Anda di halaman 1dari 21

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TRISAKTI

AGENDA
Pengertian, Pencatatan, Penilaian, dan Pelaporan

Transaksi dalam Mata Uang Asing


Paparan dan Diskusi : materi dan kasus

Transaksi Dalam Mata Uang Asing


Aktivitas dalam Valuta Asing:
Melakukan transaksi dalam mata uang asing
Memiliki kegiatan usaha luar negeri
Kegiatan Usaha Luar Negeri
Anak perusahaan (subsidiary)
Perusahaan asosiasi (associates)
Usaha patungan (joint venture)
Yang aktivitasnya dilakukan di luar negara perusahaan
pelapor. Kegiatan tersebut dapat merupakan bagian
integral dari perusahaan pelapor atau suatu entitas asing

Pengakuan Awal
Transaksi dalam mata uang asing adalah transaksi

yang didenominasi atau membutuhkan penyelesaian


dalam suatu mata uang asing, meliputi:
Membeli (impor) atau menjual (ekspor) barang/jasa

Meminjam (hutang) atau meminjamkan (piutang)


Menjadi suatu pihak dalam perjanjian yang belum

terlaksana
Memperoleh atau melepaskan aktiva

Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan

menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi

Pelaporan Pada Tanggal Neraca


Berikutnya
Pada setiap tanggal Neraca:
Pos aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang
asing dilaporkan kedalam mata uang rupiah dengan
menggunakan kurs tanggal Neraca (atau kurs tengah
Bank Indonesia)
Pos Non-moneter tidak boleh dilaporkan dengan kurs
tanggal Neraca tapi dengan kurs transaksi
Pos non-moneter yang dinilai dengan nilai wajar dalam
mata uang asing harus dilaporkan dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai tersebut
ditentukan.

Pengakuan Selisih Kurs


Selisih penjabaran pos aktiva dan kewajiban moneter

dalam mata uang asing pada tanggal Neraca dan laba rugi
kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada
laporan laba rugi berjalan.
Harus diklasifikasikan sebagai ekuitas hingga saat
pelepasan dan pada saat pelepasan harus diakui sebagai
pendapatan atau beban:
Selisih kurs suatu pos moneter yang substansinya

membentuk bagian investasi neto perusahaan dalam entitas


asing
Selisih kurs hedging dari investasi neto perusahaan dalam
perusahaan asing

Diskusi Kasus (1)


Apa yang dimaksud dengan Pos Moneter?
Akun berikut masuk Pos Moneter atau Non Moneter?
Persediaan
Piutang
Hutang
Uang Muka Penjualan

Diskusi Kasus (2)


Bukukan transaksi berikut
Tgl 1 Maret 2009, dibeli Mesin dari China dengan harga
US$275.000 secara kredit 3 bulan, FOB Tanjung Priok.
Ongkos Angkut dari Tanjung Priok ke Pabrik di
Karawang Rp5.000.000 tunai. Kurs pembelian 1US$ =
Rp.9.000.
Tgl 1 Juni 2009 dibayar hutang pada perusahaan di
China US$275.000, kurs 1US$=Rp9.500.

Diskusi Kasus (3)


Bukukan transaksi berikut
Tgl 1 November 2008, perusahaan Indonesia
menerbitkan Promissory Notes Nominal Us$200.000,
jangka waktu 3 bulan, bunga 6% per tahun sebagai
pelunasan atas hutang dagang pembelian bahan baku
dari Hongkong. Kurs tgl transaksi tsb Rp 10.000/1 US$.
Pada tanggal Neraca Notes tsb masih outstanding. Kurs
tgl Neraca Rp9.500 per 1 US$
Kurs pada saat jatuh tempo 1 Februari 2009 Us$/IDR
Rp9.750

Diskusi Kasus (4)


Pada tanggal 5 Juli 2009 Perusahaan Indonesia
membayar utang kepada Perusahaan Korea sebesar
KRW2.000.000.000. Dana yang tersedia untuk
membayar utang dimaksud adalah dalam denominasi
USD. Kurs transaksi yang diperoleh perusahaan untuk
membeli KRW adalah 1 USD = 930 KRW, sehingga
perusahaan harus mengeluarkan persediaan USD
sebesar USD2.150.538 (KRW2.000.000.000 :
KRW930/USD). Kurs jual pada tanggal tersebut
Rp9.300/USD dan kurs beli adalah Rp9.200/USD, atau
kurs tengah Rp9.250/USD.
Bagaimana pencatatan transaksi tersebut?

Diskusi Kasus (4- lanjutan)


Maka nilai atas transaksi tersebut yang dicatat
dalam akuntansi keuangan perusahaan dalam
mata uang rupiah adalah sebesar
Rp19.892.476.500 (USD2.150.538 X
Rp9.250/USD).

Transaksi Valuta Berjangka


Kontrak Berjangka (forward rate) : perjanjian untuk

melakukan pertukaran mata uang yang berbeda pada


satu waktu tertentu di masa yang akan datang dan
pada kurs tertentu yang disepakati
Tiga situasi dimana kontrak berjangka digunakan,
yaitu:
Untuk berspekulasi dalam pergerakan harga nilai tukar
Untuk melakukan hedging komitmen mata uang asing
Untuk melakukan hedging investasi bersih di entitas

luar negeri

Transaksi Valuta Berjangka


Selisih kurs tunai (spot rate) dan kurs masa depan

(forward rate) dicatat sebagai diskonto atau premi


yang harus diamortisasi sesuai dengan jangka waktu
kontrak valas
Setiap akhir periode dihitung selisih kurs hutang valas
dan diakui sebagai keuntungan atau kerugian kurs
periode berjalan
Dalam Neraca forward receivable atau forward payable
dan diskonto/premi dijadikan satu dibagian aktiva
atau kewajiban

Ad 1. Untuk berspekulasi dalam


pergerakan harga nilai tukar
Tanggal 2 Nop. 2007 Astra Internasional menyetujui

kontrak berjangka 90 hari untuk membeli 10.000


Ringgit Malaysia pada saat kurs forward 90 hari untuk
Ringgit Rp 615. Kurs spot untuk Ringgit pada tanggal 2
Nop. 2007 adalah Rp 619. Kurs pada tanggal 31 Des
2007 dan 30 Jan. 2008 sbb:
31 Des. 2007
30 Jan. 2008
Forward 30 hari
Rp 620
Rp 623
Kurs spot
Rp 625
Rp 628

Jurnal pembukuan Astra Internasional sbb:


2 Nop. 2007

Piutang kontrak (ma)


Rp 6.150.000
Hutang kontrak
Rp 6.150.000
31 Des.2007
Piutang kontrak (ma)
Rp 50.000
Keuntungan pertukaran mata uang
Rp 50.000
30 Jan. 2008
Kas (ma)
Rp 6.280.000
Keuntungan pertukaran mata uang
Rp 80.000
Piutang kontrak (ma)
Rp 6.200.000
Hutang kontra
Rp 6.150.000
Kas
Rp 6.150.000

Ad 2 hedging atas posisi aktiva bersih dan


kewajiban bersih
Pertamina menjual minyak ke Monato Company-Selandia
Baru seharga 150.000 Nf pada tanggal 1 Des. 2007.
Pembayaran jatuh tempo dalam 60 hari, yaitu 30 Jan. 2008.
Bersamaan dengan penjualan itu pertamina melakukan
kontrak berjangka dengan nilai 150.000 Nf tersebut dengan
pialang valuta asing dalam jangka waktu 60 hari juga. Kurs
Nf adalah sbb:

1 Des. 2007 31 Des. 2007 30 Jan.08


Kurs spot
Rp 1.015
Rp 1.014,8
Rp 1.014,7
Kurs forward 30 hr Rp 1.014
Rp1.013,9
Rp 1.013,8
Kurs forward60 hr Rp 1.014
Rp1.013,8
Rp 1.013,6
Kurs yang digarisbawahi adalah kurs yang relevan untuk
tujuan akuntansi.

Pencatatan 1 Des 2007


Piutang dagang (ma)
Rp 152.250.000
Penjualan
Rp 152.250.000
(Mencatat penjualan ke Monato 150.000 x Rp 1.015)

Piutang Kontrak
Rp 152.100.000
Diskon atas kontrak berjangka Rp150.000
Hutang Kontrak (ma)
Rp 152.250.000
(Mencatat kontrak berjangka untuk 150.000Nf dalam 60
hari, piutang 150.000Nf X Rp1.014; hutang 150.000Nf x
Rp 1.015)

Pencatatan 31 Des 2007


Kerugian pertukaran mata uang Rp. 30.000
Piutang dagang ml
Rp 30.000
(untuk menyesuaikan piutang dagang dengan kurs sekarang
150.000Nf x(Rp1.015 Rp1.014,8) = Rp 30.000)
Hutang kontrak (ma)
Rp 30.000
Keuntungan pertukaran mata uang
Rp 30.000
(Untuk menyesuaikan hutang kontrak kpd pialang valas
dengan kurs sekarang. Hutang 150.000Nf x Rp 1.014,8 = Rp
125.220.000)
Amortisasi Diskon kontrak berjangka Rp 75.000
Diskon atas kontrak berjangka
Rp 75.000
(mencatat amortisasi diskon Rp150.000 x 30/60 hari)

Pencatatan 30 Jan 2008


Kas (ma)
Rp 125.205.000
Kerugian pertukaran mata uangRp.
15.000
Piutang dagang (ma)
Rp 125.220.000
(Mencatat penerimaan pembayaran dari Monato
Company 150.000Nf xRp 1.014,7)
Hutang kontrak (ma)
Rp 125.220.000
Keuntungan pertukaran mata uang
Rp 15.000
Kas (ma)
Rp 125.205.000
(Mencatat delivery 150.000Nf dari Monato kepada
pialang valuta asing dalam pengakuan atas kewajiban )

Pencatatan 30 Jan 2008


Kas

Rp 125.100.000

Piutang kontrak
Rp 125.100.000
(mencatat penerimaan kas dari pialang valuta asing)
Amortisasi dari Diskon atas kontrak berjangka
Rp 75.000
Diskon atas kontrak berjangka
Rp 75.000
(mencatat amortisasi diskon Rp150.000 x 30/60 hari)

Ad3.Hedging atas Posisi Kewajiban Bersih


yang Diekspos
Kontrak berjangka untuk menerima 10.000Dollar
Australia pada 60 hari setelahnya memiliki forward Rp
1.575 pada saat kurs spot adalah Rp 1.560. Maka kontrak
berjangkanya dicatat:
Piutang Kontrak (ma)
Rp 15.600.000
Premium atas Kontrak Berjangka Rp
150.000
Hutang Kontrak
Rp 15.750.000