Anda di halaman 1dari 11

Status asmatikus

pendahuluan
.

Eksaserbasi asma (serangan asma) adalah episode progresif


peningkatan gejala pendek napas, batuk, mengi, sesak dada atau
kombinasi dari gejala-gejala tersebut.
Hal ini adalah pertanda kegagalan pengelolaan asma jangka
panjang atau adanya pence-tus. Tingkat serangan asm berkisar
antara ringan sampai mengancam jiwa, yang berkembang dalam
beberapa hari atau jam namun kadang-kadang bisa dalam
beberapa menit.
Mortalitas paling sering berhubungan dengan salah menilai
beratnya serangan, kurang cukupnya tindakan pada saat awal
serangan dan kurangnya terapi yang diberikan.
Asma akut yang berat/ status asmatikus merupakan tingkat penyakit
yang berat yang memerlukan penanganan segera

definisi
a/ keadaan darurat medik paru berupa
serangan asma yang berat atau
bertambah berat yang bersifat refrakter
sementara terhadap pengobatan yang
diberikan.
Refrakter adalah tidak adanya perbaikan
atau perbaikan yang sifatnya hanya
singkat, dengan pengamatan 1-2 jam.

Gambaran klinis
Penderita tampak sakit berat dan sianosis.
Sesak nafas, bicara terputus-putus.
Banyak berkeringat, bila kulit kering menunjukkan
kegawatan penderita sudah dlm dehidrasi berat.
Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin cukup
baik
Lama2 dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas,
gelisah kemudian jatuh ke dalam koma.

Tatalaksana
Setiap serangan asma berat atau yang
kemudian menjadi
berat dan tidak memberikan respon
(refrakter) adrenalin dan atau aminofilin
suntikan dapat digolongkan pada status
asmatikus.
Penderita harus dirawat dengan terapi
yang intensif.

Dasar-dasar penatalaksanaan
1.Riwayat, monitor progresivitas beratnya serangan atau res-pons
terhadap obat-obat.
2.Oksigen 4-6 liter/menit.
3. Cairan (hidrasi); berikan infus cairan di samping minum
4. Penggunaan obat-obat :
4.1. Bronkodilator
4.2. Kortikosteroid
4.3. Mukolitik
4.4. Ekspektoran
4.5. Antibiotik
4.6. Obat-obat lain : Na bikarbonat, KCL.
5.Penanganan terhadap kegagalan pemapasan.
6.Penanganan terhadap komplikasi (pneumotoraks,
pneumomediastinum)

Berbeda pada serangan asma akut, obat-obat pilihan utama pada


terapi awal adalah aminofilin dan kortikosteroid sedangkan obatobat amin simpatomimetik merupakan pilihan berikutnya:
1.Teofilin
Diberikan dalam bolus (loading dose) dengan tujuan mencapai
kadar serum terapeutik sebesar 10-20 mkg/ml dengan cepat.
Dosis awal : 5-6 mg/kgbb/IV setelah sebelumnya telah mendapat
aminofilin kurang dari 12 jam; segera disusul dengan
infus aminofilin untuk pemeliharaan 0.5 - 0.9 mg/kgbb/jam atau 750
mg-1 g/24 jam.
Diganti ke oral apabila telah didapat respons yang maksimal,
selanjutnya dipertahankan dengan preparat oral 3-5 mg/ kgbb/hr

2.Kortikosteroid
Diberikan bersamaan (seawal mungkin)
mengingat efeknya baru akan terlihat
setelah 3-8 jam.
Obat-obat pilihan :
2.1. Hidrokortison 4 mg/kgbb/IV. setiap 2-8
jam tergantung beratnya dan respons
pengobatan, jangka pemberian 2-8 jam;
atau preparat lain.
2.2. Dexametason 10-20 mg.
Triamsinolon 40-80 mg.

Obat-obat lain
1)Antibiotik; bila jelas ada tanda infeksi atau serangan yang lama (> 48
jam), dapat diberikan tetrasiklin, kotrimoksasol, eritromisin.
amnisilin.
2) Ekspektoran dan mukontik; di samping hidrasi yang cukup dapat
diberikan :
2.1. Asetilsistein oral (Fluimucil)
2.2. Bromhexin (Bisolvon)
2.3. Gliseril guaiakolat dan lain-lain.
3)Bikarbonas natrikus. Perlu diberikan pada keadaan dengan asidosis
metabolik; memperbaiki kerja obat-obat bronkodila-tor.
4)Pada pemakaian steroid dosis tinggi dan lama perlu diberi suplemen
kalium 40 mg/hari

komplikasi
Komplikasi terjadi akibat :
1. Keterlambatan penanganan.
2. Penanganan yang tidak adekuat.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah :

1. Akut :
- Dehidrasi
- Gagal nafas
- Infeksi saluran nafas
2. Kronis :
- Kor-pulmonale
- PPO kronis
- Pneumotorak.

prognosis
- Pada umumnya bila segera ditangani
dengan adekuat pronosa adalah baik.
- Asma karena faktor imunologi (faktor
ekstrinsik) yang muncul semasa kecil
prognosanya lebih baik dari pada yang
muncul sesudah dewasa.
- Angka kematian meningkat bila tidak ada
fasilitas kesehatan yang memadai.