukan setiap tahun
dan dianjurkan selain Pap smear
adalah HPV DNA, karena pada usia
diatas 30 tahun risiko infeksi HPV
menetap (persisten) meningkat.

Menurut rekomendasi baru jika hasil HPV DNA


dan pap smear secara bersamaan hasilnya
normal maka skrining setiap 5 tahun
*rekomendasi UPSTF, ACS, ACOG 2012

Masih perlukah skrining kanker serviks bagi


wanita yang telah diangkat rahimnya?

YA, jika sebelum rahim diangkat:


Pasien mempunyai riwayat pap smear abnormal sebelumnya
Pasien belum pernah melakukan pemeriksaan sitologi serviks

Pemeriksaan dilakukan setahun sekali sampai 3 kali


pemeriksaan, jika hasil dari 3 pemeriksaan tersebut
negatif, maka setelah itu tidak perlu lagi melakukan
skrining kanker serviks.

Masih perlukah skrining kanker serviks bagi


wanita yang telah diangkat rahimnya?

Tidak perlu, jika pasien sebelumnya tidak mempunyai


riwayat pemeriksaan Pap Smear maupun HPV DNA
abnormal maka tidak perlu melakukan skrining setelah
pengangkatan rahim dan seterusnya

Persiapan sebelum Pap Smear


1. Pastikan Anda tidak dalam keadaan
menstruasi, waktu yang terbaik adalah lima
hari setelah haid berakhir hingga hari ke 14
sejak HPHT

Persiapan sebelum Pap Smear


2.

3.

Hindari penggunaan tampon, jeli atau krim vagina selama 3 hari


sebelum pemeriksaan
Hindari pencucian (douche) vagina selama 2-3 hari sebelum
pemeriksaan

Vaginal cream

tampon

Douch

Persiapan sebelum Pap Smear


4. Hindari hubungan seksual dalam waktu 24

jam atau 1 hari sebelum melakukan


pemeriksaan

Pap Smear
suatu tes sederhana untuk memeriksa kesehatan
leher rahim (serviks) dengan cara mengambil
sampel sel sel pada leher rahim untuk mengetahui
ada tidaknya sel sel ABNORMAL

Bagaimana pemeriksaan Pap Smear


dilakukan?
1. Pasien berbaring di tempat
tidur gynecology
2. membukakan vagina dengan
spekulum serviks
3. Sampel sel sel leher rahim
diambil menggunakan
broom/brush yang berbahan
lembut

4. Brush dioleskan ke kaca obyek

Gambaran Hasil Sitologi Leher rahim melalui


mikroskop jelas sehingga dokter ahli
patologi anatomi akurat membacanya

Normal

Displasia ringan (CIN I)

Displasia Berat (CIN III)

DIsplasia Sedang (CIN II)

Carsinoma In Situ

Jangan khawatirkarena
Broom & tabung disposable ( 1x pakai)
Speculum 1x pakai

Pemeriksaan untuk mengetahui ada


tidaknya HPV pada serviks

Pengambilan sampel
dari serviks

Sampel serviks dalam tabung cair diproses menggunakan


metode Hybrid Capture 2 untuk mendeteksi infeksi HPV

Pemeriksaan HPV DNA


Pemeriksaan HPV DNA tipe High Risk telah di
approve oleh FDA
Pengambilan sampel sama dengan pemeriksaan
sitologi serviks berbasis cairan
Jenis HPV yang diperiksa adalah HPV tipe risiko
tinggi yaitu :
16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68

Menyikapi hasil Skrining

Haruskah takut dengan hasil Pap smear


yang abnormal?
Jangan Panik ! yang
terpenting adalah tidak
lanjut pengobatan dari
hasil tersebut. Hasil
abnormal harus segera
diobati supaya perubahan
sel yang terjadi tidak
memburuk.

Mengapa Pap smear harus rutin


dilakukan secara berkala ?
Pap smear merupakan cara yang mudah
untuk skrining kanker leher rahim, tanpa
melakukan skrining berkala terjadinya
perubahan bentuk sel leher rahim menjadi
sel kanker terlambat diketahui.

Keberhasilan pengobatan kanker leher


rahim Besar apabila diketahui pada
stadium dini.
Sebagian besar wanita yang menderita
kanker leher rahim ternyata tidak pernah
melakukan Pap smear sebelumnya

Tingkat kesembuhan
berdasarkan stadium kanker
leher
rahim
Stadium
Kesembuhan
Stage IA : 100 %
Stage IB : 87% - 90%
Stage IIA : 68% - 83%
Stage IIB : 62% - 68%
Stage III : 33% - 48%
Stage IV : 14%
Deteksi dini membuat kanker lebih mudah dan murah diatasi dengan
kemungkinan sembuh lebih besar. Pada tahap awal, kanker bisa diatasi
dengan operasi. Kalau sudah stadium lanjut, hanya bisa dengan kemoterapi dan
radioterapi,

Apakah jika terinfeksi HPV tipe risiko


tinggi artinya terkena kanker?
BELUM TENTU!
Infeksi HPV tipe risiko tinggi tidak
sama dengan kanker.
Infeksi HPV risiko tinggi akan
menimbulkan kanker apabila
infeksinya menetap dan menyebabkan
perubahan bentuk sel.
Proses perubahan dari infeksi HPV tipe
risiko tinggi pada leher rahim menjadi
kanker memerlukan waktu yang lama
kurang lebih 10-15 tahun. .
Segera konsultasikan ke Dokter
apabila hasil HPV DNA atau Sitologi
Anda tidak Normal

Masih Perlukah Uji Saring setelah vaksinasi


HPV?
MASIH, karena:
Vaksin tidak memberikan
perlindungan terhadap semua tipe
HPV yang menyebabkan kanker
serviks
Jika tidak mendapat vaksin secara
lengkap maka tidak mendapat
perlindungan sempurna
Kerja vaksin tidak maksimal jika
sebelum vaksin sudah terinfeksi HPV
tipe 16 & 18
CDC, April 2007

Pap Smear : Pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya sel sel


leher rahim yang abnormal
HPV DNA : Pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidaknya virus HPV
tipe risiko tinggi yang menyebabkan kanker leher rahim

Untuk skrining rutin bagi wanita yang sudah aktif secara seksual
Untuk menentukan perlu tidaknya tindakan medis dan jadwal
skrining selanjutnya
Memberi rasa tenang apabila hasil normal
Jika ditemukan masih tahap dini maka segera melakukan
pengobatan sehingga perkembangan menjadi kanker invasif dapat
dicegah
Skrining rutin = HEMAT

Skrining rutin/tahun.

Pengobatan Kanker stadium


lanjut

Biaya???

Skrining rutin = hemat


41

GRATIS

PAP SMEAR

Kartu yang berlaku