Anda di halaman 1dari 16

D-12

KELAKUAN DINAMIK SUHU PADA


PEMANAS TANGKI HORIZONTAL
BERPENGADUK
(PTHB)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FTI UPN VETERAN YOGYAKARTA

TUJUAN PERCOBAAN

Menyusun permodelan matematis untuk mempelajari


dinamika suhu pada sistem tangki pemanas
berpengaduk berbentuk silinder horizontal
Mempelajari dinamika respon suhu (T) terhadap
perubahan input ( gangguan )

LATAR BELAKANG
Perubahan/fluktuasi Process Variables (PV) di dalam
suatu pabrik mempengaruhi kinerja proses

Kelakuan dinamik dari Process Variables (PV) sangat


penting untuk diketahui guna mendukung tercapainya
tujuan proses
Selain itu, kelakuan dinamik proses juga bermanfaat
dalam perancangan sistem pengendalian proses.
Dalam percobaan ini, diambil kasus dinamika suhu pada
Pemanas Tangki Horizontal Berpengaduk

TINJUAN PUSTAKA
Chemical Process Industries
Gabungan dari beberapa unit proses seperti reaktor, heat
exchanger, pompa, tangki, separator dan lain-lain yang tersusun
secara sistematis dan proporsional untuk mengubah bahan
baku menjadi produk (Yang mempunya nilai lebih) dengan cara
seekonomis mungkin (Stephanopoulus,1990)

Control System
Suatu sistem yang digunakan untuk menjaga/mengendalikan
PV pada nilai yang diinginkan (set-point), walaupun terjadi
gangguan proses.
Macam Sistem Control :
Manual
Otomatis

Gangguan sistem berdasarkan fungsi tahap


Fungsi gangguan yang akan berubah secara cepat, dari satu
tingkat ke tingkat yang lainya dan setelah itu konstan.

LANDASAN TEORI

Neraca panas pada pemanas tangki berpengaduk berpengaduk:


[Panas masuk] [Panas keluar] + [Panas yang ditambahkan] =
[Panas akumulasi]

Pada kondisi unsteady :


Fi ..Cp.Ti - F ..Cp.T + Qe = V . . Cp .

dT
dt

dT
= Ti + Kp.Te ( 1 + Kp ) . T
dt

Dimana :

V
F
i

he Ae
Kp
F Cp
i

Pada kondisi tunak (Steady ) :


0 = Tis + Kp.Tes ( 1 + Kp ) . Ts

Fungsi Transfer :

dT' + ( 1 + Kp ) T = T + Kp T
i
e
dt

Qe = he . Ae (Te T)

Dimana : T = T Ts
Ti = Ti - Tis

Te = Te Tes

Laplace Transform :
k2
k1
T(s) =
T (s) +
T (s)
s 1 e
s 1 i

Ti(s)

Te(s)

Dimana :

k1

Gd(s)

k1
s 1

Gp(s
)

k2
s 1

k2
+

T(s)

=
=

p
1 Kp
1
1 Kp
Kp
1 Kp

Jika Te = konstan maka Te(s) = 0


Sehingga ;
Gd(s)

Ti(s)

T(s) =

k1
s 1

k1
s 1

M
s

T(s)

Dimana : M = magnitude

Laplace Invers :
T(t) = Ts +

k1 M (1 e t / )

. ( 1 )

Jika Ti = konstan maka Ti(s) = 0


Sehingga ;
Gp(s
)

Te(s)

T(s) =

T(s)

k2
s 1

k2
s 1

M
s

Dimana : M = magnitude

Laplace Inverse :
T(t) = Ts + k 2 M (1 e

t /

. ( 2 )

Rangkaian Alat Percobaan

Keterangan Gambar Alat :


1. PTHB berbentuk silinder
2. Pengaduk
3a.Pemanas tangki
3b.Pemanas tangki umpan
4. Termometer
5. Kran

6. Tangki gangguan
7. Tangki umpan air Tkamar
8. Tangki umpan gangguan
9. Tangki umpan air Tkamar
10. Pompa

Bahan :
Bahan yang digunakan ialah air sumber dengan spesifikasi :

Suhu ( T ) = 28 oC

Kapasitas panas air ( Cp) = 1 kal/g oC

Cara Kerja :
1. Percobaan pendahuluan

Mengisi PTHB (Gambar 4, no 1) dengan air sampai ketinggian tertentu

Mengeluarkan air dan mengukur volume air tersebut


2. Percobaan kondisi tunak

Mengisi air pada Tangki umpan (Gambar 4, no 7)

Membuka kran (Gambar 4,no 5), menyalakan pompa (Gambar 4,no 10)

Mencatat suhu umpan masuk (Tis), setelah keadaan tunak (steady state)

Menyalakan pemanas pada PTHB (Gambar 4, no 3a) dengan daya tertentu

Mengukur dan mencatat suhu air keluar PTHB hingga suhu konstan (Ts)

Menghitung , p, Kp, k1 dan k2


3. Percobaan kondisi dinamik

Mengisi tangki air pada tangki gangguan (Gambar 4,no 6) dan menyalakan
pemanas(Gambar 4, no 3b) sampai suhu tertentu

Menyalakan pompa (Gambar 4,no 10) dan mengatur kran (Gambar 4,no 5)

Mencatat suhu air keluar PTHB dengan interval waktu tertentu hingga suhu
konstan (Tsnew)

DAFTAR PUSTAKA

Luyben, W.L., 1990, Process Modeling, Simulation, and Control for


Chemical Engineer,2nd ed., Mc-Graw Hill Publishing Co., New
York.
Perry, R.H., 1984, Perrys Chemichal Engineering Handbook,
Mc-Graw Hill Book Co., Ltd., New York.
Seborg D.G., Edgar, T.F., and Mellichamp, D.A., 1989,
Process Dynamics and Control, John Wiley and Sons, New
York.
Stephanopoulus, G., 1990, Chemichal Process Control: An I
ntroduction to Theory and Practice, Private Limited, PrenticeHall of India, New Delhi.

TERIMA KASIH

HASIL PENELITIAN
A. Hasil Percobaan Pendahuluan
Volume pTHB ( V )
Kapasitas panas Cairan ( Cp )
Densitas air
( )
Laju alir volumetrik ( Fi )
Luas permukaan Coil pemanas ( Ae )
Koefisien konveksi ( he )
Panas Yang di berikan coil ( Qe )
Kp

k1
k2

= 12.5 liter
= 4,2 Joule / g 0C
= 1 g / ml
= 32 ml / s
= 188.5 cm2
= 2500 W / m2 0C
= 820 W
=?
=?
=?
=?
=?

B. Hasil Percobaan Kondisi Dinamik


Respon dinamik suhu sistem terhadap kenaikan suhu umpan masuk
Hubungan Antara Suhu Umpan vs Waktu

M=32

70

Diperoleh persamaan dibawah ini :

60

Suhu ( C )

50
40

M = 22 C

M=22

30

T(t) = 38 + 0.74 x22 (1 e-t/224.5)

M = 32 C

20

T(t) = 38 + 0.74 x32 (1 e-t/224.5)

10
0
0

10

20

30

40

50

60

Waktu ( m enit )

Dimana :
A

65

60

Suhu ( C )

55

50

Data dengan M=32 C

A=Model dengan M 32 C
Data dengan M = 22 C

45

B=Model dengan M 22 C

40

35

30
0

10

15

20

25

30

35

Waktu ( m enit )

40

45

50

55

= 224.5 det; K1= 0.74;

M = 22 0C; M= 32 0C