Anda di halaman 1dari 63

Pembimbing:

dr.I Wayan Kondra, Sp. S (K)


Ida Bagus Suryadi Putra Dwipayana ( 0970121023)
I Gede Praya Bayu Pambudi (0970121024)

LATAR BELAKANG
TINJAUAN PUSTAKA
LAPORAN KASUS

Infeksi
HIV

AIDS

Infeksi opurtunistik

Prevalensi
Permasalahan

Toxoplasmik encephalitis 31% pasien


HIV encephalitis 18% pasien
Cryptococcal meningitis 11% pasien
Primary CNS Lymphoma (PCNSL) 4% pasien
Tuberculosis 3% pasien
Cytomegalovirus 2% pasien

Amerika: 10%-29,2% dari penderita AIDS


Indonesia: 90.000-130.000 50% kelainan
neurologis

Ptorozoa intraseluler obligat utamanya


pada hewan yang dapat ditularkan ke
manusia (Hiswani, 2005)
Memiliki 3 bentuk:
Takizoit (bentuk proliferatif)
Kista (berisi bradizoit)
Ookista (berisi sporosoit)

Toxoplasma gondii

Takizoit

Bradizoit

Ookista

PATOFISIOLOGI

IL-2, IL-12, IFN-,


aktivitas Limfosit T
sitokin

HIV
Reseptor
CD4
Sel limfosit,
monosit, makrofag,
folikular dendritik, sel
retina, sel leher rahim,
sel langerhans

Kelainan saraf

Infeksi opurtunistik

Apoptosis

IL-12, IFN, CD 154

T.gondii

Manifestasi Klinis
Defisit neurologis fokal (69%)
Nyeri kepala (55%)
Bingung (52%)
Kejang (29%)

Studi lain:
Ensefalitis global dengan perubahan
status mental (75%)
Defisit neurologis (70%)
Nyeri kepala (50%)
Demam (45%)
Kejang (30%)

Tabel 1. Hubungan infeksi opurtnistik dan jumlah sel CD4 pada penderita HIV (secara umum)
JUMLAH SEL CD4

200-500/mcl

100-200/mcl

50-100/mcl

<50/mcl

PATOGEN
S.pneumoniae, H.influenzae
M.tuberculosis
C.albicans
HSV 1 dan 2
Virus Varicela-Zoster
Virus Eipstein-Barr
Human herves virus 8
Semua di atas, ditambah:
P.carine
C.parvum
Semua di atas, ditambah
T.gondii
C.albacans
C.neoformans
Microsporidia
M. tuberculosis
R. equi
HSV 1 dan 2
Virus Varicella-Zoster
Virus Epstein-Barr
Semua di atas, ditambah
M.avium complex
Cytomegalovirus

MANIFESTASI
Community-Acquired
Pneumonia (CAP)
TB Paru
Sariawan, candida vagina
Herpes orolabial, genital,
perirectal
Ruam pada saraf
Oral hairyleukoplakia
Sarkoma kaposi
Pneumonia
Diare kronik
Ensefalitis
Ensefalitis
Meningitis
Diare kronik
TB diseminata/
ekstrapulmoner
Pneumonia
HSV diseminata
VSV diseminata
Limfoma primer SSP
MAC diseminata
Retinitis, diare, ensefalitis

DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik dan Neurologis
Pemeriksaan Penunjang
Serologis

IgG antibodi T. gondii(+), IgM jarang ditemukan


Titer IgG mencapai puncak dalam 1-2 bulan setelah infeksi dan
menetap seumur hidup
IFA, aglutinasi, ELISA

CSF

Menunjukkan adanya pleositosis ringan dari mononuklear predominan


dan elevasi protein.

Polymerase Chain Reaction

PCR DNA Toxoplasma sensitivitasnya 50-60%


Menggunakan cairan bronkoalveolar, aquos humor

CT Scan

Fokal edema dengan bercak-bercak hiperdens multiple, biasanya


ditemukan lesi berbentuk cincin atau penyengatan homogen dan
disertai edema vasogenik pada jaringan sekitarnya.
Ensefalitis toksoplasma jarang muncul dengan lesi tunggal atau
tanpa lesi

DIAGNOSIS
MRI

lesi dengan intensitas sinyal rendah & ring enhancement dg gadolinium


pada T1-weighted imaging & intensitas sinyal tinggi yg relatif pd T2weighted imaging

Biopsi

Untuk diagnosis pasti ditegakkan melalui biopsi otak

Penegakkan diagnosa: histopatologi tachyzoit pada jaringan biopsi otak

Diagnosis empiris klinis, radiologis & respon terapi sering digunakan


Diagnosis presumptif: 80-90% px membaik minggu ke-2 terapi
Biopsi otak tidak dilakukan rutin
resiko perdarahan yg signifikan, kerusakan pd jaringan sekitar & infeksi
direkomendasikan bila diagnosa meragukan atau pasien tidak memberikan respon atau memburuk

dengan terapi empiris

CT scan :
satu atau lebih lesi hipodens multipel

dengan edema disekelilingnya, efek


massa & ring enhancement setelah
pemberian kontras

16

MRI :
lesi dengan intensitas sinyal rendah & ring enhancement dg gadolinium pada T1-weighted

imaging & intensitas sinyal tinggi yg relatif pd T2-weighted imaging


17

18

DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding utama :

Primary central Nervous System Lymphoma (PCNSL)

Thallium-201 single photo-emission CT (SPECT) and positron-emission tomography (PET)

telah dilaporkan berguna untuk membedakan encephalitis toxoplasmosis dengan PCNSL

Penyebab lesi massa CNS yang lain pada pasien dengan AIDS

Komplikasi
Fokal atau generalized tonik/klonik epileptik seizure

Peningkatan tekanan intrakranial


Harus segera dikenali sejak dini untuk pemberian antikonvulsan yang sesuai dan atau terapi anti

tekanan intrakranial

PENATALAKSANAAN

Terapi
HART

Terapi
Toxoplasmosis

PENATALAKSANAAN

Profilaksis

....lanjutan
Kucing harus dibersihkan setiap hari, dan kucing harus dijaga tetap di dalam dan tidak makan

daging mentah atau daging yang dimasak tidak matang


Memanaskan daging di atas 70c atau dengan mendinginkan di bawah -20c
Memakan telur mentah dan susu yang tidak dipasteurisasi harus dihindari, sayur dan buah-

buahan harus dicuci dengan baik sebelum dimakan

PROGNOSIS
Peningkatan resiko CNS toxoplasmosis pada pasien terinfeksi HIV :
CD4 sel T di bawah 200/L
Tidak mendapatkan trimethoprim sulfametoxazole profilaksis
Terdeteksinya serum anti-Toxoplasmosis antibodi terutama bila titernya tinggi
Lebih dari satu lesi menyerupai abses pada neuroimaging
Sebagian besar pasien memberikan respon terhadap terapi tetapi defisit
Sebagian besar pasien memberikan respon terhadap terapi
terjadi peningkatan resiko demensia berulang
relaps sering terjadi jika terapi antitoxoplasmosis dihentikan setelah terapi induksi

terapi HAART bukan hanya menurunkan insiden infeksi tetapi juga memperbaiki outcome
perbaikan immune dengan terapi antiretroviral terkait dengan restorasi respon sel T spesifik T.

Gondii

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur
Jenis Kelamin
Suku
Agama
Pendidikan
Status Perkawinan
Pekerjaan
Alamat
Tanggal MRS
Tanggal Pemeriksaan

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

IWA
39 tahun
Perempuan
Bali
Hindu
SMA
Menikah
Wiraswasta
Siangan, Gianyar
29 Oktober 2014
4 November 2014

ANAMNESIS

Keluhan utama: tidak bisa bicara

Pasien perempuan berumur 39 tahun datang ke Rumah Sakit


Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar dengan keluhan
utama tidak bisa bicara dan susah menelan sejak 4 hari
sebelum masuk rumah sakit. Keluhan dikatakan timbul
mendadak saat pasien baru bangun tidur, Pasien juga
dikeluhkan mengalami kaku pada tangan dan wajah bagian
kanan. Mual (+), dan nyeri kepala yang dikatakan semakin
memberat sejak beberapa hari yang lalu. Riwayat pingsan,
kejang, keluhan rasa kesemutan disangkal. Gangguan
penglihatan dan pendengaran seperti telinga mendenging
disangkal. Nafsu makan minum baik, BAB dan BAK normal

ANAMNESIS

Mual (+), dan nyeri kepala sudah dialami sejak beberapa bulan
yang lalu. Nyeri kepala dikatakan semakin memberat sejak
beberapa hari yang lalu. Riwayat pingsan, kejang, keluhan rasa
kesemutan disangkal.
Gangguan penglihatan dan pendengaran seperti telinga
mendenging disangkal. Nafsu makan minum baik, BAB dan BAK
normal

ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Dahulu


Keluhan sudah pernah dirasakan sejak 1 bulan yang lalu,
pasien telah melakukan pengobatan di RSUD Sanjiwani
gianyar dan sempat di CT-Scan dan didapatkan adanya
Space Occupying Lession pada gambaran CT-Scan
Pasien juga sering berobat ke poli VCT RSUD Sanjiwani
Gianyar dan harus meminum obat seumur hidup dari rumah
sakit
Riwayat Penyakit Keluarga

Keluhan yang sama dengan pasien (-)

ANAMNESIS

Riwayat Pribadi dan Sosial

Pasien tinggal bersama suami, mempunyai satu orang anak


berusia 4 tahun.
Lahir
: Normal
Mulai Bicara
: Tidak ingat
Gagap
: Tidak Ingat
Mulai Jalan
: Tidak Ingat
Mulai Membaca : Tidak Ingat
Jalan waktu tidur : Tidak ada

Ngompol
Pendidikan
Kinan
Makanan
Minuman Keras
Merokok
Kawin

: Ada
: smp
: Cukup
: Tidak Pernah
: Tidak Pernah
: Menikah

STATUS PRESENT
Berat
Tinggi
Tekanan darah
Nadi
Respirasi
Suhu aksila

VAS

Kanan
Kiri
Kanan
Kiri

: 60 kg
: 155 cm
: 110/80 mmHg
: 110/70 mmHg
: 80 kali/menit
: 76 kali/menit
: 16 kali/menit reguler
: 36,5 C
: 4/10

STATUS GENERAL
Kepala :

Normosefali

Mata

Anemis -/-, ikterus -/-, reflek pupil +/+ (3mm/3mm)

THT

Dalam batas normal

Lidah

Atrofi (-)

Leher

Pembesaran kelenjar getah bening (-), kelenjar tiroid tidak teraba, JVP : PR 2 cmH2O
Arteri komunis: kanan bruit (-) / kiri (-)

Thorax

simetris
Pulmo Inspeksi: simetris saat statis dan dinamis
Palpasi: tde
|
Perkusi: |
Auskultasi: vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/Cor Inspeksi
Palpasi
Perkusi

:
:
:

Auskultasi :

iktus kordis terlihat


iktus kordis teraba di AAL ICS [S]
batas atas (PSL ICS 2 [S]), batas kiri (PSL ICS 5 D), batas kanan (MCL
ICS 4 S)
S1 S2 tunggal reguler, murmur (-)

STATUS GENERAL
Abdomen :

Inspeksi
Auskultasi
Perkusi
Palpasi

Ekstrimitas :

+|+
Hangat
+|+

: distensi (-),
: BU (+) , NT epigastrium (-)
: timpani
: hepar dan lien tidak teraba

|
Edem
|

STATUS NEUROLOGI
A. Kesan Umum

PENILAIAN
Kesadaran

Kecerdasan
Kelainan jiwa
Kaku dekortikasi
Kaku deserebrasi
KRANIUM
Bentuk
Simetri
Kedudukan

KETERANGAN

PENILAIAN

KETERANGAN

Compos mentis
GCS = E4V5M6
Sesuai
pendidikan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Reflek leher tonik


(Magnus deKleijn)
Dolls eye manuver

Tidak ada

Deviation Conjugee
Krisis okulogirik
Opistotonus

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Normochepali
Ya
Normal

Perkusi
Palpasi
Auskultasi

Tidak ada

Pekak
Benjolan (-)
Bruit (-)

PEMERIKSAAN KHUSUS
Rangsangan Selaput Otak
Kaku Kuduk

: Tidak ada

Tanda Leher Brudzinski

: Tidak ada

Tanda Kernig

: Tidak ada

Tanda Tungkai Kontralateral Brudzinski

: Tidak ada

Saraf Otak
Nervus I
Subjektif
Objektif
Nervus II
Visus
Kampus

KANAN

KIRI

:
:

Tidak ada keluhan


Tidak ada keluhan

Tidak ada keluhan


Tidak ada keluhan

:
:

> 2/60 meter


Dalam batas normal

> 2/60 meter


Dalam batas normal

Hemianopsi
Melihat Warna

:
:

Tidak ada
Dalam batas normal

Tidak ada
Dalam batas normal

Skotom
Fundus

:
:

Tidak ada
Tidak dievaluasi

Tidak ada
Tidak dievaluasi

PEMERIKSAAN KHUSUS
Saraf Otak
Nervus III, IV, VI
Kedudukan bola
mata
Pergerakan bola
mata
Nistagmus
Celah mata
Ptosis
Pupil
Bentuk
Ukuran
Refleks pupil
Marcuss-Gunn
Tes Watenberg

:
:
:
:
:

KANAN

KIRI

Simetris

Simetris

Tidak bisa melihat ke


superiolateral
Tidak ada
Normal

Tidak bisa melihat ke superiolateral


Tidak ada
Normal

Tidak ada

Tidak ada

Bulat, reguler

Bulat, reguler

:
:

3mm

3mm

(-)

(-)

Tidak ada gejala

Tidak ada gejala

PEMERIKSAAN KHUSUS
Saraf Otak

Nervus V
Motorik
Sensibilitas
Reflek Kornea
Langsung
Konsensual

KANAN

KIRI

:
:

Normal
Normal

Normal
Normal

:
:

Normal

Normal

Normal

Normal

Reflek Masseter
Trismus

:
:

Normal
Tidak ada

Reflek menetek
Reflek snout

:
:

Tidak ada
Tidak ada

PEMERIKSAAN KHUSUS
Saraf Otak
Nervus VII
Otot wajah dalam
istirahat
Mengerutkan dahi
Meringis
Bersiul
Gerakan involunter
Tic
Spasmus
Indra pengecap
Asam
Asin
Pahit
Manis
Sekresi air mata
Hiperakusis
Tanda chovtek

KANAN

KIRI

Normal

Normal

:
:
:

Dalam batas normal


miring

Dalam batas normal


miring
Miring ke arah kiri

:
:

Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada

:
:
:
:
:
:
:

Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Tidak ada
Tidak ada

Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Tidak ada
Tidak ada

PEMERIKSAAN KHUSUS
Saraf Otak
Nervus VIII
Mendengar suara bisik
Tes garpu tala
Rinne
Scwabach
Weber
Bing
Tinitus
Keseimbangan
Nervus VIII
Mendengar suara bisik
Tes garpu tala
Rinne
Scwabach
Weber
Bing
Tinitus

KANAN

KIRI

Normal

Normal

:
:
:
:

Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Tidak ada
Normal

Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Tidak ada
Normal

Normal

Normal

:
:
:
:

Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Tidak ada

Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Belum dievaluasi
Tidak ada

:
:

PEMERIKSAAN KHUSUS
Saraf Otak
Nervus IX, X, XI, XII
Langit-langit lunak
Menelan
Disartri
Disfoni
Lidah
Tremor
Atropi
Fasikulasi
Ujung Lidah dalam istirahat
Ujiung lidah saat dijulurkan
Reflek muntah
Mengangkat bahu
Fungsi m. sternokleidomastoideus
Nervus IX, X, XI, XII
Langit-langit lunak
Menelan

KANAN
:

Dalam batas normal


Tidak bisa menelan
Tidak bisa dievaluasi
Tidak bisa dievaluasi

:
:
:
:

:
:
:

KIRI

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Dalam batas normal


Dalam batas normal
Dalam batas normal
Dalam batas normal

Dalam batas normal

Dalam batas normal


Tidak bisa menelan

:
:

PEMERIKSAAN KHUSUS
Anggota Atas
Simetris
Tenaga
M. Deltoid
M.biceps
M.triceps
Fleksi pergelangan tangan
Ekstensi pergelangan tangan
Membuka jari tangan
Menutup jari tangan
Tonus
Trofik
Refleks
Biceps
Triceps
Radius
Ulna

Leri

KANAN

KIRI

Simetris

Simetris

5
5
5
5
5
5
5
Normal
Normal

5
5
5
5
5
5
5
Normal
Normal

Ada
Ada
Ada
Ada

Ada
Ada
Ada
Ada

Tidak ada

Tidak ada

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

PEMERIKSAAN KHUSUS
Anggota Atas
Pronasi-abduksi tangan
Meyer
Hoffman tremner
Memegang
Palmomental
Sensibilitas
Perasa raba
Perasa nyeri
Perasa suhu
Perasa proprioseptif
Perasa vibrasi
Stereognosis
Barognosis
Diskriminasi dua titik
Grafestesia
Topognosis
Parestesia

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

:
:
:

KANAN

KIRI

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Tidak ada

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Tidak ada

PEMERIKSAAN KHUSUS
Anggota Atas
Koordinasi

Tes telunjuk-telunjuk

Tes telunjuk-hidung-telunjuk

Tes tepuk lutut

Tes pronasi supinasi


Vegetatif

Vasomotorik

Sudomotorik

Pilo arektor
Gerakan involunter

Tremor

Khorea

Atetosis

Balismus

Mioklonus

Distonia

Spasmus
Nyeri tekan saraf

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

KANAN

KIRI

Menurun
Menurun
Normal
Normal

Menurun
Menurun
Normal
Normal

Tidak dikerjakan
Ada
Ada

Tidak dikerjakan
Ada
Ada

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

PEMERIKSAAN KHUSUS
Badan
Keadaan kolumna vertebrae
Kelainan lokal
Nyeri tekan
Gerakan fleksi
Ekstensi
Deviasi lateral
Rotasi
Keadaan otot otot
Reflek dinding perut atas
Reflek dinding perut bawah
Reflek kremaster
Refleks anal
Sensibilitas
Perasa raba
Perasa nyeri
Perasa suhu

KANAN
:

(-)
(-)

:
:

Normal
Normal
Normal

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

KIRI

Normal
Normal
Normal
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan

Normal
Normal
Normal
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan

Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal

PEMERIKSAAN KHUSUS
Anggota Bawah
Simetris
Tenaga
Fleksi panggul
Ekstensi panggul
Fleksi lutut
Ekstensi lutut
Plantar fleksi kaki
Dorsal fleksi kaki
Gerakan jari Jari kaki
Tonus
Trofik
Reflek
Lutut (KPR)
Achiles (APR)
Supinasi fleksi kaki
(Grewel)
Plantar

KANAN

KIRI
Simetris

:
:
:

:
:
:
:
:
:
:
:

:
:

5
5
5
5
5
5
5
Normal
Normal

5
5
5
5
5
5
5
Normal
Normal

Ada
Ada

Ada
Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

PEMERIKSAAN KHUSUS
Anggota Bawah
Klonus
Paha
Kaki
Sensibilitas
Perasa raba
Perasa nyeri
Perasa suhu
Perasa proprioseptif
Perasa vibrasi
Diskriminasi dua titik
Grafestesia
Topognosis
Parestesia
Koordinasi
Tes tumit-lutut-ibu jari kaki

KANAN

KIRI

Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada

:
:

:
:
:

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Tidak ada

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Tidak ada

:
:

Menurun

Menurun

:
:
:
:
:
:
:

PEMERIKSAAN KHUSUS
Anggota Bawah

Vegetative
Vasomotorik
Sudomotorik
Pilo-arektor
Gerakan involunter
Tremor
Khorea
Atetosis
Mioklonus
Distonia
Spasmus
Keseimbangan
Nyeri tekan saraf

KANAN
:
:
:

:
:
:
:
:
:
:

Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Belum dievaluasi
Tidak ada

KIRI

Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Belum dievaluasi
Tidak ada

PEMERIKSAAN KHUSUS
Fungsi Luhur

Afasia motorik
Afasia sensorik
Afasia amnestik
Afasia konduksi
Afasia global
Agrafia
Aleksia
Apraksia
Agnosia
Akalkulia
Afasia motorik
Afasia sensorik
Afasia amnestik

KANAN

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

:
:
:

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

KIRI

Afasia motorik
Afasia sensorik
Afasia amnestik
Afasia konduksi
Afasia global
Agrafia
Aleksia
Apraksia
Agnosia
Akalkulia
Afasia motorik
Afasia sensorik
Afasia amnestik

PEMERIKSAAN LAIN
Fungsi Luhur

Tanda Naffziger
Tanda Tinel
Tanda Lasegue

KANAN

:
:
:

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

KIRI

Tanda Naffziger
Tanda Tinel
Tanda Lasegue

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Darah Lengkap (29/10/2014)
TES

HASIL

UNIT

NORMAL

KET

WBC

1.5

x103/L

4.10 11.00

Rendah

RBC

1.19

x106/L

4.50 5.90

Rendah

HGB

3.6

g/dL

13.50 17.50

Rendah

HCT

10.2

37.0 54.0

Rendah

MCV

85.6

41.00 53.00

Tinggi

MCH

30.3

fL

80.00 100.00

Rendah

MCHC

35.3

Pg

26.00 34.00

Tinggi

RDW

17.5

31.00 36.00

Rendah

PLT

114

x103/L

11.60 14.80

Rendah

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Kimia darah dan elektrolit (29/10/14)

TES

HASIL

UNIT

NORMAL

KET

SGOT

16

U/L

11.00 33.00

Normal

SGPT

15

U/L

11.00 50.00

Normal

Ureum

30

mg/dL

8.00 23.00

Tinggi

Creatinin

0.8

mg/dL

0.70 1.20

Tinggi

Glukosa
Darah
Sewaktu

141

mg/dL

70.00 140.00

Tinggi

Natrium

136

mmol/L

135.00-155.00

Normal

Kalium

3.3

mmol/L

3.5-5.5

Rendah

Chloride

105

mmol/L

95-108

Normal

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan Anti-toxoplasma (ELFA) diperiksa tanggal 29-08-2014
JENIS
PEMERIKSAAN

IgG

IgM

NILAI NORMAL

Negatif: Titer < 4


Equuivocal: Titer 4 - < 8
Positif: Titer 8
Negatif: Index <0.55
Equuivocal: Index 0.55 - < 0.65
Positif: Index 0.65

HASIL

JENIS PEMERIKSAAN

Positif (+)
Titer > 300 IU/mL

IgG

Negatif
Index: 0.08

IgM

NILAI NORMAL

Negatif: Titer < 4


Equuivocal: Titer 4 - < 8
Positif: Titer 8
Negatif: Index <0.55
Equuivocal: Index 0.55 - <
0.65
Positif: Index 0.65

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT Scan Kepala dengan kontras pada tanggal 22-8-2014
Kesan: lesi-lesi isodens pada temoral bilateral, parietal kiri dan occipital kanan yang ring enhancement post kontras
(sangat mungkin toxoplasmosis cerebri)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

RESUME
Seorang pasien perempuan, 39 tahun, Hindu, Bali, kinan, pedagang, datang ke Rumah Sakit

Umum Sanjiwani Gianyar (RSUD Sanjiwani Gianyar) dalam keadaan sadar diantar oleh
keluarganya dengan keluhan tidak bisa bicara dan susah menelan sejak 4 hari.
Pasien menyangkal mengalami gangguan pendengaran serta tanpa riwayat hipertensi, diabetes

melitus, serta penyakit metabolik lainnya.


Pasien juga mengeluh sakit kepala, sakit kepala dirasakan sejak beberapa bulan yang lalu,

memberat dalam beberapa hari dan dikatakan dapat menghilang pada saat beristirahat, atau
meminum obat.
Keluhan mual, muntah (-)penglihatan kabur dan ganda (-). Riwayat Tekanan Darah Tinggi,

Diabetes Melitus, Penyakit Jantung (-)

DIAGNOSIS
Diagnosis Topik
Intraserebral

Diagnosis Kerja

SOL (IC)

Diagnosis Banding
Toxoplasmosis
Tumor Cerebri

PENATALAKSANAAN

Umum

Breathing

Lapangkan jalan nafas (Pada pasien jalan nafas sudah lapang, pasien bernafas
spontan)

Blood

IVFD RL 20 tetes per menit

Brain

Pengosongan kandung kencing 3x/hari

Bladder

Kecukupan Nutrisi, lavement jika susah BAB

Bowel

Kecukupan Nutrisi, lavement jika susah BAB

Bone

Imobilisasi

Khusus
Kortikosteroid
: Dexamethason 4x1 amp
Anti muntah
: Ranitidine 2x1 amp
Anti Nyeri
: Antrain 3x1 amp
ARV dilanjutkan sesuai ketentuanTS Interna
Asam folat
: 1x1 tab
Anti Toxo
: Pirimetamin 100 mg 4x1
Sulfadiazin 1gr
: 4x1 tab

Monitoring
Vital sign, keluhan
Fungsi miksi, defekasi, dan asupan nutrisi
Higienitas pasien

Rehabilitasi medic

Prognosis
Prognosis vital

: Dubius at bonam

Prognosis fungsional

: Dubius at bonam