Anda di halaman 1dari 20

Pengukuran Besaran Listrik

TT10B :
1.
2.
3.
4.
5.

Muhammad Riza Yusron (1101130193)


Syarahbil Pawellang (1101130194)
Maulida Yumnisari (1101130195)
Nasya Ayudina Darsono (1101130196)
Dewanto Meilano Ega Utama (1101130197)

Tujuan
1. Memahami karakteristik pengisian dan pengosongan kapasitor
2. Memahami pengaruh komponen R dan C pada proses pengisian dan
pengosongan kapasitor

Alat-alat Percobaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mutimeter digital
Resistor 100k
Kapasitor 100 uF dan 470 uF
Kisi Soket
Kabel penghubung / jumper
Catu daya DC
Stopwatch

Teori Dasar
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan
listrik sehngga pada aplikasinya banyak digunakan untuk membuat osilasi,
timer, serta penstabil tegangan pada rangkaian power supply.
Kapasitor dapat menyimpan muatan listrik sesuai dengan kapasitas
kapasitansinya.
C = Q. V
keterangan:
C= kapasitansi kapasitor [ Farad ]
Q = Muatan Listrik [ Coulumb ]
V = tegangan [Volt]

Teori Dasar
Proses pengisian muatan kapasitor dapat dilihat pada gambar
dibawah ini:
Pada saat saklar / switch ditekan
maka kapasitor akan membentuk
loop tertutup dengan battery 9
Volt, maka kapasitor akan
melakukan pengisian sampai
dengan tegangan pada
kapasitor sama dengan
tegangan pada baterry, dapat
dilihat pada tampilan grafiknya.

Teori Dasar
proses pengosongan muatan kapasitor dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:
Pada saat saklar / switch dilepas
maka polaritas positf kapasitor
akan terhubung singkat dengan
polaritas negatif kapasitor, maka
kapasitor akan melakukan
pengosongan muatan sampai
dengan tegangan pada
kapasitor habis, dapat dilihat
pada tampilan grafiknya.

Data yang diperoleh


Pengamatan pengisian kapasitor
Nilai Tegangan sesaat
N T (detik) R=100k & C=100F

R=100k & C=470F


seri dengan 100F

R=100k & C=470F


paralel dengan 100F

10

0.91

3.42

0.80

20

1.67

4.51

1.46

30

2.31

4.83

2.03

40

2.83

4.93

2.49

Data yang diperoleh


Pengamatan pengosongan kapasitor
Nilai Tegangan sesaat
N T (detik) R=100k & C=100F

R=100k & C=470F


seri dengan 100F

R=100k & C=470F


paralel dengan 100F

5.02

5.02

5.02

10

1.62

4.07

4.25

20

0.47

3.28

3.55

30

0.14

2.65

2.97

40

0.04

2.15

2.48

Pengolahan data
Pengosongan

Pengisian
=
=


1
ln
=
.

1
ln
=
.

Pengolahan data
Pengisian kapasitor dengan R=100k & C=100F
No

XY

10

1.1434

100

1.30736356

11.434

20

2.2867

400

5.22899689

45.734

30

3.2741

900

10.7197308

98.223

40

4.0213

1600

16.1708537

160.85

100

10.726

3000

33.426945

316.24

Pengolahan data
Pengisian kapasitor dengan R=100k & C=470F
seri dengan 100F
No

XY

10

0.2

100

0.04

20

0.404

400

0.163216

8.08

30

0.6164

900

0.37994896

18.492

40

0.8295

1600

0.68807025

33.18

100

2.0499

3000

1.271235

61.752

Pengolahan data
Pengisian kapasitor dengan R=100k & C=470F
paralel dengan 100F
No

XY

10

0.1735

100

0.03010225

1.735

20

0.3436

400

0.11806096

6.872

30

0.5181

900

0.26842761

15.543

40

0.6852

1600

0.46949904

27.408

100

1.7204

3000

0.886090

51.558

Pengolahan data
Pengosogan kapasitor dengan R=100k & C=100F
No

XY

10

1.1310 100

1.279161

11.31

20

2.3684 400 5.60931856

47.368

30

3.5795 900 12.8128203

107.39

40

4.8323 1600 23.3511233

193.29

100

11.9112 3000 43.0524231

359.36

Pengolahan data
Pengosogan kapasitor dengan R=100k & C=470F
seri dengan 100F
No

XY

10

0.2097

100

0.04397409

2.097

20

0.4255

400

0.18105025

8.51

30

0.6388

900

0.40806544

19.164

40

0.8479

1600

0.71893441

33.916

100

2.1219

3000

1.35202419

63.687

Pengolahan data
Pengosongan kapasitor dengan R=100k & C=470F
paralel dengan 100F
No

XY

10

0.1665 100 0.02772225

1.665

20

0.3464 400 0.11999296

6.928

30

0.5248 900 0.27541504

15.744

40

0.7051 1600 0.49716601

28.204

100

1.7428 3000 0.92029626

52.541

Pengolahan data
() .
=
2 ()2
2
1

2 =
2
2

Pengisian
1 = 0,00629
2 = 0,003439985
3 = 0,002146159

Pengisian
1 = 0.096211
2 = 0.021009
3 = 0.017096
2

Pengosongan
1 = 0.121131
2 = 0.021249
3 = 0.017685

2 + ( )2
2 ()2

Pengosongan
1 = 0,0381525883
2 = 0,0020221275
3 = 0,00472228758

Pengolahan data
Pengisian

=
2 ()2

1
=

Pengisian
1
=
1 = 10.39382191

=
2 = 47.5986482

3 = 58.49321479

Pengosongan

1 = 0.006291184

1 = 0.001706236

2 = 0.000153841
3 = 0,000095979

2 = 0,0000904323
3 = 0.000211187

Pengosongan
1 = 8.25552501

Pengisian

Pengosongan

1 = 0.679646291 1 = 0.116286259

2 = 47.06103817 2 = 0.348546594 2 = 0.20028414


3 = 56.54509471 3 = 0.328388505 3 = 0.675238663

Pelaporan

Pengosongan
Pengisian
10.39382191 0.679646291 8.25552501 0.116286259
47.06103817 0.20028414
47.5986482 0.348546594
58.49321479 0.328388505 56.54509471 0.675238663

= 1
100%

Pengisian
1 = 93,46 %

Pengosongan

2 = 99,26 %

1 = 98,59 %
2 = 99,57 %

3 = 99,43 %

3 = 98,80 %

Analisis

Kesimpulan
Untuk menaikkan batas ukur Amperemeter dibutuhkan Rshunt.
Semakin kecil Rshunt, maka semakin besar N ( batas ukurnya )
karena arus yang mengalir ke Rshunt semakin besar.
Untuk menaikkan batas ukur Voltmeter dibutuhkan Rm. Semakin
besar Rm, maka semakin besar N ( batas ukurnya ).