Anda di halaman 1dari 53

SISTEM RESPIRASI

BIOKIMIA SISTEM
PERNAPASAN
Dr. N.A.Mappewali, Sp.Biok
BAGIAN BIOKIMIA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNHAS

Setelah Kuliah ini mahasiswa


akan dapat:
Menjelaskan Transpor O2 dan CO2
a. Ikatan Hb dan O2
b. Ikatan Hb dan CO2
Menganalisis peranan paru pada
keseimbangan asam basa
a. Asidosis respiratorik
b. Alkalosis respiratorik
c. Kompensasi paru

Kepentingan Biomedis

Bakteri Anaerobik mampu hiudup tampa


ada nya oxigen (O2) tapi pada hewan yg lebih tinggi
al.hewan & manusia mutlak perlu O2.
Pengguanan utama Oxigen dalam proses Respirasi yi
pengambilan energi oleh sel dlm btk ATP. Dr reaxi
terkendali antara O2 & H. mhbtk air (H2O) .
Oxigenase menyatukan mol.O2
Obat2 ,pollutan,karsinogen kimia (xenobiotik) dapat
dimetabolisir enzym oxigenase dgn sistim Sitokhrom P
450
Terapi Hyperbarik dpt menyelamatkan orang at bisa juga
menyebabkan keracunan oxigen.

1. Berbagai systim biologi & kimia peristiwa oxidasi yi


hilangnya elektron selalu disertai dgn reduksi
akseptor elektron.
2. Enzym Oksidoreduktase diklasipikasikan dalam 4
kel. al;Oxidasi, Dehitrodrogenase,
Hidroperoksidase, dan Oksigenase.
3. Oksidase dan Hidrogenase berperan dalam
metabolisme danperan utama pada proses
Respirasi (pernapasan).
4. Hidroperoksidase melindungi tubuh terhadap
kerusakan akibat radikal bebas,menjadi katalisator
rx hidroksilasi obat dan steroid.
5. Toksisitas oxigen dapat disebabkan oleh radikal
bebas superoxida.

Istilah2 Respirasi
1. Hypocapnia : PCO2 arteri rendah < 4,8 kPa.
2. Hypercapnia: PaCO2 tinggi, > 6 kPa.
3. Hypoxaemia : Oxigenasi kurang dalam
darah.
4. Hypoxia : Oxygenasi jaringan kurang.
5. Hyperventilasi : Prekwensi napas lebih cth
akibat adanya hypocapnia.
6. Hypoventilasi : pernapasan kurang akibat
perubahan metabolisme & hypercapnia.

Penggunaan Oxigen.
1. Oxidasi bahan bakar ATP dr ADP & Pi.
2. Mengubah senyawa2 struktural al; oxigenasi
Prolin hidroxi prolin u/ pbtkn kollagen ter
jadi di retic.Endoplasma Delta
& Membran
Mitoch.
G
3. Perlindungan; merubah senyawa Lekosit
dioxidasi enzym untuk proses detoxifikasi .
4 .Semua reaxi yg pakai O2 pada membran,sft
hydropobik,terkait dgn lipid.

Komposisi Udara inspirasi


dan Ekspirasi

Gas
O2
CO2
N2

Udara Pernapasan
Inspirasi (%)
Ekspirasi (%)
70,96
16,02
0,04
4,38
79,00
79,00

Difusi O2 dan CO2 di


Paru

Gerakan O2
Gerakan CO2
Po2
Pco2

Alveol Paru

Arteriol Paru

107 mmHg
36 mmHg

40 mmHg
46 mmHg

Hemoglobin / Hb.

Hb; senyawa Metallo Porfirin yang terkonyu


gasi dengan as.amino Globin.
Fs.membentuk ikatan reversibel dgn O2 u/
mekanisme transfort O2 alam darah.
Ikatan NFe+++ sifat reversibel.
Oksidasi Fe++ Fe+++ Ion Superoxida
O2 diperlukan 1 mol O2 + 2 mol Hem
Ikatan Ferro Oxigen reversibel sft lemah &
nonkovalen dgn Fe++ Hem.
Ion Fe++ Heme terikat pada N bgn froksimal
as.amino Histidin

Hb. Binding.
1. Hb.mempunyai 4 tempat ikatan dgn O2.
2. Saturated Hb. Ke 4 mengikat O2.
3. Partial Saturated;Setiap O2 bisa terikat pada Hb
tetapi tdk pada semua bagian.
4. Saturasi lengkap tiap gram Hb. Mengikat 1,34 mlO2
shg 150 gr Hb/Liter darah = 150 x 1,34 =201 liter
O2 per liter darah Maximun binding.
5. Oxigen saturated ( SO2) total oxigen capasity yaitu
SO2 =OO2 conten + OO2 capasity x 100.

Hb : protein eritrosis yang


berperan dalam proses transpor
- O2
Paru
Jaringan
- CO2
Hb manusia (160g/L) mengikat
230 ml
O2/L,70 kali lipat dengan O2 plasma yaitu :
3,2 ml/L
Karena O2 sukar larut dalam air.
Dalam I lt plasma hanya 3,2 ml.O2 yg larut

Kelarutan Oksigen

STRUKTUR Hb
Hb dewasa (Hb A)
-Tetramer 2 rantai Alfa dan 2 Beta
-Berat molekul masing-masing 16 kD
-Setiap sub unit, 1 gugus hem
-O2 berikatan pada atom Fe
Gugus hem Fe-nya bervalensi 2 & terletak di pusat
Fe teroksidasi
Methemoglobin tidak dapat mentransfer O2
Ada 6 tempat koordinasi dengan Fe
4 (atom N cincin Pirol), 1 (residu histidin dari globin, 1(
dengan O2
HbO2 (oksihemoglobin)

Struktur Hb.
Hb.Embrionik; td; Rantai & Rantai sebagai ganti
dari rantai dan rantai pd Hb dewasa ,fs nya belum
jelas. Hb.F.(Fetal) ranatai sama dgn Hb.dewasa,
sedang rantai A atau G .Kedua jenis rantai saling
beda pada gugus Alanin (A) dan Glysil (G).
Hb.Dewasa; terbanyak btk Hb.A. (22)97,5 %
sisanya btk Hb.A2 yg mengandung rantai sebagai
ganti rantai dgn rumus 22.
mRNA rantai tdk stabil shg Hb.A2 sdkt dalam Hb
dewasa 2,48 %.

Hb.S. pada Sickle sel Anemia yaitu defek


pada globulin dimana as.amino glutamin
digantikan oleh Valin pada posisi 6 chain.
Thallasemia (resessip autosomal) kelaian
pada rendahnya pembentukan atau chain
td; Thallasemia Mayor dan Minor.
Thallasemia Minor mirip dengan golongan
darah Hb.A2.td 2 dan 2 chain.

STRUKTUR Hb

Efek Bohr (Allosterik Hb.) tergantung proton yg


diamati oleh M.F.Perutz melalui kristallografi rontgen
ditampilkan dengan gambar sederhana yg berasal dr
putusnya ikatan garam saat pengikatan O2.
Dengan struktur T (tension) Proton dilepas dr atom N
rantai residu HC3 (His 146) mengge rakkan H2C)3
ke As.Carbonat dan dilepas sbg gas CO2 dlm darah
alveolar.affinitas O2 kecil.
Pembentukan kembali jembatan garam
memperlancar pelepasan oxigen dr OxyHb. Bentuk R
(relaxasi) ,konsentrasi Proton meningkat shg
pelepasan O2 meningkat sdg peningkatan PO2
meningkatkan pelepasan H,affinitas O2 tinggi

EFEK ALOSTERIK Hb

Hb bentuk T = Afinitas O2 kecil


Hb bentuk R = Afinitas O2 lebih besar

2,3 Bisposfogliserat (BPG)

Defisiensi oxigen perifer meningkatkan akumulasi


BPG yg bersifat glikolitik.
1 mol BPG terikat pd tetramer Hb. Dalam rongga
tengah.
BPG berikatan lemah dgn Hb janin ok residu
H21 pada rantai Hb.F adalah Serin bukan
Histidin dan tdk dapat mebuat jembatan garam
dengan BPG shg efeknya lemah pd btk T shg
affinitas Hb.F lebih tinggi dp Hb,A.pd O2.
Pemicu perubahan btk RT Hb ad.gerakan
atom Fe didalam dan luar cincin porfirin.

Haldan Efek.
- P.CO2 meningkat O2 dilepas dari Hb.
- Pengikatan O2 dengan Hb. Cenderung
mengeluarkan CO2 dari darah.
- Efek ini kwantitatip penting dalam transfor CO2
darapada efek Bohr untuk meningkatkan
transfor O2.
- Hb.asam maka kepekaan pada CO2 menurun
membentuk Karbaminohemoglobin,dan melepas ion H
terikat dgn ion bikarbonat membtk asam karbonat
H2O + CO2 ke alveoli.

Kurva Kejenuhan
Berbentuk sigmoid (S) kejenuhan O2 dlm
Hem btk sygmoid.
Afinitas O2 Hb meningkat sesuai
peningkatan [O2]
Jumlah O2 yang ditranspor tergtg ;
1. Konsentrasi Hb
2. Konsentrasi O2 dalam kapiler
Paru2.
3. Konsentrasi O2 dalam jaringan.

Faktor yang mempengaruhi kurva kejenuhan


(Curva Disossiasi).
Kekanan;
- CO2 meningkat.
- temperatur darah naik.
- 2,3 diposfogliserat naik
Kekiri;
- Hb.foetus.pada keadaan hypoxia foetus.maka
terjadi peningkatan pelepasan O2 ke jaringan
janin.

KURVA KEJENUHAN

Regulasi transpor O2

Faktor-Faktor yang menggeser


kurva Kejenuhan
1. Konsentrasi ion hidrogen (pH)
2. Konsentrasi CO2
3. Suhu
4. 2,3 DPG

Ikatan Hb CO2

Ikatan Hb dan CO2

Transfort CO2.
90% CO2 HCO3 dlm jaringan.
HCO3 - CO2 di paru2Expirasi.
Deoxi Hb(basa kuat) dp Oxi Hb, se
hingga deoxi Hb mengikat proton terbtk HCO3
dr CO2 dlm kapiler dikatalisir o/ Carbonat
Dehidratase
HCO3 keplasma bertukar dgn Cl
Deoxigenase deoxiHb. Pelepasan proton
menggeser keseimbangan HCO3/H2CO3 mersg
pelepasan CO2.

5% CO2 terikat pd Hb secara kovalen


ditransfort sbg Carbamino Hb.kira2

bertanggung jawab terhdp 60%


pengangkutan CO2.

KESEIMBANGAN ASAM
BASA

Ginjal & Paru2 berperan menjaga pH


cairan extraselluler agar konstan
pada asam lemah;4,8,dengan aktip
mengeluarkan proton.
Proton asal;-Makanan protein.-otot &
Hati;metionin &sytein(glikolisis
anaerob)
* Benda keton;H2CO+3Hid.Butirat(hati
->proton pada DM&Starvasi,proton
meninggi dlm darah dapar
plasma(buffer) terbebanipenurunan
pHAsidosis Metabolik.

Normal; asam yg terbtk diubah->H2O+CO2


Shg keseimbangan proton tdk terganggu
Ekresi proton diginjal yg dgn pertukaran ion Na
secr aktip.

Pengeluaran Proton & Amoniak.


Ginjal,paru menjaga pH cairan plasma.
Ginjal mengeluarkan proton mel.sel tubuli,
transfort ion H(proton) dr darah ke urine dgn
melawan konsentrasi .

CO2 drh o/ Carbonik anhidraseH2CO3->


HCO3- +H+ -> H2CO3 ---> H+ HCO3- strnya
dibantu oleh ATP sbg sumber Pi.
Setiap hari; 6 mmol Proton diurine shg pH berkisar 4,8
(asam).

Kegagalan menahan keluarnya proton pHJadi basa


Systim Dapar(buffer) Plasma.
HPO4- & H2PO4 & NH4OH; merupakan sistim dapar ok
mengikat proton.
Keseimbangan a/ Ph & Amoniak tergtg kadar msg2 yg
berbeda,bila Ph banyak maka NH3 sdkt

Amoniak plasma kecil ok ada detoxipikasi di hati (daur


urea).
Amoniak di ginjal dr Glutamin yi A A paling besar dalam
plasma dr otot &hati
Hidrolisa ikt.amida lalu desaminasi glutamat 2 Keto
Glutarat
Amoniak urine mengikat proton NH4OH
Kira2 30-50 mmol/hari
Asidosis Proton +NH3 meningkat urine.
induksi glutaminase meningkat.
Alkalosis Proton +NH3 berkurang diurine tapi dalam
plasma meningkat.

KRITERIA ASAM BASA


PRIMER

ASIDOSIS RESPIRATORIK
- Penurunan ventilasi

- Peningkatan Pco2 yang menyebabkan peningkatan H2CO3 dan


ion H+
- Ditemukan pada :
1. Kerusakan pusat pernapasan di medula oblongata
2. Menurunnya kemampuan paru mengeliminasi CO2

Contohnya : obstruksi traktus respiratorius, pnemonia


- Kompensasimya :
1. Sistem buffer plasma

2. kompensasi ginjal

ALKALOSIS
RESPIRATORIK
- Peningkatan ventilasi
- Penurunan Pco2 yang menyebabkan penurunan H2CO3 dan
ion H+
- Ditemukan pada :
1. Neurosis

bernapas berlebihan

2. Pendaki gunung (fisiologis)


- Kompensasimya :
1. Sistem buffer plasma

2. Kompensasi ginjal

Peranan Paru dalam


Keseimbangan Asam Basa
Bekerja cepat menjaga konsentrasi perubahan ion H+
dari perubahan besar sampai respon ginjal berhasil
Mengontrol ion H+ dengan efektifitas 50 75 %
dengan umpan balik pH 1 3
Mempunyai 2 kali kemampuan kompensasi seluruh
penyangga kimia.
Bila [H+] lebih tinggi dari normal ventilasi alveolus
meningkat, terjadi penurunan Pco2 atau sebaliknya

Keseimbangan Asam Basa ;keadaan homeostatis


kadar ion H2 darah.dan pH darah.
Asam senyawa kimia yg melepas H2 ;HClH+ Cl.
Basa : al HCO3- dan HPOSystim mempertahankan pH darah;
1. Systim Buffer. Yi. Zat yg bs mempertahankan pH
darah bila diencerkan td asam lemah dan garamnya
/basa konyugasinya atau basalemah & garamnya.
2. Systim Pernapasan.; mengatur pengeluaran CO2.
dan mekanisme napas diransang olehturunnya pH,
Po2,peningkatan suhu..pelari maraton bisa terjadi
Asidosis Metabolik-> prodiksi H2Co# -> HCO3 + H+

Kondisi asidosis metabolik penyebab ;


Penyakit jantung, ginjal, DM ,Diarchea,
hyperventilasi,
Pendaki gunung dapat mengalami Alkalosis
Metabolik, pemakaian O2 sedikit tapi CO2
dilepas banyak dgn hyperventilasi dalam.
CO2 larut dgn air-> H2CO3 shg pH naik bisa
disebabkan oleh rasa Cemas dan Hysteris.
3. Systim Renal.melalui proses
a. Sekresi H urine.
b. Reabsorbsi dan sekresi Bikarbonat,

DIAGNOSTIK ASAM BASA

NOMOGRAM ASAM BASA

Kasus 1

DIABETES MELITUS DEPENDEN


INSULIN
Riwayat Penderita: Wanita, 26 th, sudah diabetes sejak 12 th,
bergantung suntikan insulin tiap hari untuk mencegah
peningkatan glukosa dan badan keton darah. Koma di RS,
sebelum masuk RS ada muntah-muntah selama 24 jam disertai
rasa kantuk.
Secara klinis: dehidrasi dan tekanan darah menurun, denyut nadi
cepat, pernapasan cepat dan dalam, bau napas : aseton
Analisa darah : glukosa 648 gr % urine : badan keton (+)
pH : 7,08
Pco2 : 30 mmHg [HCO3-] : 13 mmol/L

Diagnosis : karena mengidap DM tergantung insulin, lalai


suntik Insulin kondisinya seperti berpuasa walaupun makan
tetap. Hati produksi badan keton, asam asetoasetat dan Beta
hidroksibutirat. Jadi pasien ini menderita jenis asidosis
metabolik yang disebut ketoasidosis.
Diskusi : DM tergantung insulin, tidak suntik Insulin
dibawah kulit tiap hari sehingga kadar Insulin darah terlalu
rendah akibatnya asam lemak sebagai sumber energi asal
depot lemak (adipositas) dimana hati memproduksi badan
keton. Timbunan badan keton dalam darah menyebabkan
asidosis metabolik = ketoasidosis diabetes (KAD)
Tingkat asidosis diperbaiki yaitu diperkecil dengan
mekanisme perangsangan pusat pernapasan dicetuskan oleh
asidosis yaitu Kusmaul dimana CO2 dikeluarkan untuk
meningkatkan pH darah dimana Pco2 dan [HCO3-] rendah (di
RS : anaisa lab darah seperti diatas.
Nilai normal dalam darah :
pH = 7,4 Pco2 = 40 mmHg
[HCO3-] = 24 mmol/L

KASUS 2

EMPYSEMA
Riwayat Penderita: berpenyakit paru-paru kronis
(empysema) bertambah jelek dalam periode tahunan,
mengalami napas pendek kronis.
Analisa darah : pH : 7,38
Pco2 : 60 mmHg
[HCO3-] : 34 mmol/L
Diagnosis : karena penyakit paru kronis, irama respirasi
tertekan menyebabkan Pco2 meningkat dikompensasi
penyakit primer ini maka ginjal bertindak : meningkatkan
ekskresi ion hidrogen dan meningkatkan reabsorpsi HCO3-,
hasilnya alkalosis metabolik.
Diskusi : Karena keadaan kronis, ginjal mempunyai waktu
mengkompensasi keadaan ini, pH darah hanya sedikti
dibawah normal menunjukkan bahwa tubuh tidak sempurna
kompensasinya untuk asidosis respiratoriknya.

CONTOH GANGGUAN KESEIMBANGAN


ASAM BASA CAMPURAN
Pco2 arteri

pH

mmHg

Bikarbonat

Tanda-Tanda

(mmol/L)

40
25

7,40
7,60

24,5
24,5

31

7,51

24,5

60

7,22

24,5

60

7,37

35,0

32

7,65

35,0

22

7,35

11,0

50

7,07

15,0

Normal
Alkalosis respiratorik berat (pasien
dengan pernapasan buatan)
Alkalosis
respiratorik
sedang
(hiperventilasi ringan)
Asidosis
respiratorik
tidak
terkompensasi (hipoventilasi akibat
overdosis narkotik)
Asidosis
respiratorik
terkompensasi
sebagian
oleh
alkalosis metabolik berasal dari
ginjal (penyakit penyumbat paru
kronik)
Gabungan
alkalosis
respiratorik
dan metabolik (pemberian ventilasi
mekanik dalam waktu lama)
Asidosis
metabolik
dengan
alkalosis
respiratorik
sekunder
(asidosis diabetik berat)
Gabungan asidosis metabolik dan
respiratorik (ventilasi yang sangat
terteklan oleh sedasi berat)

TERIMAKASIH
SELAMAT BELAJAR