Anda di halaman 1dari 50

Kawasan Danau Toba

dan Sekitarnya

2034

Oleh:
Dr. Ir. Budi Situmorang, MURP
Direktur Penataan Ruang Wilayah Nasional
Medan, 18 November 2014
Disampaikan dalam Sosialisasi Perpres RI Nomor 81 Tahun 2014 tentang
Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya

Kerangka Sosialisasi

Telah disahkan oleh Presiden per tanggal 13 Agustus 2014:

Peraturan Presiden RI Nomor

81 Tahun 2014
tentang Rencana Tata Ruang
Kawasan Danau Toba dan
Sekitarnya

Pengertian dan Dasar Hukum


PENGERTIAN
Kawasan Strategis Nasional adalah Wilayah (yang memiliki fungsi utama) yg penataan ruangnya
diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara,
pertahanan & keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yg
ditetapkan sebagai warisan dunia. (UU No.26 Th 2007 Pasal 1)

DASAR HUKUM:
AMANAT UU NO. 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG
1

RTR KSN merupakan rencana rinci utk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Penjelasan Pasal 14 ayat 3
huruf a )

Rencana tata ruang KSN disusun sbg perangkat operasional Rencana Umum Tata Ruang (Penjelasan Pasal
14 ayat 4)

KSN termasuk KSN Danau Toba & Sekitarnya ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Pasal 21 Ayat 1)

AMANAT PP NO. 26 TAHUN 2008 TENTANG RTRWN:


1

Strategi Umum KSN dari sudut kepentingan Fungsi & daya dukung LH.(Pasal 75 huruf e)

Kaw Danau Toba & Sekitarnya ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional,, dari sudut kepentingan fungsi &
daya dukung lingkungan hidup .(Lampiran X, angka 7)

Perwujudan Kawasamn Danau Toba merupakan Program Prioritas tahun 2010-2014. (Lampiran XI)

PENDEKATAN PENYUSUNAN RTR KAWASAN DANAU TOBA


KRITERIA:
Perlindungan
keanekaragaman hayati
Aset nas berupa kaw.
lindung bagi perlindungan
ekosistem, flora dan/atau
fauna yg hampir punah
Keseimbangaan iklim
makro
Keseimbangaan tata
guna air
Prioritas tinggi
peningkatan kualitas
lingkungan hidup
Rawan bencana alam
nasional
Sangat menentukan dlm
perubahan rona alam &
mempunyai dampak luas
thd kelangsungan
kehidupan

Aspek LINGKUNGAN HIDUP: Fungsi & DD LH


Daya Dukung Air (Kuantitas & Kualitas)
Kawasan Konservasi, Hutan Lindung, Perairan Danau
Rawan Bencana
Ekosistem penting

P
O
L
A
&

Aspek EKONOMI/KESEJAHTERAAN:
Kemandirian
Ekonomi Antar Wilayah
Ekonomi Daya Saing
Aspek SOSIAL :
Kekerabatan Masyarakat Adat
Isolasi wilayah
Aspek PUSAT PELAYANAN: ~ dg sistem Nasional
Pusat Pertumbuhan ekonomi
Pusat Pelayanan (Pariwisata)
Aspek INFRASTRUKTUR:~ dg Sistem Nasional
Mendukung pusat pelayanan + Fasilitas Dasar
(Ekonomi, LH, & Sosial)
Membuka Isolasi Wilayah

S
T
R
U
K
T
U
R
R
U
A
N
G

Isu Strategis

Arah Pengembangan

Lunturnya kearifan lokal dalam


pengelolaan Sumber Daya Air
BAB. I
BAB. II
BAB. III

1. Danau Toba Sebagai


Sumber Air Kehidupan
KETENTUAN UMUM
Aek Natio
TUJUAN, KEBIJAKAN, & STRATEGI PENATAAN RUANG
KAW.yang
DANAU TOBA
Lestari
RENCANA STRUKTUR RUANG KAWASAN DANAU TOBA

BAB.IV

RENCANA POLA RUANG KAWASAN DANAU TOBA

KerusakanBAB.
Ekosistem
Kawasan
danau TobaRUANG KAWASAN DANAU TOBA
V
ARAHAN
PEMANFAATAN
BAB. VI

ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAW. DANAU TOBA

BAB. VII

PENGELOLAAN KAWASAN DANAU TOBA

BAB. X

KETENTUAN PENUTUP

2. Pemersatu
Masyarakat
VIII lokal
PERAN
MASYARAKAT
DANAU TOBA
Nilai-nilai BAB.
budaya
sudah
mulai DLM PENATAAN RUANG KAW.
Batak.
BABmasyarakat
. IX KETENTUAN PERALIHAN DLM PENATAAN RUANG KAW. DANAU TOBA
ditinggalkan
3. Destinasi Wisata
LAMPIRAN . I PETA RENCANA STRUKTUR RUANG (skalaNasional
1 : 50.000)dan
Pengembangan Potensi Wisata Kurang
Internasional
LAMPIRAN . II PETA RENCANA POLA RUANG (skala 1 : 50.000)
Dinamis dan Maksimal
LAMPIRAN. III INDIKASI PROGRAM UTAMA JANGKA MENENGAH

Pengembangan Kawasan Budidaya


Khususnya Pertanian dan Perkebunan
Belum Mendapat Perhatian

4. Kawasan
Budidaya yang
Terkendali

TUJUAN 02

TUJUAN 01

pelestarian Kawasan Danau


Toba sebagai air kehidupan
(Aek
Natio)
masyarakat,
ekosistem,
dan
kawasan
kampung masyarakat adat
Batak

KEBIJAKAN
1.

2.
3.

Pemertahanan kestabilan
kuantitas dan pengendalian
kualitas air Danau Toba
pelestarian ekosistem
penting perairan danau dan
sekitarnya
pelestarian kawasan
kampung dan budaya
masyarakat adat Batak

STRATEGI

pengembangan kaw pariwisata berskala dunia yg


terintegrasi dg pengendalian kaw budi daya sesuai dg
daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
serta adaptif terhadap bencana alam.

KEBIJAKAN
1. pengembangan & pengendalian pemanfaatan kaw pariwisata
yg berdaya tarik internasional, nasional, & regional
2. pengendalian kaw budi daya perikanan danau
3. pemertahanan kaw. pertanian tanaman pangan
4. pengendalian kaw. peternakan, hortikultura, & perkebunan
berbasis masy. & ramah lingkungan;
5. perwujudan kerja sama pengelolaan dan pemeliharaan
kualitas lingkungan hidup, pemasaran produksi kaw budi
daya, & peningkatan pelayanan sarpras

STRATEGI

KAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034


RENCANA POLA RUANG

KAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034


RENCANA POLA RUANG
meliputi 61 kecamatan di 8 kabupaten yaitu TAPANULI UTARA, HUMBANG HASUNDUTAN,
DAIRI, SAMOSIR, KARO, SIMALUNGUN, TOBA, SAMOSIR, dan PAKPAK BHARAT, yang
juga mencakup perairan danau seluas 1.102,60 km2

Rencana Pola Ruang di KDT meliputi:


Kawasan Lindung:
Zona L1: kaw. yg memberikan perlindungan terhadap kaw. bawahannya
Zona L2: kaw. perlindungan setempat
Zona L3: kaw. suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya
Zona L4: kaw rawan bencana alam
Zona L5: kawasan lindung geologi

Kawasan Budi Daya:


Zona B1: kaw. permukiman kepadatan sedang & tinggi;
Zona B2: kaw. permukiman kepadatan rendah
Zona B3: kaw. pariwisata
Kawasan Perairan:
Zona B4: kaw. pertanian pangan;
Zona A1: kaw. yg memberikan perlindungan terhadap permukiman
Zona B5: kaw. pertanian hortikultura;
Zona A2: kaw.pariwisata tirta
Zona B6: kaw. Peternakan
Zona A3: kaw. penghasil nutrien & pendukung kegiatan pariwisata
Zona B7: kaw perkebunan; dan
Zona A4: kawasan dg fungsi sebagai zona pengurai/dekomposer
Zona B8: kaw. hutan produksi.
ekosistem alami.

KAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034


RENCANA STRUKTUR RUANG

KAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034


RENCANA STRUKTUR RUANG
RENCANA STRUKTUR RUANG TERDIRI DARI :
a. Rencana sistem pusat permukiman
b. Rencana sistem jaringan prasarana
1. Sistem jaringan transportasi
Jaringan jalan
Lalu lintas dan angkutan jalan
Transportasi penyeberangan
Transportasi danau
Tatanan kebandarudaraan
2. Sistem jaringan energi
3. Sistem jaringan telekomunikasi
4. Sistem jaringan sumber daya air
5. Sistem jaringan prasarana permukiman
sistem penyediaan air minum (SPAM)
sistem jaringan drainase
sistem jaringan air limbah
sistem pengelolaan persampahan.

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba &


Strategi mewujudkan Sumber Air Kehidupan
yang Lestari

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba


KUANTITAS AIR DANAU TOBA:
a. Air Danau Toba

b. Sumber Air

Perairan mencapai kedalaman 500


m, dgn panjang 100 km, dan lebar
30 km

Bersumber dari hulu DTA dan CAT berupa


kawasan hutan, mengalir melalui DAS.

Volume air (2010) 1, 18 triliun m

Luas DTA 4087 Km2 ,dg 2292 Km2 di


P.Sumatera, 693 km2 di P.Samosir, & 1.100
km2 perairan Danau Toba.

Luas genangan permukaan air


1.102,60 km2
Outlet utama air Danau Toba
S. Asahan, & dimanfaatkan untuk PLTA
Asahan, kuantitas dan ketinggian air
danau dikendalikan oleh bendungan
pengatur yg dibangun di Siruar
(Sumber : http://www.otoritaasahan.go.id/inalum/think_friendship.htm)

Luas hutan lindung di KDT 124 ribu Ha

Ada 4 CAT di KDT, yaitu: CAT Sidikalang,


CAT Tarutung, CAT Pulau Samosir, dan
CAT Porsea-Parapat
Ada 25 SubDAS di KDT, mengalirkan air ke
danau toba 215,7 m3/dtk (kondisi
normal), namun krn 80% kondisi sungai
dlm keadaan kritis, maka debit yg masuk
70-80 m3/dtk. perlu reboisasi pd
kawasan tutupan hutan yg gundul &
DAS kritis.

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba


KUALITAS AIR :
a. Kualitas Air Danau Toba:

b. Kualitas Air Sungai:

Kualitas Air Danau Toba dipengaruhi


oleh beberapa faktor diantaranya:
Aktifitas budi daya
menghasilkan limbah

KJA

yang

Limbah transportasi
penyeberangan danau terutama sisa
BBM dan oli

Limbah dan polutan dari kawasan


permukiman seperti sampah dan
sisa deterjen

Sungai yang mengalir menuju danau


memberi kontribusi pencemaran
akibat kegiatan budi daya di hulu
sungai seperti:
Kegiatan pertanian di dekat sungai
& danau yang menggunakan pupuk
dan pestisida secara berlebihan,
mencemari air sungai.
Limbah kotoran ternak di dekat
sungai dan danau yang masuk
kedalam sungai dan danau, terutama
di Desa Urung Pane, Kec. Purba di Kab.
Simalungun

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba


SUMBER AIR KEHIDUPAN
(AEK
NATIO)Toba
YANG: LESTARI
Kedalaman
Danau
0 500 m

Berbentuk tebing curam langsung


merata di dasar (perubahan tiba-tiba).
Batas danau yang terjal, jarang ada
pantai untuk ekosistem fauna bentik
Daerah Tangkapan Air
(DTA)
merupakan
kawasan yang dihitung
mulai
dari
puncak
tertinggi hingga ke
perairan danau

CAT SIDIKALANG

CAT SAMOSIR

CAT TARUTUNG

CAT PORSEAPARAPAT

Air danau mengalir


melalui S. Asahan
namun volume air
danau cenderung
konstan

CAT: wil. yg dibatasi oleh batas hidrogeologis & tempat semua


kejadian hidrogeologis, seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan
pelepasan air tanah berlangsung.

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba


KUANTITAS AIR DANAU TOBA
DAERAH LEPASAN AIR TANAH

CAT

DAERAH IMBUHAN AIR TANAH

PENGENDALIAN
PENGAMBILAN AIR
TANAH

PERLINDUNGAN
DAERAH IMBUHAN AIR
TANAH

Danau
Toba

Pengelolaan air tanah berbasis pada cekungan air tanah (CAT)


sebagai tempat terjadinya imbuhan, pengaliran, dan pelepasan air
tanah, yang diselenggarakan berlandaskan kebijakan dan strategi
pengelolaan air tanah.

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba

KAWASAN HUTAN LINDUNG YANG SAAT


INI GUNDUL DAN PERLU DIREBOISASI

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba


KUANTITAS AIR DANAU TOBA

PETA HUTAN LINDUNG, DTA,DAS & CAT

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba


MASALAH KUALITAS AIR DANAU TOBA
SISA PAKAN
KJA 7x7x3: 30%
1x1x1: 50%

DIURAIKAN
BAKTERI
AEROBIK

MENJADI BAHAN
ANORGANIK:
MENYUBURKAN
PERAIRAN
OKSIGEN TERLARUT

DEGRADASI
KUALITAS AIR
MENYEBABKAN
GATAL-GATAL DAN
IKAN-IKAN MATI

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba

Kegiatan budidaya ikan sebanyak 5.612


unit (KJA) ternyata menghasilkan limbah
organik yg tinggi dan pd akhirnya akan
menghasilkan proses nitrifikasi (Alex Tenala
Barus, 2007).

Strategi mewujudkan KDT sebagai sumber air kehidupan :


Kuantitas air

mempertahankan & merehabilitasi fungsi kawasan hutan lindung pada DTA


mempertahankan & merehabilitasi fungsi daerah imbuhan air
mengendalikan pemanfaatan ruang sekitar sumber air dan sepanjang aliran sungai
& danau
mengembalikan fungsi kawasan resapan air pada daerah dengan kemiringan lereng
membangun pengendali kestabilan ketinggian muka air di sekitar pintu keluar air
danau

Kualitas Air
membangun prasarana pemantauan kualitas air berkala
mengembangkan jenis vegetasi yang dapat mengurangi pencemaran air danau
mengembangkan prasarana sistem biofilterasi untuk mengurangi kekeruhan air,
eutrofikasi, dan tingkat racun pada air sungai yang mengalir ke danau
mengembangkan sediment trap pada sungai yang membawa endapan
mengendalikan pemanfaatan air danau dengan prinsip penggunaan ulang & daur
ulang
mengendalikan kaw. budi daya pada DAS yang menghasilkan limbah dan sampah
mengembangkan sistem persampahan dan jaringan air limbah

Strategi mewujudkan KDT sebagai sumber air kehidupan :

Kualitas air (lanjutan)


mengendalikan & menetapkan KJA didasarkan pada kualitas baku mutu air kelas I
melarang KJA di perairan terbuka dari tepian hingga kedalaman 30 m yang memiliki
fungsi utama sebagai habitat hewan dasar dan wilayah pemijahan ikan
mengendalikan KJA yang berada pada wilayah perairan terbuka/limnetik dg
kedalaman 30 m -100 m & pada wilayah outlet perairan danau sesuai dengan daya
dukung LH dan kualitas baku mutu air danau kelas I
mengendalikan kaw. pertanian penyebab pencemaran air danau atau dengan
pengembangan pertanian organik
mengembangkan (IPAL) pada kawasan peternakan
mengembangkan & meningkatkan kerja sama penerapan kualitas air baku danau
berbasis Standar Baku Mutu Air Kelas I

02. Kondisi Eksisting Pariwisata Toba &


Strategi mewujudkan Kawasan Danau Toba
sebagai
destinasi wisata nasional dan dunia

02. Kondisi Eksisting Pariwisata di KDT


OBYEK & DAYA TARIK WISATA

Kawasan Danau Toba memiliki potensi


wisata high-ends yang didukung dengan
infrastruktur lengkap dan fasilitas pelayanan
prima untuk mendukung kegiatan pariwisata
bertaraf internasional

02. Kondisi Eksisting Pariwisata di KDT


OBYEK & DAYA TARIK WISATA

Memiliki potensi wisata alam danau


berupa keindahan panorama, pantai
bersih dan wisata budaya seperti pesta
adat yang dikenal dengan nama Pesta
Danau Toba yang diikuti etnik batak:
Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak-Dairi,
Simalungun dan Toba, namun kondisi
saat ini mengalami penurunan jumlah
wisatawan (Tingkat hunian hotel < 10 %)

02. Kondisi Eksisting Pariwisata di KDT


PENGEMBANGAN KAWASAN
BUDI DAYA TERKENDALI
Kondisi lahan tanaman pangan masih
terjaga untuk memenuhi kemandirian
pangan Kawasan Danau Toba, bahkan
untuk produk hortikultura seperti sayursayuran dan perkebunan seperti kopi
menjadi komoditas berdaya saing yang
diekspor ke luar daerah.

02. KDT SEBAGAI DESTINASI NASIONAL DAN DUNIA


Pintu Gerbang
Tigaras

RENCANA PENGEMBANGAN
PARIWISATA
Pintu Gerbang
Prapat-Ajibata

Pintu Gerbang
Pariwisata Merek

Pintu Gerbang
Pariwisata Pangururan

Pintu Gerbang
Pariwisata Balige

02. KDT SEBAGAI DESTINASI NASIONAL DAN DUNIA

SEBARAN LOKASI WISATA

RENCANA PENGEMBANGAN GEOPARK TOBA

SUMBER: MASTERPLAN GEOPARK TOBA (2011)

PENGEMBANGAN KAW. TAMAN BUMI (GEOPARK) DIDALAM RTR KDT

Taman Bumi
Aek Rangat

TB Tuktuk Ryolite Dome


dan Dasite Dome
TB Lagundi

1. TB Perkampungan Si Raja Batak


2. TB Gunung Pusuk Bukit
3. TB Holly Mountain

TB Nainggolan

PENGEMBANGAN KAW. TAMAN BUMI (GEOPARK) DIDALAM RTR KDT

Taman Bumi
Aek Rangat

1. TB Perkampungan Si Raja Batak


2. TB Gunung Pusuk Bukit
3. TB Holly Mountain

TB Tuktuk Ryolite Dome


dan Dasite Dome

TB Lagundi

TB Nainggolan

POTENSI GEOPARK DI KAWASAN DANAU TOBA

AREA PENGEMBANGAN TAMAN BUMI LAGUNDI


Kawasan Lagundi merupakan salah satu area yang didalam perencanaannya akan akan
dikembangkan sbg daerah ekowisata dan wisata tirta dan sekaligus akan sebagai salah
satu etalase geopark di Pulau Samosir

POTENSI GEOPARK DI KAWASAN DANAU TOBA

AREA PUSUK BUHIT

Area Pusuk Buhit akan dikembangkan sebagai kawasan Taman Bumi Pusuk Buhit

POTENSI GEOPARK DI KAWASAN DANAU TOBA


AREA HOLLY MOUNTAIN

VIEW DARI LERENG HOLLY MOUNTAIN

Area Holly Mountain juga akan dikembangkan sebagai salah satu Kawasan Taman Bumi
yang tergabung dalam Kawasan Wisata Pangururan Sianjur Mula-Mula

POTENSI GEOPARK DI KAWASAN DANAU TOBA


STRUKTUR TANAH DAN BATUAN DI AREA HOLLY MOUNTAIN

Strategi mewujudkan KDT sebagai destinasi pariwisata


Mengembangkan kawasan wisata dengan daya tarik seni budaya adat batak
Mengembangkan kawasan wisata dengan daya tarik panorama danau
Melestarikan cagar budaya yg memiliki keunikan etnik batak
Melestarikan kawasan kampung adat dengan pengembangan potensi & daya
tarik wisata
Merevitalisasi & mengembangkan kawasan wisata tirta yg terdegradasi.
Pengembangan, rehabilitasi, dan revitalisasi fungsi lindung kawasan keunikan
batuan (geopark)
Mengembangkan dan mempertahankan infrastruktur pendukung kegiatan
pariwisata

03. Kondisi Eksisting Kawasan Budi Daya KDT&


Strategi mewujudkan KDT sbg
kaw. Budi Daya Terkendali

03. Kondisi Eksisiting Kaw. Budi Daya di KDT


PENGEMBANGAN KAWASAN
BUDI DAYA TERKENDALI
Kondisi lahan tanaman pangan masih
terjaga untuk memenuhi kemandirian
pangan Kawasan Danau Toba, bahkan
untuk produk hortikultura seperti sayursayuran dan perkebunan seperti kopi
menjadi komoditas berdaya saing yang
diekspor ke luar daerah.

03. KDT SEBAGAI KAWASAN BUDIDAYA YANG TERKENDALI

Luas Perkebunan yg
akan dikembangkan
: 146.642,99 ha

Luas Pertanian yg akan


dikembangkan : 45.304,59
ha utk pertanian
hortikultura, & 54.338,65 ha
utk pertanian pangan.

Kondisi lahan tanaman pangan masih terjaga utk


memenuhi kemandirian pangan Kawasan Danau Toba,
bahkan utk produk hortikultura seperti sayur-sayuran &
perkebunan seperti kopi menjadi komoditas berdaya
saing yg diekspor ke luar daerah.

Kondisi lahan
perkebunan saat ini
banyak berkembang
diatas kawasan bukit
atau lahan terjal, jenis
tanaman perkebunan
yg banyak
dikembangkan adalah
kelapa sawit,
eucalyptus, damar,
karet dll

03. KDT SEBAGAI KAWASAN BUDIDAYA YANG TERKENDALI

Luas Peternakan yg akan dikembangkan : 792,9 ha


Kawasan budidaya peternakan didominasi oleh
peternakan babi dan peternakan kerbau, kawasan
peternakan tersebar di daerah permukiman terutama di
daerah perkampungan.

Strategi mewujudkan KDT sbg kaw budidaya terkendali


Mengembangkan kws. pertanian tanaman pangan dan hortikultura
Mengembangkan pertanian hortikultura ramah lingkungan
Mengembangkan kaw. perkebunan sesuai daya tampung & daya dukung
lingkungan hidup
Mengembangkan kawasan peternakan konservatif
dikandangkan secara terpadu dengan kawasan pertanian

dengan

Mengendalikan kawasan budi daya peternakan yang menyebabkan


pencemaran pada badan air

04. Sebaran Puak Batak di KDT&


Strategi mewujudkan KDT sbg
Pemersatu masyarakat Batak

04. Sebaran Puak Batak di KDT


PEMERSATU MASYARAKAT BATAK

SEBARAN 6 PUAK MASY. BATAK DI KDT:


1. Batak Toba yang berpusat di Balige, Laguboti dan Parsoburan.
2. Batak Simalungun yang berpusat di Raya pada Kab.
Simalungun.
3. Batak Dairi yang berpusat di Sidikalang pada Kab. Dairi.
4. Batak Karo yang berpusat di Merek pada Kab. Karo.
5. Batak Pakpak yang berpusat di Salak pada Kab. Pakpak
6. Batak Samosir yang berpusat di Pulau Samosir.

04. KDT SEBAGAI PEMERSATU MASYARAKAT BATAK

HUBUNGAN FUNGSIONAL
MASYARAKAT BATAK
DENGAN SEKITARNYA

Strategi mewujudkan KDT sebagai pemersatu masy. batak


Mengembangkan dan mempertahankan keberadaan kawasan
kampung adat batak yang bernilai budaya tinggi sesuai dengan keenam
puak batak.
Mengembangkan kawasan permukiman dan kampung adat berkonsep
waterfront settlement.
Mengendalikan urban sprawl pada kampung di sepanjang sisi jalan.
Mengendalikan kawasan kampung masyarakat di sekitar hutan lindung.
Melarang dan mengendalikan perkembangan fisik kawasan
permukiman kampung masyarakat yang mengganggu fungsi sempadan
danau

PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG


1. Pengembangan/peningkatan fungsi Pusat Pelayanan Utama
2. Mengembangkan jaringan jln strategis nasional lingkar dalam
3. Mengembangkan jaringan jln strategis nasional lingkar luar
4. Pengembangan & Pemantapan Jar. jln Arteri Primer
5. Pengembangan jaringan jln bebas hambatan sebagai akses
menuju drh destinasi pariwisata

6. Pemanfaatan ruang utk kegiatan pelabuhan danau


7. Pengembangan & pemantapan fungsi bandar udara Silangit
8. Mengembangkan PLTB , PLTP, PLTA dan PLTMH
9. Mengembangkan & memantapkan sistem pengelolaan air minum

10.Mengembangkan kawasan utk sistem pengelolaan sampah


terpadu
11.Mengembangkan instalasi limbah terpusat

PERWUJUDAN POLA RUANG


1.

Reboisasi Hutan Lindung yang mengalami degradasi

2.

Pengendalian kegiatan budidaya KJA yang berpotensi


mencemari lingkungan

3.

Pengembangan dan pemertahanan


kawasan kampung adat batak

4.

Pengembangan Kampung masyarakat adat dg konsep


bangunan mengahadap air

5.

Pengembangan kawasan wisata dg daya tarik seni


budaya adat batak

6.

Pelestarian cagar budaya yg memiliki keunikan etnik


batak

7.

Pengembangan kawasan wisata dg daya tarik panorama


danau

8.

Pelestarian kawasan kampung adat

9.

Pengembangan luas lahan pertanian tanaman pangan ,


peternakan, dan perkebunan

keberadaan

Pengelolaan KDT dilaksanakan oleh Menteri,


menteri/pimpinan lembaga terkait,
Gubernur, dan Bupati di KDT sesuai
dengan kewenangannya berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pengelolaan KDT oleh Menteri dan
menteri/pimpinan lembaga terkait dapat
dilaksanakan oleh Gubernur melalui
dekonsentrasi dan/atau tugas pembantuan.

Dengan berlakunya Perpres ini, Perda RTRW


provinsi, Perda RTRW Kab, dan Perda
tentang rencana rinci tata ruang beserta
peraturan zonasi yang bertentangan dengan
Perpres ini harus disesuaikan pada saat
revisi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan

TERIMA KASIH